Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita
Desa Hijau


__ADS_3

Desa Hijau terletak dekat dengan kota silver, perjalanan yang di ditempuh membutuhkan waktu dua jam dengan baik Bus, pemandangan disekitarnya sangat hijau dan asri, dekat dengan pantai dimana nelayan biasanya bekerja.


Dikatakan desa hijau karena dibelakang pemukiman warna adalah sebuah gunung, yang merupakan tujuan wisata sekolah Vivian. Bus mereka tiba di lokasi tujuan, ada gapura kayu yang menjadi pintu masuk ke desa Hijau.


Penanggung jawab perjalanan membunyikan peluit lalu meminta pelajar untuk pelan-pelan keluar dari dalam Bus. Pada saat giliran Mario, alpha ini menghela napas dalam-dalam. Udaranya masih sama, lingkungannya juga tidak banyak berubah, hanya sekarang sudah ada tiang listrik.


Ketika Mario masih sangat muda, lampu penerangan yang mereka gunakan hanyalah lentera, tidak ada listrik dan bangunannya juga masih mengunakan kayu lapuk. Sekarang, bangunan yang ada di Depannya, sudah jauh lebih baik untuk di tinggali.


“Baik semuanya mari kita kumpul di balai desa melakukan pemeriksaan, jangan sampai teman kalian ada yang tertinggal.”


Vivian, Nila dan Kesya sudah berkumpul bersama, Ketiganya tampak bersemangat. Masyarakat memperhatikan kedatangan mereka, guru yang mendampingi sedang berbicara dengan kepala desa.


Anak-anak dan remaja yang seumuran dengan mereka, berkumpul dan mulai membicarakan kedatangan para pelajar dari kota. Mario diam-diam menghela napasnya setelah melihat beberapa orang yang familiar.


Untung saja dirinya di buang oleh sang ayah saat kecil, jika tidak mungkin dirinya akan menjadi salah satu anggota dari para remaja di desa yang putus sekolah karena biaya.


“Hei, ayo bergegas. Yang lain sudah berkumpul, lihat itu,” seorang pelajar Beta menyentuh pundaknya.


“Ah, maaf aku tidak fokus."


Pelajar tersebut mengira bahwa Mario juga mabuk darat sepertinya jadi dia memberikan sebuah jahe dan berkata: “Pegang, ini akan membantumu.”


"...”

__ADS_1


Tidak jauh dari pemukiman warga terdapat satu area dimana pendengaran bisa mendirikan tenda mereka, areanya cukup luas, lagi pula dengan pelajar yang hampir 200 orang, tidak akan cukup jika menempati rumah warga yang hanya berlantai satu dan tidak besar.


Mario melihat lokasi yang akan mereka tempati selama lima hari kedepan. Dulunya tempat ini adalah perkebunan Sawi, tapi sekarang hanya menjadi tanah lapang yang fi kelilingi oleh tenda, di tengah-tengah api unggun.


Seperti pengaturan sebelumnya, Kelas omega akan di tempatkan di tenda yang berbeda dengan kelas Alpha. Meskipun sama-sama wanita, aturan masih tetaplah aturan. Selama kamu Alpha, kamu tidak bisa tinggal terlalu lama dengan Omega.


“Aturan masih seperti sebelumnya, kalian akan tinggal sesuai dengan kelompok bus. yang membedakan Alpha wanita di kelas pertama dan kedua akan bergabung dengan tenda milik Alpha wanita kelas ketiga dan Beta wanita kelas pertama...”


Penanggungjawab memberi jeda sebentar “...Alpha pria dan Beta pria akan menggunakan tiga tenda, harap dipergunakan baik-baik. Wanita dari kelas Beta kedua dan ketiga akan digabung. Kelas omega menggunakan dua tenda, untuk wanita dan pria...”


Penanggungjawab perjalanan mulai menjelaskan segalanya. Ukuran tenda yang mereka gunakan juga besar, satu tenda bisa sampai 50 orang. alas tidur mereka menggunakan tikar dan ada pula peralatan tidur yang biasanya di gunakan oleh para pendaki gunung.


Di tenda Vivian, jumlah alpha dari seluruh kelas hanya ada 15 orang, 23 sisanya adalah dari kelas Beta. Jadi total penghuni di tenda pertama ada 38 orang. Sekolah menggunakan 6 tenda, lima tenda besar dan satu tenda kecil untuk omega laki-laki yang jumlahnya tidak lebih dari 10 orang.


Omega Laki-laki 7: “Hei, hentikan perilaku mu itu. Meksi kau omega, kau tetap anak laki-laki, Alpha mu pasti akan datang jika kau dalam masalah.”


Omega laki-laki 5: “Hei, kau tampak santai karena kau belum menemukan Alpha mu.


Kau akan merasakannya juga jika sudah fi tandai.”


Omega laki-laki 3; “Itu benar, apa kau sampai sekarang belum menemukan Alpha yang cocok denganmu?”


Omega laki-laki 7: “Ada, tapi aku tidak punya keberanian. Ada Alpha dominan sialan yang selalu di sampingnya.”

__ADS_1


Semua omega laki-laki dengan mata membulat dan mulut menganga; “Kau...Kau...Astaga!”


Siapa dari mereka yang tidak akan tahu siapa Alpha wanita yang sedang di bicarakan ini. Vivian Alisher sudah sangat terkenal di sekolah mereka, terutama ketika informasi tentang penandaan paksa yang di lakukan oleh Kendra pada Vivian untuk mengikatnya dalam hubungan.


Banyak dari mereka para omega laki-laki di sekolah yang sangat membenci Kendra, Menurut mereka Kendra sangat keterlaluan. Dia merebut hak milik Vivian untuk bisa menemukan pasangannya sendiri. Tidak ada yang berani melawan, Dean salah satu dari mereka saja berkahir buruk di rumah sakit dan tidak bisa bangun lagi karena berurusan dengan Kendra.


Kepala omega laki-laki 07 menjadi linglung, kemudian berkata pada temannya: “Itu memang tidak adil, Alpha wanita seharusnya adalah pasangan sah Omega seperti kita. Jumlah mereka juga sedikit, sama seperti omega laki-laki tapi sekarang Satu alpha wanita sudah di ikat oleh Alpha laki-laki.”


Omega laki-laki 02 berkata; “Sepertinya memang benar Alpha laki-laki adalah kumpulan sampah aneh tidak tahu diri.”


Omega laki-laki 01 ikut bicara; “Aku rasa tidak semua. Hanya saja orang-orang di sekitar Vivian yang aneh. Kau tahu Mario, teman sekelas Vivian dia berpacaran dengan Nila, seorang gadis dari kelas Beta...”


omega laki-laki 01: “...karena Mario Alpha tapi tubuhnya berfungsi seperti Beta. Sementara Nila, dia gadis berferomon omega. Aku rasa tidak akan ada masalah untuk mereka.”


Omega Laki-laki 06: “Kau benar, aku dengar Vivian suka pada Omega laki-laki. Kasihan sekali dia, aku harap ilmuan bisa menemukan cara untuk melepaskan ikatan feromon.”


Omega laki-laki 04; “Jangan berharap terlalu jauh, Vivian berasal dari keluarga Alisher. Wajar jika akhirnya dia akan bersama dengan Alpha, apa lagi orang itu berasal dari keluarga Leonard.”


Omega laki-laki 06; “Aku hanya bicara saja, tidak lebih. Bagaimanapun Omega laki-laki adalah yang paling tidak beruntung.”


Omega laki-laki 04; “Tidak, Alpha wanita juga aku rasa tidak beruntung.”


Omega Laki-laki 07; “Makanya tadi aku bilang, Pasangan sejati Alpha wanita adalah Omega laki-laki. Bagaimana nantinya jika semua Alpha laki-laki tiba-tiba mengalami kelainan istimewa? Omega laki-laki tidak akan di butuhkan lagi.”

__ADS_1


Tidak ada yang mau berbicara lagi, semuanya menjadi bungkam. Memang mereka adalah yang paling tidak beruntung, Omega laki-laki sulit untuk menemukan Alpha mereka, jika harus bersaing dengan para Alpha dengan kelainan aneh seperti Kendra.


__ADS_2