
Letak penginapan mereka ada di dekat pantai, angin sore berhembus seperti yang seharusnya. Ada banyak pengunjung yang sedang berjemur dan bermain di pinggiran pantai, anak-anak berkumpul untuk membangun istana pasir mereka, berlomba-lomba untuk membuat istana siapa yang paling besar.
Sementara orang tua dan wali mereka menunggu sambil menikmati kelapa di pinggir pantai tidak jauh dari anak-anak mereka. Vivian jadi teringat, dulu ketika dia masih sangat muda, dia biasanya pergi bersama Ibu dan kakeknya.
Pantai Losari di kota asalnya kebetulan tidak jauh dari rumahnya, jadi jika Vivian jenuh dia pasti akan kesan. Namun setelah kepergian kakeknya, Vivian sudah jarang pergi ke sana.
Vivian dan kedua teman perempuannya duduk, menikmati angin sepoi-sepoi di teras penginapan. Chihuahua juga turut ada disana, matanya terpejam, sentuhan lembut di buku-bulu pendeknya membawanya semakin nyaman.
Ah, inilah surga para hewan peliharaan.
“Untuk beberapa hari kedepan, apa rencana kita?” Vivian bertanya, dia tidak tahu lokasi ini dan baru pertama kali datang kemari.
“Kita bisa ke pantai, jika bosan di pantai, aku bisa membawamu ke beberapa destinasi wisata.”
“Ah, itu juga bagus.”
Mereka bersantai sebentar dan menikmati sunset. Angin masih bertiup, menerpa wajah mereka. Kemudian Mario keluar membawa sebuah panggangan, lalu menatap mereka; “Jika ingin ikut bakar-bakar ambil jagung di dapur penginapan.”
Ketiganya masih diam menatap Mario, sementara Chihuahua berdiri dan melompat mendekat ke arah Mario, dan menggonggong kecil; [aku mau daging bakar.]
“Jangan terlalu banyak meminta.”
Pada malam hari setelah persiapan, mereka berkumpul di pinggir pantai. Udara dingin menyeruak, bersamaan dengan hembusan angin yang menerpa kulit mereka.
Vivian duduk, menikmati suasana malam hari dan melihat Mario sedang membuat api unggun. Dia berkata; “ Mari biar aku yang membantu.”
“Hei, kau seorang gadis.”
“Apa masalahnya? Berikan aku korek api dan batang kayu kering.”
Vivian mendekat dan mengambil alih untuk menyalakan Api unggun, di dunia aslinya Vivian adalah anggota Pramuka, jadi dia tahu cara menyalakan api. Vivian melihat Chihuahua, dan berkata padanya; “Duduk saja disana,”
[Hmpt, Tuan rumah anda tidak bisa terus bersantai. Sistem mendeteksi bahwa karakter lain sedang menuju kemari.]
“Apa katamu! Aku baru saja akan menikmati liburku.”
__ADS_1
[Tidak bisa, anda seharusnya fokus pada misi]
“Mengapa sekarang kau yang mengingatkan aku! Kau tidak adil.”
Chihuahua berbalik dan menjulurkan lidahnya pada Vivian, kemudian pergi mendekat ke Nila dan Kesya yang sedang mengurus jagung.
Ketika kembali ke penginapan Vivian dikejutkan dengan kedatangan para karakter cerita penting, seperti yang di katakan Chihuahua tadi, juga ada kakak sepupu laki-lakinya. Vivian berpikir untuk apa mereka juga ikut? Stella sebelumnya bahkan sudah menolak.
“Kak apa yang kalian lakukan disini?” Vivian bertanya, dan menatapnya satu persatu. Ketika tatapannya mengenai Kendra, Vivian tiba-tiba menjadi linglung.
Wajah Kendra tampak jelek, bibir pemuda itu seperti terus bergumam. Dan tatapannya jengah, ini mungkin karena Stella masih terus menempel padanya, mata Vivian berkedip beberapa kali lalu dia membatin mengejek pada Kendra.
Rasakan, tanggung sendiri ulah mu. Urus baik-baik gadis itu, agar tidak menggunggu liburan kami. Kendra melihatnya, dan berpikir bahwa Vivian sedang kesal.
“Kenapa? aku ingin menghabiskan liburanku denganmu.”
“Tidak, jika kakak ingin ikut kenapa tidak bilang padaku? Kita bisa berangkat bersama tadi.”
“Tidak perlu di bahas lagi, aku sudah ada disini.”
Sebenarnya, tadi Farel berencana untuk pergi sendiri tetapi entah bagaimana ceritanya ketiga orang ini bisa berada di dalam mobil yang sama dengannya. Dia saja kaget, belum lagi anak bernama Liam, sejak malam mereka sama sekali tidak memiliki komunikasi.
Memikirkan jika itu Stella, adik sepupu pertamanya ini pasti ingin menjaga Alpha-nya. Tetapi kedua Alpha ini untuk apa ingin menuju kesan, Apakah sebenarnya mereka memperebutkan Omega yang sama?
Tapi apa itu mungkin, atau ada hal lain? Pikirannya bisa saja berkata seperti itu bukan tanpa alasan. Tentu dia sadar, meskipun keduanya mengatakan bahwa mereka pasangan, Stella belum memiliki tanda kepemilikan dari Kendra.
Tanda kepemilikan merupakan bukti bahwa seorang Omega sudah memiliki pasangan, itulah yang akan membuat para omega akan terlindungi jika ada Alpha lain yang mengganggunya. Aroma feromon milik sang alpha yang di tanam melalui gigitan di belakang leher mereka akan otomatis keluar.
Tingkah Kendra juga terlihat dengan jelas, Stella menempel padanya tapi Kendra seperti tidak mau peduli, Farel beberapa kali mendapati Kendra mendengus dan menggertakkan giginya.
“Baiklah kalau begitu, kakak istirahat saja dulu. Kakak bisa menikmati jagung bakar kami, selagi masih hangat, aku akan membuatkan coklat panas juga.”
“Baiklah kalau kau yang memintanya, aku akan menunggumu disini.”
“Kalau begitu aku pamit dulu,” setelah tersenyum Vivian pun pergi menuju dapur penginapan untuk membuat secangkir Coklat panas.
__ADS_1
Vivian membuang pandangannya dari Kendra, Dia tidak mau menambah masalah dengan Stella untuk sekarang ini. Bisa-bisa poin misi miliknya ludes hanya karena Stella mengutuknya secara diam-diam.
Ketika dia kembali, Liam ikut menatapnya dan berkata; “Kenapa kau cuma membuat dua gelas saja? Cokelat panas ku mana?”
Vivian mengernyit dan menggembungkan pipinya, lalu berkata, “Kalian buat sendiri, ini bukan rumah utama jadi aku tidak memiliki kewajiban untuk melayani kalian.”
“Pilih kasih sekali, kau sangat tega, aku teman mu tahu.”
“Kau temannya, kami saudaranya, Tentu saja itu harus di bedakan.”
Vivian mengabaikan dan tidak merespon apapun. Memang dia membuat dua gelas, satu untuk Farel dan satu lagi untuk Stella. Dia harus memperbaiki hubungan dengan antagonis dulu, setidaknya sampai poinnya mencapai 100, barulah dia mulai penyerangan.
Hehehe, dapatkan hadiahnya dulu baru bergerak. Setelah renovasi warung makan mereka di dunia nyata di jalankan, Vivian dengan bebas akan angkat tangan pada Stella, dan membongkar gadis itu diam-diam.
Setidaknya itu rencana Vivian sekarang. Setelah memberikan segelas coklat panas pada Stella, Vivian mendengar Stella berkata; “Ikut denganku. Ada yang harus aku bahas denganmu.”
Vivian cuma menatapnya, lalu dia melihat Farel menggelengkan kepalanya, sebagai isyarat agar menolak ajakan Stella. Tetapi Vivian yang penasaran, justru mengangguk dan mengikuti Stella.
“Apa yang ingin kau bicarakan?” Setelah Stella berhenti, Vivian langsung memberikan dia pertanyaan.
“Apa kau tahu, alasan Kendra ingin berlibur kemari?”
Vivian mengernyit, “Apa maksudmu? Seharusnya aku yang bertanya kenapa kalian ada disini?”
“Kau benar-benar tidak tahu? Pagi tadi saat aku ingin menuju ke rumahnya, dia sudah berada di halaman rumah kita bersama dengan Liam.”
“Eh, aku mana tahu. Dia tidak pernah bilang ingin liburan disini juga. Mungkin itu hanya kebetulan saja, jadi Langan di pikirkan lagi.”
Stella memperhatikan Vivian dan Tidka berniat untuk berbicara lagi, lalu dia tidak sengaja menatap Kesya yang masih mengurus beberapa jagung lagi.
Kemudian Stella bertanya, sambil matanya terus terarah pada Kesya; “Untuk apa gadis itu ada di sini?”
Vivian ikut menatap Kesya kemudian dia dengan asal menjawab; “Seharusnya aku yang bertanya padamu, kenapa kalian bisa sampai disini? Aku membawa Kesya ikut supaya kau bisa menghabiskan waktu dengan Kendra.”
“Lain kali jika kau ingin bertindak, katakan dulu padaku.”
__ADS_1
Stella pergi meninggalkan Vivian, kemudian tidak lama Chihuahua berbicara padanya; [Selamat tuan rumah misi Keluarga poin di tambah +5, total poin untuk sekarang 45.]
Vivian; “...”