Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 214, Serangan Di pelabuhan


__ADS_3

"Benar apa yang dikatakan perajurit ini tuan, saya juga menemukan surat yang sama." Ucap Virinda yang baru saja keluar dari mansion dan membawa surat ditangannya dimana surat tersebut ditujukan langsung kemansion Lord kota.


"Segera panggil Tiger dan siapkan perajurit siap tempur laut! Virinda kita berangkat sekarang." Perintah David. "Sial kenapa harus sekarang." David merasa kesal karena saat ini skill gatenya sedang coldown.


"Baik tuan." Virinda langsung menghilang.


"Semoga mereka dapat bertahan." David sangat berharap karena dari berita yang ia dengar, setiap serangan laut dari bangsa iblis selalu lebih kuat dari pada didaratan.


Memang serangan ini belum tentu dari bangsa iblis tapi kemungkinan terbesarnya mengarah kesana.


Dua puluh menit kemudian Tiger telah siap dengan dua ribu perajurit yang dilatih khusus untuk bertempur dilaut, sementara seribu lainnya sudah berada dikota pelabuhan karena tugas mereka untuk terus menjaga pelabuhan Dark Dragon.


"Skeleton Dragon!" David langsung memanggil tiga Skeleton Dragon miliknya.


Tiga lingkaran rune sihir yang sangat besar muncul dilangit dan mengeluarkan tiga Skeleton Dragon yang mengejutkan semua warga dan para pendatang.


David tidak memperdulikannya dan langsung menunggangi salah satu skeleton Dragon sebelum melaju dengan kecepatan tinggi.


Kelompok Assassin Virinda mengikuti di skeleton satunya sementara Lily seperti biasa selalu menunggangi Ice Skeleton Dragon.


"Aku ikut." Rina melompat dan naik ke skeleton Dragon yang ditunggangi Lily bersama Aron.


"Baiklah pegangan yang erat." Ucap Lily sebelum menyusul David.


'Seandainya aku belum mendapatkan berkah pahlawan aku yakin tidak akan bisa mengalahkan satu Skeleton Dragon ini sendiri.' Batin Aron.


Mereka bergerak dengan sangat cepat menuju kota pelabuhan sementara perajurit yang dipimpin oleh Tiger langsung berangkat menggunakan mobil yang berkecepatan tinggi.


Sementara itu dikota pelabuhan seluruh penduduk telah dievakuasi menjauh dari pantai sedangkan seluruh perajurit ataupun petualang yang ada disana langsung dikerahkan untuk menahan para monster.


Kapal perang David yang sudah siap digunakan sudah bertempur sejak kemarin dan beberapa bahkan mengalami kerusakan parah akan serangan dadakan ini.


Ocean Dragon yang dikenal dengan pertahanan mutlaknya masih tetap bertahan dengan memancing monster untuk menjauh dari kota pelabuhan.


Semuanya sibuk selama seharian dimana banyak korban luka parah yang berjatuhan saat beberapa monster berhasil menyerang kearah daratan.


Saat hari mulai gelap entah kenapa para monster laut langsung mundur dan perajurit mendapatkan istirahat sebentar.


Disaat itulah David tiba dengan yang lainnya.


"Itu jendral Dark!"


"Kita selamat sekarang!."


"Jendral Dark telah tiba!."

__ADS_1


Saat semua perajurit menyebutnya David langsung turun dari Skeleton Dragon dan meminta laporan. "Bagaimana keadaannya?" David bertanya.


"Jawab! Sekelompok monster laut menyerang pelabuhan kemarin tepat dipagi hari namun mereka langsung memundurkan diri saat hari mulai gelap dan akan kembali menyerang dipagi hari." Lapor seorang perajurit dengan tegas.


"Bagaimana kondisi perajurit?."


"Masih dapat bertarung!" Bukannya mengeluh perajurit tersebut malah menjawab sebaliknya dengan sangat lantang dan David menghargai itu.


"Baik kembali beristirahat." David mengistirahatkan perajurit sebelum menuju kearah perajurit tempur yang bertempur menggunakan kapal.


"Siap jendral!."


Disekeliling David sudah terdapat banyak perajurit yang terlihat kelelahan dan langsung beristirahat ditanah.


Lord kota juga mengarahkan para warga untuk menyiapkan makanan karena para perajurit telah bertempur seharian penuh.


David tiba pada unit kendali kapal untuk melihat langsung kerusakannya, meskipun sudah banyak kapal yang seharusnya dapat digunakan namun hari ini mereka hanya menggunakan lima puluh kapal tempur untuk bertarung.


Itu dikarenakan tidak adanya Forts dan David di kota pelabuhan yang memandu perajurit sehingga mereka tidak dapat menggunakan kapal yang tidak diizinkan.


"Bagaimana kerusakannya?" David bertanya meskipun sudah dapat melihat sendiri.


"Jawab jenderal! Satu kapal jatuh dan sepuluh lainnya mengalami kerusakan parah!." Jawab seorang perajurit.


Yah David dapat melihat satu kapal yang telah ditarik kembali kedarat dan sudah bonyok sedangkan sepuluh yang mengalami rusak parah hampir tidak dapat digunakan lagi.


"Sejauh ini tidak ada jenderal." Jawab perajurit tersebut namun David sendiri melihat ada beberapa yang bahkan kehilangan anggota badan mereka.


"Hm baik lanjutkan istirahatnya." David menuju kelaut dan memandang jauh keseluruh lautan.


"Tuan." Virinda datang bersama squad Assassinnya.


"Periksa sekarang." Perintah David.


"Baik." Squad Assassin Virinda langsung menggunakan lima kapal selam super cepat yang dapat melaju hingga kecepatan dua ratus kilo meter didalam air, mereka akan memantau keberadaan monster dan alasan mereka mundur saat malam hari.


Biasanya monster akan semakin merajalela saat malam hari namun dalam hal ini para monster tersebut memilih untuk mundur dan kembali menyerang saat pagi hari.


"Suami!" Tiba tiba Merly datang dari atas langit yang masih dalam wujud transformasinya namun langsung berubah wujud semula saat mendarat.


"Apa kau terbang dari kota Green Merly?" Bertanya David.


"Saat Merly melihat si Dragon lewat Merly langsung mengikutinya." Jawab Merly menunjuk kearah Skeleton Dragon.


"Siapa gadis kecil ini?" Bertanya Aron.

__ADS_1


"Merly istriku." David menjawab.


"Lolicon." Aron menatap David datar.


"Tidak uy! Merly meskipun begitu tapi dia sudah seusia dengan Rina loh." Jelas David.


"Hay Merly aku Rina adik David." Rina tiba tiba memperkenalkan diri.


"Eh? Suami punya adik?." Merly bertanya pada David untuk memastikan.


"Yah begitulah." David tidak menjelaskan detailnya.


"Hem kum kum, kum kum." Entah kenapa Merly mulai mengendus ngendus bau Rina.


"Apa?" Rina merasa aneh saat diendus.


"He he, mulai sekarang panggil Merly kakak ipar." Merly menunjukkan kharismanya.


"Baik baik kakak oppai." Rina menjawab.


"Kakak ipar!" Merly berteriak saat Rina mempermainkannya.


"Serem." Bersembunyi Rina dibelakang David seakan mengejek Merly.


"Rrrr menjauh dari suami!" Merly menggeram.


"Kalian ini.. sekarang kondisi darurat lebih baik kalian membantu warga menyiapkan makanan untuk perajurit!" Bentak David..


"Baik." Merly dan Rina menjawab dengan suara kecil.


"Sudahlah David mereka hanya bermain saja." Aron menenangkan David.


"Aku tau itu." Berjalan David meninggalkan Aron dan mulai mengumpulkan para pemimpin perajurit yang bertugas kali ini.


David segera mengatur ulang perajurit dimana yang dapat bergerak dipisahkan dan mulai membantu perajurit yang terluka parah.


Meskipun memiliki potion tapi itu tidak dapat menyembuhkan stamina dan mental perajurit yang terkuras setelah bertarung selama dua hari.


David juga memisahkan perajurit yang siap bertarung besok untuk segera beristirahat karena meskipun dengan kecepatan penuh, perajurit dari Dragkolli City hanya bisa tiba disini besok malam itupun dengan kecepatan penuh mereka.


Selain itu david juga mengeluarkan lima puluh kapal tambahan untuk menahan melawan monster di pertempuran besok, meskipun disini terdapat dua pahlawan namun sebisa mungkin David tidak ingin melibatkan mereka didalam wilayah kekuasaannya.


Satu kapal perang dapat dikendalikan minimal dua puluh perajurit dan maksimal lima puluh perajurit namun saat ini untuk memaksimalkan kekuatan tempur dari setiap kapal David menggunakan tiga puluh perajurit untuk setiap kapalnya.


Semalaman David harus mengatur segala persiapan kapal termasuk amunisi hingga matahari mulai terbit dari arah timur.

__ADS_1


Bwooo..!


Sebuah suara yang mirip terompet besar muncul dari laut mengawali berbagai monster laut yang keluar, suara terompet tersebut selalu muncul setiap monster ingin menyerang.


__ADS_2