Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita
Menyelidiki mereka


__ADS_3

Informasi sudah mereka dapatkan, di malam hari mereka kembali ke rumah Vivian dan melanjutkan penyelidikan, ada dua informasi yang masih harus mereka telusuri betul-betul, seorang Alpha dan seorang Beta...


Berdasarkan informasi dari ayah Vivian, orang itu datang dan marah padanya mengatakan untuk mengembalikan putrinya, secara tidak langsung itu memberikan dua kemungkinan, Mati dibunuh, mati karena depresi atau bunuh diri karena stress yang berkepanjangan.


“Jadi apa yang kita lakukan dengan dua informasi ini? hanya mencari ayah mereka kan, hanya saja apa paman masih ingat? kejadiannya 18 tahun lalu.” Varel membaca informasi kedua orang itu dan membandingkannya.


Helena Arendal dan Danela Asteria.


Helena Arendal, wanita alpha yang di ketahui melahirkan tanpa Omega. Lulusan universitas yang sama dengan Alex, catatan mengatakan dia meninggal karena depresi sehingga mengakhiri hidupnya.sendiri dan meninggalkan putranya yang bergenre Omega.


Danela Asteria, Beta dominan diketahui dia lulusan yang sama dengan Alex, setelah lulus dia menikah tetapi tak kunjung diberikan anak, hasilnya suaminya meminta cerai dan menikah lagi dengan wanita lainnya, dia mengakhiri hidupnya dengan melompat dari gedung pencakar langit.


“Kita buang informasi tentang Danela, paman mengatakan pada hari pernikahan seorang wanita datang dan mengaku bahwa kalian sudah menghabiskan malam satu bulan sebelum prosesi pernikahan...”


“Jadi sekarang hanya tinggal Helena Arendal, apakah paman mengingat sesuatu tentang wanita ini?” Varel kali ini melirik Alex dan menunggu jawabannya.


Alex tidak begitu mengenal nama gadis-gadis yang pernah mengejar dirinya. Tapi tampaknya bukan cuma dari kalangan Omega saja, ada juga dari kalangan alpha seperti Helena ini.


Wanita yang dia tolak di belakang universitas juga tidak pernah memperkenalkan namanya, meskipun sangat memungkinkan orang itu sama dengan orang yang menghadiri pernikahannya dan mengaku bahwa mereka sudah pernah melakukan itu.


“Paman tidak familiar dengan nama itu, tidak kenal.”


Kendra menghela napas, jika seperti ini terus bagaimana mereka akan menemukan Vivian? Harapan mereka hanya pada Alex. Tapi memang ingat usia yang sudah hampir kepala lima, memberikan pengaruh pada ingatannya.


“Ku kira sebaiknya kita mencari informasi lebih lanjut lagi tentang latar belakang keluarganya. Yang kita butuhkan disini adalah informasi Pria itu,” Mario memberi saran dan mengingatkan tujuan awal mereka.

__ADS_1


“Ya, sekarang mari selidiki identitas orang tuanya...”


Di apartemen, Nila, Keisya dan Stella serta Leo juga ikut membantu untuk melacak keberadaan Vivian, semu tugas dikerjakan langsung oleh Leo sebagai orang yang memiliki Askes di dunia malam.


Disampingnya Stella dengan setia menemani Leo, juga karena Leo yang sangat lengket pada Stella itu membuat pria itu tidak bisa lepas, dia harus terus menjaga Stella karena bisa saja meskipun Ibu Stella terlibat dalam penculikan ini, baginya ada kemungkinan juga Stella akan ikut terseret.


Stella tahu seperti apa kekhawatiran Leon terhadapnya, dia sudah menceritakan semuanya dan memberikan informasi kontak baru ibunya yang pernah menghubungi dirinya.


“Apakah nomor itu masih tidak bisa di lacak?” Stella bertanya pada kekasihnya itu.


“Aku pikir mereka sudah memperkirakan hal ini, nomor itu sekarang tidak berada dalam jangkauan operator,” Leo menjawab, sambil mata dan tangannya terus berkerja untuk layar laptopnya.


“Sudah hampir tiga tiga hari...” Suara Stella kecil tapi itu masih bisa didengar oleh Leon.


“Jangan khawatir, aku pasti akan menyelesaikan masalah ini, sebaiknya kau istirahat..”


Bagaimana Stella bisa istirahat jika Vivian, sepupunya belum di temukan sekarang? Waktu terus berjalan dan besok adalah hari yang ketiga , Stella tidak tahu apa yang sudah di lakukan oleh orang-orang itu pada Vivian.


Stella memperhatikan Nila dan Keisya yang juga sedang sibuk dengan Laptop, Nila sedang mencoba sebisa mungkin mengorek informasi tentang pemilik toko depan restoran mereka.


Meskipun Sam sudah setuju untuk bekerja sama, Nila merasa aneh karena tidak lama setelah persetujuan mereka di tandatangani, Vivian dibawa pergi oleh orang misterius. Nila merasa dalam hal ini, ada sedikit konspirasi.


Bahkan hingga sekarang, Nila tidak pernah melihat wajah Sam di depan restoran, Toko di depan restoran mereka sepi seperti biasanya, meskipun gangguan sudah berakhir, masih saja ada beberapa hal kadang terjadi.


Seperti misalnya, pelanggan mereka yang menurun, adanya bangkai hewan yang hari ini mereka temukan didepan pintu restoran mereka yang entah di kirim oleh siapa.

__ADS_1


“Aku semakin tidak mengerti dengan masalah ini...” Nila yang mendapat pelatihan sejak usia muda pada akhirnya memberikan keluhannya.


Nila melirik Stella dan bertanya, “Apakah tidak ada yang menghubungimu lagi, Stella?”


“Aku rasa mungkin saja Ibumu menghubungimu dengan nomor ponsel yang baru agar lokasi mereka tidak bisa di lacak...” Tambah Nila.


“Nila benar, meskipun aku tidak tahu menahu tentang teknologi, aku tahu bahwa ada beberapa nomor yang hanya bisa sekali digunakan saja... nomor yang di gunakan olehnya, mungkin adalah salah satunya.” Keisya hanya memperkirakan, dia hanya tahu sedikit tentang itu dari Liam.


Stella menatap mereka, “Tidak ada nomor lain, tapi aku rasa aku baru saja menemukan. satu cara...”


Leon menghentikan kerjaannya lalu menoleh dan menatap Stella, dia khawatir jika Stella akan menggunakan cara yang dia pikirkan. Ini adalah cara yang mereka pelajari di akademi militer, meksipun Stella bisa di katakan orang baru karena hasil dibedakan, kemampuan Stella meningkat cukup baik.


“Tidak, kau tidak akan....”


“Aku akan lakukan itu, tapi pertama-tama aku membutuhkan kerjasama banyak orang...”


“Tidak, apa kau gadis bodoh?” suara Leo sedikit tinggi, Nila dan Keisya hanya menatap keduanya secara bergantian.


Stella menatap Leo, tersenyum dan mengangguk pasti, “Aku berutang banyak pada Vivian di masa lalu, kali ini biarkan aku mengambil peran sebagai kakak yang seharusnya, aku akan masuk dan menyelinap ke dalam tempat mereka...”


“Benar-benar gadis bodoh, baiklah jika kau mau tapi jika sampai kau terluka jangan salahkan aku jika aku bertindak kasar...”


Stella tahu seperti apa Leon, pria ini meskipun adalah Beta dia memiliki sifat seperti alpha, dia keras dan kasar tetapi juga bisa lembut, yang paling utama dia paranoid, mudah marah dan mengamuk jika sesuatu terjadi pada orang-orang terdekatnya.


“Jadi apa rencananya?” Nila bertanya setelah dia memahami maksud dan tujuan Stella.

__ADS_1


“Tidak bisa aku katakan sekarang, aku akan katakan pada semuanya setelah semua orang berkumpul... karena aku membutuhkan bantuan dari banyak orang terutama dari keluargaku sendiri.”


Stella tidak tahu apakah tindakannya ini akan disetujui oleh keluarganya, tapi jalan satu-satunya adalah menarik Ibunya dari tempat persembunyian dan berharap Ibunya akan membawa dia pergi untuk tinggal bersama dengan orang misterius itu.


__ADS_2