
Di sebuh hutan yang hijau dan subur dengan berbagai hewan buas dan monster kuat yang menduduki nya karena kekayaan alam nya namun saat sebuah objek besar lewat di atas mereka, seluruh hewan buas dan monster di sana mulai ketakutan dan berlari kesana kemari untuk bersembunyi.
Itu adalah David yang sedang mengendalikan Castile Disaster yang sedang menuju hutan tersebut untuk melihat wilayah yang akan ia gunakan sebagai wilayah baru.
Wilayah tersebut tidak jauh dari Vulgata City namun tempat ini di pastikan jauh dari Devil Forest dan memiliki tanah yang subur.
David melompat turun bersama Virinda untuk meluhat keadaan hutan tersebut secara langsung.
"Benar ini tempat yang di katakan Moar kan?" Bertanya David memastikan.
"Benar tuan juga masih ada tiga tempat lain yang jarak nya sekitar dua kilometer setiap wilayah nya tuan." Ucap Virinda setelah menjawab.
"Hutan ini indah dan hijau tapi sayang sekali saat ini adalah keadaan mendesak dan aku harus segera membuka wilayah baru di sini." Ucap David masih melihat lihat wilayah sekitar sambil berjalan.
"Setiap pohon di sini sudah cukup besar tuan, sangat sempurna untuk di jadikan sebagai bahan bangunan." Ucap Virinda.
"Aku sebenar nya ingin langsung meratakan semua nya dengan tanah tapi itu sama saja kita menyianyiakan sumber daya alam." Ucap David.
"Lalu apa yang akan tuan lakukan?" Bertanya Virinda.
"Tebang semua pohon nya lalu bersihkan tanah nya, meskipun ini membutuhkan waktu tapi ini jauh lebih baik, Rising Death Knight!" David langsung menggunakan skill nya dan memanggil seratus Death Knight.
"Mungkin akan lebih baik jika kita sekalian berburu mengumpulkan bahan makanan untuk warga tuan." Saran Virinda saat melihat ada banyak monster yang dapat di komsumsi berusaha melarikan diri.
"Terserah mu saja, aku ingin segera menyelesaikan setiap wilayah ini." Ucap David segera mengarahkan para Death Knight untuk menebang pohon.
"Kalau begitu biar kan saya saja yang mengurus bahan buruan tuan." Ucap Virinda sebelum menghilang.
Death Knight mulai menebang pohon dengan sekali tebasan menggunakan pedang panjang dengan bentuk aneh nya, di bawah arahan David mereka mulai memisahkan ranting dan bahan utama sebelum menumpuk pohon yang dapat di gunakan sementara ranting yang di pisahkan di taruh di tempat yang berbeda.
__ADS_1
Luas wilayah yang David bersihkan sekitar satu kilo meter persegi, itu sudah cukup untuk di jadikan sebagai kota kecil untuk beberapa penduduk.
"Pusat kota nya di sini saja." Ucap David setelah memperkirakan tempat yang cocok yaitu tepat di tengah kota.
David mulai mengalirkan mana nya ke tangan dragon nya sebelum perlahan mengubah tanah pijakan nya menggunakan skill pengendali tanah menjadi sebuah lubang yang sangat dalam dengan diameter dua puluh meter.
Shass shusr
"Ternyata benar di sini memang tembat yang bagus untuk membuat sumur." Ucap David saat ia menggali lubang tiba tiba saja air yang sangat deras langsung muncul di sana.
Dengan kedalaman sepuluh meter tentu untuk mengisi nya hingga penuh itu membutuhkan waktu jadi David tidak dapat bergantung pada sumur ini untuk memenuhi kebutuhan air di kota baru ini.
David kemudian membuat jalur sungai terbentang memotong wilayah kota tepat di tengah nya dengan luas sepuluh meter dengan ke dalaman lima meter, David bermaksud untuk membuat sungai yang mengalir membentang di lima kota yang akan ia bangun agar transportasi air seperti kapal dapat di gunakan.
[Water Unlimited (Unique)
Sebuah batu sihir yang di ciptakan untuk terus mengeluarkan air dalam jumlah banyak saat di aktifkan. Berlaku selama satu tahun.]
Meskipun sebenar nya di wilayah sekitar ada air sungai namun itu tidak masuk ke dalam wilayah kota terlebih David tidak ingin hewan liar kehabisan air di hutan jika mereka membangun kota di sungai tersebut.
Air mulai mengalir dan memenuhi sungai yang tidak memiliki pembuangan sama sekali.
"Yosh! Saat nya menggali hingga ke kota selanjut nya!" David mulai membuat lubang lurus dengan mengendalikan tanah juga sekalian mengeras kan nya agar air tidak terlalu mengikis tanah tersebut.
David terus menggali hingga sampai di wilayah kota selanjut nya yang sudah di bersihkan oleh para Death Knight, David kembali membuat lubang yang besar di pusat kota dan menanam item Water Unlimited.
Setelah bekerja selama seharian akhir nya David berhasil membuat jalur sungai di lima wilayah kota meskipun ini lebih mirip danau buatan karena ujung sungai tidak mengarah ke laut.
"Sekarang tinggal memperbaiki bidang tanah dan meratakan nya agar dapat langsung di tempati oleh warga untuk bercocok tanam." Gumam David.
__ADS_1
"Saya rasa sebaik nya tuan beristirahat terlebih dahulu, kita bisa melanjutkan besok." Saran Virinda saat melihat David bekerja selama seharian tanpa beristirahat.
"Tidak bisa, semakin cepat kota ini selesai maka semakin cepat pula warga bisa merasa lebih aman." Ucap David langsung menolak saran Virinda.
"Tapi setidak nya tuan mungkin harus mengabari nona Astein terlebih dahulu, ini sudah larut malm saya yakin nona Astein khawatir pada tuan." Ucap Virinda.
"Benar juga ya.. kalau begitu tolong sampaikan pada Astein aku harus segera menyelesaikan tugas ini sebelum matahari terbit tapi tenang saja aku akan datang saat makan malam nanti." Ucap David merasa sedikit berat meninggalkan Astein malam ini padahal ia bisa tidur bersama namun memilih tidak.
"Saya mengerti tuan." Jawab Virinda sedikit membungkuk sebelum menghilang dari hadapan David.
Setelah semalaman bekerja akhir nya peroyek lima kota tersebut siap untuk di tempatu meskipun ada masalah saat David kembali ke Castile Disaster untuk makan malam semalam karena Astein mendiami nya dan terlihat ngambek.
Dua kota David ingin mencoba untuk membuat sawah dan menanam padi di sana sedangkan tiga kota sisa nya David ingin menanam ubi dan jagung yang dapat di panen dengan cepat juga agar dapat segera di komsumsi.
"Sekarang tinggal tempat tinggal warga." Ucap David berusaha berpikir tempat tinggal seperti apakah yang baik untuk warga agar dapat menghemat tempat.
Setelah berpikir beberapa saat akhir nya David mendapatkan ide namun lebih memilih untuk kembali ke Castile Disaster terlebih dahulu untuk sarapan.
"Selamat datang kembali tuan." Virinda langsung menyambut.
"Ya, di mana Astein?" David hanya mengangguk sebentar sebelum menanyakan Astein.
"Sedang menunggu di ruang makan tuan." Jawab Virinda.
"Baiklah." David segera mengubah tangan kiri nya kembali normal dan membersihkan tubuh nya menggunakan skill nya sebelum menuju ruang makan.
...----------------...
Maaf banget guys mungkin dari sini Author akan jarang up, bukan hanya semakin hari pembaca, lika dan komentar nya berkurang, Author tentu juga harus aktif di real world.
__ADS_1
Saat ini Author sudah benar benar jadi sampah, gak ada kerjaan dan gak ada pemasukan jadi untuk sementara Author ingin fokus bekerja karena up Chapter itu juga gak gratis guys, Author butuh paket internet untuk up selain itu saat Author kerja maka otomatis waktu untuk menulis novel bakal sempit banget jika di tambah waktu istirahat.
Jadi sekali lagi maaf banget guys novel ini akan jarang up namun tenang saja guys, selama kalian tetap menantikan chapter baru maka saat itu juga lah Author masih memiliki semangat untuk tetap menulis.