Another VR World Accident

Another VR World Accident
Chapter 225, Rune Teleportasi


__ADS_3

"Uh... sial apa apaan sih ini?" Salah satu jendral mengumpat sambil melap darah yang mengalir di jidatnya.


"Meskipun telah di kalahkan yanglain kembali muncul."


"Ini sudah yang ke empat kalinya." Para jendral sudah hampir mencapai batas.


Meskipun seratus Demon Titan di kalahkan namun seratus Demon Titan kembali muncul dan itu terus berulang kali hingga ke empat kalinya di mana jumlah jendral sudah berkurang hingga setengahnya saja.


"Apa sebenarnya yang terjadi?" Bertanya raja Field yang merasa kebingungan begitu pun seluruh raja dan ratu.


"Dengan jumlah sebesar itu mustahil mereka bisa muat dalam tembok yang tidak terlalu luas itu." Ucap Beaser menyimpulkan.


"Hanya ada satu kemungkinan." Ucap raja Artur.


"Mereka semua dari awal tidak berada di dalam tembok tapi di lain tempat." Sambung ratu Azela.


"Jadi bagaimana mereka bisa keluar dari tembok ini?" Bertanya raja Barqas.


"Teleportasi." Ucap ratu Azela menjawab.


"Apa!?" Raja Barqas dan raja Tordue terkejut.


"Benar juga jika bukan teleportasi maka untuk apa mereka hanya mengirim seratus Demon Titan setiap kelompoknya." Raja Beaser mulai memahami alasan Demon Titan hanya menyerang dengan kelompok berjumlah seratus saja.


"Dari yang saya lihat teleportasi Titan hanya akan aktif setiap tiga puluh menit." Ratu Vexana yang dari tadi diam tiba tiba bersuara dengan kesimpulannya sendiri.


"Kenapa ratu Vexana berpikir demikian?" Bertanya raja Artur di ikuti oleh anggukan seluruh pemimpin kerajaan.


"Saat pertama kali jendral kita menyisahkan lima Demon Titan mereka langsung berteleportasi namun saat pertarungan kedua para jenderal berhasil membunuh seluruh Demon Titan barulah gelombang ketiga datang." Ucap ratu Vexana.


"Ratu Vexana apa maksudnya?" Bertanya raja Barqas yang masih belum paham.


"Itu karena jendral kita berhasil mengalahkan Demon Titan kurang dari tiga puluh menit." Sambung ratu Vexana akan ceritanya tadi.


"Hm jadi Demon Titan akan muncul setiap tiga puluh menit karena jeda teleportasi, ini penjelasan yang masuk akal karena gelombangkeempat datang tiga puluh menut tepat setelah kedatangan gelombang ketiga." Mengangguk raja Artur.


"Lalu bagaimana cara kita mengakhiri perang ini?" Raja Beaser bertanya.


"Setiap sihir pasti memiliki rune dan setiap rune pasti memerlukan formasi sedangkan teleportasi adalah bagian dari sihir." Jelas ratu Vexana tersenyum.


"Kita hanya perlu menghancurkan formasi atau rune teleportasinya kan?" Ratu Azela meluruskan.

__ADS_1


"Benar, tapi kita harus menunggu hingga gelombang kelima muncul sebentar lagi." Ucap ratu Vexana.


"Saya setuju dengan ratu Vexana, jika kita mengirim jendral kesana dan gelombang kelima tiba tiba datang maka pasti seluruh jendral di dalam tembok akan di bantai." Ucap raja Artur mengangguk setuju.


"Baiklah aku akan segera mengatur pasukan untuk menerobos masuk kedalam tembok untuk menghancurkan formasi teleportasinya." Ucap raja Field berdiri dan bersiap memberitahu jendral pemimpin untuk membagi pasukan.


"Yang bisa menghancurkan formasi sihir hanyalah perajurit yang biasa membuat formasi sihir." Ucap ratu Vexana menghentikan raja Field.


"Jadi hanya perajurit Magiccary Empire yang bisa menghancurkannya, anda ingin mengatakan itu?" Raja Field bertanya.


"Memang seperti itulah." Santai ratu Vexana menjawab.


"Baiklah kalau begitu tugas ini di serahkan pada perajurit anda." Ucap raja Field kembali duduk.


"Saya tidak keberatan." Meskipun setiap pemimpin kerajaan mengatakan hal tersebut namun masih ada di antara mereka yang menginginkan tugas tersebut karena itu bisa tercatat dalam sejarah dan menjadi kebanggaan bagi kerajaan mereka.


"Kalau begitu saya permisi." Ucap ratu Vexana keluar dari tenda untuk menyampaikan perintah.


...


Kembali kepertempuran di mana setiap jendral mulai di bantai satu persatu hingga mereka semua mendengar perintah langsung.


"Bagi pasukan menjadi dua, jendral Magiccary Empire akan menerobos masuk untuk menghancurkan formasi sihir di dalam tembok, sedangkan sisanya akan menjaga dan membuka jalan bagi mereka!" Teriak pimpinan jendralmenyampaikan pesan ratu Vexana.


"Serang!" Teriak pimpinan jendral.


Semua jendral mempertaruhkan nyawanya untuk membuka jalan bagi jendral Magiccary Empire namun para Demon Titan juga sekuat tenaga menjaga gerbang mereka.


Para jendral banyak yang gugur namun gerbang sangat sulit untuk ti tembus.


"Sudahlah, Dragon Hand!" David yang sudah tidak tahan melompat keatas dengan dua pedang di tangannya.


"Lengthened Sword!"


Davi meneriakkan skillnya dan memutar turun kebawah di mana sebuah cahaya pedang mulai memanjang dan berputar bagaikan kincir sabit yang sangat tajam kearah para Demon Titan yang menghalangi gerbang.


"Arg..!" David Berteriak keras dan langsung memotong sepuluh tubuh Demon Titan dengan sekali tebasan.


"Wo.. hebat!"


"Apa itu tadi!?"

__ADS_1


"Sepuluh Titan langsung terpotong begitu saja.


Para perajurit langsung tercengang akan kekuatan yang i tunjukkan oleh David.


"Apa yang kalian lakukan!? Cepat masuk!" Teriak David menyadarkan mereka.


Para jendral Magiccary Empire kembali sadar dan menerobos masuk melewati jalan yang di buat oleh David.


"Sepertinya aku harus menahan lebih banyak sampai tugas Jendral di dalam selesai." Ucap David memegang erat kedua pedangnya.


Bom! Ting!


Berbagai serangan David tangkis dan belokkan demi memberikan mencari celah untuk memberikan damage pada para Demon Titan.


Meskipun para Demon Titan sudah mewaspadai David dan fokus untuk menyerangnya hingga mempersulit David namun jendral lain tidak tinggal diam dan mulai membantu David.


Berbagai skill serangan di lancar kan untuk membasmi para Demon Titan hingga akhirnya semua Demon Titan pun mati yang kebanyakan mati di tangan David.


"Lima menit lagi sebelum teleportasi selanjutnya." Ucap David memperhatikan para jendral Magiccary Empire masih berusaha untuk merusak rune teleportasi di dalam tembok.


Seperti halnya film maupun kisah lainnya para jendral Magiccary Empire berhasil merusak rune teleportasi saat detik detik terakhir.


Seketika itu pula suasana menjadi sunyi karena semua orang sedang was was dan berhati hati akan kemunculan gelombang kelima.


Namun saat tiga puluh menit berlalu dan tidak ada apapun yang terjadi, semuanya pun sadar bahwa mereka telah memenangkan perang dan langsung menyuarakan kemenangan mereka.


"Oo..!"


"Hahaha! Kemenangan untuk umat manusia!"


"Kita menang! Kita menang!"


Berbagai teriakan kebahagiaan dari para jendral terdengar setelah mereka lolos dari pertarungan yang begitu mengerikan, meskipun di antara mereka ada yang berduka karena kehilangan sahabat atau saudara jendral mereka.


Namun untuk saat ini mereka lebih memprioritaskan kemenangan dari pada berduka, seluruh pasukan jendral yang hanya tersisa se perempatnya saja di tarik mundur.


Kemenangan tersebut membawa kebanggaan bagi setiap jendral dan nama mereka yang gugur akan di tulis di tembok Demon Titan tersebut.


'Item ini lagi?' David lagi lagi menemukan item yang dapat menteleprtasikan nya kebenua iblis sama seperti item yang ia dapatkan di wilayah keluarga Vermilion.


...

__ADS_1


Di dalam tenda para raja.


"Saya tidak menyangka raja Artur memiliki jendral yang seperti itu." Ucap ratu Azela memuji.


__ADS_2