
Pagi hari
Kota pelabuhan keluarga Lugard
Pagi hari kota pelabuhan kembali diawali dengan bunyi terompet besar yang suaranya sangat tidak nyaman untuk didengar.
Bersamaan dengan itu muncullah berbagai monster hiu yang menyerang kearah daratan namun segera dihentikan oleh para perajurit.
Dengan adanya perajurit bantuan kali ini semuanya berjalan dengan lebih baik bahkan berhasil menekan jumlah Shark Fang hingga kearah laut.
Meskipun terus berdatangan tapi pembantaian jauh lebih cepat dari pada kedatangan mereka hingga akhirnya lebih dari seribu Red Crab tiba tiba muncul yang bahkan David bingung bagaimana cara kepiting itu berenang.
"Tiger Lily Bord bantu Merly." Perintah David dimana langsung memerintahkan tiga komandan pasukannya yang kebetulan hadir kali ini.
Meskipun Merly dapat melawan mereka semua namun itu membutuhkan waktu yang lama dan kali ini David benar benar ingin menekan para monster laut ini sampai bossnya muncul.
"Baik jendral!." Mereka bertiga langsung terjun kemedan perang dimana Lily terus membekukan setiap tempat pijakan Tiger fan Bord dilaut.
Tiger dengan kemampuan khususnya dimana semakin kuat pertahanan musuh maka akan semakin kuat pula serangannya langsung memecahkan setiap cangkang Red Crab.
Sementara Bord sendiri meskipun seluruh statnya fokus pada defense tapi dengan Kapak bermata satunya sudah cukup berat untuk membunuh Red Crab dalam dua sampai tiga serangan.
Lily terus mensuport mereka berdua seperti menjerat Red Crab dengan esnya atau melindungi mereka berdua karena saat ini Lily lebih fokus membuatkan pijakan es pada Bord dan Tiger dari pada menyerang para Red Crab tersebut.
Sementara Merly yang dari atas langit terus menembaki para Red Crab cuku bersenang senang karena sangat jarang baginya mendapatkan kesempatan seperti ini.
Saat siang hari dimana pertempuran terus berlanjut ditengah laut beberapa perajurit Lugard dan anggota guild Bomvlest sudah tidak dapat bertahan dan mundur karena kehabisan stamina.
Disaat itulah mata Merly yang cukup tajam menangkap sebuah sosok yang sangat besar datang dari laut.
"Ooo.. bossnya datang." Merly menghentikan panahnya saat mengarahkan scop nya pada monster yang sangat besar yang ia lihat.
Sementara disisi lain David dapat melihatnya dengan jelas meskipun dia sedikit terkejut dimana monster yang menyerang adalah kumpulan Shark Fang dan Red Crab tapi kenapa bossnya malah gurita.
"Sudah kubilang monster ini gila." Ucap David.
"Nn aku baru paham apa maksudmu." Aron mengangguk paham akan maksud David.
"Hmm.." David menyipitkan matanya untuk melihat status gurita tersebut.
[Kraken, Lv 300, (Boss)
Hp:300.000.]
__ADS_1
"Mahkluk bersejarah mukanya mirip monyet." Ucap Aron yang juga melihat nama monster tersebut.
"Kesampingkan masalah itu, aku punya dendam pribadi dengan monster ini." David mengeluarkan pedang besarnya seakan siap mencincang Kraken yang sedang menuju kearahnya.
Bwooo...!
Sebuah suara yang sangat tidak nyaman yang terus dikeluarkan setiap pagi tiba tiba keluar dari mulut monster tersebut membuat julamlah Shark Fang dan Red Crab semakin meningkat.
"Kalian bisa menggunakan kekuatan kalian yang sebenarnya loh." Ucap David pada ketiga pemimpin pasukannya yang dari tadi terus menahan diri.
"Baik!" Jawab mereka bertiga sebelum menggunakan masing masing class mereka.
Bord dengan Class Absolute Tanknya tiba tiba memunculkan sebuah tembok yang langsung membentang luas bagaikan tembok sebuah kota.
Tiger dengan Class Tank Destroyernya menggunakan salah satu skill terkuatnya dimana sebuah sinar pedang yang sangat panjang muncul dari arah pedangnya dan dengan mudah memotong seluruh monster yang sudah berkumpul ditembok yang dibuat oleh Bord.
Lily menggunakan Class Graizernya langsung mensumon berbagai monster laut untuk ia kendalikan dan menyerang para Red Crab.
"Inikah kekuatan komandan pasukan jendral."
"Aku pernah melihat ini sebelumnya."
"Sepertinya hanya orang gila yang akan menentang jendral Drak."
Memang memiliki kekuatan yang sangat besar namun itu tidak akan bertahan lama dan mereka bertiga berharap agar David segera mengalahkan monster Kraken sebelum masa skill mereka berhenti.
"Aku tahu itu." David pun menyadarinya.
"Hati hati kakak." Rina mengkhawatirkan David namun ia tahu saat ini tidak dapat menghentikan kakaknya.
"Tenang saja ini hanya cumi bermuka monyet." Ucap David sebelum melompat dan menggunakan skillnya yang dapat berjalan diatas laut.
Kraken yang menyadari kedatangan David langsung mengarahkan tembakan tinta pada David yang mengandung cairan korosif tingkat tinggi yang bahkan dapat melelehkan tulang manusia.
"Barrier." David mengarahkan tangan kirinya kearah depan dan membuat sebuah penghalang.
Meskipun David dapat menahan tembakan tersebut tapi jelas David juga merasakan akan kekuatan tembakan itu bisa menghancurkan barriernya dengan mudah jika status David setara dengan levelnya.
Menyadari serangannya tidak mempan Kraken langsung menggunakan tentakelnya dan menyerang kearah David dengan kecepatan tinggi.
David tidak berusaha menghindar ataupun menangkisnya karena sebuah anak panah tiba tiba langsung datang dan menembak tentakel tersebut.
Bom!
__ADS_1
Satu ledakan yang sangat besar terjadi di depan David dimana tentakel milik Kraken langsung terpotong.
"Giliranku." David mempercepat langkahnya dimana semakin banyak tentakel yang menyerangnya.
David langsung menggunakan pedang besarnya dan memotong semua tentakel tersebut namun saat David akan memotong tubuh Kraken tiba tiba seluruh tentakelnya beregenerasi dan langsung memukul kearah David.
David yang saat itu menyadarinya dan tidak dapat menghindar karena berada diudara terpaksa hanya menggunakan barrier pelindung untuk melindungi tubuhnya sebelum di hempaskan.
Jauh David terlempar sebelum David kembali memulihkan pijakannya dan berlari kearah Kraken tersebut.
'Sistem apa itu tadi?' David langsung bertanya pada sistem yang sedari tadi menganalisa Kraken.
'Jawab, Kraken yang berada didepan anda memiliki sebuah item yang dapat terus meregenerasi tubuhnya.' Jawab Sistem.
Sementara David terus memotong tentakel dan menggoresnya dimana selalu beregenerasi bahkan health poin Kraken sama sekali tidak menurun.
Melompat David mundur dan menjauh dimana saat ini ketiga komandan pasukannya sudah hampir tidak dapat bertahan.
"Sudahlah cukup sampai disini saja bermainnya." David mengaktifkan class transformasi Dragonnya dimana dua tanduk keluar dikepala dan sepasang sayap yang lebar muncul dipunggungnya.
Kraken yang menyadari akan bahaya yang dari David langsung menggunakan serangan yang belum pernah David lihat sebelumnya.
Sebuah laser merah yang sajgat panas langsung datang pada David dejgan kecepatan tinggi.
"Kau cukup pintar tapi aku sedang malas bermain saat ini." David dengan mudahnya membelokkan serangan laser tersebut menggunakan tangan dragonnya.
Kraken yang tidak melihat sebuah peluang untuk menang memilih melarikan diri namun sebuah cahaya pedang sudah memotong tubuhnya menjadi dua.
Kraken kembali beregenerasi namun kali ini regenerasinta jauh lebih lambat karena David menggunakan skill passifnya dimana api hitamnya akan membakar sebuah objek dan mengurangi regenerasinya sebesar lima puluh persen.
"Gluttony." Baru saja Kraken tersebut berhasil meregenerasi seluruh tubuhnya David langsung menelannya menggunakan skill pemangsanya. "Meskipun kau memiliki regenerasi super tapi kau tetap akan kehabisan stamina." Ucap David sebelum mengarahkan pandangannya kearah monster yang tersisa tapi semuanya sudah dibantai oleh yang lain.
Terbang David kearah pelabuhan dan menghentikan class tranformasinya.
"Seperti biasa kau tidak mengenal ampun yah." Ucap Erik menyambut David.
"Aku bingung kapan aku bisa sekuat itu." Ucap Mark dimana dulunya dia merupakan leader terkuat di wilayah keluarga lugard sekarang telah tergantikan oleh David.
"Bagaimana keadaan pasukan?" Davis bertanya.
"Yah.. berkat perajuritmu tidak ada korban jiwa." Jawab Erik.
"Kalau begitu syukurlah." David melihat kearah yang lain sebelum berpamitan. "Aku akan mengurus pasukanku untuk membersihkan laut dulu." David pamit.
__ADS_1
"Oh baiklah aku juga akan meminta anggota guildku untuk membantu." Balas Mark.
Berjalan David menuju kearah Rina yang baru saja ingin menemuinya, saat ini David tidak ingin mengungkap identitas Rina dan dirinya jadi lebih memilih untuk menjauh dari Erik dan Mark.