Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 185, Kamu hamil kan?


__ADS_3

Kapal pesiar


David segera menghentikan Virinda yang sudah tampak geram dari tadi dan mulai ingin bertindak.


"Begini saja kami minta maaf atas kecelakaan tadi bagaimana kalau kami mengganti kerugian anda dengan uang." Lily segera membuka suara karena melihat Virinda yang ingin bertindak dan sepertinya David juga agak tidak sabaran.


"Ha! Kau pikir kau bisa menggantinya? Tapi kau juga lumayan cantik, jika kau ikut denganku aku akan memperlakukanmu dengan baik loh." Ucap pria besar tersebut tersenyum aneh.


"Oi pak tua, dari tadi aku bersabar mendengarkan ocehanmu sebagai permintaan maaf tapi kau berani memandang istriku dengan tatapan mesum apa kau ingin kubunuh."David tiba tiba mengeluarkan auranya.


Seandainya ini adalah kapal biasa mungkin pria ini sudah menjadi daging cincang tapi ini merupakan kapal besar pasti penjagaan dan hukumannya pasti akan sangat berat saat membunuh diatas kapal.


"Aura ini! Cih- hngh! Kau pikir kau sudah hebat ha?! Semuanya hajar dia!" Beberapa orang yang mengikutinya tiba tiba mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanan mereka dan siap bertarung.


"Bodoh." Ucap David kecil.


"Serang!" Teriak pria besar tersebut.


"HENTIKAN SEMUANYA!" Tiba tiba datang beberapa orang tinggi dan menghentikan orang orang yang ingin menyerang David.


David sengaja tidak mengeluarkemua auranya agar pria besar tersebut menganggap dapat menganggap dapat mengalahkan David dan memilih untuk menyerangnya dan akhirnya semua berjalan sesuai rencana dimana para pengawal kapal datang, jika David mengeluarkan semua auranya untuk menekan pria tersebut bisa dipastikan dia mati ditempat.


"Apa kalian tidak membaca peraturan kapal, bagi siapapun yang melakukan pertarungan diatas kapal tanpa izin penjaga maka akan diusir dari kapal!" Ucap penjaga. "Tangkap mereka yang menggunakan senjata!" Teriak penjaga.


"Baik!" Semua penjaga segera menangkap orang orang yang ingin menyerang David.


"Kami akan mengurungnya dan menurunkannya saat sampai dipelabuhan terdekat, maaf atas ketidak nyamanannya dan silahkan nikmati pelayaran anda." Ucap pemimpin penjaga kapal pada penumpang sekitar.


"Apa tidak apa apa melepaskannya begitu saja tuan?" Bertanya Virinda karena jelas ini bukan sifat tuannya.


"Tentu saja tidak, dia berani menghina istriku maka dia harus menerima hukuman langsung dariku." Ucap David yang geram tanpa berniat meminta bantuan Virinda.


...


Ibu kota Romulus Empire


Istana kerajaan


"Yang mulia, jenderal Dark sudah meninggalkan wilayah Romulus." Lapor seorang kesatria berlutut pada raja Artur.


"Ais anak muda sekarang terlalu gegabah, Magiccary Empire memang merencanakan sesuatu, dan David menyadari itu tapi.. belum tiba saatnya dia bertindak, kuharap dia bisa kembali hidup hidup." Ucap raja Artur memijat keningnya.


"Jadi, apakah berita itu sungguhan yang mulia? Tentang Magiccary Empire yang berniat memberontak tujuh kerajaan."


"Jenderal Salamo!" Raja Artur meninggikan suaranya dan memanggil nama kesatria yang sedang bertanya.


"A-ada apa yang mulia?"


"Ini masih belum waktunya kamu terlibat, sebaiknya kamu tetap diam untuk sementara."


"Baik yang mulia."


...


Angse City (wilayah keluarga Vermilion)

__ADS_1


"Sepertinya ini sudah tidak bisa disembunyikan lagi." Ucap Stella menghembuskan napas panjang sambil mengelus perutnya yang sudah mulai membesar.


Seorang pelayan tiba tiba datang saat Stella bersantai di taman mansionnya yang baru saja selesai ia bangun.


"Nona, nyonya memanggil anda." Ucap pelayan tersebut.


"Sudah waktunya yah, baiklah antar aku ketempat ibunda." Ucap Stella berdiri.


"Silahkan lewat sini."


Stella mengikuti pelayan tadi sebelum akhirnya tiba diruang kerja nya sendiri dimana ibunya sudah berada disofa tamu yang ada diruangan.


Stella memberikan kode kepada pelayan tadi untuk pergi sebelum menutup pintu.


"Selamat siang ibunda." Ucap Stella memberi hormat.


"Duduklah." Ibu Stella mempersilahkan Stella untuk duduk tapi jelas dia sepertinya sedang menahan sesuatu.


"Ada apa ibunda memanggil Stella?" Stella langsung bertanya.


"Stella, kamu hamil kan?" Bertanya ibunya.


"..." Stella hanya mengangguk kecil.


"Apa kau tahu? Kamu itu bangsawan Stella, pikirkanlah apa kata orang lain saat melihatmu hamil tanpa suami seperti ini!"


"Maafkan aku ibunda."


"Meskipun jatuhnya sembilan puluh persen kota kita sudah merupakan hal yang sangat memalukan tapi setidaknya jangan menambahnya lagi."


"Maafkan aku."


"..." Stella tidak menjawab.


"Siapa ayahnya?"


"Jenderal David." Jawab Stella.


"Oh jenderal termuda dan meraih banyak prestasi untuk kerajaan, benar benar pilihan yang bijak yah Stella ... kau pikir aku akan memujimu seperti itu?"


"..."


"Kau tahu prestasi pertamanya adalah membunuh lebih dari sepuluh ribu manusia dimedan perang kau pikir itu normal? Hanya pedang pembunuh yang dapat melakukannya, jenderal Dark tidaklah lebih dari pedang bagi kerajaan, jika dia melakukan sesuatu yang janggal maka dia akan segera disingkirkan, kau mengerti kan Stella."


"Tapi Ibunda-"


"Oh kau bisa menggugurkannya."


"Aku tidak akan melakukannya."


"Hm?"


"Ini adalah bukti bahwa aku memiliki David, meskipun aku siap untuk menggugurkannya David tidak mungkin setuju jadi aku akan menjaganya." Ucap Stella kekeh.


Berkat tekad putrinya itu, ibu Stella sedikit luluh dan kembali duduk dengan tenang.

__ADS_1


"Sebenarnya aku tidak membencinya apa lagi aku masih berhutang budi padanya hanya saja dia benar benar pria brengs*k yah, Stella kau adalah anak yang pintar, kau tahu apa yang akan kau hadapi jika melahirkan anak itu bukan?"


"Saya mengerti ibunda."


"Baiklah kalau begitu kuserahkan segalanya padamu, mungkin sudah saatnya orang tua sepertiku ini untuk beristirahat dari dunia seperti itu dan menikmati kemewahan yang ada." Ucap ibu Stella sebelum meninggalkan ruangan.


Tentu saja Stella sangat sadar dengan bahaya jika bersama David, bukan hanya para bangsawan yang mungkin menentang hubungan mereka tapi juga banyak bahaya lain seperti banyak orang yang David singgung, David juga selalu membahayakan nyawanya.


...


Kembali ketempat David dimana setelah berlayar hampir satu minggu akhirnya tiba disebuah pelabuhan milik Archipelago Empire, selain untuk menurunkan beberapa penumpang yang bermasalah juga sekalian untuk beristirahat.


Meskipun diperjalanan kapal sering berjumpa dengan monster laut tapi semuanya dapat ditangani dengan mudah oleh penjaga kapal.


Beberapa orang yang menyinggung David telah menjadi target perburuannya meskipun begitu David belum begerak sama sekali selain mengawasi karena masih berada diatas kapal dan David tidak ingin mendapatkan masalah yang lebih merepotkan.


Karena kapal berhenti cukup lama untuk beristirahat akhirnya David memiliki waktu untuk tetap mengikuti laki laki kemarin setelah turun dari kapal dan memasuki kota pelabuhan.


Yang ikut bersama David hanyalah Virinda sedangkan Lily dan Merly tetap berada didalam kapal.


"Sial kenapa aku harus turun disini sialan!" Laki laki terlihat seperti bos yang terus diikuti oleh David terus menggerutu sejak turun dari kapal.


"Semua ini gara gara orang itu bos." Bawahannya menanggapi.


"Sial jika bertemu dengannya lagi aku akan membunuhnya." Ucap bos tersebut.


"Oh siapa yang ingin kau bunuh?" Bertanya David mengagetkan bos tersebut.


"Hm? Kau! Kau orang yang dikapal! Sialan semuanya bunuh dia!" Tanpa memperhatikan sekitar bos itu langsung memerintahkan anak buahnya untuk menyerang.


"Bos tahan dulu." Seorang anak buahnya menyadari keanehan ditempat tersebut.


"Apa!?" Bertanya bos itu.


"Coba bos lihat sekitar, sekarang kita sedang berada ditengah kota tapi semua orang seperti tidak melihat kita." Ucapnya menjelaskan.


".. apa yang telah kau lakukan!?" Berteriak bos tersebut pada David.


...----------------...


Thank you banget untuk donatur mingguan tercinta. ♡


-Ristan Unariga


-Gerald


-Lucifer


-Lutfan


Dan thank you untuk rank umum para Donatur


-Xn


-Ma'ke Seto

__ADS_1


-Zefaanatasya_


-[M.S.R]


__ADS_2