
Pada Sabtu sore menjelang malam hari, Vivian dan teman-temannya masih tetap berada di restoran. Tuan tua Alisher dan kakek Kendra sudah pulang lebih dulu, Kendra juga masih berada disana.
Dia duduk tepat di samping Vivian dan bersandar ke kursi, setelah pembicaraan tadi Kendra merasa sedikit lelah. Bukan lelah tubuh, hanya otaknya saja yang terlalu banyak bekerja.
Seharusnya dari semua yang terjadi dia patut menyalahkan kedua kakek tua itu, bukannya tidak menghormati mereka tapi karena masa lalu merekalah, masa depan Kendra terhalang restu.
Mereka yang terlibat cinta segitiga, mereka yang menyerah dan mereka juga yang membuat sumpah. memangnya kenapa kalau pada akhirnya keturunan mereka akan saling memiliki perasaan?
Itu salah mereka, sehingga takdir justru memiliki jalannya sendiri untuk mempertemukan keduanya. Kendra bukannya terlalu percaya diri, hanya saja feeling-nya sebagai dominan mengatakan kalau Vivian pasti akan menerima dirinya.
Jadi dia terus gencar mendekati Vivian dan mengusir Omega yang menurutnya bisa saja menjadi saingannya. Seperti Dean, terakhir kali Kendra bertarung feromon lagi dengannya, dan membuat Omega tersebut masuk rumah sakit.
Sekarang Dean menghilang lagi, Kendra berharap omega itu tidak akan pernah mendatangi Vivian lagi. Kendra melirik Vivian yang sedang melamun, dia kemudian mendekat dan meniup telinga Vivian.
“Apa yang kau lakukan?”.Vivian bertanya, mata bunga persik Vivian mekar ke arah Kendra.
“Membantumu untuk sadar,” Kendra menjawab dengan senyum.
“Jangan ganggu aku, pulanglah jika kau sudah tidak ada urusan lagi.”
“Tidak akan, Aku masih memiliki urusan yang penting disini.”
“Kalau begitu, cepat selesaikan dan pergilah.”
“Ayo kalau begitu, kita selesaikan sekarang.”
Vivian menatapnya dengan pandangan bingung, kenapa harus mengajak dirinya juga? apakah ada kaitannya dengan pembicaraan tadi?, Vivian yakin itu. Jadi dia menunggu Kendra untuk kembali berbicara padanya lagi.
“Ayo kita lawan sumpah pak tua.”
“Apa kau gila! aku tidak mau terjerat Maslaah karena melanggar sumpah dan kenapa juga aku harus melakukannya?”
“Karena kita adalah pasangan.”
“Kapan aku setuju untuk menjadi pasanganmu?”
“Tidak lama lagi, setelah hari ulang tahunku, kau pasti akan setuju.”
“Itu tidak akan pernah terjadi!”
“Kalau begitu ayo kita lihat,” Kendra tersenyum pada Vivian dari matanya itu terlihat seperti mengatakan bahwa apapun yang akan terjadi Vivian akan tetap menjadi miliknya.
__ADS_1
Tubuh Vivian merasa merinding karena ulah Kendra, padahal kan seharusnya tidak sampai seperti ini. Vivian sudah mengatakan pada dirinya sendiri untuk tidak banyak merespon Kendra.
Akan tetapi sepertinya itu di luar keinginannya sendiri, Tanpa dia sadari delimanya akan selalu terbuka untuk merespon setiap perkataan Kendra.
Menyebalkan!
Vivian mencoba untuk mengabaikan keberadaan Kendra, sehingga dia beranjak dari duduknya dan mendekati ketiga temannya yang duduk di meja lain.
“Sudah waktunya untuk tutup, sekarang ayo bereskan meja dan kita bisa pulang,” Mario berucap,m sambil memakan puding yang masih tersisa untuk hari ini.
“Hentikan makan mu dan pergilah membuang sampah di belakang,” Nila pemerintahnya.
“Hei, membuang sampah bukan tugas ku tahu.”
“Tapi kau sudah makan terlalu banyak hari ini."
“Aku makan karena tidak ada yang mau memakannya.”
“Itu hanya alasanmu saja, perutmu itu ususnya panjang sehingga kau mudah lapar.”
Vivian dan Kesya; “...”
Nila berdiri dan langsung menarik paksa Mario untuk segera melakukan pekerjaannya kemudian mendorong Mario agar dia menuju ke belakang, untung saja Mario adalah Alpha sehingga dia bisa menahan tenaga seorang Beta wanita.
Vivian tidak dapat membayangkan keretakan hubungan kedua temannya. Nila memperhatikan Vivian lalu dia menepuk pundaknya dan berkata; “Apa yang sedang kau pikirkan?”
Vivian menggeleng dan beralih melihat Kesya, kemudian dia. semata; “Hari sudah gelap, pulanglah bersama dengan Kendra.”
“Kenapa aku harus mengantar dia pulang?”
“Rumah kalian searah kan? Apa salahnya mengantar seorang teman, Kesya omega loh, tidak baik membiarkan dia pulang sendiri.”
“Itu... Aku tidak apa. Liam sebentar lagi akan datang menjemput ku,” Kesya tersenyum lembut pada Kendra dan Vivian.
“Sudah dengarkan? Pawangnya sebentar lagi akan datang. Bagaimana jika kau pulang bersamaku?”
“Kenapa aku harus pulang bersamamu? ketika aku punya teman serumah.”
“Karena aku pasanganmu, dengan siapa lagi kau bisa pulang?”
“Aku tidak pernah setuju menjadi pasanganmu!”
__ADS_1
“Setuju atau tidak setuju kau tetap akan menjadi pasanganku di masa depan.”
“Kau terlalu percaya diri...”
Kendra menahan tawanya dari meja lain, dia terus melihat Vivian yang sedang mengoceh tanpa suara, menyenangkan melihat gadis itu tampak kesal. Wajahnya yang bersih dan halus itu tampak sedikit memerah, pipinya sesekali akan menggembung.
Sangat imut.
Vivian menoleh ke arah lain, dia melihat bahwa seorang pemuda masuk kedalam Restorannya, Liam muncul dengan wajah tersenyum senang di pintu masuk resto, kemudian dia menghampiri Kesya.
“Maaf yah, aku lama jemput. Tadi masih ada sedikit urusan di jalan.”
Vivian melihat Kesya menggeleng, kemudian Omega itu berkata; “Tidak apa, aku yang seharusnya minta maaf karena selalu merepotkan mu.”.
Vivian kemudian melihat Liam yang menggeleng kali ini; “Tidak, kau tidak perlu minta maaf. Aku yang memaksa untuk terus mengantar dan Menjemputmu.”
Hei, kapan mereka terlihat.sedekat ni? Nila melihat kebingungan Vivian sehingga dia perlahan mendekat lalu berbisik di telinganya;
“Sudah satu Minggu ini mereka terlihat dekat, aku rasa Liam sedang melakukan pendekatan, bagaimana menurutmu? bukankah mereka pasangan yang cocok?”
Vivian setelah mendengar itu matanya tiba-tiba membulat sempurna, kenapa plotnya jadi seperti ini? Protagonis pria menempel padanya lalu di sisi lain Antagonis justru melakukan pendekatan pada protagonis wanita.
Dimana aku melakukan kesalahan? Pikir Vivian, Kendra masih terus memperhatikannya, dan secara diam-diam delima Kendra tersenyum senang. Lihat kan, gadis yang ingin kau jodohkan denganku sudah akan memiliki pawang.
“Hari sudah malam, kalau begitu kami akan pergi dulu," Liam dan Kesya kemudian pergi setelah pamit pada ketiga temannya.
“Silahkan,” Ucap Nila.
Vivian kemudian kembali duduk dan termenung, Mario kembali dari belakang dan bertanya-tanya ada apa ini? ketika melihat ruangan sudah menjadi hening, Mario kemudian memilih duduk di dekat Kendra dan beratnya; “Apa aku sudah melewatkan sesuatu?”
“Tanyakan pertanyaan itu pada Vivi, aku rasa dia terkejut melihat Liam datang menjemput Kesya.”
“Eh, apa itu mengejutkan? Aku lebih terkejut ketika mendengar Tuan Tua mengatakan seorang Alpha sudah tiga kali menyerang Vivian.”
“Bisakah kau diam! jangan ingatkan aku tentang Alpha gila itu.”
Alpha gila yang baru saja di sebut oleh Vivian; “...Baik, tunggu dua Minggu lagi biar aku perlihatkan bagaimana Alpha gila ini akan bertindak.”
...•••...
...***Kalau dapat Typo ingatin yah...
__ADS_1
...Arigatō Minna***...