
Kepala Vivian linglung dengan situasinya sekarang, tangannya masih ditarik oleh Kendra. Pikirannya bergemuruh memikirkan sosok Alpha di depannya ini, genggaman tangan Kendra itu erat seperti tidak ingin dilepaskan, dan efek dari tangan yang saling terpaut itu hangat.
Vivian tidak tahu harus berkata apa sekarang, dia hanya memperhatikan kemana Kendra akan membawanya. Chihuahua berlari kecil di belakang mereka dan berkata; [Selamat tuan rumah, misi plot tiga selesai. Poin ditambah +5 total poin untuk sekarang 10.]
Vivian mendengar ini dan mendengus, bagaimana dia bisa membangun hubungan antara tokoh utama, jika poin misi sampingannya di potong sebayak 10 poin kemarin? Ini sama saja dia harus mengulang dari awal lagi.
Huft...
“Apakah ada cara lain untuk meningkatkan hubungan kedua protagonis? Di santet atau di guna-guna gitu?”
[Tuan rumah, apakah kau berpikir ini masih duniamu?]
Vivian; “Tentu saja tidak, aku masih ingat ini didalam buki. Tetapi sekali-kali akan bagus jika kau memberi aku ide. Sejak awal hanya aku yang berpikir, bukankah kita patner kerja?”
Chihuahua melihatnya, berpikir sebentar lalu berkata; [Ada satu cara tuan rumah, anda bisa meningkatkan hubungan toko utama melalui sentuhan fisik atau tindakan]
“Apa maksudmu dengan sentuhan fisik dan tindakan?”
[Ini seperti saat Portagonis pria menggenggam tangan anda, menatap anda dengan lembut, berkata dengan hangat dan....]
“Cukup! Mengapa perkataan mu ini seolah-olah menarik aku menjadi perebut pasangan orang?”
Chihuahua; [...]
Ketika Vivian sadar, ternyata Kendra membawa dia ke ruang kesehatan. Kemudian dia melihat bahwa tangannya masih terus berada di genggaman Kendra, sehingga Vivian batuk kecil dan berkata; “Tanganmu, tolong lepaskan.”
Kendra sedikit kaget dan memandang tangannya sekilas sebelum dia melepaskannya. Vivian duduk di kursi dan memandangi Kendra, sembari berpikir apa yang akan di lakukan oleh orang ini?
Lalu Vivian berkata; “Aku baik-baik saja, sebenarnya ini tidak perlu di obati.”
__ADS_1
Tidak perlu bagaiman? Itu merah dan agak bengkak. Kendra menatapnya dengan pandangan yang tajam seperti berkata pada Vivian diam, jangan membantah.
“Tunggu disini, aku akan segera kembali.”
Kemudian Vivian melirik chihuahua dan mulai merajuk “Aku baik-baik saja meskipun tamparan seorang omega dominan tidak main-main Tapi bukankah seharusnya protagonis pria membantu Protagonis wanita? Mengapa dia justru menolong tokoh figuran sepertiku?”
[Tuan apa itu benar-benar sakit? Tuan, protagonis pria ini tampak berbeda, sistem sama sekali tidak bisa mengetahui tindakannya.]
Vivian jadi malas mengobrol dengan Chihuahua, ketika dia mendengus Kendra melihatnya dari pintu. Di tangannya sudah ada Es batu dan handuk kecil, kemudian dia ikut duduk dan berkata; “Kemari mendekat padaku.”
“Mengapa kau repot-repot? Aku tidak terluka parah.”
Kendra menatapnya lalu Vivian mengernyit kemudian berpikir, sepertinya hari ini dia banyak melihat Kendra dengan ekspresi ini. Mengapa dia marah? dan mengapa dia terlihat peduli pada Vivian, yang hanya tokoh figuran?
Kendra meraih tangannya dan menarik Vivian supaya jarak semakin dekat. Dia melihat bahwa Vivian seperti sedang memikirkan sesuatu, kemudian dia berkata; “Tolong lain kali jangan lakukan hal senekat itu.”
Ketika Vivian menatapnya, dia menemukan pandangan Kendra yang lembut, Alpha di depannya mengompres wajahnya dengan begitu pelan, dan juga sudut bibirnya seperti terangkat sedikit. Vivian mematung, Kendra sedang tersenyum!
Kemudian dengan suara yang pelan dan lembut, Vivian ingin mengetahui alasannya jadi dia bertanya; “Mengapa?”
Karena aku tidak ingin melihatmu seperti ini lagi, Aku tidak ingin melihatmu terluka, batin Kendra. Sejujurnya jika hari ini dia hanya melihat Kesya dan Stella di sana, Kendra mungkin masih bisa memahami mengapa kedua Omega itu ribut lagi.
Jika bukan Stella yang mencari masalah, maka itu adalah Kesya. Kendra berada pada titik tengah dimana dia akan mempercayai matanya. Stella mungkin penasaran mengapa belakangan ini dia di abaikan olehnya, sehingga sasaran empuknya ada pada Kesya.
Jadi seharusnya tidak ada alasan bagi Vivian untuk bisa ikut campur dalam masalah keduanya. Kecuali jika memang seperti yang dikatakan Liam tadi, Vivian lagi-lagi menyelamatkan Kesya dari Stella.
Memikirkan ini, Kendra jadi bertanya mengapa sejak Vivian datang ke sekolah mereka, dia selalu melindungi Kesya? Berada di kantin hanya untuk mengawasi Kesya, dan seperti sudah mengenal mereka?
Jangan pikir Kendra tidak memikirkan semuanya, bahkan Vivian mengetahui minuman favoritnya, yang hanya dia pesan ketika sedang bersama dengan kedua temannya.
__ADS_1
Vivian melihatnya dan berpikir bahwa Kendra pasti sedang memikirkan masalah bari ini, sehingga Kendra tidak menjawab pertanyaannya jadi Vivian berkata lagi; “Aku tidak apa, tamparan itu tidak sakit. Dan terima kasih karena sudah mengobati aku.”
Kendra melihatnya dan menatap tepat ke arah mata bunga persik Vivian. Ketika dia menyentuh pipi gadis ini, Kendra merasakan bahwa permukaan kulit Vivian itu halus, dan pipinya tampak kenyal karena agak berisi.
Sangat di sayangkan jika kulit Vivian terluka. Baru melihat wajah halus ini ditampar saja, Kendra merasa marah. Entah bagaimana kedepannya jika Vivian terus saja ikut campur dengan urusan orang lain.
Mungkin Kendra bisa mengamuk dan feromonnya, Vivian itu seperti orang yang sangat suka terjerat dalam masalah, pada satu sisi dia menjaga Kesya dan satu sisi yang lain dia menjadi saudara yang baik untuk Stella.
Sebenarnya jika Kendra tidak memikirkan efek buruk yang mungkin terjadi, dia pasti akan dengan lantang berkata pada pada dunia bahwa dirinya terkena kelainan istimewa, sehingga dia mulai tertarik pada saudara perempuan teman masa kecilnya.
Tetapi Kendra tidak mungkin mengatakannya, pada sisi lain adalah aturan dari keluarganya dan pada sisi yang lain lagi Kendra tidak tahu apakah Vivian akan tertarik pada Alpha seperti pendahulunya atau tertarik pada Omega sesuai dengan aturan hukum yang berlaku di kota ini.
Mau di letakkan dimana status dominannya? Jika dia di tolak oleh seorang Alpha Wanita. Jadi Kendra berpikir kalau dia tidak perlu terburu-buru, wkatu.msdwka masih panjang.
Setelah hening sejenak, suara ponsel yang berdering membuat mereka kembali pada kenyataan. Vivian mengecek ponselnya dan ternyata kakeknya itu panggil telpon dari Tuan Tua. Vivian pamit sebentar, untuk mengangkat telpon.
Setelah selesai, Vivian mengangkat zchihuahua dan berkata; “Kalau tidak ada hal lain lagi, aku pergi dulu. Kakek sudah menunggu aku.”
Ketika Vivian sudah ingin pergi, tangannya di tahan oleh Kendra. Pemuda itu sudah berdiri tepat di belakang Vivian, sehingga membuat pundak Vivian kaku. Kemudian Vivian mendengar Kendra berkata dengan lembut; “Aku akan mengantarmu.”
...•••...
...PEMBERITAHUAN!...
...Sebenarnya pengen update lebih banyak tapi situasi saya sedang tidak mendukung....
...Saya sedang dalam proses penelitian tugas akhir dan penelitian lapangan jadi saya hanya bisa mengupdate 1-2 bab/ hari. ...
...Terima kasih atas dukungan kalian ...
__ADS_1