Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita
Kendra [Aku tertipu]


__ADS_3

Kendra berlari menuruni anak tangga sekolah dan melewati koridor kelas Omega. Pikirannya tidak berhenti memikirkan Vivian yang sedang bersama dengan Omega laki-laki, berduaan didalam apartemen. Para pelajar memandangi Kendra dengan bingung, tidak biasanya mereka melihat Kendra terburu-buru seperti ini.


Kendra adalah Alpha.yang tenang, melakukan semaunya dengan hati-hati. Pada saat melewati kelas Kesya, Kendra mengintip sebentar, Benar saja omega leci itu tidak ada di dalam kelasnya.


“Sial...”


Kendra menuju ke parkiran dan langsung masuk kedalam mobilnya, pada saat dia tiba di gerbang, penjaga sekolah menghentikannya. Kendra kemudian membuka kaca mobilnya dan berkata;


“Pak, Tolong buka gerbangnya untukku. Aku sedang memiliki urusan yang sangat penting.”


“Mohon maaf, Bapak tidak bisa membuka gerbang jika tidak ada alasan yang jelas dan tidak ada surat izin keluar sekolah. Silahkan Kendra kembali ke kelas.”


“Saya benar-benar sedang buru-buru Pak, saya tidak sempat meminta surat Izin sekolah.”


“Tidak bisa, peraturan adalah peraturan. Bapak tidak mau melanggar, akan berpengaruh pada gaji saya nantinya.”


Dengan berat hati karena tidak mendapatkan izin untuk keluar, Kendra kemudian berlari menuju ruang konseling untuk mengurus surat Izin miliknya. Tentu saja melakukan ini adalah hal yang merepotkan, dia harus menunggu paling lama 10 menit.


Setelah selesai, Kendra kemudian keluar dari ruangan dan langsung berlari kembali ke mobilnya. Tidak disangka kebetulan sekali Dean baru saja selesai dari toilet, jadi dia melihat Kendra yang tampak terburu-buru.


“Kenapa kau berhenti? Ayo, guru pasti sudah masuk kelas,” Seorang teman sekelasnya menepuk pundaknya dan berkata demikian untuk menyadarkan Dean dari lamunannya.


Pada sisi lainnya, Vivian sedang duduk di ruang tamu di temani oleh setumpuk kertas laporan. dan Chihuahua yang terus menatapnya dengan kesal. Sistem rusak ini seoertinya tidak terima jika Vivian tidak ke sekolah, karena menghalangi dirinya untuk di titip di rumah utama.


Vivian tidak mau memperhatikan Chihuahua, dia merasa bahwa ada hari dimana dia akan angkat tangan dan tidak akan mempedulikan omongan sistem lagi, jika rencananya kali ini gagal lagi.


Vivian sedang sibuk dengan setumpuk dokumen di kamarnya. Sebenarnya bukan hal yang besar, hanya saja dia sudah dua minggu ini tidak menyentuhnya jadi, semua itu terus menumpuk dan memberatkan dirinya sendiri. Kemarin setelah membantu kelas Omega, dia langsung plang dan menemukan dokumen-dokumen hasil pendapatan usahanya.


Vivian menemukan bahwa barang persediaan mereka untuk dapur sangat cepat habis, tenaga kerja tampaknya harus ditambah juga, meja dan kursi untuk pelanggan juga tidak tinggal. Selama dua Minggu ini penjualan mereka sangat meningkat, menu paling laris adalah mie merah. Vivian jadi tahu kalau sepertinya kota Silver ini sepertinya menyukai rasa pedas yang menantang lidah mereka.

__ADS_1


Ini membuat Vivian berpikir untuk menambah menu baru lagi dari dari dunia aslinya, mungkin Ttebokki atau Ramen khas Jepang dengan selera pedas, lalu mungkin bakso juga boleh. Selama Vivian berada di dunia ini, dia juga tidak menemukan bakso. Penulis sepertinya tdak berpikir untuk memasukkan beberapa jenis makanan yang berkuah.


"Siapa yang akan pergi berbelanja?" Nila bertanya setelah selesai memeriksa laporan persediaan.


“Biar aku saja yang melakukannya,” Kesya menjawab, dia sudah terbiasa untuk berbelanja.


“Aku akan ikut denganmu,” Kata Vivian, namun mendapat penolakan dari Kesya. Dia tahu bahwa Vivian sepertinya begitu lelah, kemarin dia membantu kelas mereka, pelajar di kelasnya memberikan banyak pertanyaannya dan Vivian semaksimal mungkin berusaha untuk menjawabnya.


“Aku hanya akan membeli bahan masakan, itu bukan pekerjaan yang berat. Kalian masih harus mengurus yang lainnya, jadi serahkan saja urusan belanja padaku.”


“Tapi katakan jika kau kesulitan, kau adalah Omega. Tidak bisa terlalu melakukan pekerjaan yang berat.”


“Aku tahu, aku akan lakukan yang terbaik.”


Vivian senyum melihatnya, andai saja Kesya adalah Omega laki-laki dia pasti akan memilihnya sebagai pasangan. Kesya anak yang rajin, dan juga cekatan dalam bekerja, selain itu dia juga sangat telaten. dalam memeriksa keuangan.


Vivian mengecek jam di ponselnya, itu baru mau jam 08.30 pagi, sesuai dengan apa yang Vivian rencanakan, Vivian meminta Mario untuk menjemput Kesya di rumahnya pagi tadi dan membawanya ke apartemen mereka.


Karena itulah mereka tidak masuk sekolah, dengan alasan kesehatan yang sedang memburuk. Mario yang mengurus semuanya, untuk surat keterangan sakit, jadi ketiganya tidak perlu khawatir.


“Untuk meja dan kursi, aku akan meminta bantuan kakek untuk di tambahkan, tenaga kerja aku menyerahkannya pada Nila dan Mario.”


“Baiklah, aku akan katakan pada Rio nanti. Lalu apa rencana mu Vivi dengan menu makan? Bukankah kau ingin menambah beberapa menu lagi?”


“Benar, tapi itu nanti setelah aku menemukan menu baru lagi.”


Lebih tepatnya setelah aku berhasil memasak mereka, pikir Vivian. Dia baru ingat kalau dia lupa cara membuat kue beras untuk Ttebokki, Di dunia asalnya Vivian hanya suka makan makana Korea yang sudah jadi, yang hanya di panaskan saja.


Pada saat Vivian dan kedua temannya masih sibuk mengurus pekerjaan mereka, bel apartemen mereka berbunyi. Chihuahua melompat dan mulai berlarian di ruangan, menggonggong kecil ke arah Vivian.

__ADS_1


[Tuan rumah, protagonis pria sudah tiba! protagonis pria sudah tiba!!]


“Aku tahu, jadi berhentilah menggonggong.”


Vivian menghentikan pekerjaannya dan menatap ke arah Kesya, dia tersenyum dan berkata; “Key, bisa tolong buka pintunya? Aku rasa itu seseorang yang di kirim oleh Mario untuk membantu kita berbelanja.”


“Ah, Baiklah. kalau begitu aku akan langsung pergi saja, tidak enak jika harus membiarkannya menunggu.”


“Baiklah, hati-hati di jalan. Kabari kami jika membutuhkan bantuan.”


Kesya jalan ke pintu dan membukanya, setelah pintu terbuka kedua orang mematung. Jantung Kesya berdetak keras, di depannya saat ini adalah Kendra, Alpha impiannya.


Kendra melihat Kesya, kemudian dia mengernyit. Dimana Omega Leci yang di katakan Liam tadi? Ini jelas Omega Vanila yang sudah lama menyukainya, dan selalu terlibat masalah dengan Stella di masa lalu.


“Apa yang kau lakukan disini?” Kendra bertanya kemudian dia melihat Kesya langsung menundukkan kepalanya.


“Aku...aku membantu Vivian mengurus keperluan Restoran.”


“Dimana dia?”


“Di...didalam, Itu...Itu...Vivi berkata bahwa kita harus pergi berbelanja bersama.”


"Hah? apa maksudmu berbelanja?” Kendra bertanya, sebenarnya ada apa disini? dia datang karena tidak mau membiarkan Vivian bersama dengan Omega Laki-laki.


“Vivian berkata bahwa, Mario mengirim seseorang untuk membantu kami berbelanja, jadi aku pikir kau lah orangnya.”


Aku kemari bukan untuk berbelanja! sial, sepertinya karena tidak konsen Aku sudah .asuk jebakan mereka. Pada akhirnya dengan malas, Kendra pengantar Kesya untuk berbelanja bahan masakan. Didalam ruangan Vivian dan Chihuahua sudah berteriak kegirangan didalam hati mereka, sehingga membuat Nila mengernyit kebingungan.


...•••...

__ADS_1


...Terima kasih atas dukungannya teman-teman....


...Jangan ragu untuk memberi masukan pada saya...


__ADS_2