Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita
Alex [Mimpi]


__ADS_3

Alex membuka matanya dan kepalanya terasa pusing. Dia mengernyit ketika matanya melihat daerah di sekitar, dia hanya ingat bahwa Putrinya dibawa pergi oleh orang asing, lalu dia beberapa kali berkeliling kota untuk menemukan putrinya.


Dia di bawa kembali oleh Excel, Varel keponakannya mengantarnya ke dalam kamarnya untuk beristirahat tapi bagaimana dia bisa ada di tempat seperti ini?


Gedung besar dengan banyaknya mahasiswa yang berkeliaran, dia duduk disana masih dengan pikirannya sendiri. Alex memiliki ingatan yang buruk, tapi dia hanya merasa sedikit familiar dengan tempat di depannya.


Seorang wanita duduk di sampingnya dan memaksanya untuk menoleh, di tangannya ada kapas yang sudah di olesi Betadine, Wanita itu mengomel pada dirinya, dengan pipi merah yang alami.


Alex tidak merasakan apa-apa ketika obat itu menyentuh kulit wajahnya, dia hanya mengikuti Instingnya saja. Wanita itu menghela nafas, ”Aku tidak suka kau selalu ribut dengan Albert...”


Albert? Sekilas Alex terkejut, Itu adalah nama dari saingan cintanya, Mata Alex tiba-tiba terasa aneh, dan hatinya seperti menahan sesuatu, pandangannya hanya pada wanita yang ada didepannya, “Ka-Kania...”


Wanita itu kemudian menghilang dari hadapannya sampai membuat Alex terkejut, lokasi dirinya tiba-tiba berpindah lagi. Kali ini di berada di halaman belakang universitas, wanita lain tersungkur di tanah, dan menangis.


Kania muncul di sampingnya lagi, wajahnya tampak khawatir, “Lex, apa yang kau lakukan padanya? Jangan kasar pada wanita”


“Aku hanya menegaskan padanya, Nia. Aku tidak bisa menerima dia, aku hanya cinta kamu.” Mulut Alex seperti dirancang dengan otomatis, ini membuatnya sedikit bingung.


Kania menghilang lagi dari hadapannya, dan Alex kembali berpindah ke lokasi yang berbeda, kali ini tampaknya itu sudah bukan di universitas dan tahunnya yang berubah, Dia berdiri disebuah taman dan Kania ada di depannya.


“Nia, Menikah denganku...” Alex berlutut sambil membuka sekotak cincin di depan Kania. Wanita yang dia cintai itu, tersenyum bahagia sampai ingin menangis karena terharu.

__ADS_1


“Aku mau...” Kania sangat bersemangat, sehingga setelah Alex meletakkan cincin di jari manisnya, Kania melompat dan memeluk Alex dengan erat dan sorakan disekitar mereka terdengar.


Seseorang pria di antara penonton itu tersenyum dan mendekati mereka, ”Aku mengaku kalah darimu, Alex. Aku akan berdoa untuk kebahagiaan kalian...”


“Terima kasih, Albert....Aku harap kau juga akan menemukan kebahagiaanmu,” Kania tersenyum Manis pada saingan cintanya, Alex hanya diam dan menatap tidak suka dengan interaksi mereka.


Terdengar suara tawa ringan, Alex menatap Kania dengan bingung, “Kenapa tertawa?”


“Lex, Kau sangat lucu saat cemburu...” Tawa Kania perlahan menghilang, seiring dengan hilangnya orang-orang di sekitar sana.


Kali ini, Alex dibawa kesebuah gedung megah kedua kakaknya sudah bersiap dengan pakaian mereka, Anna sangat cantik dengan gaun putih itu dan Excel juga tidak kalah tampan hari ini...Alex mengingat momen itu, beberapa jam setelah prosesi perkawinan mereka.


Suasana menjadi sedikit berbeda ketika keributan muncul, seorang wanita dengan gaun malamnya yang elegan memasuki aula sambil memeluk perutnya dan tanpa malu berteriak sampai membuat semua orang berbisik, “Pria itu adalah pria brengsek, kalian tahu sebulan yang lalu kami menghabiskan malam bersama dan dia meninggalkan aku begitu saja, sekarang aku dinyatakan mengandung dan dia justru menikah dengan wanita lain...hahaha...”


“Alex, kau harus menikah denganku... aku sedang mengandung anakmu...” wanita itu berkata lagi, Kania di sampingnya dengan otomatis menggenggam tangannya erat.


“Aku tahu kau tidak pernah melakukan itu, kau tidak akan mengkhianati aku, karena ku tahu kau sangat mencintai aku...” Kania tersenyum lagi, kemudian dia menghilang bersamaan dengan semua orang yang ada disana.


Adegan kemudian berpindah lagi, kali ini Alex ada di rumah sakit, di depan ruang bersalin. Wajahnya khawatir dan tangannya berkeringat, Kania sedang berjuang di dalam ruangan operasi karena akan melahirkan anak mereka..


Seorang pria yang seumuran dengan ayahnya mendatangi dia dan tiba-tiba marah padanya, sambil menangis, “Kau pria jahat... kau kembalikan putri kesayanganku!!! kembalikan dia!!!”

__ADS_1


Alex tersentak kaget, dia sama sekali tidak mengenal pria itu, satpam datang dan mencoba membawanya pergi, pria itu kembali berteriak, “Darah harus di bayar dengan darah...”


Alex duduk dan masih memikirkan pria tadi, seorang perawat yang kebetulan lewat menghampiri.dia dan menghibur Alex, “Jangan khawatir, Istri dan anakmu akan baik-baik saja, pria tadi jangan di pikirkan, dia baru saja kehilangan putrinya....”


Lokasi kembali berubah, kali ini adalah didalam kamar mereka, Kania terbaring dengan lemah dan menatap Alex dengan sendu, “Maaf, waktuku sudah habis.... Aku harus pergi, aku harap kau bisa selalu menjaga putri kita... Jaga putri kita... aku cinta kalian...selamat tinggal...”


“Tidak,!!! Kania!!!” Suara teriakan Alex kemudian digantikan dengan tangisan, tangannya memeluk erat tubuh.kaku Kania...


kembali, lokasinya berpindah... Kali ini bukan di tempat-tempat yang biasa Ini adalah sebuah taman yang cantik yang mana di depannya ada air mancur, dan disana Kania duduk dan hanya menatap air mancur tersebut dengan sedih...


Alex dengan ragu mendekati Kania dan duduk disampingnya, ”Aku tahu semuanya Alex, Aku tahu apa yang terjadi pada Putri kita... aku tahu kau mengabaikan dia... aku tahu kau sempat melupakan putriku karena aku... maafkan aku...”


”Tidak, itu bukan salahmu...itu salahku... maaf aku tidak bisa menjaga Vivi dengan baik... aku... aku adalah ayah yang buruk untuknya...” Alex menundukkan kepalanya, sekarangd ia sadar bahwa apa yang tadi dia lihat adalah ingatan masa lalunya...


“ Itu membuat aku sedih, tapi kau tidak bisa terus seperti ini... Temukan putri kita, Alex...temukan dia untukku...” suara lembut tapi menyedihkan terdengar di telinga Alexis.


“Iya, aku janji aku pasti akan menemukan putri kita, tapi...”


“Aku tahu, kau harus mengingat dengan baik... aku sudah memberikan beberapa petunjuk padamu, kau harus segera menemukan orang itu... wanita hamil itu, orang yang marah padamu saat masa bersalin ku... temukan mereka dan kau akan menemukan putri kita... Aku harus pergi... aku akan selalu mengawasi kalian...aku cinta kalian...”


“Tidak... Nia!!!”

__ADS_1


Alex membuka matanya dan napasnya jadi tidak teratur, tangan dan tubuhnya berkeringat hebat. Kepalanya pusing, dan berat. Anna duduk di depannya dengan pakaian kerjanya, dia menggelengkan kepalanya dan kembali memeriksa kondisi tubuh Alex, “Syukurlah, kau sudah bangun. dasar anak nakal, kau membuat kami khawatir saja...”


__ADS_2