Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita
Vivian [Apa Hukumannya?]


__ADS_3

Satu hari sebelumnya, ketika Farel memutuskan untuk secara pribadi kembali ke kota silver. Farel meminta Tolong pada Liam untuk menyetir mobil yang satunya  lagi, isinya hanya ada Liam, Nila, Kesya dan Kendra,


Sementara Mario ikut dengan Farel dan Vivian serta Chihuahua.


Mario hanya mengantar mereka ke rumah utama, setelah itu langsung pergi menuju apartemen. Karena kamar di apartemen ada empat, mereka memutuskan untuk menjadikan kamar terakhir sebagai tempat sekap Stella, matanya di tutup  sehingga Stella tidak tahu dia berada dimana, dan tangan serta kakinya juga di ikat.


Di lain tempat setelah Kendra tiba dirumahnya ponselnya berbunyi, ternyata itu pesan email dari orang yang dia tugaskan untuk mencari tahu tentang Stella.


Sejak kejadian di rumah sakit, dan juga di malam ulang tahun Vivian, Kendra mulai semakin meragukan Stella, jadi setelah Nila mengatakan pada dirinya bahwa Stella memiliki niat buruk pada Vivian, dan mengajaknya berkerja sama, Kendra diam-diam meminta seseorang untuk mencari tau tentang Stella selama 13 tahun ini.


Kendra tidak menyangka bahwa hasilnya akan mengejutkan ini, 13 tahun dia menjaga Stella dan selalu menggertak balik orang-orang yang dia kira susah menggertak Stella.


Berapa banyak kesalahan yang sudah dia lakukan?


Itu tidak terhitung jumlahnya, Kendra merasa bahwa dirinya sangat bodoh. Hahaha, tertawa sangat keras sampai air matanya keluar, sialan memang. Dia sudah di bodoh oleh seorang Omega.


Seorang Alpha Dominan terjebak didalam tipu daya seorang Omega, selama 13 tahun lamanya. Hei, itu gila! Jika saja negara Black memberikan piagam, sebagai pemecah rekor Alpha Dominan yang sudah di tipu oleh Seorang Omega yang juga dominan, Kendra pasti masuk list-nya.


Pada hari itu, Kendra meminta orang tersebut untuk mengirim dokumennya ke rumah, kemudian dia mengajak Liam untuk bertemu, orang inilah yang berulangkali mengingatkan dirinya tentang Stella.


Tetapi dia tidak mau mendengarnya.


Ketika Kendra tiba di tempat janjian mereka, dia menunggu sebentar. Ketika Liam datang, pemuda itu tersenyum senang entah karena apa, menepuk pundaknya dan berkata; “Tumben, ada gerangan apa sampai kau meminta aku bertemu? Kau tidak rindukan, kita baru bertemu beberapa jam lalu.”


“Diam, katakan apa yang kau ketahui tentang Stella.”


“Wah...wah...wah... Apa ini benar-benar Kendra yang memukul aku terakhir kali?”


Hei, jangan ingatkan aku tentang itu. Sialan kau! Jadi Kendra diam-diam mendengus, menghela napasnya dan berkata; “Maaf, Aku sudah tahu tentang Stella.”


“Kau menyelidiki dia? Wah...Hebat sekali, tapi aku senang akhirnya kau sadar.”


“Ck, Jangan membuang waktuku. Katakan apa yang kau ketahui tentangnya.”


“Kau sudah menyelidikinya kan, Apa lagi yang bisa aku bantu?”


“Kapan kau mengetahui tentang warna asli Stella?”


“Kapan pertama kali aku mencari masalah denganmu? Itulah pertama kalinya aku tahu tentang dia.”

__ADS_1


Hei, itu bukankah sudah sangat lama? Beberapa tahun yang lalu. Kendra ingat betul, saat itu mereka masih berada di sekolah menengah pertama. Liam adalah murid baru saat itu, dia berpikir bahwa Liam yang ingin menggertak Stella, ternyata pada hari itu Liam menolong seorang omega.yanh berlumuran kuah.


“Jika mau tau lebih banyak aku aku akan membawamu ke rumah sakit, aku menguji rambut Stella disana. Seharusnya itu sudah keluar,” Ucap Liam. Tadi setelah mengantar teman-temannya Liam langsung menuju rumah sakit dengan membawa sampel berupa rambut Stella yang dia temukan di dalam kamar.


Kendra mengikutinya, dan mengambil hasil tes tersebut. Benar saja, itu mengejutkan Kendra. Di lembaran kertas itu menyatakan bahwa gen milik Stella mendominasi, ketika dia kembali Kendra mengurung dirinya di kamar, sampai membuat kakeknya bingung.


Pagi harinya tanpa sarapan, Kendra langsung menuju kediaman rumah utama. Liam tahu jika disana sedang terjadi hal yang besar, jadi dia memtuskan untuk ikut bergabung dan menonton pertunjukan.


“Hei, dramanya sudah sampai mana?” Liam bertanya sehingga membuat Farel terkejut, sejak kapan bocah ini datang?


“Kau lihat saja sendiri,” Farel berucap dengan malas.


Memang sih, suasananya jadi cukup membosankan. Bayangkan saja sejak tadi, Ibu dan anak itu tidak henti-hentinya saling mengoper kesalahan. Padahal itu sama saja, membuka topeng mereka sendiri. Dasar bodoh, itu yang ada di pikiran Farel.


Farel tidak membela, tetapi dia sudah ikut bosan seperti Vivian. Keluarganya memang terlalu banyak drama, jadi dirinya berkata; “Bibi, Stella... Bisa kalian berhenti saling menyalahkan? Pada akhirnya kalian sama-sama sudah salah.”


Tania; “...!!!”


Stella; “...!!!”


Membuka kedok sendiri, keduanya pun merasakan tatapan tajam dari arah samping mereka, tentu saja itu milik Alexis. Sementara kedua Alpha lain, pandangannya menjadi sendu.


Dia akan sangat malu, Adiknya mundur sebagai pewaris dan memilih untuk mengurus bisnisnya sendiri, menyerahkan semua tanggung jawab perusahaan pada dirinya. Tetapi keponakannya justru tidak hidup dengan nyaman.


“Ada lagi yang ingin kalian katakan? Apa lagi yang sudah kalian lakukan pada putriku?” nada suara Alexis cukup besar, sehingga membuat keduanya gemetar.


“Aku...Paman, Ibu yang...” Stella berbicara dengan tergantung.


“Diam!” Tania membentak Stella lagi. Hancur sudah posisinya sebagai nyonya rumah.


Alexis melirik keduanya secara bergantian, dari apa yang dia dengar sejak keduanya saling mengalahkan, dia memperoleh kesimpulan bahwa putrinya sudah sering di targetkan oleh mereka.


Pantas saja, setiap kali dirinya melihat Vivian di masa lalu tubuh gadis itu sangat kurus, hanya tinggal tulang berbalutkan kulit manusia. Pikiran lamanya dulu mengatakan mungkin karena tubuhnya yang lemah, sehingga tidak merespon sumber energi yang di konsumsinya.


Alexis melirik ke Kendra, dan bertanya; “Bagaimana kau bisa mengetahui tentang kelakuan mereka?”


Kendra hanya berkata; “Tentang racun, itu rencana Nila untuk di selidiki. Tentang kebohongannya, itu karena aku penasaran. Lebih jelasnya bisa tanyakan pada Liam saja, dia tahu semuanya.”


Kenapa menarik aku untuk bermain drama juga! Aku hanya ingin menjadi penonton. Liam mendengus, dan berkata; “Pada intinya, aku tidak sengaja menguping pembicaraan bibi dengan dokter, beberapa tahun lalu. Aku jadi tahu kalau Stella bertopeng, di sekolah juga dia sering menargetkan Omega yang mendekati Kendra.”

__ADS_1


“Apa! Selain melakukan tindakan ilegal, kau juga menargetkan omega di luar sana?” Suara Tuan tua.


“Kakek, tidak kakek. Aku tidak pernah menargetkan Omega, dia... Alpha inilah yang sering mengganggu aku...malam ketika aku pulang dengan acak-acakan... Itu semua ulahnya.”


Stella menunjuk Liam, dan membuat pemuda itu mengernyit, Kendra menatap Stella dan mengingat hari dimana dia mendapatkan panggilan telpon, dengan Stella yang merengek padanya lagi.


“Jadi itu ulah mu?” Kendra bertanya sambil melirik Liam.


Liam mengangkat bahunya, dia juga ikut balas menatap Kendra dan berkata; “Aku hanya memberi pelajaran padanya, karena sudah menargetkan omega yang malang.”


“Dia menelpon aku, dan berkata bahwa Kesya mengirim orang untuk menargetkannya.”


“Hei, dia bilang begitu? Tidak aku sangkah, tapi kenapa kau tidak melakukan apapun saat itu?”


“Aku...”


Aku lupa, malam itu aku terlalu menikmati masakan Vivian sehingga aku melupakan apa yang mau aku lakukan, lanjut Kendra membatin. Kemudian dia menggeleng dan berkata; “Aku sangat ngantuk, sehingga Aku lupa untuk mengurusnya. Di cari juga tidak akan ketemukan?”


Itu benar, mereka menyelidiki juga akan sulit menemukan Liam. Karena Liam orang yang rapi dan bersih, tidak akan meninggalkan barang bukti apapun.


“Kalian berdua diam! Sekarang apa yang sebaiknya kita lakukan pada Kedua orang ini?” Farel bertanya dan melirik pada Tuan tua dan juga kedua pamannya.


“Apa lagi? Mereka harus mendapatkan ganjarannya, agar tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa depan," Alexis menjawab dan ikut menatap Kakak dan ayahnya.


“Hukuman yah, bagaimana menurutmu Excelo? Kau yang paling berhak menghukum keduanya.”


“Tidak Ayah, Bukan aku. Vivian adalah korban disini, biarkan dia yang memutuskannya.”


Vivian yang sejak tadi berwajah jelek dan hanya memikirkan tentang nasib dan dan warung makannya, sontak saja dibuat terkejut. Mengapa dia yang harus memutuskannya?


Tindakan apa yang seharusnya dia ambil untuk memberi pelajaran atas semua kejahatan Bibi dan kakak sepupu pemilik tubuh asli? Vivian bukan warga asli dunia ini, dia juga tidak memperhatikan tentang aturan hukum yang ada.


Jadi Hukumnya apa yang pantas untuk mereka?


...•••...


...Hehe, kemarin teman-teman ada yang komentar tentang balasan untuk keduanya yang tidak setimpal sama tindakan yang di dapatkan oleh Vivian selama ini....


...Jadi sekarang masuk ke plot Vivian, buat bertindak. silahkan teman-teman bantu buat ngasih saran. Terserah apa aja, soalnya dunia di buku ini berbeda dengan dunia biasa....

__ADS_1


...Terima kasih Atas dukungan kalian...


__ADS_2