
Sudah satu minggu sejak David berada di hutan untuk membangun kota, berkat usaha David dan pasukan skeleton akhir nya lima wilayah tersebut sudah terlihat seperti kota.
Dengan beberapa rumah yang terbuat dari kayu yang di susun rapi di setiap wilayah kota untuk menghemat tempat, setiap bangunan memiliki dua lantai dan lima sampai sepuluh petak rumah yang tersusun di setiap kota.
Sungai jernih yang mengalir membentang di lima kota membuat nya tampak indah, meskipun belum semua nya selesai namun pasukan skeleton masih mengerjakan pagar yang terbuat dari kayu untuk melindungi pemukiman dari serangan hewan buas meskipun sebenar nya sudah sangat jarang hewan buas di sini karena telah di buru oleh Virinda.
Di luar pagar setiap kota ada lahan yang sudah David sediakan, hanya perlu warga saja yang mengurus dan menanami nya dengan tanaman yang sudah David putuskan.
"Yah kurang lebih seperti ini lah." Ucap David setelah merasa kota ini sudah cukup baik untuk di tinggali penduduk.
"Padahal tuan dapat menyerahkan tugas seperti ini pada yang lain nya, kenapa tuan mengerjakan nya sendiri?" Bertanya Virinda.
"Yang lain memiliki kesibukan sendiri dan lagi, sebisa mungkin aku tidak ingin mengeluarkan uang." Jawab David yang ingin mengirit gudang penyimpanan nya.
"Saya mengerti tuan." Virinda mengangguk paham.
"Sekarang tinggal jalur darat agar warga dapat pindah ke sini." Ucap David meregangkan tangan nya.
"Menurut peta, jalur terdekat yang dapat di buat adalah menuju Vulgata City tuan." Ucap Virinda membuka sebuah peta.
"Membuat jalur ke sana sama saja dengan bohongan, saat ini Vulgata City tidak memiliki penduduk sama sekali tapi.." David kembali memikirkan jalur terbaik unyuk saat ini.
"Tuan juga dapat membuat jalan memotong jalur perdagangan keluarga Lugard tuan." Tunjuk Virinda pada sebuah jalan yang besar pada peta.
"Jika lewat sini akan lebih baik namun belum bisa di pastikan aman karena ini adalah jalur baru." Ucap David.
"Itu tidak akan lama setelah petualang mulai berburu di sini tuan, lagi pula untuk saat ini kita hanya perlu mengantar warga untuk mengungsi di wilayah ini dan setelah itu tidak akan ada lagi yang menggunakan jalur ini sebelum keadaan membaik." Ucap Virinda menjelaskan.
"Benar juga, baik lah jalan akan di buat di sini." Mengangguk David menyetujui saran Virinda.
Setelah nya David pun berangkat dan membuat jalan dengan membersihkan wilayah jalur yang akan di lewati, jalan yang di buat David tidak lah lurus dan harus berbelok belok karena harus menghindari bukit kecil atau lubang yang cukup dalam.
__ADS_1
Meskipun David bisa meratakan itu semua dan membuat jalur lurus namun membuat jalan berbelok belok juga merupakan hal yang baik untuk mengurangi kecepatan perajurit nya saat mengemudi mobil yang bisa saja mengakibatkan kecelakaan.
...
Sore hari pun tiba bersamaan dengan David yang berhasil membuat jalan yang dapat di lalui.
"Apa kah sudah dapat di katakan selesai tuan?" Bertanya Virinda.
"Sekarang hanya tinggal pagar nya saja jadi anggap saja selesai, kita akan kembali ke Green Luck City untuk mengurus jumlah pengungsi dan mengirim nya kesini." Ucap David.
"Baik tuan saya akan segera memberi tahu nona Astein untuk bersiap." Ucap Virinda menghilang.
"Masalah warga dan tempat tinggal sudah terpenuhi, yang harus aku pikirkan sekarang adalah bagaimana cara menghentikan perang ini." Ucap David yang hanya dapat memikirkan satu cara untuk menghentikan perang ini yaitu mengalahkan raja iblis dan memotong jalur telepirtasi dua benua.
...
Green Luck City
Mansion Dark Dragon
"Baik tuan." Jawab Tiger siap menerima tugas nya.
"Bord tolong urus persediaan makanan untuk lima bulan di sana, kau bisa membeli bahan pangan dari mana pun selama itu mencukupi, untuk dana kau bisa minta pada Virinda." Ucap David.
"Baik tuan." Bord pun juga siap melaksanakan tugas nya.
"Untuk Ahrul hm.. kau nyantai saja lah." Ucap David karena untuk saat ini tidak ada tugas yang dapat ia serahkan pada Ahrul, selain ceroboh ia juga tidak dapat di berikan tanggung jawab akan sesuatu kecuali memimpin pasukan.
"Ha? Ha..!!?" Ahrul hanya bisa menganga saja.
"Situasi saat ini memang tidak ada tugas yang tepat untuk Ahrul tuan." Ucap Tiger.
__ADS_1
"Membiarkan nya diam adalah pilihan yang tepat, tuan David memang bijak." Puji Bord.
"Yah aku tau aku tidak dapat di andalkan tapi setidak nya katakan itu saat aku tidak ada di sini oi!" Ucap Ahrul yang kesal karena perkataan Tiger dan Bord.
"Baik lah Ahrul, kau bantu Tiger untuk membawa warga yang mengungsi, tapi ingat dalam misi ini Tiger yang memimpin." Ucap David terpaksa harus memberikan tugas pada pemimpin pasukan nya yang satu ini agar tidak membuat kekacauan lain.
"Baik tuan David." Ucap Ahrul.
"Laksanakan tugas kalian dengan baik." Ucap David.
"Kami akan membuktikan bahwa kami berguna bagi tuan David." Ucap mereka bertiga sebelum meninggalkan ruangan.
Tiga pemimpin utama pasukan David akan mengurus warga yang mengungsi sementara Moar memiliki tugas lain yang David berikan dan untuk Lily sendiri masih melanjutkan penelitian nya untuk mengembangkan berbagai item item yang berguna bagi David dan pasukan David.
"Virinda." Panggil David.
"Tuan?" Virinda menjawab bingung karena aura David tiba tiba berubah.
"Siapkan sepuluh ribu pasukan siap tempur dan bawa mereka menuju kota Dwarf." Ucap David memberi perintah.
"Baik tuan." Virinda tidak lagi menanyakan alasan dan untuk apa pasukan sebanyak ini namun Virinda susah dapat menebak untuk apa seluruh pasukan tersebur.
"Ini saat nya perang, kita akan melawan dengan kekuatan penuh." Ucap David.
...
Dalam waktu dua hari Tigreal dan Ahrul sudah memilih dan mulai memindahkan warga pengungsi menuju ke lima kota yang di siapkan olah David.
Karena di sana mereka baru akan membuka lahan tani makan Bord di tugaskan untuk menyiapkan bahan pangan bagi mereka, makana tersebut tidak akan di anggap gratis, mereka akan bekerja di lahan sebagai pembayaran akan bahan makanan yang David kirim.
Meskipun terdengar kikir namun ini di lakukan demi warga dan David sangat berharap warga dapat mengerti hal tersebut.
__ADS_1
Bahan pangan seperti gandum kebanyakan di dapatkan dari wilayah Vermilion, David meminta bantuan pada Stella agar menjual gandum mereka pada David untuk di bagikan pada warga.
Sebagian nya lagi di dapatkan dari Fertiland Empire meskipun sulit untuk menemukan jalur laut namun perdagangan laut tetap berjalan menggunakan jalur darurat meskipun lama, berbahaya dan tentu harga nya sedikit lebih mahal namun itu jauh lebih baik dari pada menghabiskan pangan dalam kerajaan dan membuat warga kelaparan kelak.