
"Baiklah, aku tidak punya pilihan lain lagi pula jika seandainya kalian tidak menyembuhkan aku mungkin aku sudah mati, anggap saja aku berhutang budi, aku akan mencari jalan untuk kembali sendiri." Ucap Aron menggaruk kepalanya.
"Terima kasih banyak atas pengertiannya tuan Aron." Ucap puteri Arfenit.
"Aku tidak mengatakan akan membantu kalian loh." Aron mempertegas hal tersebut.
"Setidaknya keberadaan pahlawan disini sudah membuat warga tenang tuan Aron." Balas puteri Arfenit dengan senyum.
'Lagi pula aku juga mendapatkan kekuatan dua kali lipat setelah menerima title pahlawan disistemku, mungkin aku harus membayar setiap kekuatan yang aku miliki.' Batin Aron membuang napas tapi meskipun dia sedikit lega akan keselamatan nyawanya namun saat ini ia masih tetap terpikir akan rekan timnya tapi saat ini tidak ada yang dapat ia lakukan untuk mereka.
Disaat raja Artur kembali memperkenalkan pahlawan serta jobnya karena Aron juga membocorkan beberapa skill pahlawan dan jobnya, Aron dari tadi merasakan aura yang ia lawan sebelum terluka parah dan dikirim kesini.
Aura tersebut hampir sama dengan aura David sehingga Aron terus memperhatikan David sejak tadi.
Meskipun David dan Virinda menyadarinya namun mereka berdua hanya mengabaikannya saja.
"Hey siapa yang duduk disana?" Berbisik Aron pada puteri Arfenit menanyakan David.
"Itu jendral Dark, prestasi pencapaian dan kekuatannya sangat tinggi, dia sangat terkenal dan memiliki banyak koneksi, jika anda ingin mengetahui banyak informasi anda bisa membangun koneksi dengannya." Ucap puteri Arfenit berbisik namun dia terlihat sangat memuja David.
"Kamu menyukainya?" Aron asal menebak.
Tiba tiba mata puteri Arfenit berubah menjadi tajam dan menatap Aron bagaikan mata pedang. "Kau pikir siapa yang akan menyukai baj*ngan itu?" Puteri Arfenit langsung menolak.
'Puteri ini sundere kah?' Aron langsung tahu saat melihat tingkahnya.
Setelah perkenalan Aron langsung dilarikan bersama keluarga kerajaan meninggalkan para bangsawan yang ingin berjabat tangan atau sekedar menjadikanya rekan pertama.
'Sistem apa kau menganalisa sihir pemanggilan tadi?' David bertanya.
'Analisa Sihir pemanggilan 100%
Sihir pemanggilan selesai dianalisa.
Menampilkan status sihir.'
[Magic Calling Out Heroes
Sebuah sihir kuno yang dapat memanggil pahlawan dari Bumi, hanya dapat digunakan oleh tujuh orang serta tujuh kerajaan secara bersamaan.]
'Skill ini tidak bisa aku gunakan, apa bisa diubah lagi?' Bertanya David.
__ADS_1
'Maaf, saat ini level anda terlalu rendah untuk memperbaharui Magic Hero, apakah anda ingin menyimpan skill ini?'
'Untuk sementara simpan saja sampai aku bisa membongkar semuanya.' Balas David menyetujui.
'Skill ditambahkan,
Proses dimulai 5%.. 20%.. 50%.. 80%.. 100%.
Skill berhasil ditambahkan.'
Semua bangsawan dipersilahkan untuk kembali kekediaman mereka masing masing untuk beristirahat sebelum kembali keistana malam nanti karena akan ada pesta dimana pengumuman atas nama dari setiap pahlawan diketujuh kerajaan serta title mereka.
Singkat cerita saat matahari tenggelam dan hari berganti malam dimana seluruh lampu sihir kerajaan terlihat indah semua bangsawan kembali berkumpul diistana kerajaan.
Dengan iringan lagu serta berbagai cemilan disert, daging dan wine terbaik kerajaan yang disediakan untuk hri penyambutan tujuh pahlawan kali ini.
Disambut langsung oleh raja Artur dimana pidatonya kembali panjang dimana semuanya membahas masalah kerajaan dan aturan aturan seperti biasanya serta pahlawan Aron yang tidak lagi menggunakan armor full plate nya namun hanya menggunakan jas putih dengan dasi saja,
Namun yang tadinya beberapa orang tidak menyadari sekarang mulai menyadari bahwa mata kanan sang pahlawan ternyata berwarna hitam dengan pupil merah.
"Itu sedikit menyeramkan." Bisik Astein.
"Iyakah? Menurutku itu keren." David lagi lagi berbeda pendapat dengan Astein.
"Sepertinya surat dari enam kerajaan telah disampai." Ucap raja Artur menyusun rapi enam gulungan surat tersebut. "Baiklah sebelum kita membuka surat dari keenam kerajaan lain kita terlebih dahulu akan memperkenalkan pahlawan kerajaan kita Aron sang pahlawan pedang!" Ucap raja memperkenalkan Aron.
Aron maju dan berdiri didekat raja Artur. "Nama saya Aron, pahlawan pedang Romulus Empire.. memang saya sempat bersikap tidak sopan tadi siang terhadap puteri Arfenit dan yang mulia raja namun saya adalah orang yang akan membalas kebaikan orang lain jadi saya akan berpihak kepada Romulus Empire." Ucap Aron seakan berterima kasih karena luka nya telah disembuhkan namuj jelas dia masih agak gelisah akan teman temannya.
"Sungguh terima kasih pahlawan pedang, baiklah saya sendiri yang akan membaca setiap surat dari enam kerajaan." Ucap raja Artur dimana langsung membuka enam gulungan surat tersebut dan membiarkannya melayang didepannya.
Entah kenapa raja Artur diam sejenak sambil memperhatikan isi surat.
"Saya mulai, pahlawan kedua yaitu Dinda sang pahlawan pemanah dari Archipelago Empire." Ucap raja Artur namun itu tiba tiba mengejutkan Aron.
'Itu suratnya diringkas kan?' Batin David habis pikir tehadap raja Artur yang merangkum surat kerajaan dan hanya membacakan nama pahlawan saja.
"Ada apa pahlawan Aron?" Bertanya raja Artur saat melihat wajah Aron seakan terkejut mendengar nama pahlawan dari Archipelago Empire.
"Lanjutkan." Ucap Aron berusaha tenang namun terlihat jelas wajahnya sangat berharap.
Raja Artur terdiam sebentar sebelum kembali menyuarakan surat. "Candra pahlawan penempa Beaster Empire, Rina pahlawan Assassin Magiccary Empire, Naviza pahlawan penyihir Holytrit Empire, Alex pahlawan pendukung Livius Empire dan Sul pahlawan pertahanan Fertiland Empire." Raja Artur malah semakin menyingkatnya namun terlihat Aron tersenyum dan sangat puas pasalnya keenam pahlawan tersebut merupakan teman satu tim Aron dulu saat dibumi.
__ADS_1
Namun saat pahlawan Aron tersenyum puas dan merasa senang akan keselamatan temannya, dari tempat para bangsawan saat ini perasaan David sedang campur aduk dimana ia mendengar nama adiknya namun sedikit kesenangan timbul di hatinya tapi keterkejutannya membuat dirinya sedikit hilang kendali dimana auranya terus bergejolak.
"David ada apa tenanglah." Astein berusaha menenangkan David bahkan memasang penghalang agar aura David tidak dirasakan oleh orang lain.
Namun dengan penghalang level dua ratus tersebut dapat ditembus dengan mudah oleh pendeteksi raja Artur dan Aron yang merasakan aura David yang sedang campur aduk.
'Tuan David tenanglah!' Virinda langsung menggunakan sambungan telepati saat dari tadi ia hanya memperhatikan dari sudut ruangan sebagai maid namun sekarang menyadari kondisi David dimana hanya dia yang mengetahui seluruh rahasia David termasuk adiknya Rina.
'Virinda.' David tersadar dan menjawab Virinda.
'Anda tidak seperti biasanya tuan, mungkin itu hanya nama yang sama.' Ucap Virinda menenangkan David.
'Benar, masih ada pilihan itu, mungkin hanya namanya yang sama.' David menenangkan diri dengan mengatur napasnya sebelum kembali mengatur auranya.
"Semuanya tolong perhatiannya!" Raja Artur tiba tiba memanggil perhatian semua orang.
David kembali memperhatikan kearah depan. "Kamu tidak apa apa David?" Astein bertanya memberikan segelas air.
"Ya.. tidak apa apa tenang saja." David meminum segelas air tersebut hingga habis.
"Untuk memberikan sedikit hiburan bagi para tamu tuan pahlawan Aron ingin melakukan duel dengan seseorang." Ucap raja Artur menggantung.
"Siapa yang akan menjadi lawan duel tuan pahlawan?"
"Aku sih memilih menyerah saja."
"Mungkin Duke kerajaan?."
"Baiklah pahlawan Aron silahkan memilih." Ucap raja Artur meskipun sudah tahu siapa karena tadi Aron sempat meminta izin pada raja Artur.
...
...----------------...
Menurut kalian siapa yang dipilih Aron? komen di bawah yah guys :,)
Thank you banget untuk donatur mingguan tercinta. ♡
-MR.AZRI
-Gerald
__ADS_1
-Aiman Yussof
-Dest