Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 192, Utusan sang raja


__ADS_3

Meskipun begitu dengan formasi sihir yang terus mensuport perajurit kerajaan membuat mereka tidak tertidur sama sekali. "Kalian mau mati kah!? Lebih baik kalian pura pura tidur saja!" Ucap Merly menambahkan ketebalan kabutnya membuat semuanya tertidur tanpa sisa kecuali beberapa petinggi perajurit yaitu jendral magic.


"Sialan kau wanita, berani beraninya kau meracuni perajurit ku! Tidak akan kumaafkan! Fire Canon!!" Sebuah sihir api bagaikan laser yang dapat merobek langit langsung menuju kearah Merly.


"Cih! Shut." Merly hanya membuang liurnya sebelum menarik pelatuk Crossbownnya yang membuat skill sang jendral tersebut menghilang.


"Hii..! I-itu sihir salah satu sihir tertinggi ras Demon loh, kenapa bisa menghilang begitu saja!?" Teriak jendral tersebut merinding seakan putus asa.


"Ini kau katakan sihir tingkat tinggi jangan bercanda, oh iya suami juga berkata tidak masalah jika aku membunuhmu kalau begitu matilah. Poison Arrow." Ucap Merly dimana wajahnya tiba tiba berubah menjadi sangat menyeramkan.


Satu panah meluncur dengan sangat cepat namun tidak pada kecepatan penuh panah Merly yang biasanya. "Hng! Kau pikir bisa mengenaiku dengan panah jadulmu itu." Jendral tersebut langsung sombong setelah melihat peluang, sayap lebar dipunggungnya langsung terbuka dan terbang menghindari anak panah Merly.


"Sungguh tindakan yang sia sia." Ucap Merly berbalik kembali memperhatikan Lily.


Shut!


"Apa!? Ah.." Anak panah Merly tadi kembali berbelok dan menusuk nya tepat pada posisi jantung namun jendral tersebut memiliki skill yang dapat memindahkan jantungnya. "Hihihi meleset hahaha! Berikutnya aku akan menghindarinya dan mencincang-mu puft.." tiba tiba darah meluncur dari mulutnya namun telah bercampur dengan warna ungu pekat.


"Meskipun panah tadi hanya nenggoresmu kamu tetap akan mati." Ucap Merly tanpa berbalik dimana tubuh jendral tadi meleleh dan hanya meninggalkan asap.


Setelah lumpuhnya seluruh perajurit kerajaan sisa perajurit metalpun langsung berfokus untuk menyerang Lily dan Merly.


"Gawat aku baru menumbangkan dua." Lily langsung menggunakan prisai esnya untuk menangkis serangan dari berbagai arah.


"Kak Lily fokus pada formasi saja, sisanya biar aku hentikan. Dragon Raibow!" Teriak Merly mengarahkan tembakanya keatas langit sebelum sebuah hujan tombak mengenai seluruh perajurit metal dan menghentikan mereka semua.


"Nona Merly memang yang terbaik." Ucap Lily memberikan jempol pada Merly.


"Ini tidak akan bertahan lama, meskipun mereka terbuat dari besi namun mereka dapat beregenerasi dengan cepat selama berada didalam tembok kerajaan, cepatlah kak Lily." Ucap Merly dimana energi mananya terus berhamburan keluar untuk tetap mempertahankan keberadaan tombak besar yang menusuk para perajurit metal atau mecha.


Disisi lain David dan Virinda berhasil menerobos kesebuah ruangan jauh dibawah tanah tepatnya dibawah singgasana raja namun terlihat jelas keadaan David dan Viri da tidak terlalu baik.

__ADS_1


"Eh memang hebat dan pantas disebut pengawal kerajaan terkuat aku sampai harus seperti ini demi tidak menimbulkan keributan besar." Ucap David dimana dia masih menggunakan Dragon Hand untuk mempermudah jalannya.


"Bagaimana dengan pintu ini tuan." Ucap Viri da dimana pakaian maidnya yang sangatlah kuat dan tahan terhadap segala serangan sihir kehilangan beberapa benangnya.


David mendongak dan melihat sebuah pintu yang sangat besar berada didepannya. "Menurut zona persepsiku seharusnya ratu Vexana berada didalam." Ucap David mulai mendorong pintu tersebut menggunakan seluruh kekuatannya.


"Ada apa tuan?" Bertanya Virinda saat pintu sama sekali tidak bergerak.


"Hmm.. ternyata seperti itu." David memahami sesuatu dan menggunakan Demon mana sebelum mendorong dengan santainya.


"Tuan memang sangat hebat." Dimana ada kesempatan disanalah Virinda memuji David.


Pintu perlahan terbuka dan memperlihatkan satu sosok wanita beramburt hiaju dengan aura yang sangat kuat namun terikat dengan sebuah rantai yang terus terhubung dengan energi mananya, dari semua pemandangan sangatlah membuat mata David terpesona terlebih dengan penampakan setengah telanj*ng dari sosok ratu yang ada didepannya tersebut, namun suatu yang sangat jelek bagaikan kotoran tiba tiba mengotori mata David.


Sebuah keberadaan yang sudah terduga namun tetap menyesakkan dimana David melihat seorang pria gendut dengan kumis yang mirip dengan rumput laut bergelantungan dibawa hidungnnya terkejut melihat kedatangan David.


"Hng.. ternyata masih ada Necromancer dikerajaan ini." Ucap pria gendut tersebut.


"Bukan! Namaku Hodgins tapi ya.. itu hanyalah nama untuk sigendut pemilik tubuh ini." Ucapnya.


"Oh Hodgins kah.. hmm.. lalu siapa dibelakangmu?" David bertanya sekan tiada masalah.


"Ah ini kah." Dia tiba tiba menarik rambut ratu Vexana dan mendongakkannya dimana David dan Virinda dapat merasakan bahwa ratu Vexana sudah mati. "Hanya boneka tidak usah dipikirkan, ukhem! Begini tuan Nekromancer apa anda ingin bekerja sama dengan saya? Saya bisa memberikan adan banyak keuntungan." Dia mulai menawarkan sesuatu pada David namun dilihat dari kekuatannya jelas dia memiliki tujuan lain sampai berbaik hati pada David.


"Maaf tapi aku lebih tertarik dengan Necromancer disana." David tidak ingin berbasa basi dan langsung berjalan menuju ketempat ratu Vexana dimana tubuhnya masih terjaga.


"Begini tuan saya bisa memberikan anda uang dengan kekuasaan yang tinggi.." mentri tadi mulai memberikan banyak penjelasan pada David akan keuntungan.


"Ek!" Saat David bertatapan langsung dengat mata ratu Vexana, David merasakan sebuah sesuatu yang sangat familiiar dimana seakan mata tersebut sudah mengawasi David selama ini. "Begitu rupanya pantas saja aku selalu merasa diawasi begitu memasuki kerajaan ini ternyata kau kah." Gumam David mengabaikan ocehan menteri tadi.


"Beraninya kau mengabaikanku!" Menteri tersebut langsung berteriak sebum sebuah tendangan mendarat diwajahnya.

__ADS_1


Bom!


Tubuh besar nya yang mendarat didinding menimbulkan suara yang sangat keras akibat tendangan Virinda.


"Berani sekali kau berteriak pada tuan David." Wajah Virinda terlihat seakan siap untuk mencincang tubuh besar tersebut.


"Ukh-ukhhu! Kalian hrrr kalian berani sekali kalian membuatku seperti ini.. wroaarrr!" Dia tiba tiba berteriak keras dengan tanduk yang muncul di kepalanya serta cakar pada kedua tangannya.


"Virinda mundurlah, saat ini aku sendiri yang ingin menghajarnya karena membuat wanita cantik seperti ini tersiksa." Ucap David yang hampir mengeluarkan segala auranya.


"Kau pikir bisa mengalahkanku, aku adalah utusan langsung dari sang raja (maksudnya raja iblis) hahaha! Majulah." Ucapnya siap mencabik David.


"Kuakui kekuatanmu jauh lebih besar dari pada demon sebelumnya tapi." David tiba tiba berada dibelakang demon tersebut.


"Apa!?" Dia langsung melompat menghindari David tapi pijakannya tepat pada jebakan yang David berikan.


"Jangan pernah meremehkan Necromancer." Ucap David saat berbagai tangan undead menarik tubuh demon tersebut masuk kedalam lantai.


"Kenapa aku tidak bisa menggunakan kekuatanku?" Dia terkejut saat ingin membebaskan diri.


"Dengan skilku aku bisa mengunci jalur mana Demonmu." Itu terjadi saat David memegang pundak nya tadi.


"Sial." Dia masih berusaha untuk membebaskan diri.


"Ini untuk ratu Vexana, ini untuk Charlotte ini untuk Charlotte dan ini untuk warga." David menghajarnya berulang ulang hingga babak belur.


"Kenapa Charlottenya dua kali tuan?" Virinda agak kebingungan dengan hal itu.


"Oh itu karena Merly menyukai Charlotte, itu saja." Alasan yang tidak logis milik David keluar lagi.


"Apa yang akan kita lakukan padanya tuan?" Bertanya Virinda karena pasti ada alasan lain dimana David tidak membunuhnya.

__ADS_1


__ADS_2