
Taman Mansion
"Aku sudah bisa mendengar detak jantungnya." Berkata David dengan lembut dimana telinganya memang sangat sensitif bahkan dia bisa tahu bagaimana keadaan bayi didalam perut Astein melalui zona persepsi monsternya.
"Bahkan dia sering menendang." Tersenyum Astein menambahkan.
"Kak David!" Berteriak berlari sambil melambai Merly menuju David.
"Ya Merly!" David membalas.
"Hehe coba lihat apa ini." Merly memperlihatkan sebuah botol kaca berisi cairan ungu tapi agak pudar dari pada racun pada umunya.
"Apa itu?" Bertanay David walaupun dia sudah tahu dari sistem.
"Ini jenis racun tapi bukan racun yang mematikan atau memberikan efek negatif pada manusia racun ini hanya berguna untuk serangga kecil saja." Jawab Merly tetap membanggakan penemuannya jika itu adalah racun.
"Apa bisa membunuh tikus tanpa membunuh tanaman?" Bertanya David.
"Bisa kak." Merly menjawab.
"Baiklah kalau begitu kamu buat yang banyak tapi cukup untuk mengusir tikus saja jangan sampai membunuhnya." Ucap David dengan rencana lain.
"Baiklah." Merly menjawab dengan sikap ala tentara tapi terkesan bercanda.
"Selartain!" Panggil David.
Selartain langsung muncul dihadapan David. "Ada apa Tuan?" Bertanya Selartain.
"Bisakah kamu mencari raja hutan 'itu' sebelum berangkat." David memberi misi lain selain berkelana keberbagai kota untuk menghabisi dan mengambil alih seluruh kekuatan milik guild assassin dan bangsawan Livius di Romulus Empire.
"Itu mudah tuanku." Selartain mengangkat gaunya untuk menujukkan hormat sebelum dia berubah menjadi kabut merah dan menghilang.
"Aku akan mengurus raja hutan itu besok minta semuanya untuk kembali dan beristirahat." Perintah David pada Virinda walaupun dia tidak terlihat tapi dia pasti tahu jika David memerintahnya.
"Kita juga Astein.. akan kuperkenalkan pelayan baru dan kepala pelayan baru mansion ini."David membantu Astein berjalan dengan Merly dibelakangnya.
Saat mereka sampai kedalam Mansion tepatmya menunu keruangan David dan dua puluh detik kemudian Teador dan Lousi masuk sambil menggunakan baju pelayan.
"Dia adalah Teador yang akan menjadi kepala pelayan dimansion kita dimana pun sedangkan Lousi akan menjadi pelayanmu selama kamu hamil dan melahirkan nanti Astein. " Ucap David memperkenalkan.
"Salam nona Astein salam nona Merly!" Mereka berdua memberikan salam.
"Apa tidak masalah?" Bertanya Astein saat melihat wajah galak milik Teador.
"Biarpun begitu dia dapat diandalkan." David mengurangi kekhawatiran Astein walaupun dia sebenarnya hanya merasa tidak nyaman dengan tatapan Teador yang tajam.
"Baiklah." Astein percaya pada David saja.
"Ah! iya Lousi! Kamu tunjukkan hasil latihan memasakmu selama beberapa bulan ini." David menyuruh Lousi untuk segera menyiapkan makan malam karena hari juga sudah hampir malam dan semuanya pasti akan kembali nanti.
__ADS_1
"Baik tuan kalau begitu saya permisi." Lousi memberi hormat sebelum pergi.
Malam hari Ruang makan mansion.
Semuanya sedang berkumpul untuk merayakan kembalinya David meskipun diantara mereka hanya tahu jika
David sedang keluar untuk latihan.
Sebuah pesta kecil didakan oleh semuanya untuk menyambut Selartain, Teador dan Lousi walaupun yang terlihat hanya seperti pesta untuk menyambut berganbungjya Selartain saja karena Teador dan Lousi berpakaian pelayan
dan melayani mereka.
Setelah makan malam selesai dan meja sudah dibersihkan atau sudah tidak ada makanan diatas meja lagi dan hanya ada semuanya David mulai membuka suara untuk masalah yang menimpa kota mereka.
"Jadi bagaimana keadaan kota?" Bertanya David dalam keadaan serius.
"Kota tetap menjalankan bisnis seperti biasanya tuan hanya saja beberapa hari lalu beberapa warga melaporkan jika mereka melihat segerombolan tikus yang dipimpin oleh makhluk besar dan memakan hasil panen tuan. " Berkata Tiger mengenai laporan kondisi kota.
"Lalu kenapa kalian tidak membereskannya." David mengetuk ngetuk meja dengan jari nya.
"Setelah munculnya monster tersebut sekarang dia hanya mengirim ribuan tikus kecil saja sedangkan dia bersembunyi tuan, berbagai cara sudah kita lakukan seperti membunuh tikus itu atau mengikuti mereka kesarang mereka tapi tidak menemukan monster yang mengendalikannya juga." Ucap Tiger.
"Hmm... Selartain bagaimana menurutmu?" Bertanya David dimana Selartain memiliki banyak informan dari kelelawarnya apa lagi jika dikawasan Devil Forest yang cenderung gelap.
"Itu mudah tuanku saya yakin besok anda akan mendengar keberadaan raja monster yang mengendalikan tikus tikus itu tuan tuan." Berkata Selartain dengan senyum penuh percaya diri.
"Tuan saya sudah menandai perjalanan saya tuan." Virinda tiba tiba datang berbisik pada David.
"Kamu akan berangkat besok malam setelah Selartain menemukan monster itu sedangkan kamu dan bawahanmu segera urus persediaan untuk mengambil alih properti mereka." Yang David maksud adalah para mata mata Livius Empire yang sudah membangun kekuatan bisnis mereka dikota kota besar bahkan sudah ada yang mulai membangun dikota Dragkolli.
"Baik tuan." Jawab Virinda.
"Baiklah semuanya sekarang waktunya istirahat, bubar semuanya." David berdiri dan meninggalkan ruang makan.
Semuanya juga akhirnya pergi dari ruang makan satu persatu sedangkan David menuju kekamar Astein setelah mampir ditoilet sebentar.
"Apa yang kau lakukan disini Merly?" Bertanya David saat melihat Merly sedang duduk ditempat tidur Astein sedangkan Astein berbaring sambil membaca buku.
"Merly yang selalu menemaniku selama aku hamil." Astein lah yang menjawab dan menyimpan bukunya.
"Begitu kah, jadi apa aku mengganggu kalian?" Bertanya David.
"Tidak kemarilah." Panggil Astein.
"Merly capek mau tidur." Merly sudah langsung rebahan David pun menyusul untuk berbaring diantara mereka dan istirahat.
...
Pagi hari ruangan David.
__ADS_1
Saat ini David sedang berada diruang kerjanya bersama Virinda yang berdiri disampingnya dan Selartain yang sedang berdiri didepannya.
"Bagaimana?" David bertanya pada Selartain tentang pemyelidikanya pada raja hutan.
"Saya sudah menemukannya tuan." Selartain menjawab dengan tersenyum.
"Baiklah antar aku kesana." David segera berdiri.
"Ini hanya makhluk lemah tuan kenapa harus tuan sendiri yang turun tangan?" Bertanya Selartain menahan David.
"Dia pintar, aku ingin melihatnya langsung." David lanjut berjalan.
"Baiklah tuan." Selartain berjalan mendahului lebih tepatnya mereka bertiga langsung menghilang dengan kecepatan penuh untuk sampai ditempat yang dimaksud.
Setelah mereka memasuki hutan iblis atau
Devil Forest dan melewati berbagai binatang buas level atas akhirnya mereka tiba ditempat yang ditunjukkqn oleh Selartain.
"Ini tempatnya tuan." Selartain menunjuk kearah gua yang lebih mirip lubang kebawah tanah dan memiliki banyak rumput diatasnya.
"Memang aku merasakan ada monster besar disini." David berjalan masuk.
Setelah David hampir melangkah memasuki lubang sesuatu seperti cambuk langsung menyerangnya tapi cara menyerangnya seperti tombak yang menusuk. David dengan mudah membelokkannya tapi sebuah suara tiba tiba datang.
"Yo manusia apa kalian sudah bosan hidup?" Suara yang mengerikan datang dan menampakkan wujudnya saat melompat kehadapan David. Tingginya mencapai dua meter dan memiliki badan yang besar serta ekor panjang dan runcing.
[Hamster (monster spirit)
Level 200
Hp 200.000/200.000.]
"Hamster?" Bergumam David tapi dapat didengar oleh momster didepanya.
"Ha! Kamu mengetahui nama jenisku apa kau pernah bertemu dengan monster sejenisku?" Tiba tiba suara monster didepan David yang lebih mirip Hamster menjadi suara imut.
"Ya, temanku pernah memeliharanya" ucap David memalingkan pandanganya. 'Padahal adikku sendiri yang memeliharanya itu adalah hewan yang dibelikan oleh ayah sebelum meninggal' lanjut batin David.
...----------------...
Follow
IG : Razaatmaja03
Info lengkap silahkan masuk kegrup.
...----------------...
Alfa_RZ : malas banget up, pembaca nggak peka -_-
__ADS_1