
Mansion Dark Dragon
Sebuah kereta mewah datang dan terparkir dihalaman mansion Dark Dragon dengan disambut oleh beberapa Maid bahkan Astein dan Dastein sendiri datang menyambut.
Seorang perempuan turun dari kereta yang berlogo keluarga Lugard tersebut tidak lain adalah Aslein sendiri yaitu ibu Astein.
"Kenapa ibu datang tanpa memberi tahuku?" Bertanya Astein menyambut ibunya bersama Dastein.
"Wa wa uwwaaa." Sedangkan Dastein berusaha untuk berpindah dari gendongan Astein kepada neneknya itu.
"Uhh.. cucu nenek, hmm.." Aslein langsung menanggapi Dastein dan menggendongnya. "Tentu saja aku datang untuk melihat cucuku hmwa." Ucapnya sebelum mencium pipi Dastein.
"Ayah mana?" Astein menanyakan ayahnya.
"Haih.. Erik sedang sibuk mengurus pangan karena belakangan ini tidak ada pasokan pangan yang masuk dari Marques Vermilion." Jawab Aslein.
Sambil menuntun ibunya kedalam mansion, Astein kembali berbicara. "David juga masih belum pulang, ini sudah tiga bulan sejak keberangkatannya dalam misi." Ucap Astein menghela napas panjang.
"Sepertinya kondisi disana benar benar buruk." Ucap Aslein yang mengerti kondisi keluarga Vermilion sekarang.
"Dari kabar yang diberikan Tiger, kepala keluarga Vermilion dan beberapa kepala keluarga bangsawan didekatnya telah meninggal." Ucap Astein.
"Tapi aku mendengar dari Erik kalau puteri Arfenit juga ada disana sekarang." Tambah Aslein.
"Oh puteri Arfenit yah, kalau tidak salah dia membantu nyonya Vermilion mengangkat penyakitnya hanya saja aku tidak tahu penyakit apa." Astein pun mengetahui itu.
"Kerajaan merahasiaknnya." Ucap Aslein yang juga mengetahui hal tersebut.
"Semua orang sedang sibuk sekarang." Ucap Astein menghela napas panjang.
Mereka berdua terus mengobrol sementara Dastein memainkan renda yang ada dibaju neneknya.
...
Sementara disalah satu kota diwilayah kekuasaan keluarga Vermilion yaitu kota yang ditempati oleh David bersama Stella dan puteri Arfenit.
Stella sedang berbincang bersama David untuk membahas jalur dagang laut keluarga Vermilion nantinya, karena ini sudah satu bulan lebih sejak panen pertama kemarin dan sekarang adalah panen kedua sejak tragedi penyerangan monster.
"Kapal dagang akan tiba satu minggu lagi, jadi kusarankan kau sudah menyiapkan semua pangan yang siap dagang dikota pelabuhan sebelum kapal dagang tiba." Ucap David.
"Sebenarnya aku sudah mengirim beberapa pangan kekota pelabuhan, tapi beberapa didua kota lainnya masih belum dikirim." Ucap Stella.
"Yah kurasa kau tahu apa yang harus kau lakukan." David tidak berkomentar banyak karena pengetahuan Stella dalam mengurus kota ternyata lebih baik dari pada David.
David menyadarinya setelah melihat perkembangan kota yang begitu cepat berkat arahan dari Stella, hanya saja Stella sedikit malas dalam melakukan hal tersebut.
__ADS_1
"Oh aku ingat bulan kemarin kamu pernah bilang akan membuatkan sesuatu yang dapat membantu ekonomi wargaku, jadi mana?" Ucap Stella mengingat dan menagih janji David.
"Alatnya akan sampai satu minggu lagi bersama kapal dagang, tapi sebelum itu bisa kau mencarikan aku pembuat roti terbaik dari wargamu." Ucap David.
"Pembuat roti yah, kenapa kau mencari pembuat roti? Bukannya dimansion ada banyak." Ucap Stella karena dua bulan lalu mereka telah merekrut pelayan untuk membuat makanan.
"Bukan itu maksudku, yang aku maksud adalah pembuat roti yang memang pekerjaannya hanya handal dibidang itu." Ucap David memperjelas.
"Dulu memang ada banyak tapi sekarang sepertinya sudah sangat jarang." Ucap Stella agak menggeleng.
"Aku hanya meminta dua hingga lima orang saja." Ucap David mengangkat jari jarinya.
"Baiklah akan kucarikan nanti." Mengangguk Stella menyetujuinya.
Keesokan harinya Stella benar benar menemukan lima warga yang lumayan hebat dalam membuat roti dan dulunya merupakan orang yang memiliki usaha roti yang besar sebelum bencana ini.
Dua diantara mereka adalah perempuan paruh baya dan perempuan yang seumuran dengan Virinda sedangkan tiga sisanya adalah pria berusia sama dengan Forts yang langsung dibawa ketempat David oleh Stella.
"Jadi apa rencanamu?" Stella bertanya pada David saat sudah mengantarkan kelima orang pembuat roti yang David minta.
"Aku hanya ingin membangun usaha roti saja." Singkat saja David menjawab.
"Oh begitu, mana mungkin lah!! Leader Dark yang kaya ini tiba tiba ingin membangun usaha roti kecil kecilanm ayolah David siapa yang akan mempercayainnya." Ucap Stella yang bertetiak.
"Benar juga lalu apa sebenarnya rencanamu?" Ucap Stella yang kembali bertanya.
"Aku akan membangun pabrik roti yang akan diekspor keluar daerah." Jawab David.
"Keluar daerah? Itu mustagil karena disetiap daerah rata rata memiliki toko roti sendiri David siapa yang akan membelinnya." Ucap Stella melambai lambaikan tangan didepan wajahnya.
"Itu jika rotinya biasa biasa saja." Ucap David yang mengangkat sepotong roti lapis buatan Stella pagi tadi.
Stella langsung mengerti rencana David. "Jika diberikan campuran atau isi seperti itu maka pastinya akan basi sebelum sampai kekonsumen wilayah lain." Ucap Stella masih menolak rencana David.
"Sebenarnya aku memiliki cara untuk membuat rotinya tidak basi dan rasanya bahkan lebih baik lagi hanya saja bahannya mungkin akan berbeda karena aku juga tidak akan menggunakan bahan yang cepat basi seperti sayur sayuran begini." Ucap David menjelaskan.
"Bagaimana carannya?" Stella langsung tertarik.
"Rahasia." Ucap David yabng sebenarnya tidak berencana untuk merahasiakannya.
"Terserahlah aku juga tidak terlalu tertarik." Ucap Stella berbohong sebelum melangkah keluar.
"Aku akan memberitahumu nanti.., eh dia tidak mendengarnnya." Ucap David pada Stella tapi Stella sendiri sudah menghilang.
"Tuan apa yang harus kami lakukan tuan." Ucap seorang perempuan yang dibawa oleh Stella tadinya yang tiba tiba angkat bicara setelah didiamin begitu lama.
__ADS_1
"Oh aku ingin melihat kalian membuat roti dulu setelah itu baru aku akan memberi tahu kalian sebuah resep rahasia." Ucap David yang menambahkan kata rahasia agar mereka tertarik.
"Benarkah hm kami akan melakukannya sekarang." Tapi diantara kelimanya hanya perempuan yang seusia dengan Virinda itulah yang paling bersemangat.
"Ba-baiklah kalian bisa membuatnya didapur." David yang tadinya ingin menanyakan nama mereka dulu sekarang tidak jadi karena merasa agak aneh saat semangat mereka diluar ekspektasi David.
"Baik tuan." Mereka segera berlari kearah dapur.
"Sepertinya beberapa hari ini aku akan disibukkan." Gumam David.
Benar saja karena selama satu minggu David harus terus menemani mereka dan memberikan mereka beberapa cara untuk mengolah roti yang baik meskipun alat yang dimaksud David belum tiba tapi mereka sangat cepat dalam menguasai beberapa teknik pembuatan roti yang David ajarkan.
Setelah satu minggu berlalu akhirnya kapal dagang tiba dipelabuhan dan semua pangan yang siap dikirim segera dibawa oleh para pedagang.
Kapal Ocean Dragon yang datang sendiri mengantar alat harus menurunkan beberapa truk untuk membawa alat tersebut karena ada banyak unit dan bagian pabrik yang terpisah pisah.
Hanya perlu tiga hari sebelum semua truk tiba ditempat David berada, jumlah truk sendiri sekitar seratus dengan kedua keluarga Red yaitu Gal dan Gel yang datang sendiri memimpin pasukan pengantar.
"Yo tuan David lama tidak bertemu." Gel langsung menyapa.
"Hmm terakhir kali mungkin saat mau membawa tuan Forts kekota Gren." Ucap Gal berpikir.
"Yah sudah lama, aku memang mendengar Forts mengirim dua Blacksmith kesini tapi tidak kusangka kalian berdua yang dikirim." Ucap David yang membalas sapaan Gal dan Gel.
...----------------...
Thank you banget buat kalian yang masih terus mendukung Anothe Vr World Accident guys dan untuk user yang menempati posisi rank donatur teratas minggu lalu ini dia.
-Silver
-helmi nst
-Gerald Bismantara
-~Leo~
Dan thank you untuk rank umum para Donatur
-Xn
-Ma'ke Seto
-Zefaanatasya_
-[M.S.R]
__ADS_1