Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita
Gebrakan


__ADS_3

Orang-orang memenuhi lamanya restoran mereka, teriakan dan makian sudah sejak tadi terdengar. Mereka semua menginginkan pertanggungjawaban dari pemilik restoran karena masalah ini.


Banyak dari mereka mengatakan bahwa perut mereka sakit setelah makan di tempat ini, ada juga yang mengatakan bahwa anak mereka sampai di rawat di rumah sakit karena makanan yang tidak segar...


Tuduhan lainnya adalah mereka berkata bahwa karyawan tidak kompeten dalam melayani pelanggan, mereka semua menilai bahwa karyawan. dalam restoran melakukan kesengajaan dan memaksa pelanggan untuk membawa dan membungkus makanan untuk dibawa pulang ke rumah mereka.


“Kami.mau kompensasi!”


“Kami mau pertanggungjawaban dari pemilik tepat ini!”


“Keluargaku sekarat di rumah sakit setelah makan di restoran ini....”


“Anakku sesakitan di rumah sakit... Dokter bilang dia sudah keracunan... hidupnya tidak akan lama lagi... hiks... kalian andalah pembunuh... aku akan mengutuk keturunnankalian jika sampai terjadi sesuatu pada Putri ku...” Seorang wanita menangis dan berteriak dari kerumunan orang di luar restoran itu.


Prak!!!!


Suara meja yang di pukul membuat Orang-orang didalam restoran itu terkejut. Mario menghampiri Nila, menarik tangannya dan lalu memeluk gadis Beta berferomon itu, “Tenanglah, jangan emosi semua pasti ada jalannya... Jangan Khawatir,” bisikya..


“Bsgaimnaa aku bisa tenang, mereka sudah membuat tuduhan yang tidak bermoral...” Jelas Nila, dia adalah yang bertanggungjawab untuk kebersihan makanan dan lingkungan Restoran.


Nila selalu mengecek bahan makanan yang akan di gunakan, memeriksanya sampai ke akar-akarnya dan juga memperhatikan kenyamanan pelanggan. Semua pelanggan yang datang selalu meninggalkan kesan baik dan penilaian di dalam kotak yang ada di dekat pintu restoran.


Jadi tidak akan ada masalah yang muncul, juga nila sangat ingat bahwa hubungan mereka dengan pebisnis lain yang membuka toko di dekat mereka juga sangat baik, tidak mungkin jika tiba-tiba mereka mendapatkan serangan seperti ini.


Kecuali satu....


Pebisnis yang berada tepat di depan restoran mereka yang membuka usaha toko mainan dan kafe kecil, tapi Nila ingat dia sudah lama tidak melihat orang itu, juga Tokonya sudah lama tutup mungkin bisa di katakan sudah sebulan lebih.


Nila pikir bahwa Orang itu mungkin saja pulang kampung atau membuka usaha di tempat lain, Serangan kepada mereka itu cukup tiba-tiba, Mereka sudah mengumpulkan beberapa orang mencurigakan yang ada di tangkap oleh kamera pengawas.


Urusan tentang itu, di urus oleh Liam dan Leo, mereka menangani beberapa orang beberapa hari ini sayangnya tidak ditemukan banyak informasi. Mereka hanya mengetahui bahwa itu ada kaitannya dengan pebisnis di depan restoran mereka.

__ADS_1


Orang itu menyewa seserorang untuk mendaftar menjadi karyawan restoran, kemudian setelah dia diterima, orang suruhan itu akan melaporkan semuanya pada pebisnis itu, dari semua informasi yang di berikan itulah kemudian muncul banyak rumor tentang makanan mereka.


“Aku pasti akan membunuh orang itu, tunggu dan lihat saja nanti...,” Tangan Nila terkepal erat, dan giginya menggertak.


“Tennaglah...” Bisik Mario, sambil mengusap kepala Nila.


“Apakah sudah ada informasi?” Keisya bertanya pada Liam yang masih sibuk dengan laptopnya.


“Apakah kau mengantuk? Jika ngantuk, tidur saja...” Liam menatap Mata Keisya dan suaranya lembut.


“Uhm, tapi ini sedikit tidak nyaman...” Suara Keisya sangat pelan sehingga hanya Liam yang bisa mendengarnya.


Keisya berkata demikian karena sekarang dia sedang dipangku oleh Liam. Sebenarnya, Keisya seidkit tidak sehat, dan dia ingin terus menempel dengan Liam.


Keisya memaksakan dirinya untuk ikut bersama dengan Liam ke Restoran, dia duduk di pangku oleh kekasihnya dan dengan baik dikelilingi oleh feromon milik Liam.


“Hm, tidak nyaman bagaimana?” Liam bertanya dengan iseng, sehingga membuat wajah Keisya memerah.


Keisya merasakan sesuatu pada posisi dia sekarang, “Itu bangun...”


Keisya dengan wajah memerah mencubit pinggang Liam, “Ck, dasar tidak tahu tempat...”


Liam tertawa kecil, “,Aku cuma bercanda... Duduk di kursi aku rasa aku sudah hampir menemukanny...”


Keisya beranjak dari pangkuan Liam lalu duduk di kursi samping Liam, “Bagaimana sekarang?”


“Ketemu!”


Nila dan Mario bergegas mendekati Liam, bersamaan dengan itu Liam mendapatkan sebuah pesan dari Leo, isi pesan itu adalah sebuah video dan juga sebuah file berupa foto dan bukti tangkapan screen layar pesan.


“Tuh, aku bilang apa....Orang di balik semua ini adalah Tania...”

__ADS_1


,“Ck, wanita itu belum kapok juga yah?” Nila kesal..


Dalam.Video itu terlihat seorang wanita dan seorang pria yang adalah pebisnis di seberang restoran mereka sedang mengobrol di sebuah kafe di pinggir kota. Informasi di video itu sejalan dengan informasi yang baru saja dapatkan,


Kemudian di lanjutkan dengan Video lainnya dimana mata-mata itu yang adalah karyawan baru di restoran mereka, bertemu dengan Pria seberang mereka, wanita itu memberikan sebuah flashdisck pada pria itu.


Pria itu kemudian memberikan segumpal uang pada karyawan tersebut, “Bagus, aku suka peekerjaanmu... Lanjutkan dan jangan lupa untuk memberi aku kabar terbaru... Hahahaha... tokoku pasti akan laris lagi...”


“Baik Tuan....”


Mereka menonton video tersebut, kemudian membaca file yang sudah mereka terima dari Leo. Isinya juga tidak berbeda jauh dengan informasi yang di dapatkan oleh Liam.


Yakni, Pria itu adalah Sam. dia tinggal di ujung kota. Dia memiliki dua orang anak yang masih kecil, Dia berasal dari keluarga biasa yang berjuan keras untuk memiliki usaha sendiri. Dua tahun setelah bisnisnya berdiri, Istrinya meninggal.


Karena hal ini membuatnya jadi tidak fokus bekerja, dia jarang membuka toko sehingga toko yang sebelumnya ramai di datangi oleh anak-anak untuk membeli mainan, menjadi sepi.


Kemudian di tambah lagi, kemunculan Restoran Vivian yang berdiri tepat di depan tokonya. melihat restoran itu ramai pengunjung membuat Sam jadi iri dan mulai meninggalkan dendam.


Untuk menghancurkan bisnis Vivian....


“Kalau seperti.ini, kita harus bicara dengan pria itu, tapi bagaimana caranya?” Liam bertanya, mengingat haknsdoserti ini seharusnya di lakukan oleh Vivian, sebagai pemilik tmresto ini.


“Negosiasi harus dilakukan oleh Vivian, tapi sekarang dia sedang tidak ada disini.”


“Mari cari solusi lain untuk itu...”


“Tidak perlu mencari solusi lain, aku akan bicara dengannya, cari saja informasi kontaknya dan buat janji temu...” Suara itu membuat keempatnya menoleh.


“Bagaimana kalian bisa masuk?” Liam bertanya saat melihat Kendra dan Vivian di depan matanya.


“Jalan rahasia...”

__ADS_1


Puk!


Mario menepuk keningnya ketika dia ingat tentang Jalan rahasia itu. Ada jalan tersembunyi di dekat dapur restoran untuk berjaga-jaga jika sesuatu yang terjadi, mereka bisa menggunakan jalan rahasia itu, sebagai pintu keluarganya.


__ADS_2