
“Aku pergi, Kau jaga Vivian," ujar Mario setelahnya dia berlari keluar, mengambil kunci mobil di kelas lagi menuju ke rumah sakit.
Liam yang di tinggal di UKS memilih untuk duduk di sanping ranjang Vivian, Dokter wanita yang memeriksa Vivian kembali ke mejanya untuk menuliskan resep obat, lalu memberikannya pada Liam.
“Temanmu baik-baik saja, jangan khawatir. Kau bisa Kembali ke kelas, aku akan menjaganya,” ucap dokter wanita.
“Tidak, aku akan tetap disini."
Dokter wanita tidak bicara lagi, jadi dia membiarkan Liam tetap di samping Vivian. Sebagai Beta wanita dia tidak tahu pasti bagiamana keterikatan Alpha dan Omega. Tapi melihat dari kondisinya dan penjelasan Liam tadi, dia bisa berkata bahwa Alpha-nya mungkin saja memang sedang terluka.
Tanda kepemilikan adalah bentuk bukti keterikatan antara dua orang, Tanda permanen adalah tanda yang di dapatkan setelah keduanya benar-benar sudah saling menggigit leher, tempat feromon mereka.
Terciptanya tanda permanen artinya mereka secara tidak langsung sudah terhubung dengan Feromon pasangan. Mereka bisa mengetahui dimana dan apa yang terjadi pada pasangan mereka.
Secara umum jika Omeganya di ganggu, Feromon Alpha akan keluar dari tubuh omega dan memperlihatkan bahwa si omega sudah ada yang punya. Jika pasangan mereka sedang terluka, mereka akan mendapatkan efek rasa sakit di tubuh.
Seperti yang baru saja dirasakan oleh Vivian, wajahnya menjadi pucat dan detakkan pada jantungnya terasa nyeri, perasaannya menjadi tidak enak juga. Liam menatap Vivian lalu berkata pelan; “Semoga aja semuanya baik-baik saja.”
Liam menunggu hingga jam istirahat, hari ini adalah hari pertama sekolah jadi masih belum ada pelajaran, Vivian masih belum bangun, sehingga membuatnya berpikir bahwa mungkin saja Kendra dalam kondisi yang parah.
Liam tahu tentang apa yang dirasakan oleh Vivian, karena beberapa Minggu yang lalu dia juga mengalaminya, Kesya tidak sengaja menggores jari tangannya dengan pisau sehingga itu memberikan efek rasa sakit juga pada jari Liam.
BRAK!
Pintu UKS terbuka dengan sedikit keras, Nila berlari kedalam ruangan dan langsung duduk di seberang Liam. Nila bertanya; “Apa yang terjadi?”
Liam menjawab; “Belum tahu pasti, Mario pergi mengeceknya dan sampai sekarang, belum ada informasi tentang Kendra.”
__ADS_1
Nila mengangguk setelah mendengar jawaban Liam, dan kembali bertanya; “Jadi karena dominan sedang terlibat insiden, yah? Lalu bagaimana kondisi Vivian?”
“Dokter bilang kalau Vivian baik-baik saja, tidak ada gejala penyakit apapun, jadi tidak perlu khawatir.”
Nila bernapas dengan lega, awalnya saat dia mendapatkan pesan singkat dari Liam, Nila sangat takut dan khawatir karena kalau Ibu Vivian memiliki kesehatan yang buruk, sehingga mungkin saja akan menurun pada Vivian.
Untung saja pikirannya salah, Vivian berada dalam kondisi yang baik. Tidak lama Vivian membuka matanya, kepalanya masih linglung dan dengan apa yang harus saja terjadi padanya. Kemudian Vivian melirik kedua temannya.
“Uh, apa yang terjadi padaku? tadi jantungku dan perasaanku sangat buruk, sakit rasanya.”
“Tidak ada apa-apa, dokter mengatakan bahwa kau kurang istirahat saja, sehingga daya tahan tubuhmu menurun,” ucap Nila, Liam meliriknya dan kemudian mengernyit, lalu berpikir untuk apa Nila berbohong pada Vivian?
Bukankah tidak ada gunanya juga? Vivian pad akhirnya juga akan mengetahuinya juga. Vivian merasa ada yang aneh, dirinya merasa seperti baru saja terjadi sesuatu, ingin bertanya lebih lanjut leher vivian terasa kering, sehingga dia membatalkan niatnya.
Pada sisi lain saat Mario tiba di rumah sakit, dia langsung menuju ke ruangan Kendra, setelah bertanya pada resepsionis rumah sakit. Tiba di ruangan, tanpa mengetuk Mario langsung masuk kedalam ruangan dan mendapati Kendra dengan kaki yang di gips dan kepala yang di perban.
“Kenapa kau marah? aku sedang sakit, aku tadi memang sedang terburu-buru ke sekolah sehingga tidak fokus di jalan.”
“Kau tahu apa yang baru saja terjadi? Kondisimu berefek pada Vivian juga, aku bahkan tidak tahu apakah Vivi sudah bangun sekarang.”
“Apa yang sudah terjadi pada kucing liar ku! Kau...”
“Tidak udah bertanya jika alasannya adalah dirimu sendiri. Kau alpha yang sudah memiliki pasangan, kau terluka maka pasangan mu juga akan merasakannya juga.”
“Aku...” maaf aku lupa bagian ini, aku seharusnya lebih memilih terlambat dari pada harus mengalami kondisi seperti ini dan memberikan rasa sakit pada Vivian.
Pesawat Kendra mengalami delay beberapa jam sehingga dia juga tiba di kota silver itu sudah mengambil subuh, Kendra hanya tidur beberapa jam sebelum bangun pagi. Bisa di bilang tubuhnya masih lelah setelah perjalanan panjang sehingga tidak fokus saat menyetir.
__ADS_1
Alasan lainnya Kendra ingin segera tiba di sekolah adalah untuk bertemu dengan Vivian. Satu Minggu adalah waktu yang begitu lama untuk Kendra, Perasaan rindu menguasai dirinya. Pagi tadi saat dia berangkat dia tergesa-gesa, sampai di jalan terjadilah tabrakan.
Mobilnya bisa di bilang rusak parah, dan kondisi tubuhnya sendiri juga menghawatirkan. Dokter berkata bahwa kakinya patah, sehingga membutuhkan waktu dua sampai tiga bulan untuk pemulihan.
Kepalanya juga mengalami benturan, untung saja tidak separah tangan dan kakinya. Kendra kemudian melirik Mario lalu bertanya, “Kau tahu dari mana aku disini?”
“Kau pikir bagaimana aku bisa tahu? seseorang menelpon ke ponsel Vivian dan memberitahu kondisimu.”
,“Apakah Vivian, juga tahu tentang ini?” Kendra bertanya lagi, dan membuat Mario ikut mengernyit lalu di susul dengan helaan napas darinya.
“,Tidak, dia tidak tahu. Ponselnya berdering saat dokter menjelaskan tentang kondisi Vivian. Ada apa? Apakah kau tidak mau memberitahu kondisimu padanya?”
“...Iya, jangan beritahu Vivian untuk sementara waktu aku tidak mau membuatnya khawatir,”Jawab Kendra, yang kemudian membuat kedua mata Mario menjadi lebar.
“,Kau pasti gila! ingat kau memiliki janji dengan Vivian akan menemui dia di awal semester, apa kau mau mengingkarinya?”
Aku tidak ingin, tapi apa yang bisa aku lakukan sekarang? mengatakannya bahwa dirinya hampir mati karena tidak fokus menyetir? Kendra tidak mungkin mengatakannya.
Dirinya jelas sangat tahu tentang Vivian, dan perkataan yang pernah Vivian katakan padanya masih dia kunci dalam ingatannya, jika sampai dirinya benar-benar mati artinya sama dengan membuka gerbang agar Vivian bisa kembali ke dunianya.
Kendra tidak akan membiarkannya,jika bisa dia akan mengikat semua sistem bodoh payah yang bisa saja memisahkan dirinya dengan Vivian, Bahkan jika dirinya mati, Kendra bersumpah akan mencari Vivian di dunia lain.
“Aku mohon, tolong rahasiakan ini setidaknya sampai aku bisa berjalan lagi.”
“Terserah, tapi jika Vivian tahu atau mencaritahu sendiri aku tidak akan melarangnya.”
“Ya, aku tahu...
__ADS_1