Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita
Rumit


__ADS_3

Kendra tidak peduli dengan Vivian yang terus saja memberontak untuk melepaskan diri, Serangan delima Kendra kali ini kasar dan membuat Vivian kewalahan. Vivian tidak tau kenapa Kendra jadi seperti ini, lidah buaya Kendra terus menyerang lidah buaya miliknya dan mengabsen isi Delimanya.


Kepalanya ditahan oleh Kendra dan pergerakannya dikunci, Vivian hanya ingin mengatakan yang sebenarnya pada Kendra dan berharap setelah mengetahui hal ini Kendra bisa memakluminya dan tidak mendesak dirinya terus.


Tapi respon Kendra setelah Vivian mengatakan semuanya justru menjadi seperti ini, Kendra seperti kehilangan kendali dan dari serangannya Vivian tahu bahwa Kendra sedang menyalurkan kemarahannya dan rasa kecewanya secara pribadi.


Napas Vivian menjadi tidak karuan, dan pikirannya makin linglung, tidak tahu sejak kapan dia sudah mengubah posisi, tangannya mengalungkan kedua tangannya di leher Kendra.


Feromon Kendra menyeruak keluar sehingga membuat tubuh Vivian jadi lembut dan kepalanya linglung seketika. Kendra menyerang dan menggigitnya seperti camilan saja, sehingga rasa sakit tidak karuan di rasakan oleh Vivian.


Pada saat Kendra menyelesaikannya dia melepas Vivian dan mendudukkan gadis itu dengan baik, menatap Vivian dengan wajah linglung lalu meninggalkan Vivian sendirian disana.


Apa maksudnya itu? pikir Vivian pada saat melihat Kendra meninggalkannya begitu saja, untung saja tidak ada orang yang menyadari mereka ada disini. Berbicara tentang tempat, Posisi Vivian sekarang berada di gudang sekolah.


Tubuhnya melembut sehingga tidak bisa berdiri, lehernya sakit, Delimanya pasti sangat bengkak dari pada pagi tadi, pada saat Vivian masih memikirkan tentang tindakan Kendra tadi, pintu gudang tiba-tiba di buka oleh seseorang.


Nila masuk dan langsung memeluk Vivian, keadaan Vivian tampak berantakan dan buruk, “Apa yang sudah dia lakukan padamu? Ini...lehermu...”


“Aku...Aku baik, aku mau pulang. Bawa aku pulang, Nila.”


“Iya, kita akan pulang sekarang. Aku akan meminta Mario untuk membawa tasmu nanti.”


Nila segera menghubungi Mario dan menunggu mereka di parkiran, penerima pesan terus langsung angkat kaki dari kursinya dan segera mengambil barang-barang Vivian lalu pergi.


Mario tidak memperdulikan panggilan dari pengajar yang akan memasuki kelasnya, Mario tidak tahu apa yang terjadi tadi, dia sibuk mengerjakan latihan soal sehingga tidak sadar kalau Vivian sudah pergi sendiri.


Pada saat Mario tiba di parkiran, dia langsung membuka kunci mobil sehingga Vivian bisa masuk, Nila duduk bersama Vivian di belakang, sambil memeluknya.


Mario bertanya; “Apa yang terjadi dengan Vivi?”


“Alpha dominan itu menyerangnya lagi, kali ini aku rasa dia sudah berlebihan. Lihat kulit leher Vivian, bengkak dan merah, Delimanya juga jauh lebih parah.”


“Sialan, kenapa dia melakukan itu jika dia memang menyukai Vivi?”


“Aku tidak tahu, sebaiknya tanyakan saja padanya secara pribadi. Alpha dominan. memang berbeda, emosi mereka tidak jelas.”


“Aku akan lapor pada tuan tua nanti.”


“Tidak, jangan lakukan. itu...” Suara Vivian kecil tapi masih bisa di dengar oleh Nila.


Kenapa tidak, dia sudah keterlaluan padamu. selalu bertingkah seenaknya saja.”


“Aku.mohon jangan lakukan itu, aku tidak mau menimbulkan masalah.”


Nila menghela napasnya dan kemudian mengatakan pada Mario agar tidak memperpanjang masalah ini. Ketika mereka tiba di apartemen, Nila langsung meminta Vivian untuk beristirahat di kamarnya.

__ADS_1


Chihuahua cukup patuh belakangan ini sehingga mereka meninggalkannya di apartemen, untuk berjaga. Mengetahui kepulangan tuannya, Chihuahua keluar dari persembunyiannya, lalu mengejar Vivian masuk kedalam kamar.


[Tuan apa yang terjadi padamu?]


“Aku mengatakan semuanya pada Kendra, dia sudah bertanya dan memaksa aku untuk mengatakan kegundaanku.”


[Tuan, Kau...]


“Aku sudah tidak mendapatkan alasan lain untuk berbohong. Dia terus mendesak ku, aku...”


[Aku mengerti tuan, Tidak ada pilihan lain selain mengambil tawaran dari kantor pusat]


“Tawaran.. apakah keputusannya sudah keluar?”


[Ketua memberikan dua pilihan, menyelesaikan misi atau menemani protagonis utama hingga wafat.]


“Kau maksudmu?”


[Tuan menular semua hadiah yang tua. dapatkan dengan perpanjangan masa tinggal di dimensi ini.]


“Ini...” Vivian tidak tahu ingin berkata apa lagi, menukar semua hasil kerjanya dengan menemani Kendra sampai masa tua atau sampai pemuda itu wafat, Vivian linglung seketika.


Pada tempat yang berbeda di waktu yang sama, Kendra berada di bar, bersama dengan Keuda temannya. Kendra jarang sekali minum alkohol, tapi karena perasaanya sedang tidak baik makanya kendra berada di sini sekarang.


Keduanya tidak pernah berpikir bahwa ada masa dimana Kendra akan membutuhkan mereka berdua, mengingat Kendra adalah sosok yang mandiri, Kendra tidak pernah sekalipun merajuk pada mereka, sejak kecil.


“Apa yang membuatmu jadi begini? tidak biasanya kau pergi minum.”


“Aku...dia mengatakan sesuatu yang tidak bisa aku pahami. Dia menceritakan sebuah hal di luar nalar manusia.”


“Apa maksudmu, siapa yang sedang kau bicarakan sekarang?” Dean bertanya


“Dia pasti sedang bertengkar dengan Vivian, seharusnya hanya gadis itu yang membuat Kendra jadi seperti ini sekarang, Sampai membuat Kendra minum di siang hari,” Jelas Leon.


“Gadis Alpha itu yah, apa yang sudah dia lakukan padamu? Dia menolak cintamu?Itu tidak mungkin, Kalian sudah terikat.”


“Aku bertanya padanya mengapa selalu tidak jujur dengan perasannya, tapi dia mengalihkan pembicaraan dengan mengatakan omong kosong tentang dia yang datang dari dimensi lain.”


“Kau mendengarkannya sampai akhir kan?” Leon bertanya.


“Ya, dan aku tidak bisa memahaminya, itu tidak logis kan? bagaimana bisa seseorang membaca lalu ketika bangun dia tiba-tiba berada di dalam buku," jawab Kendra.


“Kenapa kau tidak mencoba untuk memahaminya? Mungkin saja yang di katakan Vivian benar.”


“Tapi itu tidak masuk akal.”

__ADS_1


“Hal ini masuk akal bagi setiap orang yang mengalaminya. Sementara bagi orang yang tidak mengalaminya, hal ini hanya akan dianggap sebagai dongeng saja.”


“Apa yang di katakan oleh Dean benar, mungkin yang di katakan Vivian memang alasan sebenarnya. Dia tidak ingin jujur karena takut menyakiti perasaanmu, jika suatu hari jiwa yang ada didalam tubuh Vivian sekarang kembali ke dimensinya.,”


“Jadi kau juga percaya dengan ceritanya?” Kendra bertanya pada Leon, anak ini biasanya paling diam tapi hari ini dia banyak bicara.


“Percaya atau tidak, mungkin saja itu terjadi. Aku belakangan ini suka membaca novel, dan kebetulan menemukan sebuah buku yang unik dengan latar dunia yang. berbeda.”


“Kau membaca novel usang itu?” Dean bertanya dengan tidak percaya, dia memang tidak suka membaca seperti Leon, tapi dia cukup tahu beberapa jenis Novel.


,“Ceritanya menarik, tahu. Dunia yang mereka gunakan berbeda dengan dunia kita, mereka tidak memiliki genre kedua dan mereka bebas untuk jatuh cinta pada sapa saja, selama tidak segender.”


“Hah, buku itu memang menarik tapi sayang aku tidak suka membaca,” Dean menolak tanpa memperhatikan kedua temannya.


Buku yang baru saja disebutkan oleh Leon adalah buku yang tidak sengaja dia temukan di perpustakaan beberapa hari yang lalu. Sampulnya usang dan isinya menurut Dean tidak menarik jadi dia tidak mengambilnya.


Kendra memperhatiakan temannya, kemudian kepalanya jadi linglung. Dia mengajak kedua temannya bertemu disini agar dia bisa mendapat saran, bukannya mendengarkan keduanya membahas tentang buku novel lagi.


“Menurut kalian, apa yang barus aku lakukan?” Kendra beratnya setalah dia diam-diam mendengus.


“Apa lagi, saran ku sama seperti yang di katakan oleh Leon. Vivian pasti tidak ingin jujur padamu agar kau tidak merasa sakit nantinya."


“Kau merasa begitu?”


“Tidak juga, tapi aku rasa jika Vivian akan mengatakan seperti itu agar nantinya kau tidak akan merasa sedih saat dia pergi.”


“Tapi aku merasa kalau aku akan lebih merasakan sakit nantinya, jika dia pergi lalu apakah akan berakhir begitu saja?"


“Aku rasa tidak, dari buku yang pernah aku baca, jika jiwa yang bertransmigrasi kembali ke dunianya, pemilik tubuh asli juga akan kembali ke tubuhnya, jadi Vivian akan tetap hidup, meskipun dengan jiwa yang berbeda.”


Kendra dengan perasaan yang sedikit buruk, mendengus setelah mendengar penjelasan Leon. Bagaimana jika ini memang terjadi? Apakah perasan mereka akan tetap sama? atau semuanya akan kembali pada titik awal, menjadi dua orang asing.


Kendra menggeleng, dia tidak bisa berpikir dengan baik, Kendra tidak ingin berpisah dari Vivian, memang sangat tidak masuk akal seseorang bisa masuk kedalam buku, tapi jika itu benar maka tidak salah lagi kalau Vivian kesulitan membaca tulisan di prasasti kuno.


Bahasa di prasasti seharusnya sudah diajarkan sejak jenjang sekolah menengah pertama, dalam pelajaran bahasa. Kendra menggeleng kemudian menatap kedua temannya secara bergantian dan mulai bertanya lagi.


“Jadi menurut kalian, apa yang sebaiknya aku lakukan?” tanyanya. Dean dan Leon kemudian saling pandang, setelah mendengar pertanyaan ini.


“Kau sebaiknya berbicara baik dengan Vivian, lakukan perlahan dan jangan pakai kekerasan.”


“Itu benar, biarkan Vivian mengatakan semua yang membebaninya.”


Kendra kemudian mengangguk dan pikirannya kembali pada sikap tidak sopan-nya pada Vivian, dia sudah bertindak seenaknya lagi. Kali ini menggunakan perlakukan yang kasar, Kendra sudah menyakiti Vivan.


“Terima kasih, karena sudah datang menemui aku dan memberikan saran, aku sudah bisa lebih berpikir baik sekarang, ” ucap Kendra yang kemudian menghabiskan gelas terakhirnya.

__ADS_1


__ADS_2