
Ruang rapat
"Bagaimana dengan keadaan orang yang selamat?" Bertanya David untuk memastikan situasi warga.
"Yang sekarang hanya tersisa kurang lebih seribu lima ratus perajurit, itu sudah jumlah total termasuk yang terluka, untuk warga kami terus berusaha keras untuk menyelamatkan mereka hingga sekarang hanya tersisa tiga puluh ribu warga saja dan kami sudah hampir kehabisan bahan makanan." Ucap Stella sedilit mengeluh, yah siapa yang tidak akan mengeluh saat seperti ini bahkan Stella sendiri yang bertanghung jawab akan setiap nyawa dibawah kekuasaannya masih harus mengekuh tapi entah kepada siapa.
"Aku membawa bahan makanan yang cukup untuk dua minggu dengan sesua jumlah penduduk yang kau katakan, tapi aku tidak melihat tuan Vermilion dan nyonya Vermilion?" Ucap David menanyakan ayah dan ibu Stella.
"Ibunda sakit yang bahkan tidak bisa disembuhkan oleh potion, sedangkan ayahanda entah kemana sejak kami mengungsi disini dia langsung menghilang." Jawab Stella.
'Benar benar buruk.' Batin David yang mulai memikirkan segala kemungkinan yang terjadi termasuk hal ini dan kali ini benar benar yang paling terburuk.
"Ada apa tuan David?" Bertanya Stella saat melihat raut wajah David yang aneh.
"Huff.. bukan apa apa, bagaimana dengan bangsawan lain, apa mereka tidak mengirim bantuan sama sekali?" Bertanya David setelah membuang napas.
"Itu juga membuatku bingung padahal kami sudah mengirim surat untuk meminta bantuan tapi sampai sekarang bantuan satu perajurit pun tidak terlihat." Ucap Stella yang mulai berpikir.
"Siapa yang menulis suratnya dan mengatakan tidak ada tanda tanda iblis?" Bertanya David.
"Itu ayahanda yang menulisnya sebelum mengirimnya kekerajaan dan bangsawan terdekat." Jawab Stella.
'Situasinya sudah jelas, sekarang hanya bisa membereskan semuanya sekaligus.' Batin David memijat keningnya.
"Apa ada masalah dalam surat tuan David?" Bertanya Stella saat melihat ekspresi David semakin memburuk.
"Virinda." Panggil David yang mengabaikan Stella.
Virinda baru saja datang dan menaruh secangkir teh didepan David. "Ada apa tuan?" Tanya Virinda.
"Pimpin pasukanmu untuk menuju kekediaman bangsawan terdekat, telusuri semuanya dan bereskan kekacauannya, jika kamu tidak bisa menannganinnya maka segera mundur dan laporkan padaku. Aku akan menghubungi Selartain dia paling bisa diandalkan dalam hal ini." Perintah David.
"Apa maksudmu?" Bingung Stella.
"Saya mengerti tuan." Ucap Virinda sebelum menghilang karena ia pun mengerti apa yang dimaksud oleh David bahkan sampai harus menghubungi vampir Selartain.
"Hanya ada dua kemungkinan, pertama surat yang kalian kirim tidak tersampaikan pada bangsawan sekitar." Uca0 David mengangkat satu jarinya.
"Itu tidak mungkin karena surat kami bahkan bisa sampai dikerajaan." Stella menolak kemungkinan pertama.
"Kedua adalah surat kalian tersampaikan tapi bengsawan sekitar tidak akan mengirim bantuan." Ucap David mengangkat satu jarinya lagi.
"Kenapa?" Stella semakin bingung dengan maksud David.
"Karena bangsawan sekitar adalah iblis itu sendiri." Ucap David yang tiba tiba susana menjadi menyeramkan.
__ADS_1
"Kalau ada begitu banyak iblis lalu kenapa ayahanda tidak mengetahuinya atau-" ucapan Stella terhenti saat menyadari ada yang aneh dengan ayahnya, dengan kata lain mungkin ayahnya juga sudah digantikan oleh iblis.
"Jangan terlalu memikirkan kemungkinan terburuknya, untuk sekarang kita harus fokus pada pembasmian monster dan mengamankan seluruh kota sebelum mencari portal tempat monster ini keluar." Ucap David menenangkan Stella.
David berencana untuk mengirim vampir Selartain mencari lokasi portal ini agar mereka dapat membereskan akar masalahnya secepatnya.
"Ba-baiklah." Stella mencoba untuk tenang meskipun sekarang ia masih sangat syok akan kemungkinan terburuk tentang ayahnya.
"Dimana ibumu? Aku akan melakukan yang terbaik untuk membantunya." Ucap David yang kemudian berdiri.
"A baik mari kuantar." Cepat Stella mengarahkan David.
'Lily.' David mencoba untuk menghubungi Lily.
'Tuan David?' Suara Lily terdengar membalas telepati David.
'Ya, bisa kau kesini.' Panggil David.
'Segera tuan.' Ucap Lily sebelum sambungan diputuskan.
David dibawa kesebuah kamar dimana terlihat jelas bahwa ada aura iblis didalamnya bahkan sangat pekat, perlahan berjalan David melihat seorang wanita paruh baya kurus kering berambut merah rontok sengan hampir sekuruh kulitnya memiliki bintik hitam besar.
Dengan ini David sudah dapat memastikan bahwa aura iblis yang ada ditubuh Stella berasal dari ibunya tapi dari mana ibunya mendapatkan aura iblis.
'Sistem, analisa keadaan tubuh ini.' Perintah David.
"Ibunda." Panggil Stella.
"Kau disini Stella, bagaimana perangnya?" Bertanya ibu Stella.
"Kami mendapatkan bantuaj dari jendrak Dark ibunda." Ucap Stella yang memegang tangan ibunya.
"Kau harus berterima kasis padanya, kuharap dia bisa membawamu segera pergi dari sini." Ucap ibu Stella.
"Maaf tapi misiku adalah membersihkan monster dari kota." David menolak.
"Jangan!" Cepat ibu Stella menentang.
"Anda sepertinya mengetahui sesuatu." Ucap David memicingkan matanya melirik tajam kearah ibu Stella.
"Pokoknya kalian harus segera melarikan diri dari kota ini." Ucap ibu Stella yang berusaha untuk tetap tenang tapi terlihat bahwa matanya menjadi besar seperti sedang ketakutan.
'Analisa selesai!' Suara sistem tiba tiba terdengar dipikiran David.
'Bagaimana hasilnya?' David bertanya.
__ADS_1
'Terdapat kutukan iblis didalam tubuh, hanya dapat ditarik oleh bangsa iblis. Selain itu bisa juga menggunakan sihir suci untuk menyembuhkannya.' Jelas sistem.
'Hanya puteri Arfenit yang terpikirkan olehku tentang sigir suci penyembuh karena Astein memiliki mana suci tipe penyerang, Apa aku tidak bisa melakukan sesuatu?' Bertanya David berharap ada sesuatu yang dapat ia lakukan untuk meringangkan penyakitnya.
'Anda bisa menghentikan pembusukan tubuh dan meringankan penyakitnya menggunakan Demon mana.' Jawab sistem.
Walaupun David sudah memakan iblis menggunakan special skillnya tapi entah kenapa dia tidak bisa berubah menjadi iblis yang ia makan dan hanya bisa menggunakan skillnya saja.
"Itu cukup." Gumam David.
"Ada apa tuan David?" Bertanya Stella yang kebingungan atas gumaman David.
"Aku memikiki satu skill yang mungkin dapat meringankan penyakit ibumu." Ucap David meminta persetujuan.
"Tuan David." Ucap Stella seperti memanggil.
"Hm?" David mengangkat satu alisnya
"Biarpun itu hanya sedikit harapan saja tolong sembuhkan ibuku." Ucap Stella yang langsung bersujud didepan David.
"Aku bisa membantumu jika kau kembali berdiri." Ucap David memberi syarat.
Stella segera mengangkat keapalanya dan berdiri. "Terima kasih tuan David." Ucap Stella masih menunduk dan berharap pada David.
"Meskipun aku bilang membantu tapi aku tidak yakin ini bisa membantu banyak." Ucap David yang mulai mengalirkan mana iblisnya kearah tangan kirinya yang mulai membentuk sisik dan berubah menjadi tangan naga.
"Walaupun itu hanya sekedar harapan aku siap melakukan apapun tuan." Ucap Stella.
"... tutup matamu nyonya." Ucap David pada ibu Stella.
Segera ibu Stella menutup matanya tanpa berbicara lagi kemudian David menaruh telapak tangannya diatas wajah ibu Stella tepatnya dibagian matanya sesuai dengan intruksi sistem yang kemudian David alirkan dengan mana Demon yang perlahan menghentikan penyebaran kutukan kepada sel lain didalam tubuh.
Meskipun sebenarnya David yang menyentuh tapi semuanya diatur oleh sistem karena dialah yang mengendalikan mana demon agar tetap stabil, David belum terbiasa dengan mana yang terlalu liar tersebut.
Perlahan semuanya David bersihkan yang akhirnya wajah ibu Stella semakin membaik meskipun tidak seberapa karena masih terlihat kurus dan pucat.
Tok tok tok!
Sebuah suara ketukan pintu terdengar diluar.
"Siapa!?" Tanya Stella.
...----------------...
buat yang ingin lihat ilustrasi novel Another VR World Accident silahkan lihat diinstagram saya saja @Rezaatmaja03 atau kalian bisa cari dengan nama @reza_atmaja03 itu akunnya sama aja.
__ADS_1
disana penjelasan karakter serta asal usulnya lengkap guys.