
Dungeon ruang boss
"David siapa tadi itu?" Bertanya Astein saat melihat David tunduk penuh hormat berlutut padanya tapi bukan gaya kesatria didunia ini melaingkan gaya kesatria lain yang menancapkan pedang didepanya.
Astein pun sadar dan dapat mendengarkan apa yang dibicarakan oleh David dan jiwa yang mengendalikan pedangnya tadi.
"Jangan memasukkan pedangmu" David mendekat saat Astein mulai memasukkan pedangnya.
"Ada apa David?" Bertanya Astein.
"Didalam pedangmu telah kupindahkan jiwa pedang legendaris yaitu Exkaliber, jadi kamu jagalah baik baik karena pedangmu akan semakin kuat mengikuti kekuatanmu, dan sepertinya.. kamu mendaptkan class Saber" jelas David.
"Exkaliber? Kenapa aku belum pernah mendengarnya walaupun sudah membaca banyak buku legenda tentang pedang terkuat jaman dahulu" Astein memikirkanya.
"Yang jelasnya jiwa Exkaliber kemungkinan akan terbangun kembali saat pedangmu sudah mencapai tingkat Legend" ucap David mengembalikan pedang Astein.
"Wow bisa naik jadi tingkat Legend! Sungguh luar biasa.." Astein mengambil pedangnya dan mengayungkanya beberapa kali.
"Yang jelas jika suatu saat kamu bertemu dengan jiwa Exkaliber maka kamu harus menghormatinya kastanya lebih tinggi dari siapapun dan hampir menyamai dewa hermes" David menegaskan.
"Serius?!" Astein langsung berhenti memainkan pedangnya.
"Kita keluar dulu dan membahas rencana berlibur diibukota ini selanjutnya, yang jelas Exkaliber adalah pedang yang bisa memakan pedang spirit lainya dan akan meningkat saat digunakan dalam lautan darah, Wolf kembalikah!" David berjalan meninggalkan Astein menuju keluar Dungeon.
"Eh tunggu" segera Astein menyusul David.
**********
Malam hari
Mansion kota kerajaan
Byur...shush..
"Kamu kenapa Astein?" Bertanya David saat merasakan Astein menggosok punggungnya.
"Apa yang akan kamu lakukan jika tubuhku diambil alih oleh exkaliber dan tidak dapat menggunakan tubuhku lagi?" Bertanya Astein saat mulai membasahi punggung David yangs edang mandi dan membantunya menggosok punggungnya.
"Itu tidak akan terjadi Astein Exkaliber sangat menjunjung tinggi sikap kesatria jadi dia tidak akan mengambil alih tubuhmu tanpa mengembalikanya" David menjawab dan mulai membiarkan Astein menggosok punggungnya.
"Apa kamu lebih percaya pada exkaliber?" Bertanya Astein berhenti menggosok punggung David.
"Apa kau meragukan kepercayaanku padamu Astein?!" Berbalik David bertanya kepada Astein memegang kedua tanganya yang mana David sekarang hanya menggunakan handuk sedangkan Astein menggunakan gaun tipis.
David memang sangat menghormati para kesatria dan sangat menjunjung tingi sifat mereka jadi jika ada yang meragukan sifat kesatria dari orang yang David kagumi pasti David akan marah tapi sekarang yang meragukanya adalah tunanganya sendiri yang mana membuatnya sedikit emosional.
"Aku tidak bermaksud begitu David hanya saja" Astein terdiam.
"Aku mengerti Astein kamu hanya ingin tahu bahwa aku mencintaimu atau hanya tubuhmu bukan?" Bertanya David.
__ADS_1
"..." Astein diam karena itu memang benar.
"Aku mencintaimu Astein tidak ada alasan untukku meninggalkanmu masalah exkaliber kamu tidak usah terlalu memikirkanya dia hanya tertarik pada kekuatan dan ingin mengembalikan kekuatany seperti semula" David mengaskan pada Astein.
"Ba-baiklah bisa kamu lepaskan aku David" ucap Astein mengalihkan pandangan saat melihat tubuh David.
"Kenapa Astein.. kau bahkan sudah melihat semuanya" David mulai menggoda Astein.
"Apa yang kamm~ David berhent.. hah" Astein mulai tidak nyaman saat David mencium lehernya.
"Kamu meragukan ku Astein ... aku perlu memberikanmu sesuatu agar kamu tidak meragukanku lagi" David pun tidak berhenti dan terus mencium leher Astein.
"Hah Da David aku.. huh kubilang berhenti" Astein benar benar tidak bisa bergerak saat tubuhnya mulai memanas.
"Tidak ada yang bisa menghentikanku sayang... kamu terlalu meremehkanku" David mulai membuka baju Astein.
"David! mm~" Berteriak Astein tapi David dengan cepat membungkam mulutnya.
"Huh apa kamu masih ingin berteriak?" David bertanya saat melihat Astein sudah benar benar lemas.
"..." Astein terdiam.
"Baiklah aku akan berhenti untuk saat ini" David melepaskan Astein.
"em.." mengangguk Astein.
"Baiklah kamu tunggu aku dikamar aku akan menyelsaikan mandiku" David segera melanjutkan aktifitasnya setelah membantu Astein berdiri.
**********
"David" Astein sontak saja bangun begitu David mmasuk.
"Sudahlah kamu istirahat saja kita akan menghadiri pelelangan besok" David pergi kelemari dan menggunakan piama tidurnya karena malam ini dia sedang gak mod.
"David" Astein merasa David sedang marah jadi dia mulai membujuknya saat David berbaring.
"Ada apa Astein?" Bertanya David saat ingin tidur tapi Astein masih mengganggunya.
"Apa kamu marah?" Astein bertanya.
"Tidurlah aku tidak akan marah" tersenyum David saat melihat wajah Astein benar benar seperti anak kecil yang ketahuan mencuri.
David mulai memeluk Astein dan memasukkanya kedalam selimutnya serta mengelus lembut rambut halus panjangnya.
"Hmm..." Astein merasa nyaman dengan kehangatan ini.
"Tidurlah Astein" Davidpun juga merasa hangat dengan ini dia berharap agar hari akan selalu sehangat ini.
**********
__ADS_1
Pagi hari
"mm~ eh?" Terkejut Astein saat melihat David sudah tidak ada ditempat tidur.
"Apa dia sedang mandi?" Astein melangkah menuju kearah pintu kamar mandi.
"Tidak ada" ucap Astein setelah merasakan bahwa tidak ada orang didalam kamar mandi.
"Astein! Kemarilah waktunya sarapan!" Teriak David dari bawah.
David dapat mengetahui bahwa Astein sudah bangun karena melihat pergerakanya dimap sistem.
"Yah segera setelah aku membasuh wajahku!" Dengan cepat Astein berlari kekamar mandi serta membasuh wajahnya dan menarik selembar handuk lalu kembali berlari menuju kedapur.
"Kamu tidak perlu seterburu buru itu Astein" ucap David meletakkan piring dimeja saat melihat Astein masuk keruangan makan.
"Hihi aku hanya ingin menikmati masakan suamiku" Astein sedikit menggoda David.
"Kau tahu konsekuensi setelah mengodaku Astein tapi aku suka panggilan itu" David membalas.
"Aku akan makan sekarang" secepat kilat Astein langsung duduk dikursi.
"Baiklah ini makanan anda my Princes" David meletakkan sup di depan Astein.
"Hm~ masakanmu memang yang terbaik" ucap Astein setelah memakan satu sendok sup tersebut.
"Cepatlah setelah kamu makan segera mandi dan bersiap kepelelangan" David ikut duduk untuk makan.
"Pelelangan akan dimulai dari jam sepuluh padi dan dibuka dari jam delapan pagi lihat sekarang jam berapa?" David bertanya dan menunjuk sebuah jam yang lebij mirip sebuah bola dan menunjukkan waktu dimana posisi matahari sehingga orang dapat mengetahui jam berapa sekarang.
"Jam sembilan! Kenapa kamu tidak membangunkanku!" Berteriak Astein.
"Aku pun kesiangan Astein" ucap David masih dengan santainya makan.
"Aku akan segera bersiap" Astein dalam satu kali tuang menghabiskan satu mangkuk sup beserta satu roti panjang yang langsung masuk keperutnya.
"Aku tidak tau jika kamu seperti itu Astein" -_-'
**********
Jalan depan pelelangan.
"Untunglah kita masih sempat" Astein bernafas lega ketika melihat pelelangan belum dimulai.
"Aku tidak tahu jika kamu akan terlalu lama memilih pakaian jika ingin kencan" David menganggap ini sebagai kencan karena diapun datang kepelelangan hanya untuk menghibur diri.
"Sudahlah ayo kita masuk" Astein menarik David untuk masuk dan David hanya cukup memperlihatkan lencana jendralnya saja dia sudah mendapatkan ruangan Vip kelas rendah.
David dan Astein segera diantar menuju keruangan Vip yang ada di lantai dua dan vasilitasnya cukup bagus walaupun masih ada ruangan vip kualitas terbaik dilantai tiga.
__ADS_1
"Kamu ingin membeli apa David sehingga pergi kepelelangan" bertanya Astein.