
Hari ini mereka sekolah seperti biasa, sudah berlalu tiga hari sejak hasil pemeriksaan Mario keluar, dan sudah berlalu tiga hari pula Vivian memikirkan tentang Nila dan Mario. Seperti pada umumnya cinta bisa datang pada setiap orang dengan bebasnya, karena kenyamanan.
Mungkin kalau di dunia aslinya, Nila sudah seperti remaja lainnya yang cintanya terhalang oleh kepercayaan masing-masing atau status keluarga. Bedanya kasus Nila terhalang oleh gender kedua mereka.
Beta sejak dulu akan selalu berakhir dengan Beta lainnya, tidak pernah ada yang mencatat bahwa Beta bisa bersama dengan Omega, apa lagi Alpha. Aturan dunia ini cukup keras, pasangan mereka ditentukan oleh gender kedua.
Alpha dan Beta tidak mungkin bersama, keistimewaan pada tubuh Nila membuat mereka seperti saling membantu, Mario yang tidak dapat mencium aroma feromon, seperti selayaknya Beta pada umumnya.
“Apa yang sedang kamu pikirkan? Apakah masalah tempo hari?” Mario duduk pas di depannya.
“Apa kau benar-benar tidak mau menerima bantuan Nila?” Bukannya menjawab, Vivian justru balik menanyai Mario.
“Kita sudah bahas ini, sebelumnya. Aku tidak mungkin mengikat Nila bersamaku, kami berbeda. Lagi pula, suatu hari nanti Nila pasti akan bertemu dengan pasangannya.”
“Tapi Beta mana yang mau menerima kelainan pada Nila? Yang bisa membantu masalah siklus panas Seorang Alpha maupun Omega. Tidak ada pasangan yang akan kuat melihat pasangannya memeluk orang lain.”
Ruang kelas mereka cukup sepi, karena sekarang sedang jam istirahat. Semuanya sedang keluar dan hanya menyisakan mereka berdua, Kendra sendiri pergi ke kafetaria katanya mau membeli makanan untuk Vivian.
Vivian mendengus, memang beberapa hari lalu mereka sudah membahas tentang masalah ini. Setelah kembali dari tempat penelitian feromon, Nila langsung mengajak Mario untuk membahas hal tentang masalah feromon ini.
Saat itu Nila berkata pada Mario; “Aku bisa membantumu. Aku tak apa jika harus mengubah feromon dalam diriku.”
Dan Mario menjawab dengan marah, “Aku tidak mau! aku sudah terlalu banyak menyusahkan mu, aku tidak bisa merenggut hak pasanganmu kelak!”
“Aku tidak masalah jika harus terus berada di sampingmu. Lagi pula kau tidak mungkin menemukan Omega yang mau dengan rela membuang feromon aslinya, kau tidak mungkin memilih omega laki-laki itu, kalian tidak menyimpang.”
"Memangnya siapa yang mau mengikat omega laki-laki itu? Jumlah mereka sedikit dan Alpha perempuan membutuhkan mereka.”
Secara tidak langsung ini juga membawa Vivian kedalam masalah mereka, Vivian jadi ikut memikirkannya. Memang jumlah Alpha Perempuan dan Omega laki-laki sedikit, sudah seharusnya keduanya bersama. Tetapi Vivan tidak bisa menemukan akan bersama dengan siapa dia sekarang.
Jika tugasnya di dunia ini selesai, dia akan segera kembali dan Jiwa Vivian asli yang entah. berada di alam mana, akan kembali di tarik oleh sistem. Vivian tidak tahu apakah pemilik tubuh asli menginginkan Omega atau justru Alpha.
Didalam buku tidak ada penjelasannya.
__ADS_1
“Kau tidak perlu membahas ini lagi, aku percaya suatu hari nanti aku akan bertemu dengan omega yang mencintai aku.”
“Kalau begitu, mari kita lihat. Sampai kapan kau bisa bertahan dari aroma feromon milik Dean.”
Uh, Mario menelan saliva-nya dengan berat. Vivian tidak tanggung-tanggung mengingatkannya lagi dengan bocah leci itu, padahal selama empat hari ini dia sudah lumayan tenang karena tidak bertemu dengannya.
Tidak tahu kemana Dean pergi, di sekolah juga tidak terlihat. Bukannya dia ingin bertemu, Mario hanya merasa bahwa sepertinya orang itu memiliki rencana sendiri, agar tidak terus-menerus berurusan dengan Kendra.
Tapi yah, ini juga menjadi berita bahagia untuk dirinya dan Vivian, kemudian sambil masih memikirkan Dean, Mario bertanya; “Mengapa tidak kau saja yang mengambilnya? Memang usiamu sangat muda, dia pasti akan menunggumu sampai kau siap untuk membuat tanda di padanya.”
Karena memilih pasangan bukanlah dirinya yang bisa memutuskan. Itu adalah pemilik tubuh asli, jadi Vivian hanya berkata pada Mario, “Aku tahu, tapi pikirkan dari semua aspek. Aku belum ada niat untuk menjalin hubungan, smeentsra kalian sudah harus memikirkannya kan?.”
“Apa maksudmu dari semua aspek?”
“Apakah ini tidak jelas? Kau adalah Alpha yang tidak bisa menandai omega karena masalah hidungmu itu, sementara Nila adalah Beta berferomon bisa dibilang Nila sudah menjadi setengah Beta dan setengah Omega. Dia juga akan sulit untuk mencari pasangan,”
“Tidak sulit, Karena umumnya Beta tidak. bisa merasakan aroma feromon. Nila akan baik-baik saja, di masa depan.”
Tidak ada yang akan baik-baik saja, Ini tentang perasaan tersembunyi Nila. Gadis itu mungkin saja sudah lama menyadari bahwa dirinya mengalami kelainan istimewa, tapi ia tidak pernah mengutarakannya pada siapapun.
Vivian merasa Ini akan menjadi rumit kedepannya, plot cerita sudah mendarat di romansa para tokoh sampingan, yang memang tidak pernah di ceritakan dalam novel The End Of Poor Omega.
Tak lama, langkah kaki terdengar, Kendra kembali dari kafetaria, dia membawa semangkuk bubur dan minuman di tangannya. Kendra duduk di kursinya lalu memandangi kedua orang tersebut.
Kendra membiarkan keduanya untuk berbicara, dia tahu bahwa masalah Mauro ini cukup rumit, dia tidak akan bisa menemukan pasangannya jika penciumannya tidak membaik. Cukup aneh memang, hidungnya berfungsi pada bau makanan tapi jika itu Feromon, Mario tidak bisa merasakan apa-apa.
“Apakah kalian sudah selesai bicara? Sekarang kau bisa makan dulu, 20 menit lagi kelas akan dimulai kembali.”
“Sudah, tapi belum mendapatkan hasil. Mario masih tidak mau menerima bantuan Nila, Aku menjadi khawatir padanya.”
“Pasti ada alasannya, Seorang Alpha tidak mungkin menandai seorang Beta, itu akan melanggar hukum negara. Ini juga demi masa depan Nila sendiri, jadi kau juga harus mengerti."
“Aku tahu,tapi...”
__ADS_1
“Apa yang dikatakan oleh Kendra benar, Vivi. Kasus Alpha yang mengikat Alpha lain mungkin bisa diterima oleh hukum, tapi Alpha yang mengikat Beta itu bisa di anggap perbuatan yang ilegal.”
Kenapa dunia kalian ribet sekali sih? apa-apa menggunakan aturan. Memangnya aturan di sini bisa membawa kebahagiaan pada kalian, pamanku saja yang menikahi omega pada akhirnya menelan kekecewaan.
Siapa orang bodoh yang sudah membuat peraturan seperti itu?
Apakah itu penulis The end of poor omega? Dia mungkin dendam pada mendiang kakekku tapi tidak seharusnya dia membuat aturan tersebut peraturan yang menghambat cinta untuk karakter ceritanya.
Sambil makan buburnya, Vivian ngomel-ngomel dalam hatinya, kemudian dia tiba-tiba teringat kalau Kendra tadi pergi bersama dengan Liam ke kafetaria.
Vivian lalu bertanya, “ Dimana Liam? Tadi bukankah dia ikut denganmu?”
Kendra melihat Vivian dan menyadari bahwa ada bubur di sudut delima Vivian, dia kemudian mengusapnya dengan jari jempolnya. Hei, permukaannya lembut lanjut pikirnya.
“Hei, apa yang kau lakukan? Aku bisa melakukannya sendiri. Kau seharusnya hanya menjawab pertanyaan ku tahu.”
“Dia sedang bersama dengan Kesya. Kau makan belepotan, aku hanya membantu untuk membersihkannya.”
“Kau membiarkan mereka berdua saja!”
“Kenapa? lagi pula ada Nila juga."
“Huft...bagus kalau begitu.”
“Hei, kau belum menjawab pertanyaan ku loh.”
“Hah, Apa?”
“Kenapa?”
“Apanya yang kenapa?”
“Kenapa kau semakin hari, semakin Imut saja?”
__ADS_1
Uhuk!
Vivian merasa bubur di tenggorokannya terhambat, Mario yang serak tadi terabaikan; Aku siapa? Aku dimana? Oh, aku ingat aku hanya nyamuk. Jangan pedulikan aku.