
Dua minggu kemudian para warga pengungsi mulai menyesuaikan diri di lima kota baru yang David namai Blue Lake City yang memiliki lima petak di mulai dari kota satu hingga kota lima.
Sistem pemerintahan di pilih dari pemimpin kota lama salah satu nya adalah pemimpin kota Vulgata City, semua di atur agar dapate berjapan layak nya kota normal meskipun itu mustahil dalam waktu singkat namun Marquess Erik Von Lugard membantu agar warga dapat beraktifitas dengan tenang.
Beberapa perajurit di tugas kan dan di tempat kan di Blue Lake City untuk berjaga karena lima kota tersebut secara resmi telah terdaftar di kerajaan romulus meskipun luas nya masih setara dengan luas kota berpangkat Town.
...
Green Luck City
Mansion Dark Dragon
"Semua nya berkumpul kan." Ucap David memastikan.
"Semua telah hadir memenuhi panggilan tuan!" Ucap ke lima pimpinan pasukan David secara bersamaan.
"Aku memanggil kalian di saat seperti ini tentu bukan untuk bersantai, saat ini tujuh kerajaan mendapatkan serangan yang sangat parah dari benua iblis, untung nya beberapa bulan lalu tujuh kerajaan sudah memanggil pahlawan yang kemudian menahan pasukan iblis itu." Jelas David yang keadaan mulai menjadi serius.
"Seandai nya tidak ada pahlwan maka nasib kerajaan sudah dapat di tentukan tuan." Ucap Tiger.
"Wilayah wilayah perbatasan akan di kuasai iblis, perajurit di bantai, warga di makan dan yang bertahan hanya lah ibu kota, itu pun jika perajurit kerajaan memiliki kekuatan tempur yang memadai." David menyambung ucapan Tiger.
"Sangat tragis tuan." Ucap Tiger.
"Maka dari itu harus ada seseorang yang menghentikan perang ini atau situasi tidak akan membaik dan benua ini akan musnah." Ucap David.
"Bukan kah pahlawan bisa menjaga benua ini dan membunuh raja iblis tuan?" Ucap Bord.
"Tujuh pahlawan di lengkapi dengan skill serta kekuatan yang sangat dahsyat, aku tahu itu tapi.. kekuatan raja iblis adalah sesuatu yang masih misterius dan sampai saat ini dia belum juga menampakkan diri nya." Ucap David.
"Jika terus seperti ini akan ada lebih banyak korban lagi." Ucap Tiger mengerti akan maksud David.
"Ya, jika pasukan iblis hanya muncul di perbatasan maka tidak ada masalah tapi mereka terkadang muncul di wilayah kerajaan, contoh nya yang waktu itu muncul di wilayaha keluarga Lugard tidak jauh dari kota ini." Ucap David.
__ADS_1
"Jadi apa yang harus kita lakukan tuan?" Bertanya Lily.
"Maaf tapi seperti nya aku harus memaksa kalian kali ini." Ucap David berdiri dari tempat duduk nya.
"Maksud tuan?" Bertanya Tiger karena seharus nya David tahu bahwa mereka selalu siap mendapatkan perintah dari David.
"Kita akan ke benua iblis." Jawab David.
"..." Semua nya langsung diam.
"Kenapa, kalian takut kah?" Bertanya David.
"Tidak tuan, tapi bukan kah ini terlalu berbahaya, jika anda ingin menuju benua iblis maka biarkan kami saja yang ke sana." Ucap Tiger segera.
"Hm.. masalah nya adalah jendral harus selalu ada di medan perang, tepi tenang saja aku sudah menyiapkan sepuluh ribu perajurit siap tempur, aku tidak tau itu cukup atau tidak tapi setidak nya dengan perlengkapan kita aku yakin kita bisa mengumpulkan informasi yang cukup untuk kemenangan umat manusia ini." Ucap David tersenyum.
"Jadi itu alasan tuan mengumpulkan perajurit di kota Dwarf." Ucap Tiger.
"Tapi bukan kah mengirim pasukan dalam jumlah kecil itu jauh lebih baik jika ingin mengumpulkan informasi tuan?" Bertanya Moar.
"Moar." Ucap David pelan.
"Maaf tuan." Moar segera meminta maaf karena merasa bersalah telah mempertanyakan keputusan David.
"Meskipun ini misi untuk mematai matai benua iblis tapi sebenar nya masih ada tujuan lain dari misi ini." Ucap David.
"Apa itu tuan?" Bertanya Moar.
"Jika kita menemukan celah di benua iblis maka kita harus segera membangun pangkalan militer dan memperlihatkan kekuatan kita di sana, setidak nya jika ada jalan damai maka aku akan memilih jalan itu." David bermaksud untuk membuat benua iblsi lebih memilih damai dari pada melawan umat manusia.
"Tapi bukan kah itu memerlukan kekuatan yang biasa tuan?" Ucap Tiger yang merasa setidak nya perlu kekuatan yang setara drngan pahlawan untuk meneror ras iblis, Tiger sudah paham kekuatan ras iblsi setelah pertempuran di kota pelabuhan kemarin.
"Jadi menurut mu perajurit yang kita latih selama ini hanya lah sekedar pajangan?" Bertanya David yang sedikit tidak menyukai pertanyaan tersebut.
__ADS_1
"Maaf tuan." Ucap Tiger segera meminta maaf karena tahu David yidak menyukai hal tersebut setelah melihat ekspresi nya.
"Memang apa yang kau katakan ada benar nya tapi dalam misi ini bukan lah misi bunuh diri kita dapat mundur jika merasa di rugikan dalam medan tempur." Ucap David.
"Saya mengerti tuan." Tiger mengangguk paham.
"Aku tahu aku egois dan memaksa kalian tapi saat ini hanya itu pilihan yang dapat aku ambil." Ucap David kembali duduk.
"..." Semuanya diam tidak lagi membantah meskipun sebenar nya ingin mengatakan bahwa mereka akan menuruti segala perintah David.
"Kita akan berangkat besok menuju kota Dwarf sebelum matahari terbit." Ucap David.
"Sial tuan!" Semua menjawab.
"Pertemuan selesai kalian bisa bubar." Ucap David menyandarkan tubuh nya pada kursi empuk nya untuk merilekskan pikiran nya.
"Baik tuan! Kami pamit."
Semua nya pun meninggalkan ruangan kecuali David dan Virinda.
"Apa benar ini pilihan yang tepat?" David bertanya dengan suara kecil pada diri nya sendiri.
"Apapun pilihan tuan, saya akan tetap mengikuti tuan kemana pun itu." Ucap Virinda menyentuh kedua telinga David dari belakang dan membuat mata mereka saling bertatapan.
"Jika kau tidak ingin ikut maka kau boleh tetap tinggal Virinda." Setidak nya David tetap mengutamakan orang terpenting dalam hidup nya dan berharap agar Virinda tidak menuju tempat berbahaya.
"Tuan.. Virinda tau betul sifat tuan, tuan selalu bertindak berdasarkan keinginan tuan meskipun itu adalah perintah raja tuan tetap melakukan semua tugas setelah melalui pertimbangan, tuan adalah orang yang tidak akan menjadi alat siapa pun namun tuan tetap membutuhkan alat, maka dari itu saya akan menjadi alat yang berguna bagi tuan." Ucap Virinda tersenyum.
"Aku sudah pernah mengatakan nya, kau adalah pelayan ku bukan alat ku." Ucap David yang membedakan ke dua hal tersebut.
Virinda hanya membalas nya dengan senyum.
'Aku tau tuan David menyelamatkan ku waktu itu karena melihat ku sebagai keturunan Shadow Assassin, tuan hanya membutuhkan alat saja, namun meskipun setelah mengetahui hal tersebut aku masih tetap ingin mengabdi dan mempersembahkan jiwa ku untuk tuan.' Batin Virinda.
__ADS_1