
Semakin dalam David akhirnya mereka tiba disebuah lapangan yang luasnya kurang lebih seluas lapangan sepak bola.
'Ek- ini pembangunannya masih lima puluh persen, bagaimana jika sudah seratus persen nantinya.' Batin David terkejut.
Mereka terus berjalan hingga sampai kesebuah gudang yang mirip dengan kandang pesawat terbang yang didalamnya terdapat banyak kereta tepatnya mobil yang memiliki perisai besar didepannya karena memang mobil ini tidak dapat ditempati oleh penunpang dan hanya bisa ditempati oleh satu orang saja yaitu pengemudi.
Lajunya sendiri maksimal hanya empat puluh kilo meter perjam.
"Kita sampai tuan David, bagaimana hasil kerja kami?" Ucap Kihai membanggakan.
"Ini sangat bagus, memang pantas disebut sebagai ras penempa." Puji David setelah melihat status ketahanan perisa berjalannya yang mirip tank.
"Tuan David kesini tentu bukan hanya untuk melihat lihat kan." Kihai langsung masuk kepembahasan.
"Ya seharusnya begitu karena aku kesini ingin menyerahkan ini." David memberikan satu cincin penyimpanan pada Kihai. "Didalamnya terdapat banyak rancangan yang harus kalian buat, jadi kuharap kalian bisa bekerja dengan baik karena berikutnya, buatan kalian adalah yang sebuah benda yang bisa menghancurkan dunia." Ucap David yang sengaja melebih lebihkan.
"Benarkah tuan!?" Tapi Kihai menganggapnya serius dan matanya langsung berbinar.
"Tantu saja dia bercanda." Komentar Forts yang dari tadi diam.
"..." Kihai langsung lemas.
"Tapi jika dipergunakan pada hal yang tepat itu mungkin saja bisa terjadi." David menambahkan.
"Baiklah! akan kubuat." Semangat Kihai kembali membara.
"Yang jelasnya didalam sketsa itu ada sketsa kapal perang, aku hanya ingin meminta Kihai untuk membuat alat dan bagian lainnya, biarkan aku dan Forts yang memasangnya dipelabuhan." Ucap David.
Maksud David adalah, dia tidak ingin para Dwarf terlihat jadi dia akan membiarkan Forts memimpin para penempa lainnya untuk membantu pemasangan.
"Serahkan pada kami." Ucap Kihai mantap.
"Baiklah, kedepannya aku akan mengirim orang kesini untuk membangun kota kecil diatasnya, dengan begitu kita bisa membuat jalan memasuki kota ini nantinya." Ucap David tanpa meminta persetujuan.
Maksud David 'mengirim orang' adalah mengirim perajurit.
"Terserah tuan David saja, selama mereka tidak mengganggu pekerjaan kami." Ucao Kihai memberi syarat.
"Mereka tidak akan mengganggu pekerjaan kalian, justru mereka akan bertugas untuk membantu kalian untuk urusan diluar gua." Berkata David memastikan.
"Oh iya David, bagaimana kita membawa sperpat kapal yang besar kepelabuhan, jelas itu tidak akan muat dicincin penyimpanan bahkan yang paling atas." Ucap Forts setelah memikirkannya.
Memang benar karena cincin penyimpanan kelas bangsawan yang notabelnya adalah cincin kelas paling atas hanya mampu memasukkan benda berukuran sepuluh meter disetiap sisinya kedalam cincin.
Sedangkan untuk Invertori David hanya mampu menampung benda berukuran lima belas meter disetiap sisinya kedalam invertori.
__ADS_1
"Sudah kubilang, didalam sana sudah ada alat lainnya, alat itu bisa membantu kalian membawa semua alat ataupun benda besar menuju kota pelabuhan." Ucap David mengibas ngibaskan tangannya.
"Aku mengerti." Forts mengangguk paham.
"Baiklah kalian bisa mulai bekerja, aku akan tetap tinggal disini untuk beberapa hari untuk menunggu pasukan dan mengurus pembangunan kota." Berkata David berjalan menjauh bersama Virinda.
David dituntun menuju kekawasan perumahan yang terbuat dari pahatan batu dan terlihat jelas bahwa rumah tersebut lebih mewah dari pada rumah lainnya.
David berjalan masuk bersama Virinda yang dituntun oleh Kihai. "Ini adalah kediaman untuk tuan David, kami sengaja membuat bagian dalamnya lebih luas agar tuan David merasa nyaman." Ucap Kihai.
"Baiklah terima kasih Kihai." David berterima kasih.
"Tidak, ini semua juga berkat tuan David hingga kami menemukan tempat yang bagus, jauh dari bahaya dan ini merupakan tempat untuk kami bisa menempa dengan baik, dunia blacsmith adalah hidup kami tuan David." Ucap Kihai mantap.
"Aku mengerti." David mengangguk paham.
"Kalau begitu, saya tidak akan mengganggu istirahat tuan David." Kihai pamit.
Setelah Kihai tidak lagi terlihat didalam rumah, David berjalan kesalah satu ruangan dimana didalamnya sudah terdapat meja dan perlengkapan lainnya yang pas untuk disebut sebagai ruang kerja.
"Apa semua orang menyuruhku untuk bekerja? Semua rumah yang diberikan padaku pasti selalu memiliki ruang kerja, bahkan rumah yang ada dikota pelabuhan pun memiliki ruang kerja." Ucap David mengeluh.
"Apa perlu saya singkirikan tuan." Ucap Virinda seram walaupun tampak begitu tapi jelas Virinda tahu keinginan tuannya hanya saja bercanda sedikit memang diperlukan walaupun bercandanya Virinda seperti seorang pisikopat pembunuh.
"Okke tuan."
"Saatnya mulai bekerja." David duduk dikursi meja kerjanya dan meregangkan beberapa badannya sebelum mulai. "Virinda, kapan perjurit akan tiba?" Tanya David.
"Kemungkinan tiga hari lagi tuan, karena mereka masih harus mempersiapkan segala bahan untuk membangun kota, apa perlu saya percepat tuan?" Jawab Virinda kembali bertanya.
"Tidak perlu, biarkan mereka mempersiapkannya dengan baik, aku telah meminta Kihai untuk membuat besi penopang untuk dipasang didalam tembok nanti, kurasa dia sudah mulai bekerja." Ucap David karena sempat menyelipkan kertas dicincin penyimpanan yang ia berikan tadi.
"Lalu apa tuan memerlukan sesuatu lagi?" Bertanya Virinda.
"Dengar Virinda." David tiba tiba menjadi serius.
"..." Virinda menanggapi keseriusan David.
"Apa kau tidak melupakan sesuatu yang sangat penting?" Ucap David bertanya.
"Apa itu... tuan?" Virinda semakin penasaran.
"... Teh." Singkat David menjawab atas apa yang kurang dimeja kerjanya.
"Ha?" Virinda mematung.
__ADS_1
"Ah tidak, biasanya kau selalu menyediakan teh kesukaanku, tapi kenapa sekarang tidak ada, apa kau melupakannya?" David bertanya kebingungan karena biasanya saat dia sedang bekerja bahkan bisa meminun hingga lima puluh cangkir teh sebelum meninggalkan tempat duduknya.
Cepat Virinda membungkuk sembilan puluh derajat. "Maafkan saya tuan! Saya membawa teh anda hanya saja lupa menyeduhnya!" Teriak Virinda meminta maaf dan menjelaskan.
"Baiklah, kumaafkan. Segera buat tehnya." David masih seirus jika berhubungan dengan teh.
"Baik!" Virinda dengan cepat berlari terbirit birit keluar walaupun bukan kecepatan penuh karena jika berada dalam kecepatan penuh maka sudah dipastikan tubuh Virinda langsung menghilang dari pandangan.
Virinda memang selalu membawa jenis teh yang sering diminum oleh David karena itu sudah merupakan kebiasaan Virinda setelah David sempat meminta teh kesukaannya saat diberikan teh jenis lain yabg waktu itu mereka berada dalam misi mengantar tuan puteri.
Lima menit kemudian
"Bagaimana tuan?" Tanya Virinda setelah membuat teh.
Gluk
Dalam satu tegukan satu cangkir teh pun ikut ludes kedalam tenggorokan David.
"Enak, buat lagi." David menyerahkan cangkirnya.
"Segera tuan."
Begitulah David menghabiskan waktunya hingga tiga hari kemudian, rombongan perajurit yang menggunakan armor lengkap berjumlah dua ribu perajurit tiba bersama dengan truk dibelakangnya yang membawa banyak bahan pembangunan seperti bahan untuk membuat beton dan lain lain.
Pera perajurit kebanyakan hanya menunggangi serigala karena lebih cepat meskipun terlihat aneh tapi mau bagaimana lagi, David menginginkan sesuatu yang cepat.
"Tuan Forts, zirah mereka dibuat dengan sangat teliti dan sempurna, aku yakin kau yang membuatnya." Ucap Kihai menebak.
Tentu sebagai ras penempa, menilai kemampuan penempa lain dari hasilnya atau mengenal sipenempa dari caranya menempa adalah hal yang biasa.
"Hehe.. walaupun aku sering ditendang oleh adikku tapi aku juga merupakan penempa terbaik dari guild Dark Dragon." Forts membanggakan diri.
"Ditendang adik?" Kihai kebingungan.
"Ya.. ntah kenapa setiap kali aku bertemu dengan adikku dia selalu melayangkan satu atau dua pukulan diwajahku." Lemas Forts mengatakan yang sebenarnya tanpa menyembunyikan hal pada Kihai.
Kihai langsung paham situasi Forts. "Kau harus lebih berusaha lagi." Ucap Kihai memberikan jemppol ntah itu pembodohan atau apa yang jelas ini sangatlah bodoh.
"Yah kan! Seharusnya semua orang mengatakan itu padaku tapi mereka hanya mengataiku siscon siscon siscon! Dasar, apa mereka tidak melihat kecantikan adikku yang bagaikan bidadari didalam api indah yang sedang menari." Forts pula lanjut berpuisi.
"Benar, mereka adalah orang yang tidak tau apa itu kecantikan." Ntah dari mana Kihai mendapatkan pengalaman yang sama dengan Forts hingga ia meneteskan air mata saat mendengar puisi Forts.
...
Alfa_RZ : Apakah semua penempa itu siscon?, jawab dikomentar guys.
__ADS_1