
Vivian duduk termenung, sudah satu Minggu sekolah di mulai tapi dia sama sekali belum bertemu dengan Kendra, Kendra sudah berjanji akan menemui dirinya saat sekolah dimulai, tapi meskipun Vivian terus menunggunya, Kendra tidak pernah menampakkan dirinya.
Vivian tidak tahu kemana perginya Kendra, orang itu tiba-tiba hilang, meskipun masih tetap mendapatkan kabar melalui ponsel, ini tidak sama seperti ketika kau bertemu langsung dengan orang yang kau suka.
Iya, suka meskipun Vivian belum tahu pasti apakah perasaannya sudah sama dengan cinta atau hanya memang sebatas suka. Orang-orang dari dunianya pernah berkata, kalau suka belum tentu cinta tapi kalau cinta sudah tentu suka.
Vivian tidak bisa membedakan keduanya, dua frasa kata ini memiliki makna yang sama yang sama tapi artian yang berbeda. Kendra hanya mengabari lewat ponsel, kali ini alasannya karena ayahnya memangil, Vivian tidak percaya alasan ini.
Salah satu penyebabnya karena setiap Vivian melakukan panggilan video, Kendra tidak akan mengangkat dengan alasan bahwa dirinya sedang dalam rapat bersama dengan Ayahnya. Ini membuat Vivian curiga belum lagi karena satu Minggu lalu dia sempat drop.
“Jangan menghayal terus, kenapa sih?" Nila bertanya, sekarang ini mereka sedang berada di apartemen, baru pulang dari restoran.
“Menurutmu, wajar gak sih orang kalau di video call gak angkat dengan alasan rapat terus?” Vivian memutuskan untuk bertanya, bukannya menjawab pertanyaan Nila.
“Kalau alasannya cuma satu saja, itu gak wajar. Dia mungkin punya masalah yang gak bisa dia katakan.”
“Aku khawatir, gak tahu kenapa buat aku jadi mikir yang aneh-aneh.”
”Kamu sabar aja, percaya sama dia kalau emang perasaan dia tulus sama kamu, dia pasti akan memberi penjelasan.”
Vivian tidak tahu, kepalanya pusing memikirkan Kendra. Padahal kalau anak itu ada Vivian selalu merasa kesal karena ditempeli seperti lem perangko. Tapi kalau anak itu tidak muncul, Vivian justru merindukannya, dan ingin Kendra ada di sampingnya, walaupun dia harus dikendalikan oleh feromon Kendra ketika dirinya melawan dan tidak mau di sentuh.
“Tapi aku tidak bisa tenang kalau aku tidak memastikannya sendiri.”
“Kau sekhawatir itu padanya? Kau sangat mencintai dia yah?” Nila menatap dengan curiga.
“...Aku hanya khawatir padanya. mungkin saja dia sedang terluka dan tidak mau mampilkan wajahnya.”
__ADS_1
Kalau saja sesuatu terjadi pada Kendra, berarti hidup Vivian di dunia ini juga akan segera berakhir. Vivian akan kembali ke dunianya, menjalani kegiatannya seperti biasa, mendaftar di Universitas negeri, jika beruntung akan mendapatkan beasiswa.
“...” Nila tidak berkata apa-apa lagi tentang ucapan Vivian. Sudah jelas gadis ini merindukan pacarnya dan merasa takut, terjadi apa-apa, tapi dirinya tidak ingin mengatakan yang sebenernya.
Sama saja sih, seperti Nila yang tidak mengatakan pada Vivian. tentang ikatan mate, Nila terus menyembunyikannya dan Vivian juga tampaknya tidak pernah berpikir hilangnya Kendra ada kaitannya dengan ikatan mereka.
“Sudah, sebaiknya kau istirahat saja. Kau satu Minggu ini sudah terlalu banyak membuang tenang, jika kau sakit Ayah dan kakek mu pasti akan mengurung dirimu di rumah utama dan kau pasti tidak akan bisa bepergian.”
“Tapi, aku merasa tidak lelah. Aku tidak harus beristirahat.”
“Tubuhmu memang tidak, tapi otakmu yang butuh istirahat. Jangan memikirkan Kendra lagi, dia pasti akan baik-baik saja, ingat pacarmu adalah Alpha dominan.”
“...” Vivian berdiri menarik Chihuahua dari tangan Nila lalu membawa anjing itu kedalam kamarnya, tidak lupa untuk menutup pintu dan menguncinya.
[...Tuan mengapa anda terlihat jelek saat ini?] Chihuahua berbaring di atas kasur tepat di samping Vivian dan mata bulatnya menatap Vivian dengan lekat.
“Apa kau benar-benar tidak tahu apapun? atau sampai sekarang Kendra masih sulit untuk kalian indentifikasi?”
Chihuahua mengernyit, wajah kecilnya yang memang berbentuk kecil terlihat sangat jelek dimata Vivian, Vivian mendengar Chihuahua berkata; [Tuan sejak awal sampai sekarang Kendra memang adalah karakter yang tidak dapat di prediksi dan dibaca. kita tidak tahu apa yang dia lakukan sekarang, dia seperti aturan di luar sistem kami.]
“Apakah dia benar-benar bagian dari karakter dalam novel yang aku baca?”
[Tentu saja, mengapa anda sampai curiga seperti itu tuan?]
“Mungkinkah kita tidak bisa membaca jiwa yang datang dari dunia lain?”
[Hal ini tidak mungkin tuan. satu dunia hanya bisa menampung satu jiwa dari dunia anda. Tidak bisa lebih, dan dunia lainnya adalah novel dengan konsep yang berbeda, para karakter tidak mungkin bertukar jiwa.]
__ADS_1
“Yasudah, kalau begitu sekarang apa yang harus kita lakukan? Menunggu Kendra Sampai Alpha tersebut mendatangiku secara pribadi.”
[Tuan, anda bisa melakukan apa saja yang anda mau. Seperti mengunjungi kakak anda untuk melihat perkembangan Mereka.]
“Bukankah misi ku sudah gagal? kenapa aku masih harus melakukannya?”
[Hanya untuk mengisi waktu kosong anda Tuan.]
Vivian memilih untuk tidak bicara lagi, keheningan terjadi sehingga membuat Vivian perlahan larut dalam tidurnya. Vivian tidur sampai pukul 20.00 malam, suara ketukan pintu membangunkannya.
“Vivi! bangun sudah waktunya untuk makan malam, tidurnya di lanjutkan nanti saja, kalau sudah makan.”
“Sebentar aku akan segera menyusul!” Setelah mendengar balasan Vivian, Mario kembali ke ruang makan dan duduk. Nila juga sudah ada disana, Nila terus menatapnya dengan tatapan curiga.
“Apa yang kau lakukan belakangan ini? Aku lihat kau sering keluar sekarang.”
“,Aku...aku tidak melakukan apapun kok. Kau mungkin salah menghitung, aku tidak melakukan apapun kok.”
“,Seriusan? Tapi...”
“Sudah, sebaiknya kau fokus habiskan makanannya saja,” Ucap Mario, apakah tindakannya belakangan ini begitu terlihat?
Selama seminggu sejak Kendra meminta untuk merahasiakannya dari Vivian, Mario selalu menyempatkan waktu untuk ke rumah sakit, sebenarnya dengan terpaksa karena Kendra selalu meminta dirinya untuk menjelaskan situasi di sekolah, apakah ada seseorang yang berani mendekati kucing liarnya?
Mario memang hanya menjelaskan seadanya saja, bahwa Vivian tampak selalu menghayal ketika dirinya sedang sendiri, jika bersama dengan temannya Vivian hanya akan bicara seperlunya saja, pola tidurnya juga tampak tidak teratur.
Kendra yang mendengarkan laporan Mario, tidak tahu ingin berkata apa. situasinya sudah terhitung dua Minggu Vivian tidak bertemu dengan dirinya, Jika Vivian adalah seorang omega, Kendra bisa yakin kalau Vivian akan merengek memanggil namanya, Tapi untung saja Vivian hanya seorang Alpha.
__ADS_1
Alpha wanita tidak segila Alpha pria jika tidak bertemu dengan pasangannya. Alpha pria bisa berkeliling kota untuk mencari pasangannya, Kendra juga seperti itu tapi sayangnya situasinya sedang buruk, jadi Kendra hanya bisa diam dan menunggu kesembuhannya.