Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 253, Kembali ke markas


__ADS_3

Rumah kepala desa Elf


"Tentu kami akan memberikan hadiah, jika kalian bisa mengalahkan naga api kalian bisa memiliki pusaka desa kami ini." Ucap Bgin memperlihatkan sebuah sarung pedang yang terbuat dari kayu dan memiliki aura yang sangat tinggi seakan memberi tekanan.


"Aura yang sangat dahsyat." Puji Oliver.


"Dulu sarung pedang ini adalah milik raja iblis Beelzebub, dulu Roh Ingrid membuat nya dari serpihan pohon Ygdrasil untuk di jadikan sebagai sarung pedang untuk raja iblis Beelzebub." Ucap Bgin.


"Leader, Ygdrasil itu apa?" Bisik Fve bertanya pada Oliver.


"Aku juga tidak tahu." Jawab Oliver berbisik.


"Aku merasa bodoh telah bertanya pada Leader." Ucap Fve menyesal.


"Karena suatu kejadian, raja iblis Beelzebub menghilang dan sarung pedang ini tiba tiba kembali ke ras kami." Ucap Bgin mengakhiri penjelasan nya.


"Maaf tuan Bgin, seperti yang saya katakan tadi kami tidak bisa bertindak tanpa persetujuan dari jendral kami." Ucap Oliver kembali menolak.


"Sayang sekali." Bgin tampak kecewa.


"Kalau begitu biarkan saya untuk menemui jendral kalian." Ucap Bfeen memotong.


"Itu rasanya.. sedikit.." Oliver berusaha untuk berpikir karena membawa mereka ke markas bisa saja ia mendapat amukan lagi dari Tigreal tapi ia merasa kasihan juga dengan penduduk desa Elf ini bahkan kepala desa nya sempat bersujud meminta pertolongan.


"Aku akan melakukan apapun selama kalian bisa mengalahkan naga api ini." Ucap Bfeen.


"Baik lah! Aku akan membawa mu untuk bertemu dengan jendral." Ucap Oliver langsung setuju.


"Leader!" Teriak semua pasukan yang ada menegur Oliver.


"Apa?" Bertanya Oliver.


"Leader apa kah tidak masalah membawa nya ke markas?" Bertanya Cloe.


"Tenang saja aku akan memastikan kita mendapat izin." Ucap Oliver.


"Ba-baik lah." Cloe tidak lagi bertanya.


"Jangan melibatkan ku dengan ini leader, aku tidak mau pangkat ku di turunkan setelah aku susah payah mendapatkan pangkat ini." Ucap Fve.


"Oke oke tenang saja aku yang bertanggung jawab." Ucap Oliver.


"Terima kasih banyak." Ucap Bfeen sedikit menundukkan kepala nya.


"Kami belum memutuskan untuk membantu atau tidak jadi jangan berterima kasih dulu." Ucap Oliver.


"Saya akan menyiapkan kamar untuk kalian beristirahat." Ucap Bgin berdiri.


"Ah kepala desa itu tidak perlu, kami harus segera kembali ke markas kami sebelum gelap." Ucap Oliver memberi alasan padahal mereka di berikan waktu ekspedisi selama lima hari.

__ADS_1


"Apa tidak beristirahat dulu?" Bertanya Bgin.


"Tidak perlu, kami harus segera kembali sebelum atasan kami marah." Ucap Oliver.


"Baik lah, Bfeen segera bersiap kau akan menemui jendral mereka." Ucap Bgin.


"Baik ayah." Ucap Bfeen.


Dua puluh menit kemudian.


"Kalau begitu kami pamit." Ucap Oliver yang sudah berada dalam mobil.


"Ayah, Bfeen pasti akan kembali membawa bantuan." Ucap Bfeen.


"Ingat naga api akan kembali satu minggu lagi, pastikan kamu meyakinkan mereka untuk membantu kita dan kamu juga mengerti kan kenapa kamu yang di pilih sebagai perwakilan dari desa ini." Ucap Bgin.


"Bfeen mengerti ayah." Jawab Bfeen yang memang paham akan tradisi ini, saat tidak berhasil mendapatkan bantuan menggunakan nilai uang maka gunakan tubuh mu itu lah salah satu alasan ia di pilih sebagai wanita.


"Berangkat lah." Ucap Bgin.


"Nn." Bfeen hanya mengangguk dan memasuki mobil unti pertama yang berada di barisan depan.


"Leader, semua nya sudah naik." Lapor Fve.


"Oke, Cloe jalan sekarang." Ucap Oliver langsung memblokir saluran komunikasi antara markas, drngan kata lain markas tidak akan bisa menghubungi mereka.


"Jika markas menghubungi kita lalu ketahuan membawa Elf sudah pasti di larang, jadi kita bawa saja sampai di markas dengan begitu komandan marah seperti apapun tidak akan ada masalah." Ucap Oliver dengan santai nya seakan tidak ada beban.


"Leader tolong jangan libatkan aku dalam hal seperti ini." Ucap Cloe.


"Tenang saja aku yang bertanggung jawab." Ucap Oliver menutup mata nya menggunakan topi nya.


Begitu mereka keluar dari hutan entah kenapa hujan tiba tiba turun membuat mereka harus berjalan pelan, dengan kecepatan tersebut mereka berhasil tiba di markas setelah satu jam perjalanan di mana seharus nya dapat di tempuh dalam dua puluh menit saja.


...


Bukit Merkulov


"Akhir nya sampai juga." Ucap Oliver meregangkan otot otot nya setelah duduk selama satu jam di dalam mobil.


"Apa yang harus kita lakukan Leader?" Bertanya Cloe mengenai Elf yang mereka bawa.


"Ini sudsh malam jadi Cloe siap kan ruangan untuk Bfeen beristirahat dan Fve kau tolong siap kan makanan, aku akan menyusun laporan nya." Ucap Oliver memberi perintah.


"Siap Leader!" Jawab Cloe dan Fve.


"Yang lain tolong cuci kendaraan laporkan kerusakan dan bawa ke meja ku, aku akan menyusun laporan nya nanti sebelum menyerahkan nya pada komandan Tiger." Ucap Oliver memberi perintah pada perajurit lain nya.


"Siap Leader!" Jawab semua nya.

__ADS_1


"Oke bergerak sekarang!" Ucap Oliver.


"Nona Bfeen tolong ikut saya." Ucap Cloe.


"Ba-baik lah." Bfeen saat ini hanya bisa mengikuti arahan saja.


"Baik lah saat nya pertempuran yang sebenar nya." Ucap Oliver berjalan masuk ke markas menuju ruangan Tiger.


...


Ruangan Tiger


Tok! Tok! Tok!


"Ya.. masuklah!" Ucap Tiger saat seseorang mengetuk pintu ruangan nya.


"Komandan." Oliver masuk dan memberi hormat.


"Oliver, kau melewatkan laporan beberapa kali dan mematikan saluran komunikasi, sekarang kau pulang setelah satu hari di berangkat kan dalam misi, kau bisa menjelaskan semua nya kan." Ucap Tiger yang sudah agak muak.


"Haha komandan bisa saja ada penghalang sihir atau badai magnetik yang menghalangi transmisi suara kan hahaha.." Oliver mencoba untuk beralsan.


"Baik lah untuk masalah komunikasi kita lewatkan saja, lalu kenapa kau pulang setelah satu hari melakukan misi? Kau masih punya waktu empat hari." Ucap Tiger bertanya.


"Itu.. sebenar nya kami terlibat dengan sedikit masalah hahaha.. kami membawa warga Elf yang ingin berbicara dengan jendral Dark." Jawab Oliver dengan suara kecil.


"Tadi kau bilang apa?" Bertanya Tiger meminta Oliver mengulangi ucapan nya.


"Saya membawa Elf.. ke camp." Ucap Oliver yang semakin kecil.


Brak!


"Kau bodoh kah! Tidak kau memang bodoh!" Teriak Tiger menggebrak meja.


"Apa itu gawat komandan?" Bertanya Oliver.


"Yah pasti gawat lah, jendral David meminta kita untuk sebisa mungkin tidak terlibat dengan warga di benua ini." Ucap Tiger.


"Apa yang harus kita lakukan?" Bertanya Oliver.


Brak!


"Justru itu yang ingin aku tahu!" Kembali Tiger menggebrak meja.


"Bagaimana sekarang." Gumam Oliver.


"Untuk sekarang jelaskan dulu alasan kenapa kau membawa Elf ke sini?" Ucap Tiger menenangkan diri dan mulai bertanya.


"E.. mungkin karena dia cantik komandan." Jawab Oliver sedikit bercanda saat melihat Tiger tidak lagi marah.

__ADS_1


__ADS_2