
Kapal Astein
"Aku benar benar kenyang." Ucap Astein bersendawa mengelus perutnya.
"Keadaan kalian berdua tidak beda jauh." Ucap David saat melihat Dastein juga memegangi perutnya sambil bersendawa. 'Pantas saja semua orang mengatakan Dastein mirip dengan Astein' batin David menepuk jidatnya.
"Aku terlalu banyak makan, gendong." Ucap Astein mengangkat kedua tangannya.
"Jalan sendiri, aku ingin membawa Dastein kedalam." David segera mengankat Dastein menuju kekamar didalam kapal.
"Aa.. tolongin." Akhirnya Astein harus berusaha berjalan sendiri yang sebenarnya dia bisa tapi berpura pura saja agar David lebih perhatian padanya.
...
Malam hari
Meja makan dikapal Astein
"Yah untung saja kamu memancing tadi, sekarang kita bisa memakannya." Ucap David setelah membakar ikan dengan beberapa olahan sederhana.
"Ah Dastein sudah tidur lebih awal, mungkin ia akan rewel tengah malam karena kelaparan nanti." Ucap Astein yang kemudian mulai memakan ikan bakar yang dibuat David. "Panas." Pekik Astein saat sepotong daging masuk kedalam mulutnya.
"Kukira kau sudah tahan dengan panas karena levelmu bahkan kau bisa tahan dengan bir bukan." Ejek David.
"Uaa ini terlalu panas juga meskipun levelku tinggi tapi bagian dalamku tetap lemah, kau bisa melihatnya sendiri saat melakukan itu." Ucap Astein menggerutu sebelum teringat. "Kau bisa melakukannya malam ini." Goda Astein.
"Makanlah." David tidak berencana untuk menolak.
Keseharian David terus berjalan bersama Astein dikota pelabuhan karena David untuk sementara berencana untuk tinggal dirumah sederhananya ini walaupun bagi warga viasa sudah termasuk mewah tapi bagi David ini adalah rumah paling sederhana yang ia punya.
Merly datang kekota pelabuhan setelah satu minggu Astein datang, begitu Merly datang yang pertama kali ia lirik tajam adalah Astein sebelum mendengus dan memeluk David.
Yah sebagai permintaan maaf Astein akhirnya mengalah saat mereka kembali mengulangi tanding memancing dipelabuhan.
Kali ini David benar benar menghabiskan waktunya selama satu bulan dikota pelabuhan hingga akhirnya David kembali mendapatkan misi darurat.
...
Kota pelabuhan
Rumah David
__ADS_1
"Aku mendapatkan surat perintah dari raja Artur untuk menyelamatkan kota yang telah berhasil ditumbangkan oleh gerombolan monster." Ucap David pada Astein dan Merly setelah membaca surat perintah.
"Merly ikut." Merly langsung mengajukan diri.
"Merly tetap disini." Tapi Astein melarang sambil melirik kearah David.
"Ya sebaiknya Merly tetap disini." Kali ini David setuku dengan Merly karena membiarkan Merly terus mengikuti perang mungkin akan berbahaya baginya meskipun David memiliki kepercayaan tinggi bahwa Merly dapat menangani masalah perang kali ini.
"Baiklah." Ucap Merly kecil dan menurut.
"Aku akan berangkat setelah semua perajurit tiba disini." Ucap David karena misi kali ini David ingin menggunakan perajurit.
"Baiklah kuharap kau berhati hati." Ucap Astein mengizinkan karena dia pun sangat mempercayai David, jika dia menerima misi berarti dia sudah bisa mentelesaikannya.
"Padahal Merly ingin ikut." Ucap Merly menggerutu.
"Aku akan menghubungi kru kapal untuk mempersiapkan Ocean Dragon dan kapal baru yang siap digunakan." David segera bersiap.
"Hati hati!" Teriak Astein saat David melangkah keluar rumah.
"Pasti!"
...
Pelabuhan Dark Dragon
"Berapa anya kapal yang bisa digunakan?" Bertanya David pada Forts yang sedang memimpin pemasangan kapal.
"Yah seperti yang kau lihat, kapal yang dapat digunakan sekarang hanya kapal yang dikirim pertama kali, kami telah mencobanya dan memastikan semuanya dapat digunakan dengan baik." Ucap Forts menunjuk kearah sepuluh kapal yang berbaris dengan panjang setiap kapal adalah seratus meter.
"Itu cukup." Mengangguk David.
"Tapi semuanya belum memiliki senjata karena persenjataannya belum dikirim dan kami memang fokus pada pemasangan bagian penting kapal terlebih dahulu." Jelas Forts.
"Tidak apa apa, misi kali ini juga hanya didaratan, kali ini kapal hanya digunakan untuk membawa perajurit meskipun aku yakin Ocean Dragon masih bisa membawa semuanya sih." Ucap David melambaik tangan didepan wajah.
"Kecepatan kapal maksimal dapat melaju seratus kilo meter perjam dengan kecepatan mundur enam puluh kilo meter perjam, dapat melaju selama satu bulan penuh sebelum kapal harus diistirahatkan, dapat menampun hingga enam ratus perajurit jika tampa persenjataan." Lanjut Forts menjelaskan meskipun David sudah mengetahuinya karena dialah yang merancangnya sendiri.
"Dengan ini armada laut kita telah bangun." Ucap David tersenyum.
"Bagaimana dengan namanya?" Bertanya Forts.
__ADS_1
"Biar kupikirkan nanti." David tidak ingin terlalu banyak berpikir saat lagi senang.
"Baiklah, berapa banyak perajurit yang akan kau gunakan?" Bertanya Forts.
"Dua ribu perajurit senior dan lima ribu perajurit pemula berlevel seratus lima puluh." Jawab David.
"Hanya kau yang mengatakan perajurit berlevel seratus lima puluh dengan sebutan perajurit pemula." Ucap Forts yang merasa aneh tentang standar perajurit dari ketuanya ini.
"Mereka baru masuk menjadi perajurit sejak dua bulan lalu jadi bisa dikatakan mereka adalah perajurit pemula." Tapi santai saja David menanggapi.
"Aku lupa point penting bahwa perjuritmu selalu crazy up." Maksud Forts adalah gila leveling.
"Pengalaman mereka masih terlalu kecil tapi tentu aku juga tidak berniat untuk membunuh mereka dimedan perang, monster yang menumbangkan satu kota dan menguasainya kali ini hanya monster berlevel seratus lima puluh hingga level dua ratus saja, dari informasi belum menemukan tanda tanda iblis tapi aku juga harus bersiap akan kemungkinan terburuk dengan mengirim dua ribu perajurit veteran." Ucap David menjelaskan.
"Aku mengerti tujuanmu." Forts mengangguk paham.
"Baiklah tolong kau persiapkan dengan baik yah." Ucap David melangkah pergi.
"Kenapa harus aku coba?" Tanya Forts mengeluh karena setiap harinya sibuk memimpin pemasangan kapal sedangkan David malah bersantai bersama istrinya.
"Oh iya." David berhenti dan berbalik karena teringat sesuatu. "Redben akan datang bersama para perajurit, kau seharusnya memperlihatkan hasil kerjamu Forts." David memberi nasihat sebelum kembali melangkah pergi.
Forts langsung bersemangat bahkan terlihat jelas bola matanya yang berapi api. "Oke! Serahkan padaku!!" Teriak semangat Forts.
...
Hari sampainya perajurit akhirnya tiba dengan jumlah total tujuh ribu perajurit yang dipimpin oleh kelima pemimpin utama dari perajurit jendral Dark.
Dengan begitu banyak perajurit yang melewati kota pelabuhan tanpa peringatan dan pemberitahuan tentu membuat beberapa warga panik, tapi kepanikan mereka mereda setelah melihat bendera dan logo guild Dark Dragon disetiap zirah perajurit.
Semua warga tentu menaruh hormat pada rombongan perajurit ini karena merekalah yang mengulur waktu saat terjadi penyerangan dari Archipelago empire.
Dipelabuhan tempat Ocean Dragon bersandar bersama sepuluh kapal besi lainnya yang siap digunakan.
Disana terlihat warga yang mengelilingi pelabuhan bersama perajurit yang berbaris dipelabuhan sebelum menaiki kapal dengan David yang menggunakan pakaian tempur lengkap diatas kapal sedang berpidato menyemangati para perajurit.
"... sekian! Kuharap kalian tidak mati dinedan perang." Ucap David mengakhiri pidatonya.
"Semua perajurit segera memasuki kapal menurut kelompok kalian masing masing!!" Teriak Tiger begitu pidato David selesai.
Semua perajurit segera menaiki kapal sesuai kelompok mereka sebelum kapal berangkat dan dipimpin oleh Ocean Dragon. Kelompok perajurit dibagi menjadi sebelas kelompok sesuai dengan jumlah kapal.
__ADS_1
Setiap kapal baru menampung lima ratus perajurit baru sedangkan Ocean Dragon menampung dua ribu perajurit veteran.
Tentu David sudah menyiapkan berbagai bekal dan hiburan kecil diatas kapal seperti pesta bir untuk menyemangati para perajurit karena itu dapat mengingatkan para perajurit untuk pulang kerumah.