
Kota Dwarf
"Untung pasukan iblis belum mencapai tempat ini." Ucap David yang melihat kegiatan para perajurit nya di kota Dwarf masih berjalan seperti biasa dan tentu para Dwarf juga masih mengerjakan senjata senjata terbaik untuk perajurit.
"Mereka juga tidak bisa menjauh dari laut tuan, seperti nya mereka adalah ras iblis yang mirip monster ikan tuan." Ucap Tiger yang hanya mengatakan apa yang ia dengar dari pasukan pengintai di bawah pimpinan Moar.
"Jadi hanya kota pelabuhan yang mereka kuasai saat ini." Ucap David.
"Benar tuan." Jawab Tiger.
"Baiklah kita lanjut kan perjalanan, kuharap para iblis itu tidak menghancur kan kapal kapal ku." Ucap David kembali memperlaju Castile Disaster nya.
Sejak awal mereka hanya menghentikan Castile Disaster sementara untuk melihat kondisi kota Dwarf namun setelah memastikan aman dan tidak ada tanda tanda iblis di sekitar mereka langsung kembali melanjutkan perjalanan.
"Apa Stella baik baik saja yah?" Bertanya Astein yang memang selalu berada di Castile Disaster setelah David pulang.
"Aku sudah mengirim Teador kesana, aku yakin semua akan baik baik saja." Ucap David yang memang sangat mempercayai kekuatan Teador dan Selartain sebagai iblis yang pernah berjuang di neraka.
"Aku juga berharap begitu." Astein tetap saja masih mengkhawatirkan Stella yang sudah ia anggap adik sendiri setelah pernikahan Stella dengan David.
"Selartain dan Merky juga ada di Green Luck City, semua nya akan baik baik saja terlebih masih ada ayah mu yang bisa mengatur warga di sana." Ucap David yang memang cukup segan pada Erik Von Lugard karena skill keturunan dari keluarga Lugard yang berada di tangan Erik bahkan David pernah melihat nya secara langsung saat Astein menggunakan nya dan itu benar benar mengerikan.
"Jika keadaan mendesak mungkin aku akan ikut bertarung." Ucap Astein dengan sorot mata yang meyakinkan.
Memang sejak awal ia adalah seorang kesatria dan mengejar ilmu pedang untuk membangkitkan wilayah keluarga Lugard yang berada di pelosok kerajaan namun ia malah jatuh cinta pada David dan saat ini David lah yang meneruskan cita cita Astein untuk membangun wilayah kekuasaan ayah nya.
__ADS_1
(TL note : lihat kisah selengkap "Astein Von Dark" atau si gadis berambut emas di cerpen Author atau di instagram Author dengan nama @reza_atmaja03. Jangan lupa beri Like biar Author tau siapa saja yang berkunjung.)
"Baiklah." David langsung menyetujui nya.
"Eh? Aku kira kau akan menghentikan ku?" Astein langsung kebingungan.
"Kenapa aku harus menghentikan mu? Kau bisa bertarung selama berada di atas Castile Disaster dan menjaga Dastein." Jawab David bertanya balik.
"Kenapa kau tidak menyuruh ku tidur saja David?" Bertanya Astein yang geram dengan jawaban David. "Bagaimana cara ku bisa bertarung di atas Castile Disaster David? Semua iblis yang masuk di sini pasti akan langsung musnah kan?" Sambung Astein bertanya.
David tiba tiba merangkul kepala Astein dan memeluk nya hingga Astein bersandar pada dada nya. "Benar, kamu tidak perlu bertarung, semua musuh akan ku musnah kan sebelum mereka menyentuh kalian." Ucap David penuh keseriusan dan ketulusan akan sebuah perasaan untuk melindungi keluarga yang ia bangun ini.
"Nn." Astein hanya bisa mengangguk saat sebuah perasaan kehangatan yang sangat jarang ia rasakan dari David tiba tiba kembali ia rasakan, meskipun biasanya mereka selalu berpelukan namun tidak se hangat dan se nyaman ini.
"Oh seperti nya kita sudah sampai." Ucap David saat mulai melihat laut dan melepaskan pelukan nya pada Astein.
Meskipun David terlihat tenang tenang saja namun saat ini perasaan amarah nya memang sedang melonjak saat melihat daftar korban perajurit nya tidak lah sesikit dan mati karena membantu warga untuk mengungsi, sementara Astein sendiri tentu tidak tahan setelah mendengar ada banyak warga yang menjadi korban akibat serangan ini.
"Kita sampai tuan." Ucap Virinda yang sudah lengkap bersama empat maid Assassin lain nya.
Perlahan tangan kiri David berubah dan ia mendapatkan sisik Dragon dan cakar nya, sebuah Armor yang belum pernah terlihat David gunakan langsung melekat pada diri nya, itu adalah pusaka yang David ambil di penyimpanan mansion Dark Dragon.
Saat ini David benar benar terlihat bagai jendral yang siap memusnahkan musuh musuh nya dengan pedang ringan di tangan nya serta lima pedang yang tiba tiba muncul dan terbang di belakang nya.
"Sudah cukup lama aku tidak masuk kedalan pertarungan pembantaian, kalau tidak salah terakhir kali adalah saat perang melawan Livius Empire di daratan Allia." Ucap David yang merasakan sensasi skill yang sudah bertahun tahun tidak ia gunakan.
__ADS_1
Skill yang membuat nya dapat membantai sepuluh ribu perajurit dalam medan perang terpaksa ia segel saat kehilangan tangan kiri nya, David menggunakan skill tersebut untuk menggerakkan tangan Dragon nya namun saat ini David telah mendapatkan skill Gluttony yang kemudian mengubah skill benang pengendali tersebut hingga dapat ia gunakan lagi sebagai skill aktif.
"Kami juga sudah siap tuan." Ucap Tiger datang bersama empat pemimpin pasukan lain nya yaitu Lily, Moar, Ahrul dan Bord.
"Mulai dari sini tidak ada kata pertarungan,... aku hanya ingin melihat pembantaian, jangan menghadapi iblis iblis itu secara langsung tapi kurangi jumlah mereka dengan skill skill gabungan kalian." Ucap David penuh tekad.
"Kami mengerti tuanku." Semuanya menjawab secara bersamaan.
"Seperti nya para iblis itu juga sudah membersihkan leher mereka dengan baik." Ucap David melihat kebawah di mana sekelompok ras iblis mulai keluar dari air saat melihat ada sesuatu yang mengancam mereka.
"Andai kami lebih kuat, tuan tidak perlu mengotori pedang tuan drngan darah mereka." Ucap Virinda merasa sangat bersalah.
"Hng! Pedang ku sejak awal memang hanya untuk di lumuri oleh darah darah musuh ku!" Ucap David langsung melompat kebawah.
"Memang seperti itu lah tuan David yang kami kenal."
Yang lain nya kemudian ikut melompat kecuali Lily yang terbang bersama roh Spirit Eudora.
Bom!
Sebuah ledakan besar menimbulkan kabut kemana mana begitu mereka mendarat tepat di tengah kota pelabuhan.
"Yo.. kalian cukup bersenang senang setelah menguasai kota ini ya.." Ucap David menyeringai.
"Manusia! Jangan harap bisa kabur setelah masuk ke wilayah k-" Teriak salah satu iblis namun tiba tiba saja kepala nya sudah terdapat lubang anak panah.
__ADS_1
"Ahrul kau seharus nya membiarkan dia menyampaikan kata kata terakhir jya dengan baik." Ucap David seakan mengejek untuk memancing amarah para iblis ini karena dengan begitu David tidak akan merasa terlalu bersalah setelah membantai mereka.
"Maaf tuan tapi wajah mereka sangat jelek, berbicara keluar liur saya jadi tidak sengaja melepaskan anak panah ku." Ucap Ahrul membalas David dengan serius namun terdengar mengejek karena memang seperti itu lah Ahrul yang selalu tidak dapat membaca situasi dengan baik.