
Ruangan Vip David
"Ini cantik terima kasih David" Astein begitu terpana saat gelangnya menyesuaikan diri dengan tanganya lengkap ukiran yang ikut berubah jika Astein mengalirinya dengan mana.
David kembali duduk dan ingin melihat lelang terakhir karena berang kedua tadi hanyalah sebuah zirah full plate tingkat Epic.
"Barang selanjutnya adalah sebuah pedang roh tingkat rare tapi semua orang tahu jika pedang roh tingkat rare bahkan dapat mengalahkan pedang tingkat epic kekuatan roh yang ada didalam pedang tersebut adalah roh angin dimana kalian akan merasakan hembusan angin saat mengayungkan pedang" pembawa acara mulai memperkenalkan sebuah pedang yang ada diatas meja, pedang tersebut sedikit unik dimana hanya ada satu mata pedang saja dan melengkung seperti bulan.
"Harga awal untuk lelang terakhir pedang roh adalah seribu koin emas!" Begitu palu pembawa acara diketuk dengan cepat harga pedang yersebut naik menjadi lima ribu koin emas dan masih terus naik.
"Tujuh ribu koin emas!"
"Tujuh ribu dua ratus koin emas!"
"Sepuluh ribu koin emas!" Berteriak David karena tidak ingin ada orang yang membelinya selain dia.
"..." hening pelelangan.
"Ini adalah barang terakhir apa tidak ada lagi yang ingin menawar?!" Bertanya sang pembawa acara setelah beberapa waktu.
"Baik jika begitu maka barang ini akan menjadi milik tuan yang ada dikamar vip nomor delapan kami akan segera mengantarkan barang anda!" Jelas pelelang tersebut.
David menerima barangnya dengan cepat dan membayarnya sebelum ingin meninggalkan pelelangan sebelum pembawa acara mengatakan sesuatu.
"Maaf untuk para tamu tapi sepertinya kami memiliki satu barang bagus yang dapa menarik perhatian anda sekalian walaupuj barang ini tidak terlalu mahal tapi ini sangat langkah" ucapnya membuka sebuah kotak dan menunjukkan sebuah potion.
"Ini adalah Special health potion tingkat satu dimana dapat menyembuhkan seluruh kerusakan pada health poin anda sebanyak sepuluh persen ... harga awal hanya sepuluh koin emas silahkan menaikkan harga!" Selsai dia mengetuk palu harga penawar pertama bahkan sampai lima puluh koin emas dan terus naik.
"Gawat! Astein gunakan ini kita harus pergi secepatnya" David menutup Aatein dengan Hidden Cloak dan segera juga David menggunakanya lalu keluar lewat pintu.
Begitu keluar sudah ada beberapa pelayan dan satu orang yang sepertinya adalah kepala pelelangan menuju ruangan vipnya untungnya David sempat keluar sebelum mereka melihatnya.
Astein mengerti apa yang membuat David panik maka dari itu dia hanya ikut saja apa yang dikatakan David, potion yang dilelang adalah potion berkelas milik David.
__ADS_1
Segera mereka pergi kepasar dengan cepat dan waktu sudah menujukkan sore hari.
"Apa kau lapar Astein?" David bertanya saat membuka Hidden cloak nya.
"Kita dipelelangan dari pagi bagaimana aku bisa berkata tidak lapar" Astein menjab saat membuka hidden cloak nya.
"Baiklah kita akan mencari tempat makan terlebih dahulu"
**********
Keesokan harinya.
Hari ini David akan menemani Astein untuk datang keakademi kesatria bangsawan untuk menyapa beberapa guru dan teman lama.
Lokasi akademi berada didalam kawasan bangsawan dan tidak terlaku jauh dari mansin David.
David menggunakan baju jendralnya serta seluruh embelem didadanya karena memang ini adalah akademi kesatria dimana semua murid dilatih untuk menghormati yang lebih tinggi.
Mereka berdua menggunakan kereta milik David yang selalu dia bawa dipenyimpananya dan menggunakan kuda yang telah disiapkan dimansion dan satu prajurit yang sebagai kusir kereta mereka.
Tidak perlu waktu lama hingga akhirnya mereka tiba di akademi kesatria bangsawan dan memang sangatlah besar lebih besar empat kali lipat dari mansion Dark Dragon.
Setelah kereta David masuk tanpa dihalangi oleh penjaga karena melihat embelem guild milik David, saat David turun dan beberapa siswa yang melihat emblem David segera mereka menujukkan hormat walaupun tidak semua karena beberapa bahkan tidak peduli.
Tapi David suka dimana seseorang sangat menjiwai sifat kesatria jadi dia pun sangat menghormati beberapa murid yang menghormatinya walaupun cara menggormati David tidak ditunjukkan.
Astein turun dari kereta begitu David membantunya dan segera Astein memegang lengan David.
Pedang Astein tetap berada dipinggang karena itulah yang menunjukkan alumni dan bukan dimana yang masih peserta tidak diperbolehkan membawa pedang asli dipingging dan hanya diperbolehkan menggunakan pedang kayu yang terbuat dari bahan khusus yang bahkan gampir sekuat besi kecuali memiliki izin khusus sedangkan alumni bebas menggunakan pedang asli.
David dan Astein berjalan mengelilingi akademi dan melihat seisi akademi tanpa ada yang menghalang dan tak lama mereka berjalan satu orang pria dewasa berotot berpakaian guru akademi datang menghampiri David.
"Salam jendral Dark salam putri Astein" ucapnya menaruh tangan kanannya didada begitu sampai didepan David dan Astein.
__ADS_1
"Salam guru leon" Astein pun tampak menujukkan hormat pada guru berotot dan memiliki pakaian yang tidak terlalu rapi didepanya ini.
"Salam guru leon" karena Astein tampak sangat menghormati guru tersebut David pun menujukkan hormat.
"Haha ternyata jendral Dark juga dapat membungkuk rupanya!" Yang tadi sangat sopan sekarang tiba tiba jadi sok akrab.
"Namu adalah leon tanpa nama keluarga dan seorang guru yang hanya jadi pengawas jika ada yang ingin bertanding pedang jadi bisa jendral dark memperkenalkan namanya dengan baik?" Tanyanya setelah memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.
"Saya adalah David Von Dark datang berkunjung ke akademi ini sebagai tunangan Astein guru leon" David juga menyambut tangan Leon.
"Oh David yah.. aku tidak suka terlalu formal jika bersama teman seperti ini jadi panggil aku Leon" ucap Leon yang seenaknya saja menganggap David teman.
"Baiklah leon" David agak tidak nyaman saat memanggilnya dengan nama itu bagaimanapun leon ini sudah berumur tiga puluh tahun.
"Baiklah jadi apa tujuan kalian berkunjung?" Bertanya leon.
"Kami hanya ingin menyapa beberapa guru saja" Astein menjawab.
"Baiklah kalian lanjutkan saja atau apa perlu aku temani untuk melihat beberapa murid yang sedang latih tanding dilapangan?" Leon menawarkan diri.
"Baiklah kalau begitu mohon bantuanya leon" cepat David menjawab sebelum Astein menolak karena David juga ingin melihat bagaimana pelatihan orang orang didunia ini.
"Baiklah kalau begitu ikuti aku" Leon berbalik dan berjalan mendahului David dan Astein.
**********
"Kamu bisa melihat mereka dari sini atau perlu aku mencari lawan untukmu?" Bertanya Leon pada David saat mereka memasuki pinghir lapangan.
"Aku hanya datang melihat lihat leon" David agak risih tapi tetap menikmati melihat dimana para murid memiliki keahlian tersendiri dalam tekhnik berpedang yang berbeda dengan David dimana dia tidak pernah belajar bepedang dan hanya tahu mengayungkan pedang menghindar dan menangkis.
David hanya memgandalkan insting dimana dia dapat memperkirakan sudut pedang dan titik dimana pedang bisa berayun dan menebas dengan baik juga dapat tetap memperkuat ketahanan kuda kuda serta kesrimbanganya dengan baik.
"Baiklah ... lima murid! Jendral Dark butuh lima murid untuk dijadikan lawan tanding!" Berteriak Leon dengan seenak jidat memanggil lima murid untuk datang bertarung dengan David.
__ADS_1