Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 127, Restoran Cabang


__ADS_3

Green Luck City


"Kenapa kak?" Merly bertanya tapi David lebih dulu menariknya.


"Dikota ini yang berkuasa adalah Erik Lugard meskipun dia adalah orang yang menyebalkan tapi dia juga orang yang dapat diandalkan tentu dia tidak akan membiarkan sekelompok anak kecil mengemis seperti ini dikotanya pasti ada sesuatu yang salah." Ucap David.


Memang iya karena setahu David, Erik Lugard selalu menjamin panti asuhan dan memungut anak yang terlantarkan juga semua warga penduduk pasti memiliki ekonomi yang baik jadi sangat jarang akan ada anak yang mengemis.


"Maksud kakak para anak anak ini sedang dimanfaatkan." Tentu Merly tahu apa yang sedang dipikirkan oleh David.


"Virinda." David memanggil Virinda meskipun dia sudah menyuruhnya untuk tetap dimansion dan bahkan tidak merasakan hawa keberadaannya sama sekali tapi dia memiliki firasat jika Virinda sedabg mengikutinya.


"Maaf tuan." Benar saja Virinda langsung tiba didepan David dengan berlutut.


"Sudahlah tolong kamu urus anak kecil itu." Maksud David adalah cari informasi tentang mereka.


"Baik tuan." Ucap Virinda sebelum kembali menghilang.


David lebih memilih untuk melanjutkan perjalanan kerestoran Monetti karena urusan anak kecil tadi sudah diserahkan pada Virinda.


Singkat cerita saat David dan Merly tiba direstoran Monetti mereka langsung masuk saja dan disambut oleh seorang pelayan.


"Selamat datang tuan, meja untuk berapa orang?" Sambut pelayan tersebut bertanya dengan tersenyum.


"Dua saja."


David memang biasanya langsung memesan ruangan Vip tapi yang ia tahu adalah restoran Monetti yang ada dikota pelabuhan tidak pernah menyediakan ruangan Vip mungkin saja disini juga tidak, mungkin sesekali merasakan makan diruangan yang hiruk pikuk bisa membuat kita membuang sedikit pikiran lelah.


"Silahkan ikuti saya tuan." Pelayan tersebut segera mengantar David dan Merly.


"Benar benar ramai yah." Gumam David melihat semua meja sudah benar benar penuh dan untungnya dia masih memiliki meja yang tersisa.


"Mereka berlomba lomba untuk memcicipi makanan khas Fertiland Empire tuan, kami menyediakan nasi juga berbagai olahan ikan segar, apa tuan ingin mencobanya?" Bertanya pelayan tersebut.


"Wah serius!? Oke aku pesan nasi dengan sup cumi juga kepiting, kau mau makan apa Merly?" David tentu tidak menahan diri setelah mendengar nasi karena cukup lama saat dia terakhir kali memekan nasi diFertiland Empire.


"Merly samain saja dengan kak David, Merly juga ingin mencoba apa yang dimakan kak David." Merly ikut David saja.

__ADS_1


"Baiklah.. pelayan tolong yah."


"Baik saya akan segera mengantarkan pesanan anda tuan." Pelayan tersebut undur diri.


Memang ciri khas restoran Monetti dimana semua orang hanya duduk dilantai dengan meja dihadapan mereka tentu ini seharusnya tidak akan menarik perhatian bangsawan karena selain harus duduk dilantai mereka juga harus duduk bersama dengan rakyat biasa tanpa adanya ruangan Vip.


Saat sambil menunggu pesanan David sekelompok orang yang tidak kebagian tempat dan melihat tempat David masih kosong langsung menyerepet saja dan duduk didekatnya.


"..." David mengernyit begitupun Merly.


"... Masih tidak ingin menyingkir! Jika aku duduk disini itu artinya kalian harus menyingkir!" Seseorang diantara empat laki laki dan satu perempuan tersebut berteriak membentak David.


'Level mereka bahkan masih dilevel lima puluhan apa mereka bodoh? Merly kau tahu siapa mereka?' David lebih memilih untuk bertanya pada Merly dan tidak menjawab orang didepannya.


'Semua petualang yang ada diGreen Luck City tahu aturan mungkin mereka hanya petualang dari luar yang ingin ikut perburuan dungeon.' Merly menjawab.


'Dungeon kah? Berarti raid yang akan dipimpin oleh Mark akan datang.' David menyimpulkan karena seperti raid pertamanya memang dungeon di Green Luck City selalu mengundang banyak petualang dari luar untuk mengikuti raid.


Bom!


"Oi kau dengar kah!? Oi jangan mengabaikanku bocah!" Dia malah tiba tiba menggebrak meja.


"Sudah kubilang kau menyingkir dari meja kami." Dia mengulangi.


"Apa kau buta kah? Dari awal aku sudah duduk lebih dulu disini." David sudah berusaha keras untuk menahan.


"Oi apa kau tidak tahu siapa kami ha? Kami adalah party rank C, jika bukan karena bantuan kami maka para petualang kota ini pasti tidak akan bisa mengalahkan boss dungeon, atau lebih tepatnya mereka adalah pecundang yah? Hahaha!" Dia malah tertawa bersama teman temannya.


Tentu ucapannya langsung mengundang amarah dari beberapa petualang yang memang sedang duduk menikmati makan karena meja David dari tadi memang sudah selalu diperhatikan oleh yang lain akibat keributan tersebut.


"Oh aku pikir tadi siapa ternyata hanya kecoak." David berbicara dengan mengekuarkan dua puluh persen auranya tertuju pada lima orang didepannya.


"Ek u apa ini! Akh."


"Aku tidak bisa bergerak."


"Sebaiknya kalian keluar sebelum aku tendang." Tentu David memberikan kembali peringatan setelah menarik kembali auranya yang memang masih cukup untuk menakuti petualang didepannya.

__ADS_1


"Kau pikir aku takut ha!?" Dia malah mengekuarkan pedangnya begitu terlepas dari aura David.


Prang!... trak..


Pedangnya langsung pecah karena diremas oleh tangan kiri David yang sudah berubah menjadi Dragon Hand.


"Apa sekarang kau tahu siapa lawanmu?" Tersenyum David melihat wajah ketakutan kelima petualang didepannya, yang tadinya benar benar arogan sekarang hampir mengeluarkan batu matanya karena terkejut.


"D-dragon hand- guild Dark Dragon?" Gumam pemimpin mereka.


"Kami minta maaf kami akan segera pergi dari tempat ini tuan! mohon ampuni kami." Mereka malah langsung bersujud.


David memgibaskan tangannya pertanda mereka sudah boleh pergi dan mereka tantu tanpa menahan diri langsung meluncur keluar.


"Wuahahaha! wajah mereka benar benar lucu hahaha!" Merly tertawa keras sambil memegangi perutnya saat para petualang tadi telah keluar.


"Tuan maaf atas keributan tadi ini pesanan anda." Seorang pelayan menghampiri David dengan meminta maaf karena tentu mereka juga sudha mengenal siapa David cukup dengan melihat tangannya saja.


"Merly makanlah." David mulai perlahan memakan suapan demi suapan untuk menikmati makanannya.


"Enak." Ucap Merly.


"Hehe yah kan." David cukup bangga saat Merly memakan nasi dan mengatakan enak.


"Bukan nasinya tapi kepitingnya kak."


"Ek-" Bagaikan paku yang dipukul palu David langsung mematung.


"Nasinya lengket lengket Merly nggak suka." Ucap Merly berusaha mengunya nasinya.


"Memang iya ini agak lengket karena cara pengolahan restoran ini tidak sebaik di Fertilan Empire tapi jika pengolahan nasi menjadi lebih baik tentu rasanya akan berbeda." David berusaha menaikkan kembali mod makan Merly.


"Oh." Singkat padat dan tidak jelas.


"Cobalah untuk menuangkan sup kedalam mangkuk nasimu maka rasanya akan berbeda." David memperagakan acara makan yang berbeda.


"Baiklah akan Merly coba."

__ADS_1


Begitulah acara makan siang mereka yang penuh dengan kemacetan tapi membuat hari menjadi lebih tidak membosangkan, sungguh hari hari yang indah, yah benar benar indah sebelum memikirkan akan adanya bencana perang besar.


__ADS_2