
Pelabuhan Dark Dragon.
"Ini sudah lebih mirip armada laut." Gumam David takjub saat melihat kapal perang yang berbaris rapi dipelabuhan serta para pekerja pelabuhan.
"Hwee hwee kalau Merly barada diatas sana, berapa banyak kepala yang bisa Merly pecahkan yah hwehwe." Ucap Merly tertawa aneh sambil mengelus Crossbownya.
"Meskipun tembakanmu sangat baik tapi pergerakan kapal ini juga sangat cepat ukurannya lebih kecil dari Ocean Dragon sehingga akan sangat menganggu saat membidik karena kapal akan terus bergerak." Ucap David segera menyuruh Merly untuk menyimpan senjatanya.
Senjata Merly merupakan tingkat Mythic yang kerajaan pun tidak memilikinya jadi akan sangat merepotkan jika bangsawan lain tahu David memiliki senjata tingkat Mythic, meskipun begitu hampir semua perlengkapan yang digunakan David adalah tingkat Mythic.
"Hehe Merly hanya sedikit bersemangat." Ucap Merly memasang wajah manis dengan mengetuk kepalanya.
"Kita kesini untuk melihat perkembangan, untuk sekarang kita cari Forts dulu." Ucap David memberi saran.
"Oke suami."
Sepuluh menit kemudian.
"Yo Forts." Sapa David pada Forts yang terlihat sedang sibuk memasang sebuah meriam sihir pada kapal.
"Hmm? Oh David, sebentar aku selesaikan yang ini dalu." Forts hanya melirik sebentar sebelum melanjutkan pekerjaannya.
"..." David juga tidak bermaksud untuk menganggu.
Lima menit David menunggu sebelum Forts selesai.
"Bagaimana perkembangannya?" David langsung bertanya pada intinya.
"Aku merekrut beberapa blacksmith untuk membantu dan akhirnya pekerjaan menjadi lebih cepat, lima puluh kapal perang sudah siap digunakan." Jawab Forts.
Memang ada beberapa kapal lain yang terlihat sudah dapat digunakan tapi mereka belum dilengkapi dengan senjata dan amunisi.
"Bagaiamana kekuatanya?" Kembali David bertanya karena sudah pasti Forts telah melakukan pengujian terhadap kekuatan tempur kapal sebelum mengatakan selesai.
"Panah yang dibuat oleh para Dwarf itu sangat bagus, meskipun tanpa sihir tapi tetap bisa meledak dan sangat cepat." Jawab Forts.
"Itu bukan panah tapi meriam yang dilengkapi dengan bubuk mesiu- sepertinya menyebutnya dengan bubuk mesiu sepertinya salah, lebih tepatnya adalah batu peledak." Ucap David meluruskan.
Bubuk yang mereka gunakan untuk membuat bom rudal bukan lah bubuk mesiu melaingkan batu yang dapat meledak dan kekuatanya sepuluh persen lebih besar dari pada bubuk mesiu.
"Yah itu meriam, itu sangat menakjubkan hanya perlu empat sampai lima tembakan saja sudah dapat menenggelamkan satu kapal perang." Ucap Forts.
"Meskipun begitu meriam sihir jauh lebih baik dari pada ini, selain kekuatan peledak sihir yang lebih besar, meriam sihir juga tidak memerlukan biaya yang besar untuk membuat amunisinya." Jelas David.
Dalam peroyek pembangunan kekuatan tempur laut dan darat sudah sangat menguras gudang harta David bahkan dari laporan Virinda sudah lebih dari lima puluh persen koin emas David digunakan.
"Kenapa kita tidak menggabungkannya saja." Forts tiba tiba menyampaikan ide.
"Oh! Bagaimana maksudmu?" David bertanya.
"Dengan teknologi pembuatan senjata milik dwarf mungkin kita bisa menggabungkan antara meriam peledak da-"
"Meriam batu peledak."
"Ya ya itu, meriam batu peledak dan meriam sihir, jika kita mengabungkan kedua senjata ini mungkin akan meningkatkan efek yang lebih besar." Usul Forts.
__ADS_1
"Benar juga, aku terlalu fokus pada peningkatan kedua senjata sehingga tidak pernah memikirkan untuk menggabungkannya." Gumam David mengelus dagunya.
"Aku akan mencari cara untuk itu nanti, sekarang coba kamu lihat sendiri kekuatan masing masing kapal." Ucap Forts memanggil seorang perajurit.
"Baiklah."
Perajurit yang Forts panggil segera mempersiapkan segala perlengkapan dan kapal yang akan digunakan.
Setelah beberapa saat tiga kapal yang menjadi percobaan siap digunakan, David Merly dan Forts hanya memperhatikan dari menara pantau.
Tiga kapal tersebut memiliki bentuk yang berbeda, satu memiliki prisai besar dan pedang besar yang mirip Ocean Dragon saat dam mode tempur sedangkan dua sisanya dilengkapi dengan meriam sihir dan meriam batu peledak atau rudal.
Kecepatan dua kapal yang membawa meriam memang sangatlah cepat tapi pertahanan mereka sangat kecil sedangkan yang membawa persia lambat tapi pertahanannya yang sangat besar.
"Bagaimana menurutmu?" Forts bertanya.
"Kecepatanya sangat bagus, bagaimana dengan serangannya." Ucap David.
"Sebentar lagi."
Bom!..!!!
Kapal yang membawa meriam sihir tiba tiba menembak kearah kapal perisai dengan ledakan yang sangat besar.
"Oh pertahanannya sangat bagus, bahkan hampir tidak memiliki kerusakan setelah menerima damage yang begitu besar." Ucap David takjub.
"Kekuatan tembakannya setara dengan satu panah peledak milik Merly." Ucap Merly
'Memangnya kau kapal kah?' Batin Forts menanggapi ucapan Merly. "Kapal meriam sihir memang memiliki daya serangan yang sangat besar tapi memerlulan waktu sepuluh detik sebelum meriamnya bisa kembali menembak sedangkan dia hanya memiliki tiga meriam penyerang dan satu meriam buft." Jelas Forts.
"Buft?" David merasa bingung.
Bom!
Bom!
Bom!
Bom!
Bom!
"Lima tembakan berturut turut." Gumam David.
"Memiliki tiga meriam, semuanya dapat menembakkan masing masing lima amunisi, untuk mengisi kembali amunisi memerlukan waktu sepuluh sampai lima belas detik." Jelas Forts.
"Sesuai sketsa yang aku buat." David tidak terlalu terkejut karena memang dialanh yang membuat bentuknya.
Kapal yang membawa meriam sihir tiba tiba mengarahkan salah satu meriamnya kearah laut tepatnya dibawah kapal perisai.
"Apa yang ingin dia lakukan?" David bertanya.
"Hehe, ini adalah penemuanku setelah menyelidiki sihir nona Lily." Forts hanya tersenyum aneh.
Bom!
__ADS_1
Satu tembakan meriam tiba tiba mengarah kelaut dan membuat laut diareanya menjadi es beku yang menyebabkan kapal perisai tidak dapat bergerak.
"Oh ini sangat bagus untuk melawan monster laut." Ucap David lebih kagum lagi.
"Memang sangat berguna untuk melawan monster laut dan kapal perang biasa tapi didepan kapal perisai itu hanyalah sebuah es biasa." Jelas Forts lagi.
"Apa?"
Krak!.. Krak! Krtakkk!!!
Tiba tiba seluruh es yang menghalangi kapal perisa langsung pecah.
"Itu Ice Breaker kah!?" David berteriak karena sudah jadi tank sekarang malah jadi kapal pemecah es.
"Bagaimana hebat kan." Forts bangga atas dirinya sendiri.
"Untuk umum ini sudah lebih dari cukup tapi kita tidak tahu lawan apa yang kita lawan jadi meningkatkan kekuatan adalah hal yang utama." Ucap David agar Forts tidak terlalu bangga pada kapal ini dan membuat yang lebih baik lagi.
"Haha tunggu saja aku akan semakin memperkuatnya." Ucap Forts mengangkat jempol.
"Aku tunggu yang lebih ganas lagi."
"David!" Baru saja David dan Merly melangkah beberapa langkah meninggalkan kapal, panggilan Forts malah menghentikannya.
"Apa lagi?" David berbalik dan bertanya.
"Kau mendapatkan kiriman dari Kihai." Ucap Forts mengambil sebuah kota berbentuk koper dari seorang perajurit yang baru saja membawakannya.
"Hm? Apa itu?" David bertanya bingung karena baru kali ini Kihai mengirim barang dan lagi kenapa dikirim kekota pelabuhan bukan mansion dark Dragon.
"Aku juga tidak tahu, hanya saja Kihai berkata akan lebih mudah mengirim barang kesini dari pada kemansion dark Dragon." Ucap Forts memberikan kopernya.
Memang benar karena ditempat Dwarf hanya ada dua tempat yang dituju oleh kendaraan yaitu kota Dragkolli yang selalu mengirim pangan dan kota pelabuhan dimana para Dwarf selalu mengirim hasil pekerjaan mereka kesini.
"Entah kenapa Merly merasa penasaran." Tanggap Merly yang berharap David segera membuka koper tersebut.
"Baiklah akan kubuka." Ucap David yang mengerti Merly.
...----------------...
Thank you banget untuk donatur mingguan tercinta. ♡
-Eko Arliansyah
-QUEEN
-Lutfan
-Gerald
Dan thank you untuk rank umum para Donatur
-Xn
-Ma'ke Seto
__ADS_1
-Zefaanatasya_
-[M.S.R]