
Dragkolli City
Segera David berbalik dan melihat Virinda yang berhenti disebuah lapak yang menjual beberapa batu giok dan aksesoris menarik lainnya.
Berjalan kembali David menghampiri Virinda yang memandangi sesuatu dari toko tersebut.
"Nona, apa nona menyukai ini?" Bertanya pria paruh baya yang sudah bisa dibilang tua dengan banyak kerutan diwajahnya pada Virinda yang berdiam diri melihat salah satu aksesoris ditokonya.
"Apa yang kau lihat Virinda?" David bertanya.
Virinda hanya menunjuk sebuah anting dengan bentuk Cross. "Ini mirip dengan pedang yang sering tuan pakai." Ucap Virinda.
David tersenyum karena ada sesuatu yang membuat Virinda tertarik, David tentu tidak ingin menganggap Virinda sebagai alat pembunuh karena Virinda juga merupakan salah satu wanitanya.
"Berapa harga anting ini tuan?" David bertanya pada pemilik toko.
"Tidak ada yang ingin membeli barang itu dari tadi, kau bisa membelinya dengan dua koin tembaga." Ucap kakek pemilik toko.
"Apa hanya satu ini saja?" David menanyakan pasangannya karena ini sedikit aneh jika hanya ada satu anting saja.
"Maaf tapi yang sebelahnya rusak saat saya memindahkan barang." Jawab kakek tersebut.
"Kalau begitu saya beli ini saja." David menyerahkan satu koin perak. "Ambil saja kembaliannya."
"Terima kasih anak muda, semoga dewa memberkati hubungan kalian." Ucap kakek tersebut sedikit membungkuk.
"Haha.. kami pamit." David segera menarik Virinda menjauh dari toko tersebut karena sedikit tidak enakan.
"Tuan tidak perlu membelinya kan?" Ucap Virinda karena David dapat membuatnya dengan mudah.
"Itu beda lagi, kesini lah." Ucap David mendekatkan kepala Virinda.
"Apa yang tuan lakukan?" Virinda bertanya tapi tetap menurut saja.
"Loh, tidak ada lubang anting ditelingamu." Ucap David melihat kedua telinga Virinda tidak memiliki bekas lubang anting.
"Saya tidak pernah menggunakannya tuan."
"Ini mungkin akan sedikit sakit, tahan yah." Ucap David mengarahkan sebuah jarum kedaun telinga kanan Virinda.
"Ap- mm." Virinda terlambat bertanya karena sebuah jarum menembus daun telinga kanannya.
"Hmm.. sepertinya sudah pas." Ucap David setelah memasukkan anting yang ia beli tadi.
Luka yang ada ditelinga Virinda langsung sembuh berkat skill regenerasi Virinda, karena ini hanya luka kecil tentu tidak memerlukan waktu terlalu lama untuk menyembuhkanya.
"Ini menggan-" ucapan Virinda terpotong.
"Ini terlihat cantik." David langsung memotong ucapan Virinda yang ingin mengatakan anting tersebut mengganggunya. "Apa kau mengatakan sesuatu?" David bertanya.
"Ti-tidak, terima kasih tuan." Ucap Virinda sedikit menunduk malu.
"Tidak usah terlalu memikirkannya." Balas David tersenyum. "Saatnya lanjut." Sambung David melanjutkan perjalanannya untuk melihat kota.
__ADS_1
David terus berkeliling bahkan menyempatkan diri untuk melihat peternakan kuda yang jumlahnya melebihi dua puluh ribu yang ada didalam tembok bagian kedua.
Setelah seharian berkeliling, David harus kembali kemansion karena rombongan Astein telah tiba.
Hari hari berikutnya yang David jalani tidak lagi terlalu sibuk karena urusan kota semuanya diserahkan pada Tiger termasuk pelatihan perajurit.
David memilih untuk tetap tinggal dikota Dragkolli untuk mempelajari perkembangan perajurit maupun kotanya, David tentu harus melihat secara langsung sudah sampai mana kekuatannya sudah berkembang.
Akhirnya hari dimana pasukan Assassin Moar kembali akhirnya tiba.
...
Ruang kerja David
"Jadi bagaimana keadaan wilayah Vermilion?" Bertanya David saat Moar datang keruangannya.
"Sekarang sudah tidak ada masalah tuan." Jawab Moar singkat tanpa berniat menjelaskan karena David hanya menanyakan keadaan aman atau tidaknya.
"Jadi apa tindakan Stella sebelum kalian tiba?" Lagi David bertanya karena Stella tidak mungkin akan diam saja saat kotanya diserang.
"Nona Stella meminta batuan bangsawan sekitar dengan memberikan beberapa keuntungan." Jawab Moar.
"Ya sudah pasti Stella akan mempertaruhkan sesuatu, jadi.. apa bisnis Stella lancar?" David kembali bertanya.
"Tidak tuan, kami datang membasmi para monster sebelum nona Stella membuat kesepakatan dengan bangsawan lain."
"Oke oke, kerja bagus Moar." Puji David memberikan jempol.
Moar tiba tiba mengeluarkan sebuah gulungan dari cincin penyimpanannya. "Surat dari nona Stella tuan." Ucap Moar menyerahkan gulungan tersebut.
"..." Moar menunduk sebentar sebelum menghilang.
David mulai membaca isi surat yang diberikan Stella setelah membuka gulungannya, semakin David membacanya semakin tertarik pula dia.
"Dasar Stella, dia tahu kalau aku akan membantu makannya dia meminta bantuanku, dasar." Ucap David tersenyum setelah melihat surat yang Stella.
Didalam surat tersebut tidak ada tercantum tanda terima kasih atas pembasmian monster atau apapun yang berhubungan dengan serangan monster.
Didalam surat tersebut hanya ada bisnis yang tentunya menguntungkan keduanya tapi yang lebih merepotkan tentu adalah David karena ada kata 'tolong' didalamnya.
"Untuk sekarang Stella hanya perlu tenaga manusia untuk membantunya memperbesar kota, urusan ini bisa diurus sendiri olehnya, untuk masalah produk kotanya biar aku yang memasukkannya kepasar." Ucap David mengambil setumpuk kertas kosong dan pena.
Lagi lagi David bekerja selama seharian membuat sketsa yang akan menjadi produk barunya.
...
Keesokan harinya
Ruang kerja David
"Ada apa tuan memanggil saya kesini?" Bertanya Gal.
"Bukan apa apa hanya saja.. proye pembuatan kendaraan bisa kalian hentikan sekarang, aku akan menyerahkannya pada Forts." Ucap David.
__ADS_1
"Kenapa bisa begitu tuan!?" Terkejut Gal bertanya meskipun sedikit senang karena tidak perlu lagi mengerjakan proyek yang sangat melelahkan tapi ini terlalu tiba tiba.
"Karena kalian akan mengerjakan prtoyek yang lebih mengerikan lagi." Ucap David tersenyum menyeramkan.
'Sepertinya aku yang salah paham, tidak ada kata ringan saat bekerja dengan tuan David!' Gal berteriak didalam hati.
"Ini cetak birunya." David menyerahkan beberapa cetak biru yang ia kerjakan kemarin.
Segera Gal memeriksa satu persatu. "Tuan ingin membuat apa dengan ini?" Bertanya Gal sambil tetap mempelajari cetak biru tersebut.
"Kereta api." Jawab David.
"Kereta api?" Gal kebingungan.
"Atau lebih tepatnya kereta energi yah? Ini tidak menggunakan mesin uap tapi menggunakan energi mana jadi ini adalah kereta energi." Ucap David meralat perkataannya.
"Untuk apa kereta ap- maksud saya kereta energi ini tuan? Kita sudah memiliki mobil." Gal bertanya karena kurang lebih ia sudah paham dengan apa itu kereta energi setelah melihat sketsanya.
"Hehe.. kau sama sekali tidak mengerti Gal, dengan kereta energi, kita bisa mempersingkat perjalanan dengan jalur khusus dan kita bisa mengoperasikannya untuk jalur dagang darat tentu masih banyak keuntungan lain seperti kereta penumpang ..." David malah terus mengoceh sendirian.
"Sepertinya memang sangat berguna tuan." Gal tadinya sangat takjub tapi melihat David yang menjadi konyol menurunkan semangatnya.
"Yang jelasnya seperti itulah, tapi kita harus meminta persetujuan dari bangsawan setiap kota agar dapat membuat jalur kereta, pekerjaan ini kuserahkan padamu Lily." Ucap David menunjuk Lily yang baru saja masuk.
"He? Saya? Saya baru masuk loh, belum mengetahui apa apa." Lily langsung kebingungan.
"Baiklah, biar kujelaskan.. ..." David segera menjelaskan kembali pada lily mengenai proyek yang akan ia buat serta pekerjaan Lily dimana dia harus mendapatkan persetujuan setiap petinggi kota atau bangsawan yang memiliki kota dan akan dilalui oleh jalur kereta.
Yang jelasnya jalur utama kereta ini adalah jalur darat dari wilayah keluarga Lugard hingga wilayah Merlilion, ini memang sangat jauh dan memutar tapi keuntungannya dari pada melewati jalur laut adalah karena jalur ini melewati langsung beberapa kota.
Dengan kata lain jalur kereta ini akan menjadi jalur pedagangan darat setiap kota, ini dapat mempermudah produk wilayah Vermilion untuk keluar kewilayah lain.
"Ini tugas yang sulit untuk Lily tuan." Ucap Lily yang langsung keberatan secara terang terangan.
...----------------...
Thank you banget untuk donatur mingguan tercinta. ♡
-Eko Arliansyah
-QUEEN
-Lutfan
-Gerald
Dan thank you untuk rank umum para Donatur
-Xn
-Ma'ke Seto
-Zefaanatasya_
__ADS_1
-[M.S.R]