Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 186, Masalah di kasino


__ADS_3

Kota pelabuhan Archipelago Empire


"Apa yang telah kau lakukan!?" Berteriak bos tersebut pada David.


"Ini hanya skill ilusi Maidku, kita tidak akan dilihat dan disadari oleh orang sekitar." David sedikit menjelaskan.


"Bagus kalau begitu, bunuh dia!"


"Bodoh." Santai saja David mengayungkan tangannya sebelum Virinda menumbangkan semuanya kecuali bos tersebut.


"Eh?" Terkejut bos tersebut dan mulai berjalan mundur.


"Selesaikan ini dengan cepat." David mengeluarkan p. edangnya sebelum berpindah kebelakang bos tersebut dan menebas kepalanya.


Sret!


"Selesai." David membersihkan darah pada pedangnya sebelum menyimpannya.


"Sebaiknya kita meninggalkan tempat ini tuan, skill saya sudah akan berakhir." Usul Virinda.


"Baiklah."


Mereka berdua segera meninggalkan tempat tersebut dan timbul kekacauan saat ada beberapa mayat ditengah kota yang tiba tiba muncul.


...


Setelah berdiam selama dua jam akhirnya kapal kembali bergerak dan meneruskan perjalanan.


David dan Virinda juga telah berada diatas kapal karena langsung kembali setelah pekerjaannya selesai.


"Sudahselesai?" Bertanya Lily saat melihat David kembali keruangan Vip nya.


"Begitulah." Santai David menjawab.


"Hampir satu minggu ini tuan David hanya mengawasi rombongan itu, kami bosan melihatnya." Ucap Lily mengeluh.


"Merly setuju dengan Lily." Merly mengangguk setuju.


"Maaf maaf, aku terlalu fokus pada mereka tapi sekarang sudah selesai jadi kalian mau apa?" Bertanya David dan berniat memberikan sesuatu atau melakukan sesuatu sebagai permintaan maaf.


"Tuan, bagaimana jika kita mendatangi kasino dek bawah?" Virinda mengusulkan.


"Ah iya! Tuan David berkata ingin mengunjunginya saat pertama kali naik kekapal tapi sampai sekarang belum juga kesana." Ucap Lily mengingat.


"Kasino?" Merly bingung.


"Baiklah kita akan kesana setelah makan siang." David menyetujui.


"Yes." Entah kenapa Lily terlihat sangat senang.


"ne ne apa itu Kasino?" Merly bertanya tapi semuanya seakan menghindar untuk menjawab.


Singkat cerita saat selesai makan siang mereka segera menuju ke dek bawah yaitu sebuah kasino yang lumayan besar.

__ADS_1


Meskipun begitu David tidak mengerti sama sekali dan tidak mengetahui apapun seputar dunia judi, mereka hanya berkeliling sebentar melihat setiap orang bermain disetiap permainan yang berbeda.


"Orangnya banyak juga yah." Gumam David.


"Maaf tuan David tapi apa saya boleh bertanya?" Lily angkat tangan.


"Apa Lily?" Jawab David.


"Kenapa dari tadi kita hanya berkeliling?" Bertanya Lily.


"Ek-" David berencana untuk tidak memberitahu yang lain bahwa dia tidak pandai bermain dikasino tapi mau bagaimana lagi Lily sedang bertanya. "Sebenarnya aku tidak tahu apapun tentang permainan disini." Jawab David menggaruk kepalanya.


"Seharusnya tuan David mengatakannya dari tadi, biarkan aku saja yang bermain." Ucap Lily percaya diri.


"Oh baiklah, kau bisa bermain aku ingin beristirahat sebentar disana." Ucap David mempersilahkan.


"Oke."


Berjalan David kesebuah tempat duduk yang berada dekat pada dinding bersama Virinda sedangkan Lily dan Merly pergi kesalah satu meja untuk bermain.


Ditengah David memperhatikan Lily yang sedang bermain dan Daviid tidak mengerti sama sekali entah apa yang dilakukan oleh Lily dengan membalik balik kartu sambil tersenyum puas, David tiba tiba memikirkan tentang tujuannya.


"Magiccary Empire sepertinya menyembunyikan hal besar, tidak ada informasi yang keluar satupun dari kerajaan itu kecuali beberapa informasi yang dikeluarkan oleh guild." Gumam David yang masih penasaran dengan Magiccary Empire.


"Saya tidak begitu mengerti tapi, apa tuan harus turun tangan sendiri untuk menyelidiki Magiccary Empire? Saya bersama saudara saudara saya saja sudah cukup tuan." Ucap Virinda membalas gumaman David.


"Yah ini bukanlah masalah sepele, kabarnya Magiccary empire sedang mengumpulkan energi mana untuk pemanggilan pahlawan dan akan membagikan energi mana tersebut keenam kerajaan lainnya, tapi sampai sekarang belum ada sama sekali kerajaan yang menerima mana sejak pengumumannya enam bulan lalu." Ucap David masih berpikir.


"Tidak, satu bulan sudah cukup bagi Magiccary Empire huntuk mengumpulkannya, sebenarjya bukan itu masalahnya, masalahnya adalah keenam kerajaan lain seperti tutup mata terhadap mana yang belum dikirim oleh Magiccary Empire."


"Maksudnya?"


"Mungkin Magiccary empire ingin melakukan pemanggilan pahlawan sendiri tapi tidak membiarkan kerajaan lainnya untuk melakukannya, dengan begini tujuannya sudah jelas, membuat enam kerajaan lain tidak mengumpulkan mana karena berharap pada Magiccary empire dan akhirnya hanya Magiccary empire sajalah yang memanggil pahlawan." Ucap David menjelaskan.


"Tapi kenapa Magiccary empire melakukan itu tuan, apa tujuannya?" Bertanya Virinda.


"Ini hanya perkiraan saja, tapi jika memang benar maka hanya ada satu kemungkinan yaitu Magiccary Empire berniat menggunakan pahlawan untuk memusuhi enam kerajaan lainnya."


"Bukankah satu kerajaan hanya bisa memanggil satu pahlawan tuan?"


"Dibuku sejarah memang seperti itu tapi kita tidak tahu seberapa jauh perkembangan Magiccary empire sekarang, mungkin mereka sudah bisa memecahkan aturan tersebut."


"Itu adalah mustahil tuan, aturan dunia ini diciptakan oleh dewa Hermes dan itu merupakan suatu keberadaan yang tidak dapat disentuh dan digapai oleh manusia." Tolak Virinda terhadap pernyataan David dan baru kali ini dia melakukannya.


"Hm.. aku berharap juga begitu." Gumam David karena dia juga masih tidak bisa meyakini perkataannya.


'Maafkan saya tuan David tapi sepertinya saya mendapat masalah.' Tiba tiba David mendapatkan telepati dari Lily.


'Lily kah!? Ada apa Lily?' Bertanya David sambil cepat dia menoleh kearah Lily yang sudah dikerumuni oleh beberapa orang yang terlihat kuat.


'Bos tempat ini datang karena aku memenangkan terlalu banyak koin emas.' Ucap Lily dengan girang.


'Yah kau dalam masalah kan? jangan kegirangan!' Berteriak David dalam hati.

__ADS_1


'Tidak kusangka semua orang disini bodoh dalam berjudi.' Lily tidak mendengarkan David dan masih terdengar senang.


'Kau saja yang terlalu pintar dan lagi tolong jangan masukkan aku dalam daftar orang bodoh dalam berjudi yang kau maksud itu, setidaknya aku masih bisa bermain batu gunting kertas.' David tidak ingin dibilang bodoh.


'Bukan tuan kok yang saya maksud, tapi bukankah bermain batu gunting kertas itu hanya untuk menentukan sesuatu itu bukan judi tuan.' Lily meralat David.


'Kesampingkan masalah itu, sekarang bagaimana keadaanmu?' David tidak tertarik dengan debat yang membuatnya kalah.


'Ah! Iya, saya sedang diminta untuk bermain dengan bossnya tapi diancam agar saya kalah, apa perlu saya ratakan saja semuanya tuan?' Bertanya Lily.


'Ratakan.' Jawab David.


'Oke.' Lily segera merapal mantra sihir.


'Yah kau bodoh kah!? Mana mungkin aku mengizinkanmu!' Lagi lagi David berteriak.


'Oh begitukah.' Lily segera menghentikan mantra sihirnya.


'Untuk sekarang kau bermain saja lah.' Ucap David menenangkan diri.


'Bermain kalah?' Lily bertanya memastikan.


'Tidak, menangkan gamenya.' Ucap David tersenyum karena tentu David tidak ingin bawahannya diancam agar kalah seperti ini.


'Baik tuan, itu mudah.'


Tiga puluh menit kemudian Lily berhasil memenangkan beberapa ronde dan membuat boss kasino tersebut semakin marah tapi tidak pernah bertindak sama sekali.


'Saya bingung tuan, saya sudah menang beberapa kali dan menghasilkan banyak koin emas tapi boss ini masih belum juga menyerang saya, kenapa yah?' Bertanya Lily.


'Boss Kasino ini hanyalah seorang yang menyewa seluruh tempat lantai satu dan membuat kasino disini, bisnisnya sudah berjalan hampir lima tahun dikapal ini, dalam status dia masih seorang penumpang tentu dia tidak akan bisa bertindak seenaknya dikapal yang memiliki penjaga level tinggi.' Itulah informasi yang David terima.


'Jadi semua penjaga kasino ini hanya ancaman kah.' Lily tersenyum.


'Begitulah.' Sambung David.


'Kalau begitu sudah saatnya diakhiri.' Ucap Lily tepat langsung berdiri dari tempatnya dan meninggalkan meja dengan mengatakan beberapa kata yang entah kenapa membuat boss pemilik kasino semakin marah tapi tidak juga menyerang.


Berjalan David menghampiri Lily dan Merly yang sudah ingin keluar dari dek satu.


"Kau tahu cara membalas orang yah." Ucap David.


"Yah dia sempat mengancamku jadi aku hanya mengatakan akan bermain lagi bersamanya besok dan wajahnya langsung merah seperti tomat." Santai Lily berkata.


"Yah itu merupakan kata kata yang sadis dalam keadaan seperti tadi kan." Ucap David.


"Tapi saya akan bermain lagi besok."


"Eh? Betulan kah? Kukira hanya bercanda."


"Hihi." Lily tersenyum puas.


Setelahnya Lily datang setiap hari kekasino tersebut hingga akhirnya kasino tersebut tutup karena mengalami kerugian yang sangat besar.

__ADS_1


__ADS_2