
"Hey Dastein." Rina menyapa saat Dastein menatapnya dengan ekspresi bingung.
"Ini tante Rina yah." David memperkenalkan Rina.
"Tante.." Dastein mencoba untuk menyebutnya.
"Selamat datang David." Astein berjalan menuju pintu dan menyambut David.
"Ya aku pulang." Balas David.
"Siapa nona ini?" Bertanya Astein meminta David memperkenalkan Rina.
"Ah.. mungkin kita harus duduk dulu lalu akan kujelaskan." David memang berniat untuk menjelaskan namun tidak mungkin dalam keadaan berdiri seperti ini.
"Ya baiklah." Astein menyetujui David namun tampak wajahnya masih kebingungan akan Rina.
Setelah duduk diruang tamu David mulai menjelaskan apa yang belum pernah ia beri tahu pada Astein dan hal yang selalu dia sembunyikan dari Astein yaitu bahwa David adalah reinkarnasi dari dunia lain.
David pun mulai menjelaskan bahwa Rina adalah asiknya saat dibumi dan sekarang terpanggil sebagai pahlawan kedunia ini sebagai pahlawan Assassin Magiccary Empire.
Setelah menjelaskan semuanya, memang membuat Astein terkejut dan David sudah menduga hal itu namun entah kenapa ekspresi Astein tampak kesal dan marah pada David.
"Senang berkenalan dengan anda nona Astein." Ucap Rina seakan memperkenalkan diri.
"Panggil aku Astein saja Rina." Astein tidak ingin memberikan jarak antara dirinya dan adik kandung dari suaminya yang selama ini ia tidak ketahui.
"Ada apa Astein? Nampaknya kau sedikit kesal." Bertanya David sambil menggaruk pipinya saat melihat ekspresi Astein.
"Tentu saja aku kesal, apa kau sebegitu tidak mempercayai ku sampai tidak mengatakan sejujurnya dari dulu?" Jawab Astein sedikit meninggikan suaranya.
"Bukan aku bermaksud begitu Astein hanya saja aku belum siap jika kamu mengetahui semuanya." David berusaha untuk menenangkan Astein.
"Belum siap apa?" Astein langsung memotong.
"Astein tolong dengarkan aku dulu, aku hanya belum siap jika kau mengetahui semuanya dan akan menjauhiku Astein." David memberikan alasannya.
"M..mm." Astein terdiam.
"Yah tolong maafkan aku yah, aku memang merasa bersalah menyembunyikan ini darimu tapi aku hanya ingin hidup sebagai pasangan seperti biasanya Astein." David menambahkan yang akhirnya membuat Astein semakin menurunkan amarahnya.
__ADS_1
"Hm baiklah aku akan memaafkan mu kali ini tapi lain kali kau harus memberitahukan ku semua tentangmu, aku sama sekali tidak mengetahii apa apa tentangmu David." Astein mengecilkan suaranya diakhir dimana Astein merasa kesal karena tidak mengetahui sama sekali masa lalu David dan dia tidak bertanya sama sekali.
Astein menganggap bahwa tidak menanyakan masa lalu David atau mengungkit nya adalah hal yang baik untuk hubungan mereka namun saat ini Astein sangat menyesali pemikiran tersebut dimana sekarang ia menyadari bahwa dia sama sekali tidak mengetahui apa apa tentang David dimasa lalu.
[TL note: lihat cerita dan kisah cinta antara Astein Von Lugard dan David Von Dark dihalaman cerita Author dengan judul, 'Astein Von Lugard' atau Astein sigadis berambut emas.]
"Uwa...! Ini akan menjadi film pendek drama terbaik antara kakak dan Astein, captionnya apa yah mungkin suami ketahuan selingkuh atau katakan sejujurnya atau kita akan pisah." Ucap Rina kegirangan dimana dari tadi dia merekam menggunakan ponselnya.
"Hapus." Satu kata David dengan lirikan tajam langsung menghilangkan ekspresi senang Rina.
"Baik, akan Rina hapus." Rina menjawab dengan cepat tangannya menyalin vidio tadi kefolder lain dan menghapus aslinya.
"Apa yang Rina lakukan?" Bertanya Astein bingung.
"Itu semacam batu perekam sihir dari dunia lain." David tidak menjelaskan rinciannya.
"Mmm." Astein tiba tiba malu malu saat menyadari tindakannya tadi bersama David malah dilihat oleh adiknya.
"Bagaimana kalau kita makan siang dulu." David mengusulkan.
"Aku sendiri yang akan memasak." Semangat Astein yang ingin menunjukkan kemampuannya pada keluarga David.
"Tidak perlu." Astein berniat menolak.
"Tidak Masalah kan Astein kalian juga bisa dekat nantinya." Tapi David yang mengusulkan akhirnya Astein harus menerima bantuan Rina.
"Baiklah kalau begitu temani Dastein sebentar." Astein meminta David untuk mengurus Dastein dimana entah sudah berapa vas bunga yang ia pecahkan didalam mansion menggunakan pedang kayunya.
"Oke." David berjalan pergi untuk mencari Dastein yang entah apa lagi yang ia pecahkan setelah hampir memecahkan kepala David.
Sementara David harus meladeni Dastein dimana setiap pukulan dari ayunan pedang kayu Dastein David terima, Astein dan Rina didapur sedang memasak, Astein pun menyadari bahwa kemampuannya dalam memasak masih sangat rendah dimana Rina dapat memasak makanan dengan sanga baik.
Setelah semua makanan yang mereka berdua masak tanpa bantuan koki mansion diletakkan diatas meja, mereka segera memanggil David dan Dastein untuk makan.
...
Satu bulan pun berlalu sejak Rina datang dan tinggal di Dragkolli City dimana semua perajurit dan pemimpin pasukan David juga telah kembali.
Hari ini adalah hari resminya dibuka jalur kereta energi (kereta api) dimana seluruh proyek pembangunannya telah selesai tiga minggu yang lalu meskipun masih ada beberapa jalur tambahan yang akan ditambahkan namun David memilih untuk segera meresmikannya selama Rina masih ada disini.
__ADS_1
Jalur kereta energi membentang sepanjang dari kota pelabuhan Lugard menuju kota Vermilion di mana melewati banyak cabang di beberapa wilayah kota dan wilayah bangsawan.
Tujuan utamanya tentu adalah untuk memberikan jalur dagang bagi keluarga Vermilion selain bisa mengakses jalur darat ia juga sudah dapat mengakses jalur laut diwilayah keluarga Lugard.
Meskipun wilayah Vermilion memiliki pelabuhan nelayan sendiri dan sedang dalam tahap peroses peningkatan pelabuhan serta perbaikan agar kapal besar dan kapal dagang lainnya dapat bersandar disana.
Namun untuk merenovasi kembali jalur dagang laut antar kerajaan itu dapat melibatkan banyak hal dan dapat menambah urusan kerajaan dimana saat ini setiap kerajaan sedang sibuk menghadapi pasukan iblis yang terus berdatangan.
Kereta energi tersebut dapat menempuh jarak dua ratus kilometer per jam, dengan kecepatan itu sudah cukup untuk membuat semua orang kaget dan kagum akan alat transportasi baru ini.
Selama seharian David melakukan perayaan resminya dibuka setiap rel kereta dengan mengundang para petinggi kelompok dagang dari koneksi dagang milik Suli.
Setelah perayaan tersebut selesai tepat sore hari, David kembali kemansion bersiap untuk mengirimkan surat pada Stella.
David ingin menanyakan kenapa Stella tidak menghadiri undangannya bahkan tidak memberikan alasan yang jelas pada perajurit David yang menjemputnya.
Stella hanya beralasan bahwa ia sedang sibuk mengurus kota dan tidak bisa menghadiri undangan David.
Setelah menulis surat David segera mengirimkannya menggunakan burung khusus yang selalu ia gunakan untuk mengirim surat.
"Apa yang kakak lakukan?" Bertanya Rina menghampiri David diruang kerjanya.
"Hanya menulis surat untuk seseorang saja." David menjawab namun tidak menjelaskan.
"Apa kakak punya sesuatu untuk ini?" Bertanya Rina memperlihatkan charger ponsel dan ponselnya yang mati.
"Listrik? Disini tidak ada tapi kakak akan meminta Forts untuk membuatnya nanti." Untuk memhuat sebuah alat penghasil listrik tegangan kecil menurut David itu mudah.
David memiliki skill yang dapat memunculkan energi listrik dan petir tapi dua duanya tidak dapat David gunakan untuk mengisi daya ponsel Rina karena takut ponsel Rina rusak dan David sama sekali tidak tahu cara membuatnya.
Jika hanya telpon kuno dengan saluran jaringan yang mirip radio mungkin David dapat merakitnya namun dengan sistem android saat ini David sama sekali tidak mengerti.
Meskipun bisa membuat telepon tapi David memilih untuk tidak memhuatnya karena menggunakan alat komunikasi sihir jauh lebih mudah.
"Terima kasih kakak." Rina sangat berterima kasih pada David.
"Bukan hal besar lagi pula kakak kagum kamu bisa membawa charger kemana mana." David cukup kagum dimana Rina selalu siap dengan chargernya.
"Hehe sedia payung sebelum hujan." Rina seakan bangga saat kakaknya kagum padanya.
__ADS_1
"Yah ini sudah bukan hujan lagi tapi ini dunia lain." David meralat.