
“Baik kemudian kelompok terakhir Vivian, Mario, Kendra dan Liam. Bapak harap kalian bisa bekerja sama dengan baik, sekian pelajaran kita untuk hari ini,” Guru seni keluar dari ruang kelas, Vivian termenung menatap kosong ke tempat Guru seni tadi berdiri.
Dari dua puluh pelajar dalam kelas mengapa dirinya harus bersama dengan Kedua karakter penting dalam cerita ini? Keduanya pasti tidak akan bisa bekerja sama dengan baik.
Berbicara tentang kedua orang ini, tampaknya mereka sudah hampir tiga Minggu tidak pernah membuat masalah, padahal dalam novel aslinya dikatakan bahwa Kendra dan Liam selalu ribut. Selain itu, setelah melewati siklus panas Vivian mengingat tentang nota yang pernah dia buat juga.
Menjauh dari protagonis pria, jadi dia harus melakukannya.
Beberapa hari ini pula selama dia mengalami siklus panas, Vivian teringat pada kejadian tempo hari. Sial, tindakan Kendra pada hari itu sangat....
Tidak sopan.
Bisa-bisanya dia melakukan hal seperti itu pada seorang gadis, untung saja Stella tidak melihatnya sehingga dia terlihat seperti baru saja datang. Setelah guru keluar, Vivian dengan semangat mengajak Mario untuk ke Kafetaria.
Kendra melihatnya sehingga dia juga ikut berdiri, pandangan matanya mengarah tepat pada kedua tangan yang saling terpaut. Vivian menggenggam tangan Mario dan membawanya seperti terburu-buru, seolah-olah makanan di kafetaria akan segera habis.
“Hei, pelan sedikit. Kau baru saja melewati siklus panas.”
“Tidak bisa, apa kau tidak melihat seberapa bosannya aku berada di kamar terus?”
“Tetap saja, kondisi tubuhmu masih tidak baik. Kakek berkata bahwa sejak kecil kau memiliki kesehatan yang buruk.”
“Hei, Aku tidak. Aku merasa sudah baik-baik saja, sakit apa?
Aku sehat.”
“Huft, terserah. Tapi jangan makan terlalu berlebihan hari ini.”
“Aku tahu, aku akan memperhatikan kalorinya.”
__ADS_1
Mario berkata benar, tahukah kalian ketika Vivian berada dalam masa panasnya, biasanya Alpha tidak ingin diganggu dan ingin di tinggal sendiri. Tetapi Vivian di dalam ruangan yang penuh dengan feromon Nila, sebentar-sebentar memanggil untuk meminta makanan.
Maka dari itu, ketika mereka berangkat sekolah mereka sudah menyiapkan banyak makanan di kamar Vivian. Nafsu makan Allah ini sangat tinggi, ketika mereka sudah tiba di kafetaria Vivian melihat kalau Nila dan Kesya sudah duduk di meja mereka.
Di atas meja, sudah ada makanan. Sepertinya baru saja tiba, ketika Nila melihat bahwa Vivian sudah tiba, diapun bertanya; “Vi, kau mau Indomie goreng atau sedap goreng?”
Mengapa merek mie di dalam buku ini sama dengan di dunia aslinya? Setelah berpikir Vivian berkata; “Indomie saja.”
“Punyaku mana?” Mario melihat kalau hanya ada tiga piring di atas meja.
“Kau pesan sendiri,” Nila menjawab lalu mengajak Vivian untuk makan, dia mengingat bahwa Vivian harus meminum vitamin setelah ini, jadi dia sudah mengeluarkan satu pil dan meletakkannya di atas piring Vivian.
Ketika mereka sedang makan, kuris di depan Vivian berbunyi sehingga ketika dia melihat, matanya langsung bertemu dengan milik si Alpha dominan. Kemudian dia mengingat kalau di meja ini juga ada Kesya, dia duduk tepat di samping Kendra.
Melihat hal ini, Vivian berpikir bahwa hubungan keduanya sudah berkembang, jadi dia tersenyum senang. Kendra di depannya mengernyit dan berpikir apa lagi yang sedang di rencanakan oleh kucing liar ini?
Kemudian Mario yang baru datang, melihat Vivian senyam-senyum dan berkata; “Ada apa denganmu?”
Stella kebetulan lewat dan terkejut melihat Kesya yang duduk di samping Kendra, kemudian dia melihat bahwa kursi di samping Vivian masih kosong, jadi dia menghampiri mereka dan duduk disana.
Semua memandangnya, Stella melihat pandangan mata Kendra sedikit berbeda padanya. Itu sudah tidak seperti dulu lagi, mata itu sedikit dingin dan Kendra juga sudah tidak mengajaknya berbicara, tidak pernah membalas pesannya lagi.
Untuk memecahkan suasana, Vivian bertanya padanya;“Apa kau sudah makan kak?”
Akan tetapi Stella tidak berkata apa-apa, dan langsung berbisik pada Vivian, “Apa yang di lakukan gadis sial itu disini? Mengapa dia duduk di samping Ken?”
Vivian kemudian berkata, “Sebenarnya kak, Kendra yang duduk di samping Kesya. Ketika aku tiba di kafetaria, Kesya sudah duduk dengan Nila.”
Lalu Stella terkejut lagi, dan berteriak dalam hatinya; Apakah gadis ini yang menjadi alasannya sehingga Ken tidak memperdulikan aku lagi? Sialan kau, omega!
__ADS_1
Ketika waktu istirahat sudah akan berakhir, merekapun kembali ke kelas masing-masing, Vivian sengaja mengantar Stella dan Kesya keruang kelas mereka, agar menghindari kegaduhan.
Di lantai dua mereka berpisah dengan Nila, setelah tiba ruang kelas mereka menuju tempat masing-masing. Berikutnya adalah pelajaran akhir, jadi para pelajar sudah tampak mengantuk untuk mengikutinya.
Liam tiba-tiba datang menghampiri meja mereka, Vivian yang melihat kedatangannya mulai berpikir anak ini saat jam istirahat kemana? Vivian baru menyadari bahwa dia sangat jarang melihat Liam setelah jam kelas selesai.
Liam bertanya; “Untuk tugas seni tadi, kapan kita bisa mulai mengerjakan?”
Lalu Liam berkata lagi; “Apakah kalian memiliki waktu luang hari ini? Atau mungkin akhir pekan nanti?”
Vivian menjawab; “Aku dan Mario punya waktu kosong untuk hari ini, akhir pekan aku memiliki jadwal pelatihan feromon dan jadwal belajar di rumah.”
“Jadi sepulang sekolah bagaimana? Kita bisa membahas tugas lebih lanjut di apartemen kami, dan Oh, kalian juga bisa menikmati masakan Vivian nanti.”
“Aku setuju,” suara ini berasal dari Kendra yang sudah berdiri di samping Liam. Sejak kapan dia disana? Kemudian Vivian melihat hubungan antara kedua karakter penting ini.
Sedang damai, kah?
Lalu Liam juga berkata, “Baiklah, karena kalian semua setuju. Maka aku juga, ngomong-ngomong kalian berdua tinggal satu apartemen?” dia bertanya sambil melirik Vivian dan Mario bergantian.
Kemudian Vivian mengangguk dan tersenyum; “Iya, kami adalah teman belajar. Tidak hanya kami berdua, ada Nila juga dari kelas Beta.”
Oh, gadis itu pikir Liam, setelah dia menargetkan Stella pada hari itu, Liam lanjut mengawasi Kesya dari jauh, dia mengetahui tentang Ibu Kesya yang masuk rumah sakit, mengetahui bahwa Kendra membantu biaya operasi dan perawatan Ibu Kesya, dan juga di sekolah dia selalu menemukan Nila bersama dengan Kesya.
Mungkin karena faktor ini juga Stella tidak menargetkan Kesya, karena sekarang ini gadis omega itu tidak sendiri. Sejak kedatangan Vivian ke sekolah ini, Liam melihat Vivian seperti giok keberuntungan bagi Kesya.
Vivian melihatnya, dan menemukan Liam tersenyum tipis, dan sedang memikirkan sesuatu. Lalu dia mengernyit dan bertanya; “Ada apa dengannya?”
Mario menggeleng lalu melirik ke arah Kendra bertanya dari sorot matanya apa kau tahu apa yang terjadi padanya? Mereka mendengar Kendra berkata; “Abaikan dia.”
__ADS_1
Vivian & Mario; “...”