
Duduk dengan malas sambil melihat ke luar jendela kelas, menatap jauh ke depan mata adalah yang di lakukan oleh Vivian sejak tadi. Karena hari ini adalah hari pertama sekolah, sekolah belum memulai proses belajar mereka.
Sama seperti di dunia Aslinya, dimana aktivitas belajar biasanya akan dimulai satu Minggu setelah hari pertama sekolah, guru-guru akan rapat untuk menentukan jadwal belajar.
Jadi tadi setelah guru wali kelasnya masuk dan mengatur tempat duduk, Guru itu langsung keluar meninggalkan kelas mereka. Tidak tahu apakah Vivian harus merasa kesal karena dia harus menghabiskan semester genap tahun keduanya dengan protagonis Utama dalam cerita.
Belum lagi sejak Kendra duduk di sampingnya, Vivian merasakan pandangan mata Kendra terus saja mengarah padanya, sampai membuat tengkuknya jadi merinding.
Biasanya kan Alpha satu ini jika tidak ada guru akan langung keluar dari kelas dan pergi entah kemana menghilangnya, sekarang anak itu duduk menahan dagunya dengan satu tangannya dan menoleh ke arah Vivian.
“Hei, hentikan matamu itu. Kau membuatku tidak nyaman.”
“Oh, memangnya mataku kenapa?” Kendra bertanya seperti tidak tahu apa-apa.
“Matamu menggangguku. Lagi pula apa yang kau lihat, tidak ada yang bisa di tonton disini.”
Heh, aku melihat buah delima merah yang sudah sejak lama siap di panen batin Kendra, bagaimana dia tidak menoleh pada Vivian kalau sejak dia duduk tadi, buah delima merah itu tidak berhenti bergerak, mengomel dalam sepi.
“Apa kau merasa kalau mata ku sejak tadi melihatmu? Aku minta maaf nona, tapi aku sejak tadi menikmati langit biru di luar jendela. Itu sangat indah, bukan?”
“Ck, aku jelas-jelas merasakan ada mata yang melihatku.”
“Itu mungkin dari meja belakang, lihat aku juga merasakannya bulu kudukku juga merinding.”
Aku jelas-jelas merasakan itu dari mu loh, jaraknya sangat dekat. Mengapa kau berpura-pura dan malah menuduh orang lain yang melakukannya? Vivian tidak dapat memahami karakter yang satu ini, sama seperti yang di katakan sistem.
Vivian berdiri dan berjalan ke luar kelas, Mario mengikutinya dari belakang setelah melihat Vivian beranjak dari duduknya. Mario memperhatikan Vivian sejak tadi, jadi dai pasti tahu kalau Vivian sudah tidak tahan di tatap terus oleh Kendra.
Mario duduk di bagian paling belakang bersama dengan teman kelas Alpha, sementara Vivian dia berada di deretan kedua, paling sudut dekat jendela.
“Hei, Vivi kau mau kemana? Tunggu aku.”
__ADS_1
“Kenapa kau ikut juga, sih?”
“Hei, karena aku temanmu. Aku mengkhawatirkan mu.”
“Tidak ada yang perlu di khawatirkan, aku baik-baik saja.”
Bagaimana kau bisa baik-baik saja jika wajahmu sudah jelek dari tadi? Mario menembak mungkin saja Vivian masih memikirkan tentang Kendra yang sangat ingin duduk dengannya.
Jadi Mario berkata; “Apakah karena Kendra?”
“Apa kau juga menyadarinya? Mengapa dia tiba-tiba mau duduk denganku?”
“Itu memang sedikit aneh karena anak-anak berkata Kendra akan selalu memilih meja belakang sebagai tempatnya. Mungkin dia ingin mencari suasana baru.”
“Ih, sudah deh. Memikirkan dia membuat aku lapar, Ayo ke Kafetaria saja.”
Jadi setelah itu keduanya langsung menuju ke Kafetaria, disana tampak ramai. Banyak yang juga mengabiskan jam kosong di kafetaria, Mario meminta Vivian untuk menemukan meja kosong sementara dia akan pergi memesan makana.
“Belikan saja aku salad sayur.”
“Bukankah kau berkata kalau kau lapar? Mengapa hanya memesan Salad saja?”
“Aku tiba-tiba ingin memakannya, sudah sana pergi.”
Vivian mencari tempat untuk mereka, ketika menemukannya dia langsung duduk dan menunggu Mario. Tidak lama, telinga Vivian mulai mendengar pelajar berbisik-bisik tentang Stella yang sudah pindah sekolah secara tiba-tiba.
Semuanya merasa penasaran, dengan alasan kepindahan Stella yang tiba-tiba, terutama dari kelas Omega. Tetapi ada juga yang merasa senang karena akhirnya gadis omega itu pergi.
Beberapa dari mereka berasumsi bahwa Stella mungkin saja sudah ketahuan sering menargetkan teman sekolahnya sehingga membuat keluarganya memindahkan dia ke sekolah lain. Vivian berpikir bahwa tidak ada bedanya dengan dunia aslinya, orang yang warna aslinya sudah ketahuan pasti akan menjadi bahan gosip masyarakat.
Setelah begitu lama, Mario datang membawa pesanannya. Vivian baru saja menyuap beberapa sendok salad ke mulutnya, ketika seseorang datang duduk di sampingnya, mengambil sendok miliknya dan mencicipi salad pesanannya.
__ADS_1
“Sial! Mengapa kau selalu menggangguku belakangan ini? Beberapa hari yang lalu kau meminum minumanku, sekarang kau mengunakan sendok ku.”
“Oh, Apakah Nona masih mengingat kejadian tempo hari?”
Kendra tersenyum padanya, sampai membuat Vivian jadi linglung.
“Berhenti memanggilku Nona,” dia berkata dengan kesal, tetapi itu tidak akan mengubah Kendra yang semakin ingin menggodanya.
“Hm, memanggilmu nona memang tidak cocok, bagaimana jika aku memanggilmu Nyonya?” senyum menyungging di wajah Kendra, matanya fokus pada Vivian.
Gigi Vivian bergetar-getir, Nyonya apa! Sialan, kau mau aku bogem heh? Jangan membuat kesabaran ku habis, meskipun kau adalah dominan aku juga akan melawan mu, aku pernah berlatih beladiri sebelumnya, aku akan mematahkan bibirmu.
Kendra melihat Vivian yang sedang menatapnya dan sepertinya kepala kecil gadis ini sedang mengutuknya, jadi Kendra pelan-pelan mendekatkan wajahnya ke arah wajah vivian. Pelajar memperhatikan mereka, menunggu momen menakjubkan yang sepertinya sudah terekam dalam pikiran mereka.
BUG!
Bogeman refleks dari tubuh Vivian yang merasa terancam mengenai tepat di rahang Kendra, sehingga membuat si dominan langsung meringis. Mario dan Liam, melotot sama seperti pelajar akunnya.
Inilah yang di katakan oleh masyarakat luas, jangan berani bermain-main dengan Alpha Wanita. Jika bukan menggunakan Feromon maka mereka akan menggunakan kekuatan.
Vivian kemudian menjadi orang yang melotot terakhir ketika dia melihat Kendra sedang mengusap-usap rahang miliknya yang pasti sakit. Vivian dengan rasa bersalah berkata; “Maaf Kendra, tubuhku bergerak sendiri. Lagi pula, itu salahmu kenapa kau mendekatkan wajahmu sangat dekat padaku? Membuat aku takut saja.”
“Kau benar-benar kucing liar yang harus di jinakkan.”
“Apa katamu?” Vivian bertanya ketika mendengar ucapan Kendra, apa maksudmu dengan kucing liar? aku lebih suka disebut sebagai Harimau galak.
“Tidak, lupakan saja.”
Lain kali aku akan mencoba cara lain untuk melakukannya, Huh. Tenaganya tidak main-main, bahkan sampai membuat aku terkejut tadi pikir Kendra. Selama ini dia melihat Vivian sebagai gadis yang lembut, dan terkadang melupakan kalau gadis ini juga Alpha wanita.
Liam dan Mario sudah menahan tawanya, melihat keduanya. Ini rekor terbaru, entah setan apa yang merasuki Kendra hari ini sehingga dia sedikit berbeda, membuatnya sebagai seorang Alpha Dominan yang baru saja mendapatkan bogem tidak disengaja dari seorang Alpha wanita.
__ADS_1