
Dua puluh satu tahun yang lalu, di hari yang cerah, untuk pertama kalinya Helena datang padanya dang tersenyum dengan sangat bahagia. Gadis itu datang dan memeluknya, lalu menceritakan segala hal yang dia alami pada hari itu.
Dia berkata bahwa dia baru saja bertemu dengan seorang pria muda tampan yang baik hati, yang mencuri perhatiannya di hari pertama masa kuliahnya, Yudas bertanya pada putrinya; “Siapa pemuda yang sudah mencuri hati putriku?”
Helena tersenyum dengan wajah gembira, “Itu Alex, dia sama sepertiku, dia juga seorang Alpha.”
Yudas diam, dan hanya menatap putrinya saja. Dia berpikir bahwa itu hanya akan berlangsung sebentar dan nantinya Putrinya akan kembali seperti semula. Tapi dia tidak bisa menyangka, membiarkan Helena membuat gadis itu jatuh semakin dalam.
Itu menjadi sebuah obsesi...
Helena jatuh terlalu dalam pada cintanya, dia mulai mengikuti Alex kemanapun, dan ketika dia tahu bahwa Alex sedang mengejar Omega, dia menjadi marah. Dia melarang keras Tania untuk memiliki perasaan pada Alex.
Helena berulang kali menyatakan perasaannya pada pada Alex, tapi Alex selalu menolak dengan alasan bahwa dia mencintai seorang omega. Bahkan tidak sampai disana saja, Alex bahkan tidak mengenal Helena.
Helena mulai mengunci diri dalam kamarnya, dia tidak ingin makan dan membuat Yudas semakin menghawatirkan putrinya. Ada hari dimana Helena datang padanya dan menangis, mempertanyakan "kenapa aku tidak menjadi omega?"
Yudas menjelaskan dengan bai tentang hubungan Alpha dan Omega, dan mengatakan bahwa Alpha tidak dapat bersama dengan Alpha lain, itu adalah kesalahan dan hubungan yang cukup langkah.
Helena menolak...
Meskipun sudah.lulus dari universitas, Helena tetap melakukan kebiasaannya. Dia pergi menguntit keseharian Alex, berulang kali dia mencoba untuk menjauhkan Alex dan Kania tapi usahanya selalu gagal.
Helena kembali mendatanginya dan menangis setelah melihat dengan matanya sendiri, Alex melamar Kania di sebuah taman. Dia menjadi histeris dan suka berteriak sambil memukul dirinya sendiri.
Akhirnya Yudas mengurung Helena di kamarnya dan tidak membiarkan gadis itu keluar. Memang sejak masih kecil, Helena sangat dimanja olehnya karena dia anak satu-satunya, semua keinginan Helena selalu di penuhi oleh Yudas.
Tapi keinginan Helena yang satu ini, Yudas tidak bisa memenuhinya. Karena ini harus berdasarkan perasaan masing-masing orang, awalnya seperti itu sampai dia mendengar kabar bahwa Tania pergi dari rumah dan tidak lama setelah itu, Yudas mengejar bahwa Tania akan menikah dengan saudara laki-laki Alex.
Yudas kemudian mencari tahu apa saja yang sudah dilakukan keponakannya itu, dia diam dan tidak membiarkan orang lain tahu tentang itu termasuk Helena.
__ADS_1
Satu bulan sebelum pernikahan keluarga Alisher, Yudas melihat putrinya sudah berperilaku baik dan tidak seperti sebelumnya. Dia berpikir bahwa Helena sudah tidak memikirkan Alex, jadi dia membiarkan Putrinya keluar dari rumah.
Dia tidak menyangka, Helena akan melakukan hal yang nekat. Helena pergi dan menyewa seorang Alpha yang bekerja di klub malam kemudian menghabiskan malam yang panjang. Tiga Minggu kemudian, Gejala kehamilan di alami Helena..
Helena yang pikirannya hanya diisi oleh Alex, kembali bertingkah aneh, dia terus menyebut nama Alex sambil mengusap perutnya.
Dia terus saja bergumam, “Sebentar lagi aku akan menjadi pasangan Alex, besok aku akan menikah dengan Alex... dan bersama membesarkan bayi kami...,huhuhu...”
Helena datang dengan gaun putih yang cantik ke pernikahan keluarga Alisher, membuat keributan di sana kemudian dia di usir. Yudas membawa putrinya kembali ke rumah mereka, lalu mengikatnya di tempat tidur dan menyuntikkan obat penenang.
Delapan bulan kemudian, Helena melahirkan seorang omega laki-laki. Setelah hari itu, Helena menjadi lebih banyak diam dan tidak bicara, kadang juga akan tertawa sendiri. Yudas berusaha untuk menyembuhkan Putrinya, selama hampir satu tahun lebih....
Tapi itu tidak ada hasil, semakin hari kondisi tubuh Helena semakin menurun sehingga dia harus di rawat inap di rumah sakit, Yudas juga berusaha untuk menemukan ayah dari anak Helena tapi sayang, orang itu sudah meninggal.
Hari terus berganti hingga tibalah pada hari itu. Bersamaan dengan kelahiran Vivian, Putrinya Helena meninggal. Bahkan hingga akhir hayat gadis itu, yang dia pikirkan hanyalah tentang Alex.
Semua itu karena Alex....
Darah harus di balas dengan darah...” Dendam di dalam hatinya tidak pernah berkurang.
Setelah pemakaman Helena, Yudas mulai mengawasi keluarga Alisher. Dia tahu semua tentang keluarga itu, dia tahu Vivian dulunya adalah omega kemudian menjadi Alpha, Dia kemudian melihat hubungan yang di impikan oleh putrinya dalam diri Vivian.
Seorang gadis alpha yang berpasangan dengan Alpha lainnya. Ini adalah impian Helena, dimana cinta tidak lagi di batasi oleh genre yang sama. Sejujurnya Vivian mengingatkan dirinya pada putrinya, tapi ketika dia mengingat siapa Vivian kebencian dalam dirinya menggerogotinya lagi.
Tidak adil...
Matanya menatap langit yang sudah mulai menggelap, dan angin malam menghampiri kulit tuanya. Setelah kehilangan Helena, putrinya. Yudas terlalu larut dalam kesedihan, dia berpikir untuk membiarkan Alex merasakan apa yang sudah dia rasakan.
Kehilangan putrinya....
__ADS_1
”Aku tidak pernah ingin melakukan ini, tapi dunia memaksa ku untuk menjadi orang jahat.”
“Jika kau tidak mau maka hentikan saja, apa yang kau lakukan tidak akan membuat putrimu hidup lagi!" suara teriakan Stella terdengar.
Vivian diam-diam menggenggam kedua tangannya, dia sama sekali tidak memiliki jalan keluar, sistem Chihuahua tidak bersamanya dan juga.mereka berada di tepi jurang, salah langkah saja itu bisa membuat mereka mati.
Dor!
“Berhenti disana dan turunkan senjatamu!”
Vivian melotot, bunyi tembakan dan juga suara tegas seorang jendral kepolisian terdengar, dia melihat ada banyak pria dengan pakaian petugas keamanan mengepung daerah sekitar.
“Aku sudah bilang, bantuan akan segera datang.” Stella tersenyum ketika dia melihat Leon pacarnya mengendarai sebuah helikopter. Di atas Helikopter juga ada Kendra. Dan Mario yang sedang bertugas menjadi pengemudi.
“Jangan ada yang bergerak, sekali kalian bertindak aku akan meledakkan tempat ini!” Suara dua Yudas menjadikan sekitarnya hening.
Tuan tua bersama dengan Alex dan Excel baru saja tiba di lokasi, khawatir dengan putrinya kedua pria dewasa itu berjalan mendekat:
“Lepaskan putriku! Apa yang sudah kalian lakukan pada mereka? Sialan, urusanmu denganku bukan dengan putriku!” Alex benar-benar marah.
“Hahaha...Akhirnya kau datang juga, Alexis” Tawa Yudas menggema.
Yudas berjalan mondar-mandir dengan pelan sambil memainkan pistolnya, tersenyum dengan senang menikmati malam yang semakin larut. Dia mendengar suara dari balik tepi jurang, ”Kalian rupanya tidak mendengarkan aku yah, baiklah...”
“Sekarang!” pria itu berteriak, lalu di susul dengan tanah yang mulai retak.
“Daddy!!!”
“TIDAK!!!!”
__ADS_1