
Tempat Alfa
Awuuu...!
Wolf datang dengan dua Death knight setelah menghabisi seluruh undead.
"Biarkan saja core mereka bertebaran dengan ini mereka dapat menghitung berapa banyak undead yang kita bunuh malam ini." Alfa kembali berubah menjadi manusia dan memasang helmnya.
"Baik tuan." Virinda yang dalam wujud Ririn kembali alias dalam wujud memggunakan mantel.
"Apa yang kau dapatkan?" Bertanya Alfa.
"Saya mendapatkan dua Core Skeleton dragon dan tidak ada yang lain." Jawab Ririn menyerahkan dua Corenya.
"Kau bekerja dengan baik hari ini Ririn." Alfa sedikit memuji saat menerima kedua Core itu.
"Saya merasa terhormat tuan." Ririn menjawab.
"Kita pulang." Begitu Alfa mengatakanya dua Knight tadi langsung lebur sama dengan Wolf sedangkan Alfa dan Ririn langsung hilang bagaikan teleportasi tapi hanya mempercepat langkah mereka untuk kembali kepenginapan.
**********
Penginapan
"Aku yakin berita kita akan menyebar besok jadi mungkin kita akan menjadi petualang rank atas." Alfa berbicara saat sedang berusaha istirahat walaupun sudah subuh.
"Benar tuan dengan ini kita akan cepat meninggalkan daratan sampah ini." Lagi lagi Ririn mengatakannya dengan penuh dendam tapi sangat senang saat ingin meninggalkan Livius Empire.
"Setidaknya kita harus berada diperingkat Adamantine lalu melanjutkan kerencana berikutmya." Ucap Alfa.
"Baik tuan."
**********
Satu bulan kemudian
"Nona Selartain kita telah melakukan tugas yang diberikan tuan Alfa bagaimana selanjutnya?" Bertanya Teador pada Selartain yang sedang menyeruput tehnya.
"Hihi kita hanya perlu menunggu tuan datang memberi kita pujian." Selartain masih santai saja.
"Hmm!" Selartain dan Teador menyadari ada sesuatu yang masuk kemansion mereka.
"Teador siapkan teh untuk menjamu tuan kita." Selartain segera berdiri untuk menyambut tamunya.
Selartain berdiri tepat didekat pintu ruang tamu.
Klek pintu terbuka.
__ADS_1
"Selamat datang tuanku." Selartain menyambut Alfa.
"Ya sepertinya kalian cukup bersantai." Alfa masuk dan langsung duduk dimana Selartain dan Ririn tetap berdiri.
"Tuanku senang berjumpa dengan anda." Teador membawa secangkir teh ditangannya dan menaruhnya dimeja depan Alfa.
"Yah bagaiman dengan koneksi kalian dengan para bangsawan disini?" Bertanya Alfa tanpa basa basi.
"Kami telah menemukan banyak informasi bangsawan tuan dan kebanykan semuanya adalah sampah untuk apa tuan mencari informasi mereka?" Bertanya kembali Selaratain.
"Kamu tidak diizinkan bertanya." Cepat Ririn memberi peeingatan walaupun sebenarnya kekuatan Selaratain lebih tinggi bahkan mungkin setara dengan Alfa.
"Maaf atas kelancangan saya tuan!" Cepat pula Selaratain bersujud meminta maaf.
"Sudahlah tujuanku hanya ingin mencari beberapa petinggi yang mungkin memiliki beberapa koneksi dengan pasukan luar seperti organisasi assassin atau yang lain." Alfa mengatakan tujuannya.
"Kalau itu tuan kami menemukan satu bangsawan yang hampur mengendalikan seluruh kota dan luar kota dia memiliki pasukan bandit diluar kota sedangkan didalam kota mereka memiliki markas bawah tanah yang yerhubung kemarkas bandit diluar kota juga ada Guild assassin yang mendukungnya tuan." Selaratain kembali berdiri dengan anggun dan menjelaskan.
"Siapa lagi sampah yang kau maksud itu?" Bertanya Alfa.
"Salah satu sampah yang selalu menentang raja tuan juga selalu mencari kekuasaan diRomulus empire bahkan mereka sudah menguasai beberapa perdangangan disuatu kota diRomulus Empire." Selaratain lanjut menjelaskan.
"Nama?" Bertanya Alfa.
"Bangsawan Rubbish tuan." Selaratain menjawab.
"Teador sepertinya kamu ingin mengatakan sesuatu." Alfa melihat Teador dari tadi ingin mengatakan sesuatu tapi masih ragu.
"Maaf atas kelancangan saya tuan." Teador membungkuk sejenak sebelum kembali berdiri dan menjelaskan.
"Saya menemukan seorang wanita yang dipukuli disuatu gang tuan sepertinya wanita ini adalah salah satu pemuas nafsu bangsawan yang dibuang tuan jadi saya membelinya untuk menolongnya juga membawajya kemari tuan." Teador menjelaskan dengan penuh ketakutan.
'Dia mirip dengan Eden' batin Alfa saat melihat Teador begitu ingin menolong wanita yang dia maksud.
"Dengar Teador! Aku suka kau memiliki sikap baik terhadap manusia tapi aku juga tidak akan sembarang menarik orang kesarangku." Alfa memperingati.
"Setidaknya dia bisa menjadi pelayan tuan." Teador masih membela wanita itu.
"Bawa dia kesini." Alfa memberi perintah.
"Baik tuan." Teador permisi keluar.
Dua menit kemudian.
"Tuan saya membawanya tuan." Teador datang dengan memapah wanita lusuh penyok sana sini dan memiliki banyak patah tulang hanya perlu dibantu oleh kekuatan Teador makanya masih bisa berdiri.
"Apa gunanya?" Alfa bertanya.
__ADS_1
"Tuan." Teador tidak menjawab.
"Kamu ... bunuh dia." Alfa menujuk kearah wanita itu sambil menyuruh Teador membunuhnya.
"Tuan!" Teador berniat menolak tapi segera dia berhenti.
"Lakukan dengan cepat." Alfa berkata sambil mengibas ngibaskan tanganya.
"... baik tuan ... maaf." Teador meminta izin terlebih dahulu oleh wanita itu.
"Tidak apa apa tuan Teador saya senang bisa melihat anda dan dengan senang hati mati demi anda." Ucap wanita itu tersenyum walaupun tidak terlalu kelihatan karena seluruh wajahnya penuh lebam dan luka.
"Maaf." Satu pukulan keras mengarah dan tidak dapat Teador hentikan walaupun menyesal ditengah jalan melayang kearah kepala wanita itu.
Bom!..
"Tuan!" Terkejut Teador.
Wanita itu sudah berpindah tempat sedikit mundur kebelakang oleh Ririn sedangkan yang ditinju oleh Teador adalah Death knight yang sudah mempersiapkan prisainya tapi tetap saja death knight itu langsung hancur begitu begitu Teador mengenainya.
Prok! prok! prok!..
"Aku suka gayamu Teador!.. berikan ini kewanita itu." Alfa melemparkan satu potion kelas tiga dan itu pasti cukup untuk mwmulihkan luka milik perempuan itu.
"Terima kasih tuan." Teador segera menangkapnya dan memberikannya pada wanita itu.
"Siapa namau?" Bertanya Alfa saat melihat wanita tersebut sudah agak mendingan walaupun masih banyak patah tulang tapi Alfa lebih memilih membiarkan Teador yang menyelsaikannya.
Walaupun Alfa sudah tahu namanya tapi dia masih bertanya karena ingin mendengarnya langsung.
"Lo-lousi tuan." Wanita bernama Lousi itu menjawab.
"Teador bawa dan istirahatkan dia." Alfa menyuruhnya untuk membawa wanita itu keluar dengan kata lain tidak ingin ada Teador dan wanita itu diruangan ini.
"Baik tuan." Teador pun mengerti dan membawa mereka berdua keluar.
"Untuk apa kita menyelamatkan manusia itu tuan dia sangat lemah dan tidak akan berguna untuk tuan." Selartain berkomentar setelah Teador keluar.
"Hanya hutang budi." Alfa membuka buku harian milik Louis yang pernah menjadi rekan timnya tapi sudah mati dan dia juga adalah adik Lousi.
"Saya mengerti tuan." Srlartain tidak berkomentar lagi karena merasa bahwa Alfa tidak ingin membahasnya.
"Besok para petualang rank Silver sampai Gold akan membentuk sebuah raid dan melakukan misi dari Guild yaitu untuk membasmi bandit diluar kota jadi aku rasa bandit tersebut adalah bandit yang kalian laporkan jadi aku ingin kalian mengerjakan misi untukku." Alfa meletakkan buku tersebut dimeja berharap Teador mengambilnya.
"Apa itu tuan?" Bertanay Selartain dengan wajah gembira karena merasa misi Alfa akan sangat seru untuk vampir Loli sepertinya bermain.
"Kau buat sedikit kekacauan disarang bandit itu dan aku ingin laporan mengenai munculnya Vampir dihutan itu dan harus segera dibasmi oleh petualang rank Adamantine." Ucap Alfa.
__ADS_1
"Itu mudah tuan tapi apa tuan tidak ingin berbagi keseruan kapada saya?" Bertanya Selartain dengan maksud menanyakan tujuan Alfa.