
Pada keesokan harinya Kendra bangun tidur, dia memperhatikan bangsal rumah sakit dimana disana Vivian masih tetap sama. Masih tetap tertidur sejak kemarin, Vivian tidak memiliki perubahan sedikitpun pada posisinya.
Kendra mengeluarkan Feromonnya agar baunya memenuhi ruang isolasi itu. Tampaknya masih belum ada kemajuan, sejak terakhir kalinya, tidak lama setelah menunggu pintu ruangan di buka oleh seseorang..
Kepala kecil Carol terlihat, gadis Omega itu membawa paper bag di tangannya dan juga sebuah kotak makan untuk dirinya. Carol merasa sedikit pusing karena aroma feromon kakaknya yang memenuhi ruangan.
Untung saja, ayah mereka sudah memberikan pelatihan keras untuk Carol sejak usia dini sehingga saya tahan tubuhnya terhadap feromon alpha kuat.
“Makanlah dulu kak, apa dia belum juga siuman?” Carol bertanya setelah dia mengeluarkan sarapan pagi yang dia siapkan dari rumah.
Kendra menggeleng, “Hn, belum ada perkembangan.”
Carol hanya mengangguk, kasihan juga kakaknya. Dia berpikir karena hubungan mereka memang sedikit berbeda, meskipun Carol tahu bahwa Vivian adalah Alpha hasil pembedaan, situasi Kendra juga tidak baik karena kelainan yang dia alami.
Kita juga tidak akan tahu kepada siapa hati kita akan berlabuh, meksipun Carol belum pernah berada di posisi itu, dia cukup tahu karena suka menonton film tentang sepasang kekasih dan konflik apa yang mereka hadapi.
Sementara Kendra menjaga Vivian, di lain tempat Nila, Mario dan Keisya serta Liam sedang sibuk mengurus restoran Vivian, mereka sebenarnya ingin segera menjenguk Vivian hanya saja itu jadi terhalang ketika tiba-tiba, Nila mendapatkan laporan dari Keisya.
Ada sesuatu yang sedang terjadi di restoran, secara tiba-tiba, banyak orang yang mendatangi mereka untuk melakukan protes, mereka berpendapat bahwa makanan di restoran itu bahannya terbuat dari bahan-bahan tidak segar, beberapa orang mengaku bahwa mereka sakit perut setelah makan di sini.
“Sialan, Cepat cari tahu dari mana sumber ini berasal!” Liam menutup panggilan telponnya. bagaimana bisa dia membiarkan sumber penghasilan pasangannya hancur begitu saja.
Pasti ada sesuatu yang sedang terjadi.
“Orang-orang ini datangnya dari mana sih? Aku tidak ingat pernah melihat wajah mereka...,” Keisya berucap, dirinyalah yang paling sering di restoran jadi seharusnya dia sudah familiar dengan orang-orang.
Dia seharusnya bisa mengenal salah seorang dari rombongan manusia itu, tapi tidak ada satupun dari mereka yang dia Ingat. “Aku akan coba tanyakan pada Koki di dapur...,” Keisya pergi ke dapur dan mencoba untuk bertanya, dia sendiri tidak yakin jika masalahnya datang dari koki.
Para koki adalah orang-orang pilihan Tuan tua Alisher sendiri, mereka tidak mungkin berkhianat.
__ADS_1
“Bagainan dengan Cctv? apakah ada yang aneh?” Nila bertanya, dia sedang memikirkan hal apa saja yang mungkin menjadi penyebab aksi ini.
Restoran mereka bisa di katakan terbaik, pelayanan dan kebersihan mereka juga sangat menjaga. Hubungan mereka dengan pelanggan, juga sangat baik dan tidak ada konflik, bahkan pelanggan biasanya akan memesan makanan lagi untuk di bungkus.
“Tidak, semuanya baik, Eh.. tidak tunggu dulu...” Mario memundurka. panel pada layar komputer, tepat pada menit ke 15 pada pukul 11 malam.
“Bagaimana orang ini bisa masuk? dia mencurigakan, Pintu sudah ditutup rapat pada pukul 10 malam...”
“Aku rasa, mungkin ada penyusup yang menyamar , jika tidak kenapa mengincar restoran kita? Orang itu pasti saingan bisnis kita,” Mario mulai argumennya, bagaimana bisa dia sampai kecolongan?
Memang belum lama ini, mereka membuka lowongan pekerjaan sesuai dengan perintah Vivian,tapi mereka tidak bisa mengangkah bahwa seseorang di antara calon karyawan mereka adalah mata-mata.
Liam mengambil ponselnya lagi, lalu menghubungi seseorang, “Aku memerintahkanmu untuk menyelidiki seseorang...”
“...”
“Tolong selidiki seorang penjahat, Tania Sliteria...”
“Siapa yang tahu dengan pikiran orang licik? Aku hanya curiga jadi sekalian saja mengecek keadaan bibi itu.”
“Iya, kau benar juga. tidak ada salahnya untuk mengecek...”
Mereka terjebak di restoran, hampir menjelang malam. Pada akhirnya mereka menelpon polisi untuk mengamankan kerumunan manusia yang memenuhi halaman restoran. Mereka baru bisa menuju ke rumah sakit setelah jam menunjukkan pukul 09.30 malam.
Dirimah sakit sekarang ada Stella dan Kendra juga tidak lupa Carol. Stella datang bersmaa dengan kekasihnya, sayangnya karena suatu hal yang mendadak dia tidak bisa tinggal lebih lama.
Mereka duduk di sofa yang melingkar di dalam ruang isolasi Vivian, tidak ada yang memulai pembicaraan sampai.ketika Liam mendapatkan sebuah message dari orang kepercayaannya.
“Sial, orang itu kabur!” Liam tanpa sadar membanting ponselnya.
__ADS_1
Tindakan Liam membuat semua orang terkejut, Liam menatap kearah Stella, “Kau tahu kan, kalau dia kabur?”
“Apa maksudmu?” Stella bertanya, sebenarnya dia tahu kemana arah pembicaraan ini tapi dia sedikit ragu untuk mengatakannya.
Ibunya kabur dari penjara....
seseorang yang ada di belakang Ibunya membantu Ibunya Kabur....
Dia tahu bisa saja masalah yang terjadi pada keluarganya, disebabkan oleh mereka yang sampai sekarang Stella tidak ketahui identitasnya, Stella menatap Liam dan berkata ; “Aku tahu tapi aku belum siap mengatakannya karena Leo masih melacak keberadaan mereka...”
“Leo? Siapa itu?” Kendra bertanya,
“Kekasihku, dia berasal dari keluarga mafia dan kekuatannya cukup kuat di benua ini....Maaf, karena tidak bilang lebih awal...”
“Sejak.kapan.kau tahu?” Liam bertanya, Stella sedikit gemetar karena kejadian di masa lalunya.
Dia takut pada Liam...
”Hari dimana Vivian masuk rumah sakit...”
Itu artinya belum lama, pantas saja masalah data v dengan bertubi-tubi. Masalah perusahaan, Bisnis restoran Vivian, kondisi Vivian yang masih belum ada perkembangan, itu semua bukan kebetulan.
Stella tahu Ibunya jahat, dia mengincar harta kekayaan Alisher, untung saja kali ini dirinya tidak terlibat. dia lebih baik menjadi anak baik yang patuh pada keluarga dari pada menghancurkan keluarganya sendiri hanya untuk tujuan sang Ibu.
Dan pastinya Stella yakin Ibunya akan tetap mengincar Vivian. Karena sekarang hanya dialah ya v paling cocok untuk itu. “Sebaiknya perketat keamananan rumah sakit, aku khawatir Ibu akan mengincar Vivi lagi.”
“Sudah aku lakukan sejak kemarin, aku juga bertanggungjawab untuk menjaga Vivian secara langsung, aku tidak akan membiarkan siapapun menyentuh milikku....”
Tangan Kendra terkepal, kekasihnya sedang dalam kondisi yang tidak baik, dan lingkungan luar sangat berbahaya. Ada orang yang mengincar nyawa Vivian, Kendra kemudian menghela napas agar perasaannya bisa lebih tenang...
__ADS_1
Sementara Kendra dan yang lainnya sendang membahas hal penting itu, Carol yang memang tidak tahu apa yang sedang mereka bahas, lebih memilih untuk duduk agak jauh dari mereka dan terus memperhatikan Vivian dari balik tabung isolasi itu.
“Ukhm...”