Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chaprter 157, Pertengkaran Buah Pepaya


__ADS_3

Ruangan kerja


"Ini sudah yang keempat puluh sembilan tuan." Ucap Virinda meletakkan secangkir teh di meja David.


"Teh dan gula kamu yang bawa kan?" Tanya David memastikan.


"Saya selalu membawanya tuan." Ucap Virinda mengeluarkan sebungkus gula dan bubuk teh kesukaan David.


"Kalau begitu tidak ada masalah." David kembali menyeruput tehnya karena masalah yang ia maksud adalah saat harus meminum teh milik persediaan untuk warga tapi ini beda cerita karena Virinda sendiri yang membawanya.


"Aku tidak bisa berdebat dengan tuan." Virinda sedikit menggeleng pusing akibat kelakuan tuannya yang bahkan bisa menghabiskan ratusan kilo bubuk teh dalam sebulan.


Pintu ruangan tiba tiba terbuka dan menampilkan Stella yang sudah berpakaian seperti biasanya dengan baju merahnya.


"Ada apa Stella?" David lebih dulu bertanya.


Stella sempat melirik tajam kearah Virinda sebelum tersenyum kearah David. "Aku membawakan kue." Ucap Stella mengangkat keranjang ditanganinya keatas meja David.


"Terima kasih Stella." Meskipun tidak membutuhkan tapi David tetap berusaha untuk memuji Stella.


"Dasar boneka beruang, dalam kondisi seperti sekarang bahkan masih ingin membuang buang pangan untuk membuat kue." Cibir Virinda.


"Sekali saja tidak masalah bukan." Stella membela diri.


"Sekali dan berkali kali sama saja mengurangi bahan pangan." Virinda masih saja menyudutkan Stella.


"Itu terserahku, semuanya adalah milikku." Stella langsung menutup debat.


"Cih."


"Sudahlah sudahlah, aku bisa tidak makan malam untuk menutupi biaya pembuatan kue." Ucap David memisahkan.


"Itu akan jadi masalah tuan."


"Kau bisa memakanku sebagai gantinya." Ucap Stella menggoda David.


"Jangan menampilkan tubuh tidak seonohmu itu pada tuanku." Virinda kembali menyindir.


"Itu terserahku blwee.." Stella balik mengejek.


"Oke cukup.." David sedikit meninggikan suaranya untuk menghentikan mereka berdua. "Stella bagaimana keadaan warga?" Cepat David mencoba untuk mengalihkan topik pembicaraan.


"Kondisi warga mulai membaik setelah mendengar bahwa semua monster telah dibersihkan, para warga sudah mulai bekerja sama untuk membangun kembali semangat mereka." Ucap Stella.


"Baiklah berikan perintah selanjutnya, mereka mungkin harus dibagi menjadi tiga kelompok untuk menduduki tiga kota, itu dapat membangun kembali kondisi normal mereka dengan cepat." Ucap David mengambil beberapa kertas yang sudah ia siapkan.

__ADS_1


"Apa itu?" Stella bertanya.


"Ini adalah seluruh pembagian warga dan apa saja yang harus mereka lakukan selanjutnya serta tempat tempat terbaik untuk bercocok tanam untuk mengembalikan perekonomian mereka." David menyerahkan setumpuk kertas pada Stella.


"Kamu memang jenius David." Stella memberikan pujian.


"Kau baru sadar? Dasar otak dada." Virinda kembali mencibir.


"Aku juga telah memberitahukan Tiger untuk mengirim bantuan kesini berupa bahan pangan maupun kebutuhan lainnya." David segera memotong sebelum Stella kembali beradu cekcok dengan Virinda.


"Aku sangat berterima kasih David." Ucap Stella dengan tulus.


"Bagaimana keadaan ibuku?" David bertanya hal lain.


"Ibuku tidak memiliki perubahan tapi setidaknya penyakitnya sudah berhenti menyebar berkat potion yang kamu berikan." Ucap Stella.


"Aku senang mendengarnya, semoga kerajaan segera bisa membantu karena aku jelas tidak bisa mengantar ibuku untuk saat ini ke kerajaan." Ucap David.


"Ya." Mengangguk Stella.


"Baiklah, pekerjaan selesai tolong kamu atur warga dan perajuritmu besok Stella untuk melakukan persiapan." Davis berdiri dan berjalan keluar setelah mengambil satu kue buaran Stella dan memakannya.


"Aku mengerti."


"Juga." David berbalik sebelum menutup pintu. "Kuemu sangat enak aku berharap kau bisa membiarkannya untukku lagu dimasa depan." Ucap David sebelum pintu tertutup.


...


Keesokan harinya Stella kembali mengarahkan warganya dan membaginya sesuai usulan David, tentu Stella membagi sesuai dengan keluarga mereka agar tidak dipisahkan karena beberapa diantara mereka memang masih sedikit trauma akibat kehilangan keluarga maupun rekan.


Stella meminta semua orang untuk segera bersiap dan mengatur barang yang akan mereka bawa, untuk perajurit tentunya akan dibagi menjadi tiga kelompok untuk mengurus dan mengarahkan warga nantinya.


Meskipun masih dalam keadaan berduka tapi para warga mengerti akan keadaan setelah dijelaskan oleh Stella, mereka harus segera bangkit dari keterpurukan untuk membangun masa depan mereka kembali, itulah yang mereka tahu untuk saat ini.


Setidaknya kata kata itu mampu untuk sedikit menaikkan semangat warga untuk segera bekerja dan bersiap sesuai perintah Stella.


Para warga mulai sibuk seharian mulai dari mengumpulkan segala bahan yang dapat digunakan seperti kuda yang tersisa maupun gerobak dan lainnya.


David cukup kagum dengan kecepatan Stella mengumpulkan semangat penduduk dan membuat mereka bekerja dengan cepat hingga seharian penuh kota pengungsian terlihat sangat ramai hingga malam hari semuanya terlihat sunyi karena para warga kembali beristirahat untuk memulai perjalanan besok.


...


Meja makan


"Ini sudah dua hari sejak kamu mengirim surat kekerajaan aku berharap bisa mendapatkan bantuan secepatnya." Ucap Stella ditengah tengah makan malam.

__ADS_1


"Aku tidak tahu kapan bantuan daei kerajaan tiba tapi bantuan dari build Dark Dragon akan tiba mungkin sekitar empat sampai lima hari." Ucap David.


"Secepat Itu?" Stella cukup terkejut dengan kecepatan David karena seharusnya membutuhkan dua minggu atau lebih untuk mengumpulkan bahan ditambah menem0uh perjalanan.


"Perajuritku sangat cepat dalam bertindak, aku yakin sekarang kota pelabuhan keluarga Lugard sedang sibuk akibat misi dari guild Dark Dragon." Ucap David membayangkan keadaan kota pelabuhan keluarga Lugard.


"Aku hampir melupakan fakta bahwa kau adalah leader build Dark Dragon." Ucap Stella sedikit merasa dibawah.


...


Sementara itu dikota pelabuhan keluarga Lugard.


"Kapal Ocean Dragon baru saja tiba dan langsung mengeluarkan misi diguild atas nama build Dark Dragon untuk mengumpulkan gandum dan banyak lagi." Ucap seorang petualang memberitahukan rekannya.


"Serius? Aku akan melihatnya." Beberapa petualang yang mengenal jelas guild Dark Dragon langsung berlarian menuju build untuk mengambil misi.


Sementara beberapa petualang lain hanya melihatnya aneh. "Bukankah itu hanya misi tingkat rendah yang biasa dikeluarkan oleh kakek kakek yang kehabisan makanan bahkan ulahnya pun sangat rendah." Ucap seorang petualang.


Seorang petualang yang baru saja lewat saat berlari menuju build mendengarnya langsung berhenti. "Kau tidak tahu saja bahwa setiap kisi dari build Dark Dragon selalu memberikan upah dua kali lipat." Ucap petualang tersebut sebelum lanjut berlari menuju build petualangan.


"He? Kalau begitu aku tidak akan kalah!!"


...


Ibu kota kerajaan


Ruangan singgasana Raja Artur


"Puteri Arfenit memasuki ruangan!!" Teriak seorang kasim tepat disekat puteri Arfenit saat puteri Arfenit berjalan memasuki ruangan singgasana dimana disana sudah ada beberapa menteri penting kerajaan.


Berjalan puteri Arfenit dengan anggun sebelum memberikan penghormatan ala puteri bangsawan. "Puteri Arfenit datang memenuhi panggilan yang mulia raja." Ucapnya dengan lembut namun terkesan tegas.


"Kau bisa duduk ditempatmu." Ucap raja Artur yang sedikit menggeleng karena anaknya selalu memanggilnya yang mulia raja disaat seperti ini.


"Baik yang mulia." Mengangguk puteri Arfenit sebelum duduk disebuah kursi kosong yang dikalangan para mentri tapi kursinya berbeda dengan yang lainnya.


"Baiklah kita akan langsung keintinnya, beberapa hari lalu bangsawan Vermilion mengirim surat meminta bantuan kerajaan agar mengirim pasukan untuk membantu mereka membasmi monster yang ada dikota mereka dan kita telah mengirim jendral serta pasukan kesana untuk membantu, hasilnya sangat memuaskan dengan kemenangan sang jendral kita." Ucap raja Artis memberikan tepuk tangan ringan diikuti yang lainnya kecuali puteri Arfenit karena dia masih bingung untuk apa dia dipanggil kesini.


...----------------...


Thank you untuk para donatur tetap


-Xn


-Ma'ke Seto

__ADS_1


-Zefaanatasya_


-[M.S.R]


__ADS_2