
"Apa yang akan kita lakukan padanya tuan?" Bertanya Virinda karena pasti ada alasan lain dimana David tidak membunuhnya.
"Pertama Gluttony." David mengaktifkan skillnya dan memisahkan antara jiwa dan tubuh dengan cara menghisap jiwanya saja. "Dengan ini target tidak akan melarikan diri, berikutnya kita hanya perlu menggunakan tubuh ini untuk bertanggung jawab akan semua kesalahan keluarga kerajaan." Ucap David.
"Saya mengerti tuan." Virinda patuh dan tidak bertanya lagi.
Alasan David menjadikan menteri bagaikan kambing hitam hanyalah satu yaitu karena dia juga terlibat saat dimana dia menyetujui kontrak dengan demon untuk menaikkan jabatanya, itu semua David ketahui setah memakan jiwa demon tadi dan memkasa menerobos kedalam ingatannya tentu itu menguras banyak energi David karena merupakan hal yang sangat tabu.
"Huh.. berpikir soal tabu sekarang aku harus melakukan satu hal tabu lagi." David membuang napasnya dan melihat kearah tubuh ratu Vexana.
"Apa tuan benar benar harus melakukannya?" Bertanya Virinda.
"Aku tidak ingin mengurus masalah yang tersisa, kembalikan saja tanggung jawabnya pada ratu tepos ini." Ucap David memandangi dada rata ratu Vexana yang tertutup oleh sebuah energi sihir.
David berniat membangkitkan kembali ratu Vexana menggunakan skill Necromancer namun David sebisa mungkin tidak ingin menggunakan skill tersebut tapi kali ini dia benar benar harus menggunakannya.
"Wahai ratu yang tidak bertanggung jawab akan posisimu, aku memanggilmu kembali Rising Undead!" David yang tidak biasanya membaca mantra tiba tiba membaca mantra membuat Viri da kebingungan.
Perlahan rune sihir membentuk dibawah kaki ratu Vexana dimana rantai yang mengikatnya terlepas dan menghilang, perlahan aura kehidupan ratu Vexana kembali dan membuka matanya menatap David.
"Oi bocah siapa yang kau sebut tidak bertanggung jawab." Sebuah arua yang sangat kuat yaitu aura kematian langsung ditujukan pada David begitu ratu Vexana kembali bangkit.
"Maaf anda salah dengar." David yang biasanya sangat menghormati ratu maupun raja sekarang malah mempermainkannya.
"Hmm aku harap juga begitu." Ratu Vexana tidak lagi memperdulikan David dimana sebuah pakaian yang tiba tiba mengelilingi tubuhnya.
"Kau." David menatap ratu Vexana dengan mantap.
"Hmm bocah tidak baik melihat wanita dewasa ganti baju loh." Ucap ratu Vexana seakan mengoda.
"Kau tidak ganti baju melainkan memakai baju, kesampaingkan masalah itu, selama ini kau yang terus mengawasi kami kan?" Bertanya David.
Ratu Vexana tiba tiba berubah menjadi serius. "Meskipun aku mati disini tapi jiwaku tetap akan melindungi tembok kerajaan ini, itulah sosok emperor dari Magicarry empire, oh untuk buku formasi itu aku harap kau mengembalikannya itu salah satu harta kerajaan, menurutku juga bawahanmu sudah menguasai seluruh isinya." Ucap ratu Vexana kembali santai seakan tidak terlalu perduli.
"Jadi kau bisa mengendalikan orang didalam tembok?" Bertanya David.
__ADS_1
"Bukan mengendalikannya lebih tepatnya aku hanya menhasut mereka dengan beberapa petunjuk pada akhirnya salah satu bangsawan bodoh mengambil buku formasi dan menjualnya padamu." Jelas ratu Vexana.
"Jadi selama ini kau selalu tahu tindakan kami?" David terus bertanya.
"Oh itu sekarang aku sudah tidak bisa melakukannya karen jiwaku sudah kembali pada tubuhku, untuk hal ini dan itu aku berterima kasih." Seakan tidak berniat tapi ratu Vexana tetap menundukkan pandangannya untuk berterima kasih.
"Apa kau masih berniat berterima kasih?" David menepuk jidatnya melihat kesantaian ratu ini setelah terjadi banyak hal pada kerajaannya.
"Ah bocah sebaiknya kamu tidak terlalu menekanku karena aku pikir telah melihat sesuatu yang tidak seharusnya aku lihat." Ucap Ratu Vexana seakan mengancam David.
"Tidak seharusnya kamu lihat?" David menjadi kebingungan.
"Ck ck ck kau bahkan sampai membuat istri kecilmu kesulitan." Ratu Vexana menggeleng geleng.
David teringat dimana dia melakukannya bersama Merly dan ternyata ratu tukang intip ini melihatnya, separuh wajah Davd tiba tiba menjadi gelap.
"Saya permisi tuan." Virinda langsung melarikan diri dengan menghilang secara tiba tiba saat ratu Vexana masih menjelaskan setiap detail yang David lakukan pada Merly.
"Oi kau melihatnya?" Bertanya David dengan sedikit auranya yang keluar namun Gak menyeramkan.
"Berarti kita harus impas." David tiba tiba menggunakan perintah undead.
"Eh tubuhku bergerak sendiri." Ratu Vexana mulai melepaskan pakaiannya karena tidak dapat menolak perintah dari David yang telah membangkitkannya.
"Kebetulan aku membawa benda empuk." David mengeluarkan satu set ranjang dan melempar tubuh ratu Vexana keatasnya.
"Eh bocah apa yang ingin kau lakukan?" Ratu Vexana mulai merasa aneh saat David melepaskan perintahnya dan membiarkan pakaiannya setengah terbuka.
"Hmm ini jauh lebih sempit dari pada milik Merly." Ucap David seakan mengejek.
"Jengah melihatnya!" Berteriak ratu Vexana saat bagian bawahnya dapat langsung dilihat oleh David.
"Sejak dulu aku juga ingin merasakan bagaimana rasanya seorang ratu sepertimu." Ucap David mengekuarkan senjatanya.
"Eh? Tunggu emm." Seluruh urat ratu Vexana langsung menegang saat David memaksakan miliknya masuk tanpa rem dimana semuanya tenggelam dan membuat perut keduanya saling merapat.
__ADS_1
"Bagaimana?" David bertanya saat bagian bawahnya juga merasa dipepet disebuah lubang sempit.
"Sakit ek nm hm." Ratu Vexana mulai merasakan sakit namun sebuah sensasi yang sangat nyaman dan hangat membuatnya menyepelekan rasa sakit tersebut saat David mulai mengayungkan pinggangnya.
Dengan lubang yang sempit membuar pinggang ratu Vexana haru mengikuti ritme David yang tidak berhenti dan terus membabat tubuh ratu Vexana.
Setelah tiga jam kemudian.
Ratus Vexana berbaring lemas tanpa energi dengan cairan putih yang terus keluar dari bagian bawahnya sementara David yang sudah menggunakan pakaian terduduk ditepi tempat tidur.
"Bagaimana apa kau sudah paham sekarang?" Bertanya David.
"Ini sangat menakutkan bagaikan dilindes perajurit metal." Ucap ratu Vexana dalam keadaan lemah tapi tetap mempertahankan kesadarannya.
"Apa masih perlu dilanjut?" Bertanya David menciumi leher ratu Vexana.
"Lain kali saja!" Cepat ratu Vexana terbangun dan menghindar.
"Lain kali kah? Hm baiklah." Mengangguk David setelah merasa puas.
'Ah.. kenapa aku bisa mengatakan lain kali, pinggangku terasa sakit, meskipun ini tubuh undead tapi aku adalah Nekromancer dan dapat mengembalikan kehidupanku sepenuhnya setelah satu tahun, tapi keperawananku diambil oleh orang yang sama sekali aku tidak ketahui.. aku telah gagal sebagai ratu.' Batin ratu Vexana meralat ucapannya.
"Aku akan membantumu memperbaiki kembali kerajaan ini tapi kamu juga harus memberiku informasi mengenai ras demon yang kau ketahui." Ucap David.
"Hmm? Apa maksudmu bocah?"
"Panggil namaku dan juga seperti yang aku katakan tadi kenapa kau bisa mati dan menjadi seperti ini?" Bertanya David kembali.
Ratu Vexana melihat kearah tubuhnya yang penuh bekas ciuman David. "Aku seperti ini karena kau kan!" Ratu Vexana tiba tiba berteriak.
"Yah aku paham itu tapi bukan itu yang aku tanyakan, kenapa ras demon bisa mengendalikan kerajaanmu?" Kembali David bertanya.
"Ah.. yang itu kah.." Ratu Vexana memalingkan wajahnya dan menggaruk pipinya menggunakan telunjuk karena merasa malu.
"Hm." Mengangguk David.
__ADS_1
Ratu Vexana mulai menceritakan semuanya pada David dimana semuanya bermula saat ratu Vexana diangkat menjadi ratu tapi karena merasa tidak belum pantas, Vexana pun lebih memperdalam ilmu sihir Necromancer nya dan kemudian terlibat dalam pembangkitan ras demon undead, raja iblis menyadarinya dan langsung mengirim salah satu bawahanya menuju kekerajaan ini untuk menggunakan class Necromancer Vexana dalam mempercepat kebangkitan raja iblis.