
"Kenapa gelasnya dibuang!?" David bingung dan berteriak.
"Ah maaf maaf aku kesal saja seharusnya aku bisa hidup bersama orang tuaku tapi gara gara bencana itu mereka malah meninggal, untuk gelasnya kau cukup kaya kan? Kurasa membuang satu gelas bukan masalah bagimu." Jelas Aron.
"Terserahlah." David pasrah meskipun gelasnya sangat mahal karena dilengkapi dengan pendeteksi racun.
{TL note: lihat novel Batle Of Hunter untuk lebih jelasnya mengenai kisah Aron, kali ini dia menjelaskan seluruhnya pada David tapi karena kepanjangan itu bisa memakan banyak chapter dan ceritanya gak seru, jadi skip aja.}
"Hm jadi saat kalian bertarung melawan sosok itu kalian hampir dibantai dan dikirim kedunia ini." Ucap David merangkum akhir dari cerita Aron.
"Begitulah."
"Apa kau tidak ingin kembali?" David bertanya.
"Yah selama masih ada mereka bersamaku didunia manapun boleh karena aku hanya punya mereka sebagai keluarga namun berbeda dengan timku beberapa dari mereka memiliki keluarga Jadu aku sedikit khawatir." Jawab Aron.
"Hmm siapa yang membuatmu paling khawatir?" David bertanya lagi.
"Ee.. kurasa Alex yah, dia itu meskipun hanya memiliki skill pendukung dan terlihat alay tapi sangat menyeramkan saat marah aku takut dia menimbulkan masalah." Aron membuang napas berat.
"Apa ada lagi?" David tidak ingin menghentikan pembicaraan meskipun ia merasa sedikit familiar dengan Alex serta sifat yang Aron sebutkan.
"Kurasa Candra."
"Pahlawan penempa?"
"Iya dia saat ini usianya masih empat belas tahun aku harap dia baik baik saja." Aron malah tambah pusing dan David memilih untuk berhenti bertanya.
Setelah sekian lama mereka tidak berbicara dan entah sudah berapa gelas jus yang mereka berdua habiskan Dastein tiba tiba datang.
"Apa ayah sedang lomba minum?" Bertanya Dastein yang bicaranya mulai lancar meskipun umurnya baru menginjak dua tahun.
"Tidak Dastein ini namanya cara cepat menghabiskan gelas." Entah kenapa David malah ikutan membuang gelas kelaut seperti Aron. "Nah kembalilah ke ibumu dulu yah." David segera mengusir Dastein karena ditempat David sedikit berbahaya untuk anak kecil, bisa saja terpeleset dan jatuh dari kapal.
"Anakmu cukup pintar untuk seusianya." Ucap Aron yang entah kenapa David tidak tahu itu pujian atau bukan.
"Dilihat sekecil itu Dastein sudah berumur lima tahun loh." Canda David.
"Serius!"
"Tidak aku bercanda, Dastein masih dua tahun."
"Kau mengejutkanku.
"Tuan David makan siang telah siap." Virinda datang memberi tahu.
Mereka semua kemudian makan siang bersama dan kembali menikmati perjalanan mereka kembali kewilayah keluarga Lugard.
...
__ADS_1
Satu minggu kemudian
Pelabuhan keluarga Lugard
"Ambil ini kalian bisa berpesta besok." Ucap David memberikan satu cincin penyimpanan pada seorang perajurit.
Cincin tersebut berisikan banyak monster laut yang dapat dimakan karena selama satu minggu dilaut David dan Aron mengadakan lomba berburu siapa yang paling banyak dialah yang menang namun pada akhirnya mereka malas menghitung dan langsung memberikannya saja pada perajurit David dikota pelabuhan.
"Baik terima kasih jendral!" Jawab perajurit tersebut mantap saat mereka dipastikan mendapatkan libur tambahan besok.
"David, aku melihat Armada laut disamping kota ini saat masih berada dilaut, semua isinya adalah kapal besi tempur, apa kerajaan menaruh armada lautnya dipelabuhan ini?" Aron bertanya dan David sudah menduga hal tersebut.
"Tidak, itu armada laut pribadiku dan hanya jendral Dark yang punya, kerajaan mana bisa membuatnya." David menyombongkan diri.
"Hebat yah timku hanya punya satu armada laut seperti itu diduniaku dulu." Ucap Aron.
"Maka terkejutlah dengan ini." Ucap David menunjuk kearah dua mobil mewah yang dibawa perajurit.
"Mobil? Bagaimana bisa? Apa dunia ini semaju itu?" Aron benar benar terkejut karena pandangannya tentang dunia yang ketinggalan zaman teknologi ini ternyata sudah cukup maju namun itu hanya mengubah pikiran Aron sejenak karena faktanya memang sesuai apa yang ia pikirkan pertama kali.
"Nanti akan kujelaskan untuk sekarang ayo masuk dulu." Ucap David mempersilahkan.
Satu mobil khusus digunakan oleh David dan Aron sementara Astein Tiger Virinda dan Dastein dimobil satunya, David terpaksa menyetir untuk mengantar sang pahlawan.
"Apa kau memiliki Sim?" Bertanya Aron.
"Tidak." Jawab David.
Cukup lama mereka berdiam hingga akhirnya mereka berhasil keluar dari gerbang kota pelabuhan.
"Kau dari bumi kan?" Aron memastikan.
"Begitulah." David menjawab.
"Bagaimana kau bisa ada disini?" Aron bertanya lagi.
"Bisa dikatakan reinkarnasi atau mungkin berpindah jiwa sekitar empat tahun lalu." Jawab David.
"Empat tahun lalu berarti setelah bencana bumi, lalu kenapa kamu masih bertanya pas dikapal?" Aron bertanya karena merasa aneh.
"Hmm bisa dikatakan aku meninggal dibumi lalu dua tahun kemudian jiwaku direinkarnasi kesini." Jawab David dan David baru mengetahui itu saat ia menanyakannya pada sistem saat dikapal.
"Berarti tahun tepat bencana bumi?" Ucap Aron.
"Ee.. mungkin aku sudah meninggal sebelum bencana dungeon break." Ucap David masih fokus pada jalan.
"Hmm.. begitukah.. apa kau masih ingin kembali kebumi?" Bertanya Aron.
"Yah tentu sajalah, disana aku memiliki seorang adik perempuan namun saat ini mungkin agak sulit." David membuang napas berat.
__ADS_1
"Agak sulut? Dalam arti apa?"
"Yah karena aku fokus membangun kekuatan didunia ini untuk mencari cara kembali kebumi dan akhirnya terlibat banyak masalah namun sekarang aku punya banyak keluarga disini, aku bingung sekarang sebenarnya aku mau kembali atau tidak." Jawab David.
"Tapi aku kagum padamu hanya membutuhkan waktu empat tahun untuk membangun kekuatan didunia baru ini seperti membangun grup bisnis dibumi." Ucap Aron.
'Yah karena ada sistem yang membantuku.' Batin David.
"Masih seberapa jauh wilayahmu?" Aron bertanya.
"Mungkin memakan waktu lima hari dengan kecepatan seperti ini." Ucap David seteh berpikir.
"Kita naik mobil dari indonesia keamerika kah!? Jauh banget." Terkejut Aron.
"Yah kita masih harus singgah di green luck City perjalanan kira kira dua hari." Ucap David.
"Isi bensin?" Aron bertanya dengan bodohnya.
"Mobil ini menggunakan energi mana Aron." Ucap David.
"Oh lalu untuk apa kau singgah disana?" Aron bertanya karena sepertinya David singgah lebih lama.
"Disana markas utama guildku." Jawab David.
"Iya aku juga mendengar dari puteri Arfenit kau Leader guild yang cukup terkenal yah." Ucap Aron mengingat ingat.
"Itu langkah pertamaku menjadi jendral." Ucap David.
"Hmm." Aron tidak terlalu memikirkannya.
"Ngomong ngomong bagaimana timmu yang bernama Rina itu?" David memilih bertanya saat memiki waktu berdua saja dengan Aron.
"Rina? Eeh.." Aron tiba tiba menatap David seperti sampah.
"Apa!?" David membentak karena merasa direndahkan.
"Apa kau mengincar Rina? Kusarankan untuk tidak, dia itu cukup dingin loh dan cukup menyeramkan, kalau kau bukan masokis sebaiknya jangan memikirkannya." Ucap Aron memberi saran.
"Tidak lah! Aku bertanya karena aku sering ke Magiccary Empire! Lagian kenapa kau bisa berpikir begitu!?" David berteriak sampai membuat mobil oleng.
"Uy! Perhatikan jalan!" Aron reflek berpegangan erat dan berteriak. "Aku dengar kau merupakan pria yang cukup baj*ngan." Sambung Aron setelah mobil kembali berjalan dengan tenang.
"Tidak! Lagian siapa yang menyebar rumor itu." David menyangkal.
"Puteri Arfenit." Jawab Aron.
Tapi David langsung terdiam saat mendengar jawaban Aron dan cukup lama mereka berdiam.
"Rina yah.. bagaimana cara menjelaskannya, dia itu misterius juga meskipun sudah satu tim dengan kami cukup lama." Ucap Aron yang kesulitan menjelaskan.
__ADS_1
...----------------...
Yooo guys! fakta yang kalian tunggu tunggu guys bentar lagi bakal terungkap, bagaimana nasib adik David dibumi dan apakah Rina sang pahlawan Assassin merupaka adik David atau bukan, hehe sorry kalian tunggu jam 06:00 aja.