Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita

Transmigrasi: Aku Jadi Alpha Wanita
Menjelang Ulangtahun Vivian


__ADS_3

Satu Minggu menjelang ulang tahun Vivian, itu adalah jadwal ujian semester gasal sekolah menengah kota silver, beberapa dari pelajaran mereka memiliki sistem praktik, dan tugas rumah seperti prakarya tugas seni Vivian. Sisanya adalah ujian teori jadi kelas alpha membuat keputusan untuk menambah kelas belajar mereka paling tidak dua jam setelah jam pulang.


Kebiasaan ini tidak berbeda dengan dunia aslinya. Ah, mengingat tentang dunia aslinya Vivian tiba-tiba merindukan ibunya. Apakah ibunya baik-baik saja? Meksipun sistem mengatakan bahwa dirinya untuk sementara waktu akan hilang dari ingatan orang-orang disana.


Vivian mendengus, tidak menyangkah bahwa menjadi host untuk memperbaiki ending sebuah novel, akan sesulit ini. Bahkan setelah berhari-hari, sistem tidak memberikan klarifikasi tentang tingkat hubungan tokoh utama.


Poin masih berada di bawah 50%, belum mencapai titik aman. Semuanya karena konflik antar karakter, Stella memulainya lebih dulu mengganggu Kesya. Lalu Liam memberi peringatan Kedua pada Stella, sementara itu Kendra seperti tidak peduli dengan apa yang sudah terjadi.


“Apa yang harus aku lakukan untuk mengurus para karakter ini! Astaga, dunia dalam buku ini benar-benar...” 


“Apa yang baru saja kau katakan? Dunia dalam buku apa?”


Vivian tersentak kaget, dia merasa bahwa ruang kelasnya  sedang sepi tadi, jadi dia tanpa berpikir mengeluarkan suaranya. Oh, tidak seseorang sudah mendengar ucapannya, Vivian berbalik dan menemukan  Kendra berdiri di ambang pintu.


Vivian kemudian bertanya, “Kau, mengapa kau disini?”


Kendra mengernyit lalu menatap menyelidik pada Vivian, kemudian berkata; “Kau belum menjawab pertanyaan ku. Apa maksudmu dengan dunia dalam buku?”


Itu benar, kau adalah protagonis dalam buku yang akan terhasut oleh kelinci hitam dengan tampilan lotus putih, yang akan membunuh protagonis utama dan menjadi alasan pemilik tubuh asli mati karena racun pada makan malamnya.


Tetapi Vivian tidak mungkin mengatakan itu pada Kendra. Jadi dia membuat alasan lain, dengan berkata; “Tidak ada, aku hanya sedang menemukan minat baru, sehingga mencari konsep untuk aku gunakan.”


“Minat baru?” Kendra bertanya karena sedikit penasaran.


Vivian kemudian menjawab; “Itu benar, baru-baru ini aku memiliki ketertarikan pada dunia tulis aku ingin membuat sebuah cerita dimana jiwa seseorang berpindah ke dunia lain, yang sangat berbeda dari dunianya.”

__ADS_1


Kendra kemudian duduk di seberang meja Vivian lalu menatap wajahnya lagi, kemudian berpikir apakah Vivian adalah seseorang yang punya rasa ingin tahu yang besar?


Pertama gadis ini berencana untuk memulai bisnis diusia yang masih muda, Kedua dia berencana menjadi seorang penulis, ketiga jangan sampai Kendra mendengar bahwa Vivian ingin menjadi peneliti feromon yang menghabiskan waktunya di laboratorium.


Vivian melihatnya dan berpikir mungkin saja alasannya tidak .asuk akal sehingga dia berkata; “Apakah ide ku terlalu buruk?”


Kendra menggeleng dan berkata tidak, lalu dia berkata lagi; “Itu bagus, tapi apakah kau yakin ingin menggunakan dunia lain untuk menggambarkan ceritamu.”


Mengapa kau terus bertanya! Lalu Vivian berkata; “Apakah ada yang salah dengan konsep itu?”


“Tidak, hanya saja lebih baik gunakan konsep yang lebih realistis. Seperti dunia tempat tinggal kita ini.”


Apakah kau berpikir bahwa itu tidak realistis? Kau pikir dunia kalian ini asli? Ini hanya dunia buatan penulis, yang tercipta dari kehalusan author sendiri. Kendra melihat bagaimana respon yang diberikan Vivian, sehingga dia bertanya; “Apakah aku sudah salah bicara?”


Vivian tidak menjawab, dan justru menatap dan memperhatikan pandangan mata Kendra, kenapa setiap kali dia memandang wajah Alpha ini selalu kelembutan yang ada disana? Wajah Kendra tampak sangat tenang, dan Vivian melihat sudut bibir pemuda ini juga terkadang tersenyum tipis, dan ketika dia berbicara suaranya terdengar sangat lembut.


Kendra melihat bahwa Vivian tidak memberinya respon apapun, melainkan seperti sedang menatap wajahnya dengan intens, jantung Kendra berdetak kencang lagi. Sehingga kedua tangannya berada di dagu dan tersenyum pada Vivian.


Kemudian Kendra berkata dengan lembut; “Bagaimana, aku tampan bukan?”


Hah?! Vivian tersentak kaget setelah mendengar perkataan Kendra, wajahnya mulai panas lagi sehingga rona merah muda di kedua pipinya pun tidak lepas dari pandangan Kendra.


Dia tersipu! Kemudian Kendra tiba-tiba bersorak dalam hatinya melihat pada Vivian, kupu-kupu seperti berdatangan di taman bunga, menikmati keindahan. Jikapun di masa depan Kendra benar-benar memiliki kelainan istimewa maka itu tidak akan jadi masalah.


Kemudian Kendra kembali mengingat omongan teman kelasnya tempo hari mungkin ada benarnya, Vivian memiliki potensi untuk tertarik pada Alpha. Tetapi itu tidak lama, setelah dia juga mengingat bahwa dia berasal dari keluarga yang taat hukum.

__ADS_1


Dasar peraturan, sialan!


Kendra kemudian merasakan tatapan dari Vivian, Rona merah di pipi gadis itu sudah hilang, pandangan mata Vivian tampak berbeda dengan yang tadi. Kemudian Kendra mendengar Vivian berkata; “Apakah kau begitu narsis? Mengapa aku harus mengakui mu tampan? Sedangkan diluar sana ada Omega yang tampan, selain itu mereka juga mengemaskan.”


Kendra  yang sedang minum cuka; “....Kau tertarik pada Omega?”


“Tidak tahu, tapi kalau aku bertemu yang sesuai dengan tipeku, aku akan memikirkannya lagi.”


Kendra kembali bertanya, pandangannya tidak lepas dari Vivian; “Lalu bagaimana dengan Alpha?”


Mendengar pertanyaan ini membuat Vivian berpikir sebentar lalu bertanya balik pada Kendra; “Mengapa kau memberi pertanyaan yang sama dengan Stella?”


Vivian merasa bahwa usianya masih belum tepat untuk memikirkan tentang hal ini, di dunia sebelumnya saja Vivian tidak pernah sekalipun menjalin hubungan, hidupnya di penuhi dengan belajar dan kerja paruh waktu.


Mendapatkan pertanyaan ini dua kali, Vivian bingung ingin menjawab seperti apa lebih tepatnya. Vivian tidak tahu apakah pemilik tubuh asli suka pada Omega atau justru mengikuti jejak pendahulunya, berakhir dengan sesama Alpha.


Jika tugasnya di dunia ini selesai, sistem akan mengirim Vivian kembali ke dunia aslinya. Jadi menurutnya percuma saja dia mulai mencarikan pasangan untuk Vivian asli di saat usia pemilik tubuh asli yang baru saja akan menginjak 17 tahun.


Jadi Vivian kembali berkata; “Untuk saat ini, aku tidak ingin memikirkan itu dulu. Aku baru akan mencapai usia dewasa, jadi aku rasa masih terlalu cepat untuk memikirkan aku ingin bersama siapa.”


Kendra mendengarkan ini dan tidak bertanya lagi. Biasanya Alpha atau Omega akan mulai memilih pasangannya pada usia 18 tahun, Artinya jika itu adalah Vivian, maka dia harus menunggu setahun lagi untuk mendapatkan jawaban yang pasti.


Tapi menunggu sampai akhir  tahun depan itu akan sangat lama, Kendra sendiri baru akan beranjak usia 18 tahun dalam tiga bulan kedepan, itu sekitar akhir bulan Maret atau awal bulan April.


Sementara itu, di rumah utama ternyata juga sedang di sibukkan dengan persiapan pesta besar,  Stella yang baru saja kembali dari sekolah memperhatikan bagaimana ramainya rumah karena persiapan ulang tahun Vivian.

__ADS_1


Diam-diam Stella mengabaikan pelayan yang memberi salam dan mengawinkan sang ibu. Dia langsung memasuk kamarnya, dan menggertakkan giginya. Rasa iri Stella muncul lagi, kemudian dia berkata; “Sialan! setelah menjadi Alpha dia mulai merebut semua milikku.”


__ADS_2