
Benedict City
Saat David sedang merasa bosan berada dipenginapan, David memutuskan untuk keluar untuk menenangkan hati.
"Benedic City. Memang pantas disebut sebagai pusat perdagangan Ingot terbesar didunia." Guman David saat menelusuri terdapat berbagai nama nama toko dan blacksmith terkenal yang membuka cabang disini.
David terus berkeliling dan menemukan tempat makan untuknya menikmati siang ditempat dengan rata rata penduduknya membawa hewan peliharaan beast.
Saat sedang menikmati amakan siangnya tiba tiba dia mendengar sesuatu yang menarik dari orang orang yang berada ditempat tersebut.
"Oi aku dengar kerajaan sedang membutuhkan ingot dan mengutus jendral Cecilia dan Celina." Ucap seorang
pengunjung memulai pembicaraan.
"Itte! semoga aku bisa bertemu dengan kedua jendral cantik itu."
"Aiss kau terlalu berharap meskipun mereka cantik tetap saja mereka adalah sisa keluarga serigala Sirius yang kejam."
"Sayang sekali keluarga mereka malah dibantai dan dua anaknya akhirnya malah jadi jendral."
David memang pernah mendengar nama kedua jendral itu dari Readben tapi menurut penjelasan dari para pengunjung yang terus membicarakan mereka akhirnya David dapat mengambil kesimpulan bahwa kedua jendral wanita itu merupakan keturunan terakhir dari klan Sirius digunang dan menjadi jendral Beaster Empire saat keluarga mereka dibantai.
'Sistem tampilkan informasi jendral Celina dan Cecilia.' Perintah David pada sistem.
'Berhasil mendapatkan informasi ... informasi dari Readben dikelola ... Celina Van Sirius & Cecilia Van Sirius
Adalah dua saudara kembar wanita berambut pink yang selalu menggunakan gaun tipis yang hanya menutupi bagian depan dan sebagai rok, juga selalu menggunakan cadar tipis serta senjata yang melapisi jari jari mereka seperti kuku tapi lebih mirip aksesoris, mereka adalah jendral Baster Empire yang merupakan keluarga serigala sirius yang tersisa.'
(TL note : jika di Romulus Empire menggunakan kata Von untuk menghubungkan nama keluarga maka di Baster Empire menggunakan kata Van untuk menghubungkan nama kelyarga.)
'Kenapa Readben sampai harus menerapkan segala penampilannya aku hanya membutuhkan informasi identitas saja oy.' David merasa agak aneh pantas saja dia melupakan informasi mereka dari Readben ternyata informasinya hanya seperti ini.
Sementara David memakan makan siangnya tiba tiba segerombolan kecil prajurit masuk kedalam restoran dipimpin oleh dua wanita yang memiliki ciri ciri dari yang sistem sebutkan.
'Berapa level mereka?' Bertanya David pada sistem saat kedua wanita itu duduk tepat dimeja belakangnya dan didalam restoran tersebut sudah diawasi oleh berbagai prajurit.
'Jawab, level Cecilia dan Celina berada dilevel dua ratus.' Sistem menjawab.
'Kedua jendral ini memiliki kekuasaan tinggi.' Batin David menyimpulkan.
__ADS_1
...
Sementara ditempat Cecilia dan Celina.
"Kakak, dari tadi kita berkeliling mencari ingot tapi setiap toko yang kita singgahi selalu kehabisan stok dengan wajah ketakutan." Berkata Cecilia yan merupakan adik.
"Ini memang agak membingunkan walaupun mungkin kerajaan lain sudah datang kesini untuk membeli ingot tapi para toko pasti akan memyisakan stok untuk kita saat mengetahui kedatangan kita." Celina membalas sementara berpikir.
"Lalu kenapa mereka seperti ketakutan, aku tidak akan setuju jika kakak mengatakan mereka ketakutan saat melihat kita." Cecilia agak kesal dengan sikap pemilik toko yang mereka kunjungi.
"Sepertinya mereka dipaksa untuk menjual semua ingot mereka tapi apa tujuan mereka? Apa sengaja agar kita tidak mendapatkan ingot." Celina masih bingung.
"Sebentar lagi akan perang kurasa orang yang membelinya membutuhkan banyak ingot untuk membuat sebuah senjata, tidak mungkin mereka menghabiskan uang agar kita tidak membeli ingot." Cecilia berkata.
"Hanya itu yang aku pikirkan tapi apa kau tidak mencium bau mereka." Maksud Celina adalah orang yang membeli dan menghabiskan stok ingot.
Sebagai klan sirius tentu kebanggaan mereka bukan hanya ada pada taring dan cakar mereka tapi juga penciuman mereka.
David yang diam diam mendengar itu walaupun pengunjung lain tidak mendengarnya tapi David dapat mendengarnya dengan jelas, David sudah dapat memprediksi bahwa orang yang membeli berbagai ingot tersebut adalah tim Virinda walaupun David sedikit salah memberikannya perintah.
'Virinda kau mendengarku.' Segera David menghubungi Virinda.
'Ada apa tuan?' Bertanya Virinda.
'Baik!'
....
Kembali kepembicaraan Celina dan Cecilia.
"Aku menciumnya." Cecilia menjawab.
Walaupun Virinda yang merupakan assassin dengan tingkat waspada tertinggi tapi tetap saja baunya akan tetap terlacak oleh klan sirius tapi untungnya mereka tidak membawa bau David.
"Mereka datang." Celina berkata melihat kearah pintu masuk restoran saat mencium bau dari pembeli ingot tersebut.
David juga dapat merasakan kedatangan Virinda tapi memilih diam karena kedua jendral dibelakangnya merupakan jendral berbakat akan menguntungkan jika memiliki sedikit hubungan dengan mereka.
Lima Maid berambut hitam disimpul dibelakang datang dari pintu menghampiri David yang hanya menggunakan jubah petualangnya yang berwarna hitam dengan garis putih dilengan serta punggungnya, beberapa armor dipundak dan siku serta sepatu armornya juga kaos putih yang terlihat jelas didadanya tertutupi oleh armor kecil.
__ADS_1
"Maid? Bukan.. mereka memiliki bau assassin dan ... mereka kuat." Celina menganalisa pasukan gelapan Virinda yang seharusnya cukup menarik perhatian tapi hampir semua orang didalam restoran tidak menyadari mereka dan mengabaikan mereka.
"Mereka bukan Maid biasa bahkan hawa keberadaannya tidak terasa juga beberapa orang dan prajurit kita tidak menyadari mereka." Berkata Cecilia penuh kewaspaan karena dua prajurit didepan pintu malah membiarkan mereka masuk tanpa diperiksa.
"Maid itu adalah pelayan pemuda itu, aku belum pernah melihatnya dikerajaan ini apa dia berasal dari kerajaan lain." Bingung Celina.
...
Sementara ditempat David.
"Sudah?" Bertanya David.
"Beberapa toko ingot masih belum kami kunjungi tuan." Balas Virinda.
"Sudah cukup kita bisa mencari ingot ditempat lain jika masih kurang." Sebenarnya David masih memiliki cara lain seperti masuk kedungeon untuk berburu dan mendapatkan drop item berupa ingot.
"Saya mengerti tuan." Berkata Virinda.
David melirik sebentar kearah jendral Celina dan Cecilia sebelum kembali melihat Virinda.
"Pulang."
David berdiri meninggalkan restoran bersama Virinda membiarkan salah satu bawahannya yang membayar makanan David sekalaian makanan jendral Celina dan cecilia sesuai dengan perintah David yang hanya perlu menggunakan kode.
Setelah keluar dari restorant empat bawahan Virinda langsung menghilang sedangkan Virinda masih mengikuti David berkeliling dan bahkan tidak menarik perhatian sama sekali.
"Skill mu semakin meningkat yah Virinda." David cukup kagum melihat keberadaan Virinda tidak diperhatikan oleh orang disekitar.
"Terima kasih tuan."
David terus berjalan hingga akhirnya sampai dipenginapan tepatnya ruangan Vipnya dan hanya duduk di sofa seperti menunggu sesuatu.
"Tuan." Virinda berdiri dibelakang David memperingati saat merasakan ada beberapa orang yang berdiri didepan pintu mereka walaupun Virinda sudah tahu rencana David.
"Ya... Wolf keluarlaj." Berkata David dan sebuah kepulan asap hitam tiba tiba membentuk serigala hitam didepannya.
"Tuan!" Wolf langsung menyapa David yang notabelnya memang sudah dapat berbicara.
Virinda segera menuju kepintu dan membukanya, terlihat Cecilia dan Celina berdiri disana dengan lima prajurit
__ADS_1
dibelakang mereka.
"Aku jendral Celina dari Beaster empire ingin menemui tuan kalian." Berkata Celina memperlihatkan lencana jendralnya yang setara dengan David.