Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 227, Sosok Beelzebub


__ADS_3

"Baiklah." David memilih untuk menerimanya dan menggeser sedikit tempat ia duduk menjauh dari puteri Arfenit sebelum merebahkan tubuhnya keatas paha puteri Arfenit.


"Eh?" Puteri Arfenit terkejut.


"Ini yang aku inginkan darimu saat ini, jadi biarkan aku tetap seperti ini untuk sebentar saja." Ucap David.


"Ba-baiklah." Puteri Arfenit tidak terbiasa akan hal ini dan mulai merasakan geli pada pahanya membuatnya ingi segera menggerakkannya namun ada kepala David di atasnya membuat puteri Arfenit berjuang keras untuk menahannya.


Meskipun David sempat membandingkan puteri Arfenit dengan Virinda karena jika David berbaring di paha Virinda maka pasti wajah Virinda tidak akan terlihat karena terhalang oleh dua gunung yang sangat besar.


Sementara ini David dapat melihat wajah puteri Arfenit dengan jelas karena hanya ada bukit kecil di sana.


David menyerah untuk memikirkannya dan segera menutup matanya sebelum tertidur dengan pulas.


...


Kota pelabuhan kerajaan


Saat sampai di kota pelabuhan, puteri Arfenit malah tidak ingin pulang dan memilih untuk mengikuti David hingga kekapal.


Kapal jendral Dark


"Puteri, apa ini tidak terlalu berlebihan?" Bertanya David karena pastinya puteri Arfenit tidak meminta izin raja Artur sebelum kesini.


"Tenang saja aku sudah mengirim surat mengatakan aku akan tinggal di wilayah jendral Dark untuk sementara waktu." Jawab puteri Arfenit dengan santainya menikmati pemandangan laut dengan angin yang terus menerbangkan rambut putih indahnya.


"Kuharap raja tidak melampiaskan amarahnya padaku." Ucap David.


"Tidak akan haha.. mungkin." Puteri Arfenit ragu akan hal tersebut.


"Haih.." David membuang napas pasrah karena puteri satu ini.


Setelah satu minggu berada di atas kapal akhirnya mereka pun tiba di kota pelabuhan wilayah Lugard, saat melihat sekali lagi dari arah laut, yaitu kearah pelabuhan di luar kota pelabuhan tepatnya pelabuhan Dark Dragon.


Di sana terlihat banyak kapal yang berbaris rapi dan hingga ketengah laut, satu kapal induk yang belum jadi dan sementara di pasang di tengah lut dengan bantuan kapal kapal lainnya di mana kapal induk tersebut bahkan besarnya empat kali lipat dari pada Ocean Dragon.

__ADS_1


Para Dwarf yang membuat kapal tersebut menempanya tepat di pelabuhan Dark Dragon dan di lindungi oleh perajurit khusus yang terbukti kesetiaannya untuk tetap menjaga identitas pembuat kapal yang bukan merupakan ras manusia.


Kembali kecerita saat David tiba di kota pelabuhan sudah ada banyak yang menyambutnya baik itu perajurit atau warga.


Untuk bangsawan Erik Von Lugard entah kenapa tidak ikut dalam perang karena perintah raja dan di berikan misi khusus yang bahkan David sendiri tidak ketahui.


Saat penyambutan terlihat sudah ada Astein, Merly dan Dastein termasuk squad Virinda yang memang sengaja David tinggalkan untuk menjaga wilayah Lugard karena ini bisa saja di manfaatkan oleh monster atau bandit untuk menyerang kota.


"Selamat datang kembali." Ucap Astein tersenyum melihat David sementara Dastein berdiri di sampingnya memegang dua jari Astein.


"Aku pulang." David memeluk Astein karena memang sudah cukup lama ia tidak memeluknya.


"Ada apa David?" Bertanya Astein karena memang ia tidak terlalu mengkhawatirkan David karena Astein percaya David akan baik baik saja.


"Hanya ingin saja." Jawab David melepas pelukannya pada Astein dan tidak memperhatikan wilayah sekitar di mana ada banyak orang yang melihat.


"Suami, Merly juga." Merly berlari dan langsung memeluk David.


"Kamu terlalu bersemangat Merly." Ucap David.


"Ah maaf ternyata puteri Arfenit juga ikut datang, terima kasih telah mengantar David hingga kesini." Ucap Astein yang baru menyadari keberadaan puteri Arfenit.


David kemudian mulai menyapa beberapa orang yang memang harus ia sapa seperti Tiger dan Forts yang telah bekerja keras di bawah pimpinannya.


Karena tidak dapat menyapa yang lain secara menyeluruh akhirnya David pamit dan segera menuju kerumah kecilnya yang ada di kota pelabuhan yang sudah lumayan lama tidak David tempati.


...


Malam hari


Rumah David


"Hanya itu yang bisa aku sampaikan mengenai kapal induk ini." Ucap Forts setelah melaporkan perkembangan pembuatan kapal induk dan Forts sebagai kepala divisi pembuatan kapal.


"Jadi menurutmu kapal ini akan jauh lebih baik jika memiliki senjata penyerang sendiri?" Bertanya David memastikan.

__ADS_1


"Itu jika kau setuju saja." Mengangguk Forts karena sejak awal seluruh sketsa dan Blueprint kapal, David tang buat.


David sedikit mempertimbangkannya karena tujuan ia membuat kapal induk sebenarnya ingin menjadikannya sebagai benteng berjalan yang membawa amunisi kapal perang serta menjadi pulau apung penyimpanan senjatanya.


"Baiklah kau ku izinkan menambahkan selama itu tidak mempengaruhi ketahanan dan keseimbangan kapal, jika perlu gunakan divisi pengembangan magic item untuk membantu." Ucap David mengizinkan.


"Oke akan ku buat kapal ini menjadi benteng berjalan yang sangat kuat." Ucap Forts memberikan jempol.


"Tapi terus laporkan padaku apa yang akan kalian buat sebelum memasukkannya kedalam kapal induk." Davis memberi syarat tambahan.


"Tenang saja." Ucap Forts.


"Sudahlah aku ingin tidur." Entah kenapa David yang biasanya bisa bertahan selama berhari hari tanoa tidur sekarang tiba tiba mengantuk.


Berjalan David menuju kamarnya di mana sudah terdapat Astein yang tertidur pulas bersama Dastein, David tersenyum lembut melihatnya sebelum memberikan kecupan pada keduanya dan tidur.


Namun baru saja David memejamkan matanya entah kenapa rasa ngantuknya hilang dan ia seakan di pindahkan ketempat berbeda, tempat tersebut gelap bagaikan berada di angkasa atau ruang hampa.


"Yo!" Seseorang yang jelas adalah iblis dapat di pastikan dari tanduknya duduk di kursi dengan sombongnya menyapa David.


"Ini pertama kalinya kau mengajakku berbicara yah." Ucap David karena sudah sering melihat sosok tersebut di dalam tidurnya namun baru kali ini ia menyapanya.


"Sebenanrnya aku tadinya tidak ada minat untuk mengajakmu berbicara tapi.." iblis tersebut tersenyum menyeringai. "Entah kenapa aku mulai tertarik setelah melihat perkembanganmu." Sambungnya.


"Jadi untuk apa kau memanggilku kesini?" David bertanya.


"Siapa?" Iblis tersebut berpura pura tidak tahu.


"Kau kan yang memanggilku, sang raja iblis pemangsa Beelzebub." Ucap David menyebut nama dari raja iblis di depannya.


"Wah.. hebat juga bisa mengetahui namaku, dari mana kau mengetahuinya? Hm? Hm?" Iblis tersebut bertanya kegirangan seakan mempermainkan David.


"Aku melihat pertarunganmu dengan sosok itu dan sosok itu memanggilmu dengan nama Beelzebub." Jawab David padahal ia juga bisa mengetahuinya melalui sistem.


"Cih!" Entah kenapa mod beelzebub jadi jelek setelah David mengingatkan akan sosok yang sangat kuat yang dulu membunuh Beelzebub.

__ADS_1


"Jadi untuk apa kau memanggilku kesini?" David kembali bertanya.


"... Apa kau tahu apa itu raja iblis?" Bertanya Beelzebub setelah dia cukup lama memperhatikan David.


__ADS_2