Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 237, Sosok yang tidak David mengerti


__ADS_3

Benua Gardarik


Setelah satu minggu akhir nya coldown skill Gate David telah habis dan ia pun langsung membuka teleportasi menuju Dragkolli City bersama Virinda, Celina dan Celicia.


Namun saat sampai, kota tersebut telah sepi dan hanya ada beberapa kelompok pasukan serigala saja yang terus berkeliling dan memantau kota atau lebih tepat nya menjaga nya.


"Apa yang terjadi di sini tuan?" Bertanya Celina.


"Apa yang terjadi selama kita pergi?" Sambung Celicia bertanya.


'Wolf kau di mana?' David tidak menjawab pertanyaan Celina dan Celicia serta memilih untuk menghubungi Wolf.


'Saya segera kesana tuan.' Ucap Wolf yang rupa nya sedang dalam perjalanan menuju mansion saat merasakan keberadaan David.


Tidak butuh waktu lama setelah Wolf menjawab, Wolf langsung muncul di depan mansion tepat nya di depan David.


"Jelaskan apa yang terjadi selama aku pergi Wolf?" Ucap David memerintah.


"Baik, semua ini di mulai saat ratusan ribu bahkan jutaan pasukan iblis menyerang ke berbagai kerajaan, seluruh penduduk kota yang di anggap berbahaya langsung di pindah kan menuju kota yang lebih aman tuan termasuk kota Dragkolli." Jawab Wolf menjelaskan.


"Lalu kemana mereka mengungsi?" Bertanya David.


"Ke Green Luck City tuan." Jawab Wolf.


"Tuan, seperti nya nona Astein meninggalkan surat." Ucap Virinda yang datang dari dalam mansion membawa surat.


"Hm?" David mulai membaca surat Astein yang isi nya menjelaskan tentang situasi kerajaan saat ini dan di akhir mereka mengatakan mereka baik baik saja.


"Kita berangkat menuju Green Luck City, Wolf tetap pimpin pasukan serigala untuk menjaga kota dan ladang warga." Ucap David meskipun sudah ada Alpha Drone yang menjaga kota.


David hanya tidak ingin ada bandit yang memanfaatkan situasi dan merampok ladang warga jadi membiarkan serigala menjaga nya jauh lebih aman dan serigala dapat melarikan diri jika bertemu dengan pasukan iblis.


"Baik tuan." Jawab Wolf.

__ADS_1


"Dan juga ini sudah hampir panen, jika di tinggalkan maka usaha warga selama beberapa bulan ini akan sia sia, Rising Skeleton, Rising Death Knight." Ucap David kemudian memanggil sepuluh ribu undead dan sepuluh Death Knight yang langsung memenuhi kota.


"Untuk apa tuan memanggil pasukan sebanyak ini saat Alpha Drone bisa melindungi kota dengan lebih baik?" Bertanya Virinda.


"Pasukan Skeleton sama sekali tidak berguna dalam pertempuran, selain bodoh mereka juga lemah jadi kurasa mengurus ladang mungkin masih bisa mereka kerjakan jika di pimpin oleh death knight." Ucap David menjawab pertanyaan Virinda.


'Ah.. ternyata class Necromancer bisa seperti ini.' Batin Celina dan Celicia -_-


"Kita berangkat menuju Green Luck City." Ucap David memegan tangan Virinda bersiap untuk teleportasi ke Castile Disaster yang ada di atas mereka.


"Baik tuan." Jawab Virinda.


"Kalian berdua pergi ke wilayah Vermilion lindungi Stella dan Eris, aku akan mengirim Teador kesana nanti." Ucap David memberi perintah pada Celina dan Celicia sebelum berteleportasi keatas Castile Disaster.


"Baik." Jawab Celina dan Celicia meskipun David sudah tidak ada di depan mereka.


Castile Disaster langsung melaju dengan cepat menuju Green Luck City, meskipun bisa di katakan ini bukan lah kecepatan maksimal nya namun entah kenapa David hajya dapat membuat nya secepat ini padahal dulu Castile Disaster dapat melaju bahkan sampai membela dimensi.


Tidak butuh waktu lama akhir nya David dan Virinda mendarat di Green Luck City yang jelas terlihat banyak yang mengantri untuk masuk ke dalam kota dan ada juga yang membuat pondok di luar tembok.


Saat David mendarat, Tiger langsung menghampiri nya bersama dengan Lily.


"Tuan David, syukurlah anda datang." Ucap Tiger.


"Bagaimana keadaan Astein dan Dastein?" Bertanya David yang tentu jauh lebih memprioritaskan istri dan anak nya.


"Nona Astein dan tuan muda Dastein baik baik saja tuan." Jawab Tiger.


"Lalu Merly kemana?" Kembali David bertanya.


"Sedang membantu di penginapan tuan Herly karena di sana ada banyak pengungsi yang di biarkan tinggal secara geratis jadi nona Merly sedang membantu ayah nya tuan." Jawab Tiger menjelaskan.


"Hm, bagaimana situasi penduduk?" David bertanya lagi.

__ADS_1


"Untung nya kami berhasil menenangkan warga meskipun sedikit namun mereka akhir nya dapat tenang." Jawab Tiger.


"Mau bagaimana lagi, ini adalah wilayah perbatasan yang jauh dan membutuhkan waktu satu minggu jika pahlawan ingin ke sini tentu saja para warga sangat khawatir, segera umumkan besok aku akan berangkat menuju kota pelabuhan untuk membasmi iblis yang ada di sana." Ucap David memberi perintah.


Bukan nya berbangga diri namun David sadar akan posisi nya saat ini, sebagai jendral yang cukup di segani akan kekuatan nya, David memiliki tugas untuk membasmi apapun yang mengganggu ketenangan warga dan dengan keluar nya pengumuman ini pasti warga akan menjadi lebih tenang.


"Tapi tuan, bukan kah menunggu pahlawan jauh lebih aman?" Tentu Tiger tidak mengizinkan hal tersebut dan mengkhawatirkan David dan pasukan yang lain nya.


"Tenang saja, aku akan berangkat sendiri." Ucap David.


"Justru itu yang lebih berbahaya tuan, jika tuan David memaksa untuk pergi maka saya juga akan ikut." Ucap Tiger.


"Lily juga tuan." Sambung Lily.


"Kalian berlima memiliki tugas masing masing di sini lagi pula seharus nya kalian sedikit mempercayai kekuatan leader kalian." Ucap David seakan mengingatkan perjuangan mereka saat masih membangun guild dari kecil hingga memiliki kota yang mereka kuasai dan cukup di segani di seluruh benua.


"Saya tidak bermaksud meragukan kekuatan tuan, tapi jika kami terus berada di belakang tuan kapan kami akan berkembang tuan." Ucap Tiger.


"... baik lah, ber siap lah kita akan berangkat setelah pengumuman di umumkan." Ucap David.


"Bukan kah tuan berkata besok?" Bertanya Tiger memastikan.


"Aku ragu para iblis masih ingin berada di sana setelah mendengar aku akan datang besok jadi sebaik nya kita berangkat hari ini juga dan membiarkan berita tersebar aku akan berangkat besok." Ucap David tersenyum sedikit bercanda.


"Tuan David memang hebat, selalu bisa melihat ke masa depan." Ucap Tiger kagum padahal David hanya bercanda.


"Siapa yang kau katakan bisa melihat masa depan, aku bukan robot rakun yang bisa melihat masa depan." Ucap David.


"Tuan?" Tiger dan Lily bingung.


"Sudahlah, cepat laksanakan apa yang aku katakan tadi dan segera bersiap." Ucap David.


"Maaf tuan, kami akan mengedarkan pengumuman ini." Jawab Tiger kemudian berjalan pergi bersama Lily.

__ADS_1


"Apa menurut tuan ini adalah serangan penuh dari raja iblis?" Bertanya Virinda.


"Entah lah, raja iblis adalah sosok yang tidak aku mengerti sama sekali." Jawab David.


__ADS_2