
Guild Petualangan Green Luck City
"Apa yang bisa saya bantu tuan?" Bertanya resepsionis tersebut.
"Saya ingin bertemu dengan RedBen." Jawab David bertanya.
"Maaf hari ini ketua kami sedang sibuk, apa tuan sudah memiliki janji?" Ucap resepsionis tersebut kembali bertanya.
'Ketua yah.. RedBen ternyata sangat bisa diandalkan bahkan sekarang dia sudah menguasai guild kota Green ini.' Batin David. "Katakan saja Leader Dark Dragon ingin bertemu." Ucap David mengeluarkan emblem guild leadernya.
"Leader Dark! Baik saya akan segera mengantar anda." Cepat resepsionis tersebut meninggalkan meja dan mengantar David kelantai dua.
"Oo! Ada Hobgoblin!" Teriak Merly tiba tiba menunjuk kearah seorang petualang yang berbadan besar tapi wajahnya memang sedikit mirip dengan Hobgoblin.
"Eh! nona Merly!" Petualang yang Merly tunjuk tampak ketakutan saat melihat Merly.
"Kak David, Merly akan bermain bersama Hobgoblin dulu." Merly langsung meninggalkan David dan berjalan kearah petualang tersebut.
"Apa Merly memang suka menindas?" David bertanya pada dirinya sendiri tapi lanjut mengikuti resepsionis tadi tanpa memikirkan nasib petualang yang didatangi Merly. 'Semoga kau selamat kawan.' Batin David mendoakan.
Perlahan mereka berjalan hingga akhirnya tiba didepan sebuah pintu yang sedikit istimewa.
"Kita sampai tuan, ketua RedBen ada didalam." Ucap resepsionis tadi.
"Terima kasih." David merasakan ada aura lain didalam selain RedBen tapi aura tersebut jelas sangat familiar.
Tok tok tok!
David mencoba untuk mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk.
"Masuklah." Suara RedBen terdengar dari dalam.
"..." David terdiam saat membuka pintu dan melihat Leader Mark dan situa Erik.
"Tuan David, silahkan duduk." Ucap RedBen yang terkesan formal padahal biasanya dia selalu memanggil David dengan nama saja.
David akhirnya duduk disofa yang diduduki oleh yang lainnya.
"Lama aku tidak melihatmu bocah." Ucap Erik menyapa.
"Aku sibuk pak tua, bukan pria pengangguran sepertimu." Balas David mengejek karena tetap saja dia selalu tidak terbiasa dengan senyum bodoh mertuanya itu.
"Jangan mengatakan itu, kau tahu akhir akhir ini aku harus mengurus banyak hal seperti pangan yang menipis dan pertahanan kota yang terus diperkuat karena perintah raja." Ucap Erik mengeluh sedikit mengeluarkan napas berat.
"Oh Leader Mark, tehnya dapat dari mana?" Tanya David pada Mark yang baru saja mulai menyeruput tehnya dan mengabaikan Erik.
"Woi bocah! Kau dengar penjelasanku tadi!" Berteriak Erik.
"Puffft...!" Mark tiba tiba menyemburkan tehnya karena tiba tiba ditanyai hal aneh oleh David. "Haa? Nona RedBen yang menyiapkannya." Ucap Mark membersihkan dirinya menggunakan sapu tangannya.
"Kalau begitu kak RedBen tolong yah." Ucap David memberi kode pada RedBen karena sejak awal dia memang sudah tahu hanya saja ingin sedikit berbasa basi.
__ADS_1
"Baiklah." RedBen segera memanggil pelayan untuk menyiapkan satu teh lagi.
"Jadi kenapa kalian ada disini?" David mulai bertanya.
"Itu..-"
"Nongkrong." Singkat saja Erik menjawab memotong ucapan David.
"Aku serius pak tua." Ucap David yang sedikit emosi.
"Huh.. ini hanya masalah pertahanan kota saja, seperti yang kukatakan sebelumnya raja Artur mengharuskan kita untuk memperkuat perajurit dan pertahanan kota." Jelas Erik.
"Hm aku tahu itu." Mengangguk David.
"Makanya aku disini untuk membahas masalah kerja sama dengan guild guild yang ada diwilayahku, mau tidak mau mereka juga harus berpartisipasi dalam hal ini, guild Bomvlest akan memimpin guild lainnya jadi disini hanya ada Mark sebagai guild leader Bomvlest." Sambung Erik menjelaskan.
"Bagaimana dengan Dark Dragon?" David bertanya karena tidak ada undangan sama sekali dalam aliansi ini.
"Kau memiliki kota yang harus dilindungi David, untuk guild Dark Dragon biarkan saja membantumu sepenuhnya dan disini masih ada Bomlest yang akan memimpin." Jelas Erik yang tidak berniat memasukkan David dalam aliansi.
"Kami juga tidak bisa terus mengandalkan kekuatan guildmu David." Mark melanjutkan.
"Aku mengerti." David hanya mengangguk mengerti sebelum secangkir teh siap didepannya. "Lalu kenapa kalian berkumpul diguild petualangan?" Lanjut David bertanya sebelum menyeruput tehnya.
"Yah.. guild petualangan memiliki informasi dan yang lebih cepat sehingga akan sangat membantu jika kita bekerja sama." Jawab Erik.
"Apa kau setuju dengan ini RedBen?" Bertanya David pada RedBen karena meskipun dia adalah ketua diguild petualangan ini tapi ini hanya ketua cabang dan dia tidak bisa sembarang mengambil keputusan dan menggunakan informasi guild pada yang lain.
"Ini sangat berguna." David kembali mengangguk.
"Dari tadi kau mengangguk angguk terus, apa sebenarnya tujuanmu datang kesini?" Bertanya Erik.
David mengangkat cangkir tehnya yang tinggal setengah. "Untuk minum teh." Singkat saja David menjawab karena tentu dia tidak akan mengatakan bahwa ia sedang ingin menanyak hal penting yang tidak dapat diakses oleh orang lain kecuali ketua guild petualangan.
"Bukankah dirumahmu banyak?"
"Hmm.. beberapa hari ini aku sedang banyak pikiran jadi aku tidak bisa berdiam dirumah dan membiarkan kepalaku pecah karena pikiran." David kembali menjawab dengan jawaban yang konyol.
"Sebenarnya ada sesuatu yang ingin kusampaikan padamu David." Ucap Mark.
"Apa?" David bertanya.
"Kudengar penempamu sangat hebat mungkin dia bisa menjual pedang buatannya padaku?" Tanya Mark.
"Itu tergantung kau dan dia saja." Santai saja David menjawab sambil menunjuk RedBen.
"Apa maksudnya?" Mark tidak mengerti.
"Kakak RedBen adalah ketua Blacksmith diguildku, kau bisa meminta RedBen membujuk kakaknya." Ucap David yang artinya dia mengizinkan Forts untuk menempa senjata untuk Mark.
"Mm.. nona RedBen apa kau bisa membujuk kakakmu?" Bertanya Mark pada RedBen dengan sesopan mungkin.
__ADS_1
"Itu mudah tapi aku sangat malas berurusan dengannya jadi kau harus memberiku sesuatu agar aku bisa membantumu." Ucap RedBen.
"Uang?"
"Tidak, untuk sekarang sebaiknya kau pulang dulu untuk memikirkannya, urusan disini juga sudah selesai bukan?" Ucap RedBen.
"Ya.. sepertinya David juga memiliki beberapa hal yang ingin ia bicarakan dengan nona RedBen." Ucap Erik yang jelas mengerti.
"Kalau begitu saya pamit dulu nona RedBen." Sambung Mark.
"Ya jangan lupa kau harus memberiku sesuatu." RedBen mengingatkan.
"Baiklah akan kupikirkan terlebih dahulu." Ucap Mark.
Mereka berdua akhirnya pergi dan tersisa David dan RedBen saja diruangan.
"Jadi untuk apa kau kesini David?" RedBen mulai bertanya setelah memperbaiki duduknya.
"Seperti biasa informasi." Jawab David.
"Haihh.." RedBen menghembuskan napas sebelum berdiri dan berjalan kearah lemari mengambil sebuah berkas sebelum menaruhnya didepan David. "Informasi ini sudah diketahui hampir semua bangsawan." Ucap Redben.
David mulai membuka satu persatu lembaran kertas yang diberikan RedBen dan membacanya.
"Ini sudah diluar kendali kah.." Komentar David setelah melihat beberapa informasi.
"Monster semakin merajalela dan sudah banyak kota yang ditumbangkan disetiap kerajaan, tapi bukan itu pokoknya." Jelas RedBen menunjuk kesebuah kertas lain.
David kembali membaca kertas yang ditunjuk oleh RedBen sebelum tersenyum. "Ini mungkin sedikit menarik." Ucap David.
...----------------...
Thank you banget untuk donatur mingguan tercinta. ♡
-Gerald
-Lucas Ray
-Silver
-Muhammad Isyam
Dan thank you untuk rank umum para Donatur
-Xn
-Ma'ke Seto
-Zefaanatasya_
-[M.S.R]
__ADS_1