
Mansion Dark Dragon
"Nona Astein, tuan David akan segera tiba." Ucap Teador menghampiri Astein yang sedang bermain dengan Dastein.
"Aku mengerti." Berdiri Astein dan menarik tangan Dastein. "Papah kamu sudah datang loh Dastein." Ucap Astein memegang tangan Dastein sambil berjalan keluar.
"Papah." Dastein yang sudah lumayan baik dalam mengucapkan kata kata setidaknya sudah dapat menyebutkan beberapa kata yang diperlukan seperti ibu dan ayah atau makan dan minum.
Mereka berdua menuju kehalaman luar mansion untuk menyambut David yang nyatanya baru saja memasuki kota Green.
Semua pelayan dan perajurit segera berbaris dengan rapi seperti biasa saat David pulang untuk menyambutnya hingga akhirnya sebuah kendaraan mewah memasuki wilayah mansion melewati gerbang.
Perlahan mobil tersebut berhenti sebelum memperlihatkan David yang keluar dari sana dengan pakaian petualangnya dengan Virinda yang masih menggunakan pakaian maid.
"Selamat datang tuan Dark!" Semuanya segera melakukan 0enyambutan secara serentak tapi David hanya tersenyum seperti biasanya saja dan lanjut berjalan kearah Astein dan anak kecil yang berdiri disampingnya sambil memegang telunjuk Astein.
"Aku pulang." Tersenyum David mengucapkannya sambil mengangkat tangan kanannya.
"Selamat datang tapi kau kelamaan, ini hampir lima bulan sejak kamu melakukan misi." Ucap Astein.
"Maaf maaf ada beberapa urusan yang harus aku selesaikan." Ucap David yang tanpa melihat sekeliling langsung mencium kening Astein.
"Rambutmu memanjang loh David." Komentar Astein saat David melepaskan kepalanya.
"Kau harus memotongnya nanti." Ucap David sebelum berjongkok dan mengacak rambut Dastein yang semakin lebat.
"Ayah.." Dastein mencoba untuk meraih David.
"Oh anak ayah ya.. hmm.. sini papa bawa hadiah." Ucap David dengan nada aneh langsung menggendong Dastein.
Dua perajurit datang membawa box putih besar yang sepanjang dua koma lima meter dengan lebar satu koma lima meter serta tinggi satu meter.
"Apa ini David?" Bertanya Astein karena ini terlalu besar untuk dijadikan hadiah pada Dastein.
"Ingin melihatnya?" David bertanya pada Dastein.
"Nn." Dastein mengangguk seakan mengerti dengan ucapan David, biar bagaimanapun usia Dastein sekarang sudah sebelas bulan.
"Tolong dibuka." Ucap David pada perajurit.
"Baik tuan." Segera dua perajurit tadi membuka Box tersebut dan menyingkirkan kotak yang melapisi isi dari box tersebut.
"Miniatur kapal?" Tanya Astein tapi sedikit kebingungan karena ini bukan hanya terlalu besar tapi bentuknya juga sedikit aneh.
"Bukan, aku meminta Gal untuk membuatnya dikapal ini kapal sungguhan, bisa digunakan oleh anak berumur maksimal tujuh tahun, mungkin Dastein nanti akan memainkannya dikolam renang." Ucap David menjelaskan.
"Masalahnya adalah kolam renang sudah kau isi semua dengan lobster." Ucap Astein sedikit geram karena terkadang ia ingin berenang tapi kolam renang malah menjadi tempat perkembang biakan lobster.
"Ahaha.. haha.. aku akan membuat yang baru dan lebih besar nanti." David tidak berencana untuk menyingkirkan lobster dan malah berencana membangun kolam renang lain untuk Dastein.
"Tapi bagaimana cara Dastein mengendalikan ini?" Astein masih kebingungan.
__ADS_1
Memang terlihat hanya dapat menampung satu orang tapi jelas anak kecil tidak akan dapat mengendalikannya.
"Ini memang masih terlalu dini untuk Dastein, tapi kapal ini dapat berjalan sendiri sesuai dengan arah yang penggunanya inginkan dan memiliki penampungan mana serta pengaman jadi tidak akan ada masalah untuk anak kecil, pastikan saat menggunakannya kau mengisi energi mananya hingga penuh." Ucap David menjelaskan.
"Aku mengerti." Mengangguk Astein.
"Jadi apa aku sudah boleh masuk?" Bertanya David menunjuk kearah pintu mansion.
"Ini rumahmu David." Astein sedikit merasa aneh dengan lelucon David.
"Baiklah aku masuk." David segera masuk bersama Dastein yang masih digendongannya.
...
Malam hari
Meja makan
"Memang lobster adalah yang terbaik." Ucap David menikmati makanannya setelah sekian lama tidak memakan makanan laut.
"Kau bisa membelinya dari pada harus memeliharanya sendiri bukan?" Ucap Astein memberi saran.
"Dimakan langsung saat masih segar tentu rasanya juga akan berbeda." Jelas David.
David ingin mengatakan jika memakan hasil sendiri lebih nikmat tapi jelas bukan dia yang memelihara lobster dikolam renang karena para pelayan lah yang mengurusnya sedangkan dia hanya menyuruh mereka saja untuk memelihara lobster disana.
"Ya.. terserah saja yang penting kau bisa membuatkan kolam renang yang baru." Tapi Astein tidak terlalu memikirkannya lagi karena David mengatakan akan membuat kolam renang yang baru, jelas Astein tidak ingin berenang bersama lobster.
"Haa? Jika kau mengulangi kata katamu lagi, aku pastikan kau hanya bisa bermain dengan tanganmu selamanya." Ucap Astein mengancam.
"Tidak akan." Cepat David menjawab karena Astein sangat menakutkan apa lagi ancamannya.
Setelah makan malah mereka kembali untuk beristirahat termasuk David yang juga menuju kekamarnya yaitu kamar Astein juga.
...
Pagi hari
David terbangun dengan keringat yang membasahi tubuhnya dan tempat tidurnya juga seorang wanita cantik dengan kulit mulus tanpa cacat yang terbaring didekatnya tanpa busana dan jelas terlihat sangat kelelahan hingga tertidur pulas bahkan saat matahari sudah jelas terlihat.
"Kau sendiri yang mengatakan aku akan bermain dengan tangan selamanya tapi jelas kamu yang terlalu bersemangat semalam." Ucap David mengelus lembut rambut emas Astein.
Selama semalam Astein tidak hentinya memainkan milik David bahkan beberapa kali mencapai ******* Astein masih tetap bermain selama berjam jam, mungkin inilah yang namanya istri ditinggalkan selama lima bulan.
David tidak ingin mengganggu tidur Astein dan segera menutupinya dengan selimut sebelum dia menuju kekamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah sarapan David lebih memilih untuk mengunjungi guild karena itu adalah yang terpenting untuk sekarang.
Belum sempat David meninggalkan Mansion Merly tiba tiba datang.
"Halo kak David." Sapa Merly.
__ADS_1
"Aku baru melihatmu Merly?" Ucap Dacid seakan bertanya karena kemarin Merly memang tidak terlihat sama sekali dimansion.
"Merly tinggal dipenginapan ayah, kak David." Jawab Merly sebelum menjulurkan telapak tangannya seakan meminta sesuatu.
"Apa?" David jadi bingung.
"Hadiah? Atau oleh oleh?" Ucap Merly.
'Sial aku melupakannya.' Batin David. "Merly, ekhhem.. aku akan mengajakmu makan siang direstoran nanti oke." David mencoba membujuk Merly kearah lain.
"Baklah." Merly hanya mengangguk tersentum dan menarik tangannya. "Kemana kak David akan pergi pagi pagi begini?" Tanya Merly.
"Aku harus mengunjungi Redben untuk menanyakan beberapa informasi penting." Ucap David lanjut berjalan keluar mansion.
David berencana untuk menanyakan beberapa informasi yang ketinggalan David ketahui karena berada diwilayah Vermilion selama hampir lima bulan.
"Merly ikut." Merly segera menyusul David.
"Baiklah." David juga tidak keberatan karena sudah cukup lama ia tidak berjalan seperti ibi dengan Merly bahkan dia meninggalkannya dikota pelabuhan dulu.
Singkat cerita saat mereka tiba digedung guild yang ukurannya sedikit lebih besar dibanding sebelumnya tapi entah kenapa semua petualang lebih mengebal Merly dari pada David, bahkan hampir seisi guild Merly sapa.
"Kau ternyata sangat populer yah Merly." Ucap David melihat sekitar sebelum menuju kemeja resepsionis.
"Merly hanya sering membantu mereka menyelesaikan misi." Jawab Merly.
'Ek- itu namanya kau dimanfaatkan Merly.' Batin David menggeleng tapi dia sudah tiba didepan resepsionis.
"Apa yang bisa saya bantu tuan?" Bertanya resepsionis tersebut.
...----------------...
Thank you banget untuk donatur mingguan tercinta. ♡
-Gerald
-Lucas Ray
-Silver
-Muhammad Isyam
Dan thank you untuk rank umum para Donatur
-Xn
-Ma'ke Seto
-Zefaanatasya_
-[M.S.R]
__ADS_1